My Little Wife

My Little Wife
Bab 363 : Menuntut


__ADS_3

Happy reading♡


"Gak ngerti maksud ucapan Ardian tadi? Ini udah larut malam loh, meskipun saya kakak kamu tapi saya juga memiliki peraturan dalam keluarga saya untuk tidak menerima tamu tengah malam seperti ini," ucap Kavin. Ia duduk bersidekap dada.


"Fello tahu bang. Tapi kenapa dadakan kayak gini, istri Fello gak bisa tenang karena adiknya di tangkap sama bawahan abang gitu aja," ucap Fello.


Kavin dengan tatapan datarnya terus menatap ke arah Ayu. Tatapan tajam seperti akan membunuh saja.


"Bang, Ayu mohon lepasin adik Ayu. Dia paling takut sama orang baru," ucap Ayu.


"Saya tidak akan menangkap adik kamu jika dia tidak mengusik keluarga saya," ucap Kavin.


"Maksud abang apa? Mengusik apa," ucap Fello.


"Pulang. Saya harus menenangkan istri saya saat ini," ucap Kavin. Ia berdiri dan hendak masuk ke kamarnya lagi namun Fello menahannya.


"Istri abang gak tenang, istri Fello juga bang. Dia gak bisa tidur kalo adiknya belum pulang," ucap Fello sedikit tinggi.


Kavin tersenyum miring, "Saya tidak peduli. Yang saya pedulikan anak dan istri saya saat ini. Jika saja ini tidak terjadi saya tidak mungkin melakukan hal ini. Anda adik saya, anda pasti tahu saya orang seperti apa."


Kavin pun pergi dari sana dan segera kembali menemui istrinya yang sejak tadi wanita itu belum saja tidur karena terus menjaga anaknya.


Fello terdiam mendengar ucapan abangnya yang berbeda dari biasanya. Ia pun terpaksa membawa Ayu yang masih belum mau pergi sebelum adiknya pulang. Namun Fello meyakinkannya jika abangnya tidak akan melakukan apa apa pada adiknya.


Sementara di dalam kamar, Ashel terus terjaga. Ia terus mengelus pelan tubuh Ling yang sedang tertidur setelah menangis lagi tadi. Ashel sudah mengoleskan salep ke tubuh Ling dan itu membuat Ling kembali menangis kencang.


Briella dan Kai di urus Anna dan Adi. Untungnya mereka mau membantu Ashel menjaga anak anaknya.


"Gimana mereka berdua?" Tanya Ashel pelan.

__ADS_1


"Aku usir. Kamu gak usah mikirin sahabat kamu itu, dia egois banget. Aku gak suka sama dia," ucap Kavin.


"Ayu memang selalu egois karena terlalu menyayangi adiknya," ucap Ashel.


"Tidur sayang," ucap Kavin. Ia memeluk tubuh istrinya dari belakang. Ling tidur di kamar Asjel dan Kavin. Sementara orang tuanya dan kedua anaknya tidur di kamar anak anak.


"Aku takut mas, kejadian seperti ini baru terjadi saat ini. Aku menyesal banget karena langsung percayain anak anak buat digendong sama orang lain," ucap Ashel. Ia kembali menitikan air matanya.


Ibu mana yang tidak sakit hati melihat tubuh anaknya yang dipenuhi luka lebam. Ditambah ini karena dirinya yang teledor.


"Sstt, jangan salahin diri kamu sendiri sayang. Udah cukup, kita kan gak bisa prediksi kejadian kayak gini. Tidur ya? Kasihan loh nanti Ling sedih kalo liat maminya kayak gini," ucap Kavin.


Ashel memegang tangan suaminya yang sedang memeluknya. Kavin berusaha terlihat biasa saja dan tidak tersulut emosi, padahal sebenarnya ia sangat ingin membogem wajah pria itu dan membuat hal yang sama seperti apa yang dilakukan olehnya pada anaknya ini.


