My Little Wife

My Little Wife
Bosan Di Mansion


__ADS_3

Di Mansion Alex


Dinginnya malam tak menyurutkan sepasang suami istri yang tengah memadu kasih di dalam kamar mereka.Suara desahan dan erangan sejak tadi terus menggema dalam kamar.


Beberapa jam berlalu Alex menyudahi percintaannya setelah mendapatkan pelepasan.Dia segera menarik selimut setelah mencabut belalainya dari lembah sang istri.


Hana kini mengatur nafasnya sambil mengusap perut buncitnya.Alex mendekap tubuh sang istri dari samping dan nampak senyum puas terpatri di wajahnya.


"Si kembar baik baik saja 'kan sayang di dalam sana. " ucap Alex khawatir.


"Iya mereka anteng Mas karena tahu Daddynya tengah menjenguk mereka. " balas Hana tersenyum menatap sang suami.


Alex mengulum senyumnya lalu beralih menunduk dan mengecup perut buncit Hana dari dalam selimut setelah itu kembali berbaring.


Hana menepiskan senyumnya lalu turun dari ranjang menuju ke kamar mandi dengan tubuh polosnya sambil meraih gaunnya setelah itu pergi ke kamar mandi. Alex berusaha menahan gairahnya akibat melihat pemandangan menggiurkan barusan.Tubuh sang istri yang terlihat berisi dibagian tertentu apalagi Hana tengah hamil besar menambah keseksiannya.


"Shit kenapa kamu bangun lagi. " geram Alex turun dari ranjang lalu menyusul istrinya di kamar mandi.


Satu jam kemudian Hana dan Alex telah selesai mandi dan berganti pakaian.Kini Dia tengah memperhatikan sang suami yang mengganti seprei mereka dengan yang baru.


"Lihatlah my little boy, Daddy kalian sangat sempurna dan merupakan pria idaman setiap wanita.Mommy beruntung mendapatkan cinta dari daddy kalian. " gumam Hana sambil mengusap perut buncitnya.


Bug suara tendangan dari dalam perutnya membuat Hana meringis.


"Aaah. " jeritnya pelan.


Alex menoleh dan mengernyitkan dahinya lalu bergegas menghampiri istrinya dengan raut panik.


"Sayang ada apa? " tanya Alex penasaran.


"Kembar menendang perutku Mas karena aku mengajak mereka berbicara mengenai kamu. Sepertinya mereka juga bangga memiliki Daddy seperti kamu Mas Alex. " terang Hana sambil tersenyum.


Alex mengulas senyumnya lalu jongkok di depan sang istri.Dia dekatkan telinganya didepan perut buncit istrinya kemudian tersenyum lebar mendengar tendangan dari perut Hana.

__ADS_1


"Iya Sayang mereka menendang!


"Halo para jagoan Daddy sehat sehat di dalam sana Boys. Mommy, Daddy dan kakakmu Skylar sudah tidak sabar menanti kalian lahir. " bisik Alex.


Setelah itu Alex kembali berdiri lalu mengajak istrinya berbaring dan Hanapun menurut. Seperti biasa Alex mengusap perut buncit sang istri agar Hana segera memejamkan matanya.


"Tidurlah sayang. " ucap Alex dengan suara lembutnya.


"Iya Mas Alex. "


Setelah Hana terlelap, Alex menghentikan usapannya lalu ikut terlelap menyusul sang istri ke alam mimpi.


🍁🍁


Next Morning


Hana kini tengah menunggu sang suami di meja makan bersama puteri mereka Skylar.Tak lama kemudian suara langkah kaki mendekat dan Alex langsung mencium kening istri dan puteri mereka setelah itu perut buncit Hana. Setelah itu Alex langsung duduk disebelah sang istri tercinta.


"Iya Mas. " Hana memperhatikan suaminya melayani dirinya.


"Segini cukup nasinya sayang? " tanya Alex.


"Cukup Mas! Ayo Sky sayang sarapan setelah itu pergi ke sekolah di antar Daddy. " tegur Hana pada puterinya.


"Iya Mommy! Sky langsung mengunyah makanannya dengan lahap.


Selesai sarapan Alex dan Skylar langsung pergi setelah berpamitan pada Hana.Bibi Heni langsung bergegas menghampiri majikannya tersebut.


"Nyonya biar saya saja Nyonya Hana 'kan sedang hamil besar. " ucap Bibi Heny.


"Iya Bibi kalau begitu aku ke ruang tamu saja! Tolong bawakan aku jus mangga ya Bi. " pinta Hana.


"Iya Nyonya. "

__ADS_1


Hana beranjak lalu pergi dari meja makan menuju ke ruang tamu.Di sana Hana membolak balik majalanya sambil sesekali dia usap perut buncitnya.


Tak lama kemudian Bibi Heni kembali dan meletakkan segelas jus mangga di atas meja setelah itu berlalu pergi dari sana.


Hana menyesap Jusnya dengan lahap setelah itu menaruhnya kembali di meja.Dia kini tengah membuang nafas pelan merasakan pinggangnya sedikit pegal karena selama kehamilan dia mudah sekali lelah apalagi si kembar dalam perutnya bergerak aktif.


"Sayang kalian aktif banget ya apa sudah enggak sabar untuk lahir hemm. " gumam Hana sambil tersenyum.


Tok tok tok


Hana bangkit dengan pelan setelah itu berjalan ke depan.Cklek Dia meraih handle pintu kemudian terbukalah.Hana tersenyum melihat kedatangan kedua mertuanya yang membawa parsel buah.


"Silakan masuk Mom, Dad. " sapanya dengan senyuman manisnya.


"Iya Hana ayo mommy tuntun kamu nak. " Mommy Nathalie menuntun menantunya ke ruang tamu diikuti Daddy Rio yang membawa parsel buah.


Setelah duduk di sofa, Hana menoleh dan menatap kearah ibu mertuanya tersebut.


"Oh ya Mom, bagaimana kabar kak Vano dan Grace serta Derren putera mereka. " cecar Hana penasaran.


"Mereka baik baik saja sayang! Si kecil Derren sangat aktif dan juga nakal namun menggemaskan di usianya empat tahun nak. " jawab Mommy Nathalie sambil memgulum senyumnya.


"Huft aku jadi kangen sama keponakan tampanku itu Mommy. " keluh Hana dengan wajah cemberutnya.


Mommy Nathalie mengusap usap punggunv Hana dengan lembut.Dia mengerti dengan keadaan menantunya yang saat ini tengah hamil besar.


"Mas Alex sangat posesif padaku Mom! Dia takut aku kelelahan karena aku sering mengeluh sakit punggung makanya dia melarangku pergi ke manapun selama dia kerja. " terang Hana.


"Sabar nak ini juga demi kesehatanmu serta si kembar dalam perut kamu. " tutur Mommy dengan lembut.


"Iya Mommy aku memgerti!


TBC

__ADS_1


__ADS_2