
RAMEIN GUYSSS.
vote komen yyy. Jgn jd sider
.
.
.
Happy reading♡
Ashel dan Kavin sarapan bersama dengan keluarga yang lainnya. Disana juga ada Ayu. Sarah menahannya untuk ikut sarapan bersama. Dan lagi Ashel juga menahan Ayu karena dia harus datang ke grand opening cafe miliknya.
"Mas, udah siap kan? Gak ada yang ketinggalan?" Tanya Ashel. Saat ini mereka sedang bersiap menuju ke cafe Ashel yang baru. Mereka akan datang lebih dulu dibanding keluarga yang lainnya.
"Udah yang. Ayo berangkat," ucap Kavin.
"Beneran kamu gak papa gak masuk kerja? Udah lama loh kamu gak datang ke kantor?" Tanya Ashel.
Kavin tersenyum dan menarik seatbelt milik Ashel kemudian menekannya sehingga seatbelt terpasang.
"Yang, kamu istri aku. Masalah kantor ada Josh yang handel. Lagian aku udah gaji para pekerja disana," ucap Kavin. Ia pun menjalankan mobilnya.
"Ya maksud aku gak gitu mas, gimana pun kan kamu bosnya. Kamu harus hadir dong," ucap Ashel.
"Iya yang, nanti aku bakalan zoom meeting sama client. Aku kerja kan," ucap Kavin.
Ashel menghela nafasnya. Maksudnya itu bukan seperti itu. Tapi sudahlah, percuma juga dia berdebat dengan suaminya. Yang ada mereka akan bertengkar.
Waktu tempuh dari rumah Kavin menuju ke cafe milik Ashel sekitar empat puluh menit.
Setelah sampai, Ashel melihat banyak sekali orang disini. Termasuk wartawan?
"Mas, kenapa ada wartawan?" Tanya Ashel.
"Mungkin pemilik cafe ini sudah diketahui oleh media. Jadi mereka berbondong bondong untuk meliput beritanya. Ingat, sekarang kamu istri aku. Jadi kamu harus terbiasa dengan mereka," ucap Kavin menahan senyumnya.
Pasalnya istri kecilnya ini terlihat menggemaskan saat terkejut. Ditambah ada sedikit raut kekesalan di wajah cantiknya.
"Mereka tahu dari mana sih mas," ucap Ashel. Saat ini mereka berdua masih berada di dalam mobil.
"Yang pastinya mereka sendiri yang cari tahu yang. Secara sebelum kamu nikah sama aku juga kamu kan sering masuk kabar berita," ucap Kavin. Memang benar adanya dengan apa yang diucapkan suaminya ini. Sesekali wajah Ashel terpampang di majalah atau tv. Itu sebabnya ia menyembunyikan kafe miliknya yang ada di Bandung.
__ADS_1
"Terus kita gimana masuknya?" Tanya Ashel.
"Nanti juga bawahan Ardian kesini," ucap Kavin santai.
Ashel kembali memperhatikan ke depan. Ternyata selain banyak wartawan, beberapa orang juga yang bukan dari wartawan hadir.
Ashel memang sengaja membuat selebaran sebelum ini. Karena memang niatnya ingin memberikan menu special cafe ini secara gratis pada pengunjung. Ternyata diluar dugaan, wartawan juga hadir.
"Tuh yang, mereka dateng kan," ucap Kavin saat ia melihat beberapa pria dengan setelan jas hitam keluar dari dalam cafe.
Mereka langsung berjalan ke mobil Kavin dan bergerak mengelilingi mobil itu. Jaga jaga siapa tahu ada yang menyerobot paksa untuk berbicara dengan salah satu dari mereka.
Kavin keluar lebih dulu dari pada Ashel. Ia sengaja meminta istrinya untuk keluar setelah Kavin yang membuka pintunya. Kenapa begitu? Agar Ashel tetap aman disisinya.
Saat Kavin berjalan menuju ke pintu mobil Ashel, wartawan langsung datang menyerbu. Beberapa dari mereka menyodorkan mic untuk Kavin.
"Pak Kavin, apa benar cafe ini milik istri anda?"
"Pak, apa benar istri anda sengaja sembunyi dari media?"