***


Sekitar pukul lima pagi Kavin pergi ke gudang belakang rumahnya yang dijaga ketat oleh bawahannya. Disana ada Bagas. Pria itu sengaja ditempatkan di gudang, tanpa ada kasur atau pun selimut. Hanya ada tikar sebagai alas untuk tidur pria itu.


"Itu semua tidak sebanding dengan apa yang lo perbuat sama anak gue," ucap Kavin. Bagas tidak bisa melawan karena ia memang tidak memiliki bakat dalam berkelahi.


"Maksud lo apa?" Tanya Bagas.


"Maksud gue, ini balasan yang lo perbuat ke anak gue semalam sampe tubuh dia lebam lebam," ucap Kavin.


"Oh, jadi bayi lucu itu terluka? Lemah," ucap Bagas. Hal itu tentu saja menyulut emosi Kavin. Kavin kembali memukuli Bagas dengan brutal. Bahkan Bagas sampai dibuat pingsan oleh pukulan bertubi tubi yang dilayangkan oleh Kavin.


Sebenarnya Kavin belum puas, tapi pria ini sudah tepar. Jadi Kavin keluar saja, biarkan nanti pria ini diurus oleh pihak berwajib saja.


Tak berselang lama, beberapa jam setelah Kavin memukuli Bagas sekitar pukul delapan, rumah Kavin sudah didatangi oleh kedua orang tua Ayu, Fello, Ayu dan kedua orang tua Kavin. Mereka sudah berkumpul disana. Untuk menanyakan maksud penangkapan Bagas kemarin.

__ADS_1


Ling berada di pelukan Ashel. Anak itu tidak mau jauh jauh dari maminya.


"Jadi kenapa anak saya ditangkap nak Kavin?" Tanya Reza. Kavin tidak menjawabnya dan menyetel tv di dekat merekam di tv itu memperlihatkan perilaku Bagas pada anaknya.


Semua yang melihat tampilan cctv itu tercekat. Apalagi Sarah, ia langsung bergerak mendekat ke arah duduk Ashel.


"Jelas?" Tanya Kavin. Sorot matanya menatap ke arah Rafello yang semalam ngotot kepadanya.


Kavin juga mengeluarkan rekaman suara tadi pagi saat ia memukuli Bagas. Lagi dan lagi mereka semua tercekat.


"Gak mungkin Bagas kayak gitu. Bagas anak baik," ucap Ayu.


"Bang, ini pasti ada kesalahan," ucap Fello.


"Kesalahan yang kayak gini yang lo maksud Fell?" Tanya Ashel ia membuka selimut yang menutupi tubuh Ling. Disana terlihat banyak lebam karena Ling memang tidak dipakaikan baju.


"Ini yang lo bilang kesalahan?" Tanya Ashel lagi setelah ia membalikan tubuh Ling menjadi terlihat arah depannya. Selain di punggung ternyata lebam itu juga ada di perut, pergelangan tangan dan pipinya.


"Baik? Mungkin dia baik cuma buat lo aja. Enggak berlaku buat anak gue," ucap Ashel. Sorot matanya terlihat kecewa pada Ayu.


"Shel, lo kenal Bagas udah lama kan? Dia gak mungkin kayak gini," ucap Ayu.


"Apa yang diucapkan Ayu benar nak, Bagas juga sangat menyayangi anak kamu. Buktinya semalam dia begitu senang bermain dengan Ling," ucap Rini.


"Saking senangnya anak Ashel sampe lebam kayak gini ya?" Tanya Ashel tertawa.


"Mungkin ini tidak akan diterima oleh kalian semua selaku keluarga Bagas. Tapi hukum tetap berlaku meskipun dia adik dari istri adik saya. Anak saya terluka cukup parah bahkan ada retakan tulang di pergelangan tangannya akibat ditekan ke dalam. Saya akan menuntut ini semua," ucap Kavin.


"Enggak bisa gitu, ini bukan kesalahan Bagas. Ini kesalahan kalian karena tidak becus menjaga anak anak kalian. Lepaskan Bagas. Dia gak salah apa apa," ucap Ayu ngotot.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2