My Little Wife

My Little Wife
Bab 281 : Main Hukum


__ADS_3

Happy reading♡


Ayu menghela nafasnya saat Rafello tidak melakukan apa apa padanya. Ia yakin karena Rafello mencintainya dan tidak mungkin akan melakukan hal itu. Namun sebagai gantinya Ayu harus bermalam di apartement cowok itu. Tak ada pilihan lain selain mengiyakan dari pada ia harus kembali di kukung seperti tadi. Bahkan bibirnya pun membengkak dan sedikit terluka.


"Sini, aku obatin bibir kamu," ucap Fello. Ia membawa kotak p3k.


"Gak usah deh by, nanti juga sembuh. Lain kali jangan brutal dong. Aku kan takut," ucap Ayu.


"Suruh siapa kamu sama kakak ipar pura pura marah dan bilang mau pergi dari hidup aku. Ya jelas aku marah lah," ucap Fello. Ia sungguh tidak habis pikir kenapa pula pacarnya dan kakak iparnya itu selalu kompak untuk mengerjainya?


"Ya udah jangan marah. Aku sama Ashel kan niatnya sama. Biar kamu gak kecanduan game," ucap Ayu.


"Caranya yang salah. Aku gak suka ya kamu kalo bawa bawa hubungan kita sebagai ancamannya. Untung aja aku masih waras dan gak celup kamu malam ini," ucap Rafello.


"Iya byy. Gak gitu lagi. Janji," ucap Ayu.


"Aku cuma bisa pegang janji kamu kalo kita udah nikah. Soon, kamu akan segera menjadi nyonya Rafello Natapraja," ucapnya. Ia juga mengecup sekilas bibir kekasihnya.


***


"Udah mas aku gak mau. Dibilang aku gak mood sama kamu, sana pergi," ucap Ashel. Ia benar benar marah saat ini. Bahkan hasratnya yang tadi meninggi juga lenyap seketika.


"Yang, aku gak suka kamu kayak gini. Please maafin aku, aku tahu aku salah dan gak ngertiin kamu tadi. Tapi aku kayak gitu juga demi kebaikan kamu. Aku gak mau kamu sakit, apalagi disini ada baby's," ucap Kavin.


"Kamu emang cuma sayang sama anak anak kamu ya?" Tanya Ashel ia tertawa hambar mendengar ucapan suaminya itu. Ternyata Kavin hanya menyayangi anak anaknya sedangkan Ashel?


"Enggak gitu yang, astaga pikiran kamu. Enggak sama sekali, aku sayang kamu sama baby's. Kalian bertiga gak ada perbedaan apapun buat aku. Please jangan kayak gini, aku tahu aku salah. Dari pada kamu diemin aku mending kamu marah marah sama aku," ucap Kavin.


"Buat apa? Buang buang tenaga," ucap Ashel. Ia menyimpan ponselnya dan pergi begitu saja meninggalkan Kavin keluar ruangannya. Ashel sungguh sungguh tidak bisa mengontrol emosinya saat ini. Ia kesal pada suaminya, namun bersamaan dengan itu air matanya juga keluar.


Ashel membuka pintu ruangannya. Disana ada dua bodyguard yang menjaga. Saat ia akan keluar, dua bodyguard itu menahannya.

__ADS_1


"Apa sih kalian. Awas gak? Aku bogem kalian baru tahu rasa," ucap Ashel.


"Kami hanya mengikuti perintah tuan muda, nyonya. Tolong tetap di dalam ruangan anda, anda harus beristirahat," ucapnya.


Ashel yang memang sudah menahan amarahnya sejak tadi ditambah dengan sikap bodyguard bodyguard ini, emosinya semakin memuncak. Ashel benar benar memberikan bogeman pada salah satu bodyguard yang menghalanginya. Kepalan tangan nyonya muda mereka memang kecil, tapi tenaganya cukup kuat sampai membuat bodyguard itu tersungkur ke lantai.


"Mampus," gumam Kavin melihat adegan di depannya ini.


"Udah dibilang apa? Awas ya awas. Mau dibikin babak belur ha?!" Ucap Ashel marah.


"Yang," panggil Kavin. Ia menarik tangan istrinya yang tadi ia gunakan untuk membogem bodyguard itu. Tangan istrinya sedikit memerah.


