My Little Wife

My Little Wife
58


__ADS_3

Tasya kini berada didalam mobil milik Jack, tentu saja dengan Celine karena gadis itu yang memaksanya untuk ikut bersama mereka.


" Tasya..........boleh nanya gk ? "


" Mau nanya soal apa ?"


" Emmmm.....soal kakak kamu hehehehe "


" kak Kevin maksud kamu ??? "


" Iya hehehehe bolehkan???? " mohon Celine sembari menggoyang goyangkan kan tangan Tasya.


" tanya aja ! "


" Emmm Kak Kevin udah punya pacar belum ?"


" pacar?????"


" Pacar itu apa ?" tanya Tasya bingung.


" jangan bilang kamu gk tau pacar itu apa "ucap Celine syok, sedang kan Jack hanya mengulas senyum, ia tau jika Tasya memang masih sangat polos.


Tasya menyerngit bingung karena dia memang belum pernah mendengar apa itu pacar, jadi ia tak mengetahuinya.


" Tidak. memang nya pacar itu apa ? "


" Yatuhannn......kau sungguh tidak tahu???? kenapa kau sangat polos " ucapnya tak percaya.


" jangan membuat ku penasaran Celine! kenapa kau tak mengatakan nya langsung " kesalnya.


Jack hanya tertawa melihat tingkah keduanya.


" baiklah........ baiklah......."


" Jadi pacar itu adalah, seseorang yang kau sukai dan menyukaimu, biasanya seseorang akan berpacaran saat sebelum menikah, mereka adalah sepasang kekasih yang akan menghabiskan waktu bersama "


" ohhhh "


" jadi apakah kak Kevin sudah memiliki pacar? "tanya Celine kembali.


" Entahlah......aku tidak tahu "


" Haisss.....aku sudah panjang lebar menjelaskan, dan kau hanya bilang tidak tahu " desis Celine geram.


" Aku memang tidak tahu " ucap Tasya tak mau kalah.


" percuma saja aku bertanya padanya " gumam Celine pelan.


" baiklah nona Tasya anda sudah sampai " ucap Jack melerai perdebatan diantara keduanya.


" Terimakasih "


" sampai jumpa besok " teriak Celine.


Tasya memasuki pintu rumahnya, dan kini Jack kembali menjalankan mobilnya menuju rumah adik sepupu nya ini.


" Apakah kau menyukai nya ?" tanya Celine menatap Jack.


" siapa ?" tanya Jack tetap fokus mengemudi kan mobilnya.


" Ayolah....kau pasti tau maksud ku "


" Hehehe.......aku tidak tahu " ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


" Bagaimana bisa kau tidak tahu perasaan mu " kesal Celine.


" Entahlah aku hanya merasa nyaman bersama nya, lagi pula aku tidak pernah jatuh cinta, jadi bagaimana aku bisa tau "


" Aisss....kau bohong, bukankah kau memiliki banyak mantan kekasih "


" Aku tidak mencintai mereka, aku hanya bermain main saja " jawabnya santai.


" apaaaa......"


" kau sangat jahat, bagaimana bisa kau melakukan itu, kau menyakiti mereka " geram Celine.


" hey kenapa kau marah? , lagipula mereka yang mendekati ku dan ingin menjadi kekasih ku "


" tapi tetap saja kau sangat jahat karena mempermainkan wanita " tekan Celine yang semakin kesal pada kakak sepupu nya itu.


" aku tidak mengerti bagaimana bisa bibi ku yang sangat baik itu bisa memiliki anak sejahat kau " gumamnya.


" hey sudah ku bilang aku tidak salah, itu salah mereka karena menyukai ku "


" jika kau menyakiti sahabat ku, aku tidak akan segan menghajarmu " ancamnya.


" uruslah urasanmu anak kecil " kekeh Jack.


" aku tidak bercanda !" ucapnya menatap tajam Jack.


" hemm baiklah nona, aku tidak akan menyakiti sahabat mu itu, sudah turunlah kau sudah sampai "


" oh ya, apa ada paman dan bibi ? "


" kau tau mereka pasti sibuk " Celine menekuk majahnya kesal, karena orang tuanya yang selalu sibuk di luar negri karena pekerjaan mereka yang memang seorang dokter.


" hemmm baiklah, tidak usah merasa sedih, mereka melakukan nya untuk mu juga, jika ada sesuatu beritahu aku saja "


Kevin baru selesai berdiskusi dengan salah satu dosen.


ia melewati koridor yang terlihat sepi, namun ia sedikit terkejut saat melihat seorang gadis tengah duduk di sebuah kursi.