Begitulah rentetan pertanyaan dari para awak media untuk Kavin. Namun Kavin hanya diam dan tidak menjawabnya. Bahkan tidak ada senyuman di bibirnya. Hanya ada wajah datar yang ditampilkan oleh Kavin.
Setelah pintu mobil terbuka, Ashel pun keluar. Ia berjalan kikuk mengikuti suaminya.
Bodoh. Kavin hampir saja mengumpati wartawan tadi karena pertanyaannya yang konyol.
Ashel terlahir dari keluarga berada. Bahkan kekayaannya hampir setara dengan keluarga Kavin. Jelas dia memiliki uang untuk membangun cafe ini.
Ashel sama seperti Kavin. Ia menghiraukan wartawan itu dan hanya tersenyum saja. Buru buru mereka berdua masuk ke dalam cafe.
Wartawan tadi tidak bisa masuk karena grand opening belum dimulai. Juga di depan pintu masuk ditempatkan beberapa bodyguard untuk berjaga.
"Gini amat jadi istri kamu," keluh Ashel.
"Setelah ini kamu akan sering disorot media," ucap Kavin.
"Males mas. Mereka nanyanya aneh aneh," erang Ashel. Kavin hanya tertawa melihat istrinya yang kesal. Sangat menggemaskan. Jika saja ini dirumah, sudah pasti Kavin akan menggusurnya ke kamar dan tidak akan membiarkannya keluar.
"Baru datang dek? Gimana, enak gak jadi seleb?" Sindir Ardian. Memang sejak lama ia sudah mengetahui hal ini. Dari awal Ashel mendirikan cafe mungkin.
Keluarga mereka sering tersorot media dan hanya Ashel sendiri yang selalu kesal dengan hal itu.
"Diem bang. Jangan bikin mood aku rusak," ucap Ashel.
__ADS_1
"Hahaha, makanya abang bilang dari dulu apa? Suatu saat nanti kamu bakalan ketahuan juga sama media. Dan terbukti kan sekarang," ucap Ardian.
Ashel memicingkan matanya, "Jangan jangan abang ya yang bocorin identitas aku ke publik?" Tuduh Ashel.
"Gak boleh gitu yang," ucap Kavin.
"Ya abisnya kalo bukan bang Ardian siapa lagi," ucap Ashel.
"Heh bocil! Kalo gue mau bocorin identitas lo, mungkin udah dari dulu gue lakuin itu. Gak perlu sekarang sekarang setelah lo jadi bininya temen gue," jelas Ardian.
"Aku bukan bocil abang. Aku udah nikah," ucap Ashel.
"Bro udah, nanti dia makin kesel. Mendingan kita persiapan aja buat buka acaranya," ucap Kavin menengahi.
"Yaudah kalo gitu. Keluarga semua udah pada dateng, siap siap lo dek. Lo harus ngomong di depan semua orang," ucap Ardian. Ia pun pergi meninggalkan kedua pasutri itu. Jaga jaga, takutnya singa kecilnya kembali mengaung karena ulahnya.
"Mas, kok aku harus ngomong di depan mereka semua sih?" Tanya Ashel.
"Kan kamu yang punya cafe ini sayang," ucap Kavin. Ashel mendengus kesal, jika saja ia tahu seperti ini mungkin ia akan membiarkan Ardian saja yang membuka grand openingnya.
***
Acara pun dimulai. Beberapa orang dan wartawan sudah masuk ke dalam cafe.
Disana juga sudah ada beberapa teman Ashel begitu juga keluarga mereka yang menyempatkan hadir.
Didi, Ajeng, Dimas dan Nando juga hadir. Ashel dapat melihat jika Ayu masih ketakutan dengan Dimas. Beruntung Rafello ada disampingnya.
"Rileks yang. Kamu kan udah biasa hadepin orang orang. Secara kamu kan mantan ketua osis," ucap Kavin.
Ashel langsung mengalihkan pandangannya ke arah Kavin.
"Dari mana kamu tahu?" Tanya Ashel.
"Aku suami kamu kalo kamu lupa," ucap Kavin.
"Ya maksudnya kan sebelum kita nikah kita kan gak deket. Kamu cari tahu ya?" Tanya Ashel.
"Apapun tentang kamu, aku udah tahu semuanya sayang."
...ASHEL CANCIII BNGTTT PLEASE😭😭❤️...
__ADS_1
Tbc.