"Sakit pasti ya? Merah gini," ucap Kavin pelan. Ia mengelus tangan istrinya dan meniupnya pelan.


"Apa sih, lepas," ucap Ashel. Ia menepis tangan suaminya dan pergi dari sana. Rasanya malas saja menatap wajah suaminya itu.


Ardian yang baru datang pun sejak tadi hanya memperhatikan pertikaian yang dilakukan adiknya itu. Adiknya memang hebat, jelas saja dia pemegang sabuk hitam di akademi taekwondo yang sudah lama ia tinggalkan.


"Maminya si kembar kenapa?" Tanya Ardian.


"Mas Kavin jahat. Dia gak mau turutin maunya aku apa. Dia cuma mikirin anak dia yang ada di perut aku, aku kesel sama dia. Aku gak mau sama dia abang," ucap Ashel.


Ardian sebenarnya cukup aneh dengan sikap adiknya ini. Biasanya adiknya ini akan adu bacot dengannya saat bertemu. Namun setelah Ashel mengandung, sifatnya menjadi jelly dan gemas seperti ini. Mana tega Ardian tidak menerima sifat barunya ini.


Sedangkan Kavin sejak tadi melemparkan tatapan tak suka saat istrinya itu memeluk pria lain selain dirinya. Meskipun ia memiliki hubungan darah dengan Ashel. Kavin tetap tidak suka.


"Terus maunya apa hm?" Tanya Ardian. Ia mengabaikan tatapan yang dilayangkan Kavin padanya.


"Pulang. Aku gak betah disini," ucap Ashel.


"Ya udah kita pulang. Ayo sama mas," ucap Kavin menyela. Ia menarik istrinya agar melepaskan pelukan pada Ardian.

__ADS_1


"Tuh liat, mas Kavin kasar abang," adu Ashel.


"Kasar? Kamu yakin aku kayak gini kasar? Yang, aku udah coba sabar ya sejak tadi. Tapi aku gak bisa sabar lihat kamu peluk peluk cowok lain. Kita pulang sekarang. Jangan harap kamu dapat ampun dari aku," ucap Kavin. Ia pun menggendong istrinya dan melemparkan tatapan sinis pada Ardian saat ia melewatinya. Sedangkan Ardian mengangkat dua jarinya.


"Peace."


Ashel berontak dan berteriak minta di turunkan namun Kavin tidak mendengarkannya. Keadaan berbalik, kini pria itu juga ikutan kesal dengan istrinya. Kavin paling tidak suka dibuat cemburu. Jika itu terjadi maka Ashel akan mendapatkan hukuman darinya.


Sedangkan Ardian meminta dua bodyguard itu pulang dan memastikan dua mahluk bucin tadi selamat sampai mansion. Ia sendiri akan mengurus kepulangan adiknya saat ini.


"MAS LEPAS GAK?! AKU GAK MAU. GAK SUKA SAMA HUKUMAN KAMU," teriak Ashel. Ia mencoba kabur saat akan masuk ke dalam mobil. Namun disana ada beberapa bodyguard yang menjaga. Tentu saja Ashel kesusahan.


"Salah sendiri buat aku cemburu. Bukannya tadi kamu sendiri yang minta? Ya aku cuma turutin maunya kamu," ucap Kavin.


"Jalan," ucap Kavin pada Josh. Josh pun menjalankan mobilnya pergi dari rumah sakit menuju ke mansion.


"Tau ah, kan aku yang marah sama kamu. Kamu gak usah ikutan marah," ucap Ashel.


"Apa aku peduli?" Tanya Kavin.


Ashel mendengus kesal, "Baby's lihat papi kamu. Ngeselin banget kan? Kalo nanti kalian lahir gak mirip mami, mami gak terima ya. Mami yang bawa kamu selama ini. Papi kamu cuma bantu dikit."


Ashel mengelus perutnya yang tiba tiba keram. Sepertinya anak anaknya juga kesal dengan papinya sampai membuat perutnya keram. Sedangkan Kavin mendelik mendengar ucapan istrinya itu. Mana bisa anaknya tidak boleh mirip dengannya. Itu kecebong Kavin. Jelas harus mirip dengannya.



Nyengir lo pin😒


Tbc.


Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_

__ADS_1


__ADS_2