Awalnya ia tak memperdulikan nya, mungkin gadis itu tengah menunggu seseorang batinnya.


Namun tanpa disangka gadis itu berjalan mendekati nya.


setelah tampak dekat ia merasa tidak asing dengan wajah gadis itu, tapi entahlah ia tak ingat.


" Kau sudah mau pulang ? " tanya nya ramah.


" siapa kau ?" tanya Kevin datar.


" kau melupakan ku ?" tanya nya dengan wajah kecewa.


" aku Rara yang tadi pagi di kantin " ucapnya mengingatkan.


" oh.....maaf aku tidak mengingatmu " sebenarnya tadi pagi ia tidak benar benar ingin berkenalan dengan gadis ini, ia hanya ingin melihat reaksi Tasya saja jika ia dekat dengan wanita lain.


" tidak apa, bukankah kita memang baru bertemu pertama " ucapnya dengan senyum lembutnya.


kenapa pria ini sedikt berbeda dari tadi pagi batinnya.


" ada apa kau mencari ku ? " tanya Kevin to the points.


" aku hanya ingin meminta bantuanmu, karena kita satu fakultas dan satu kelas aku ingin meminta sedikit bantuanmu " ucapnya sedikit malu.


" kau bisa meminta bantuan yang lainnya, aku sibuk " ucapnya hendak pergi namun gadis itu segera menahannya.

__ADS_1


" kumohon.........aku tidak memiliki teman lain, hanya kau yang kukenal sekarang " ucapnya penuh harap.


Kevin yang tadinya hendak menolak namun merasa tidak enak pada gadis ini karena sudah menunggu nya dari tadi.


" Baiklah hanya kali ini saja " jawab Kevin pasrah.


" Emm terimakasih " tanpa menjawab Kevin berlalu duluan . seulas senyum mengembang di bibir seksi gadis itu.


ia akan mendapatkan apa yang ia mau, termasuk pria tampan ini, sejak pertama melihatnya ia sudah menyukai pria ini dan menetapkan jika ia akan menjadi miliknya.


Kevin dan Rara membahas beberapa materi pelajaran di sebuah kafe.


Kevin tampak fokus pada layar laptop nya, tak seperti gadis itu yang terus menatapnya.


" Apa kau sudah mengerti ?" tanyanya tanpa mengalihkan tatapannya.


" Emmm " jawab gadis itu yang masih senantiasa memandangi wajah tampan Kevin.


" Baiklah sudah selesai, aku ada urusan lain " ucap Kevin kemudian bangkit dari duduknya.


" terimakasih sudah membantu ku "


" hemmm "


" aku memiliki sesuatu untuk mu " ucapnya mengeluarkan sebuah kotak kecil dari tasnya kemudian memberikan nya pada Kevin.


" terimalah, anggap saja rasa terimakasih ku karena telah membantuku "


" tidak perlu, kau tidak perlu memberikannya! itu hanya hal kecil " tolak Kevin, namun gadis itu bersikeras untuk memberikan nya.


Kevin sampai rumah cukup malam sekitar jam sembilan malam, ia melewatkan makan malam.


ia melangkah kan kaki panjangnya ke kamar nya, namun saat membuka nya ia tak mendapati istrinya disana.


Kevin duduk di tepi ranjang menghela nafas beratnya.


" dia masih marah " gumamnya.


Setelah membersihkan tubuhnya ia menuju kek kamar gadis itu yang berada di sebelah nya.


Kevin dapat melihat Tasya tengah sibuk dengan beberapa kesrtas dan leptop milik nya.


" Apa aku mengganggu mu ?" tanyanya mendekati Tasya, namun tak ada jawaban dari gadis itu.


" apa kau sudah makan malam ? "


" hemm "


" kenapa belum tidur ? ini sudah larut jangan terlalu kelelahan " ucapnya lembut kemudian menutup layar laptop milik Tasya.


" Kenapa kau menutupnya ? apa kak Kevin gk liat kalo Tasya lagi ngerjain tugas Tasya " kesalnya.


" ini sudah malam, tidurlah ! "


" aku belum mangantuk, dan aku belum menyelesaikan tugas ku "


" ini sudah larut "


" Aku tidak mau " ucap Tasya kekeh.


" jangan membantah "


Kevin mengangkat tubuh Tasya kedalam gendongannya dan membawa nya ke tempat tidur.

__ADS_1


__ADS_2