
Happy reading♡
"Semuanya udah hadir dek, mending kamu maju sana. Kasih prakata sama semua orang. Ucapan selamat atau apa kek, kasian yang udah nunggu mau makan," ucap Ardian.
"Iya."
Ashel pun maju ke atas panggung. Itu nantinya tempat yang akan digunakan sebagai life music di cafenya.
Sebelum berbicara Ashel sempat melirik ke arah suaminya. Kavin tersenyum dan menganggukan kepalanya. Adegan itu tidak luput dari jepretan kamera wartawan.
"Selamat pagi semuanya. Perkenalkan, saya Brianna Sashel Natapraja pemilik cafe ini. Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada keluarga yang sudah menyempatkan hadir ke acara ini. Dan juga kepada teman teman yang sudah mau hadir ke acara grand opening Sash cafe," ucap Ashel.
"Selamat menikmati hidangan yang kami sediakan dan saya pribadi sangat berharap kalian semua sering mampir kesini nantinya," ucap Ashel.
"Bu Ashel, bagaimana caranya anda bisa mendirikan cafe sebesar ini?"
"Uang. Sebelum adanya cafe ini saya sudah memiliki cafe lain. Itu sash cafe pertama saya, letaknya ada di Bandung," ucap Ashel.
"Apa ada campur tangan keluarga di pembangunan cafe ini?"
"Ada. Kakak sepupu saya yang membantu saya merintis semua ini," ucap Ashel.
"Apa benar suami anda sebelumnya memiliki hubungan special dengan Nadine? Kami sering melihat mereka bersama sebelum menikah dengan anda," ucap salah satu wartawan.
Ashel terdiam. Namun beberapa bodyguard langsung menyeret mereka untuk menjauh dan tidak kembali bertanya.
Ashel tersenyum, "Terimakasih atas kehadirannya."
Ia pun turun dari panggung live music dan menghampiri Kavin, suaminya.
"Yang," panggil Kavin.
"Aku gak mau bahas itu mas. Lagian jawaban kamu juga selalu sama," ucap Ashel. Ia pun meninggalkan Kavin dan menyapa keluarganya.
Kavin mengumpati wartawan tadi. Bisa bisanya dia bertanya melenceng dari acara ini. Awas saja, besok dia akan kehilangan pekerjaannya. Berani sekali dia berurusan dengan Kavin.
"Ma, pa, oma, opa," sapa Ashel.
"Congratulatios dear. Mama bangga sama kamu," ucap Sarah.
"Oma juga bangga sayang. Ternyata kamu sudah menjadi seorang pengusaha ya sejak kamu sekolah," ucap Nata.
Ashel tersenyum, "Karena bantuan Ardian oma. Aku gak bisa ada disini kalo bukan karena bantuan dia."
"Bunda sama ayah kamu gak bisa dateng ya? Mereka lagi di Batam," ucap Sarah.
__ADS_1
"Iya ma. Ayah lagi ada kerjaan disana dan bunda juga harus ikut. Kalo grandpa sama grandma mereka lagi ada acara lain di luar kota jadi gak bisa datang. Tapi gak papa, kan oma sama mama juga kesini. Papa sama opa juga," ucap Ashel.
"Iya nak, opa pasti hadir dan akan selalu mendukung mu. Jika perlu investor di cafe kamu, opa siap seratus persen jadi investor kamu," ucap Praja.
"Papa juga sama nak. Hubungi papa kalo kamu perlu apa apa. Jangan sungkan karena kamu putri papa," ucap Faraz.
Ashel tersenyum bahagia. Ternyata keluarga dari suaminya ini sangat mendukungnya. Ia sangat bersyukur karena diberikan mertua yang baik seperti ini. Hanya saja kadang anak cucu mereka yang sering membuat Ashel kesal.
Siapa lagi kalo bukan Kavin.
"Yang kok ninggalin?" Tanya Kavin tak terima.
"Lelet sih," ucap Ashel.
"Hish."
"Yauda ma, pa, oma, opa Riana sapa temen temen Riana dulu ya," pamit Ashel.
"Iya sayang sana," ucap Sarah.
"Ninggalin lagi," ucap Kavin. Jujur saja ia kesal karena terus terusan ditinggalkan oleh istrinya ini.
Sarah dan Nata tertawa renyah melihat tingkah anaknya yang kesal.
"Salah siapa gak klarfikasi soal hubungan kamu sama si wanita gatel itu," ucap Sarah.
Kavin pun mengikuti istrinya yang akan bergabung dengan teman temannya.
"Hoi guys, thanks yaa," ucap Ashel.
"Oh jelas dong kak Bri. Kan ada mas pacar yang tanggung dana gue buat kesini," ucap Ajeng.
"Diem," ucap Didi menyenggol lengan Ajeng.
"By the way, congrats ya Shel. Temen gue emang best," sambung Didi.
"Congrat ya Ashel, udah cantik pinter bisnis lagi," ucap Nando. Ia memberikan sebuket bunga pada Ashel.
"Selamat Shel," ucap Dimas.
"Ya," jawab Ashel singkat. Dimas tertegun. Sepertinya dia sudah tahu kejadian kemarin yang ia perbuat pada Ayu.
Ditambah tadi saat ia bertemu dengan Ayu, Ayu seperti ketakukan dan bersembunyi di balik punggung pria kemarin yang membuatnya babak belur.
Saat ini, wajah Dimas masih lebam lebam. Ia memaksakan diri datang kesini. Selain karena untuk memberi ucapan selamat pada Ashel, dia juga ingin berbicara dengan Ayu.
__ADS_1
Namun saat Dimas berusaha mencari celah agar Ayu mau berbicara dengannya, pria itu terus menempel dengan Ayu. Seolah siaga berada di sampingnya.
"Kenapa?" Bisik pacar Dimas.
"Gak apa apa babe. Aku baik baik aja," ucap Dimas.
"Jangan harap kamu bisa deket lagi sama cewek itu. Awas aja," ancamnya. Dimas hanya mampu mengehela nafasnya.
Tiba tiba, teman Ashel yang lainnya juga menghampirinya.
"Uhut uhuy, istri konglomerat emang bukan main. Pantesan onoh langsung kawinin kamu," ucap Rita heboh.
"Jempol buat kamu Shel," ucap Yasmin.
"Besti gue nih boss," ucap Felli.
"Udah napa. Gue laper nih, Ashel gak perlu ucapan selamat dari kalian. Kalian kan beban. Tapi congrats ya, gue mau bungkus buat emak di rumah. Dia fans lo nomor one," ucap Yuta. Ia pun pergi menuju ke meja meja yang dipenuhi makanan.
"Lah, kalo kita beban, dia apa dong? Kan dia juga ngucapin selamat sama lo Shel," ucap Rita.
"Sama sih, kalian sama aja," ucap Ashel tertawa.
"Hilih, mentang mentang sudah berbisnis anda berkata seperti ituh kakak Bri?" Ucap Ajeng. Ia pun berjalan pergi dari sana menarik Didi.
"Temen kamu kenapa?" Tanya Kavin.
"Mereka emang rada rada mas. Gak usah kamu pikirin," ucap Ashel. Kavin pun mengangguk dan menarik pinggang Ashel.
"Waktunya kamu makan yang," ucap Kavin.
"Kalian nikamatin ya hidangannya. Gue pergi dulu," ucap Ashel.
"Iya deh pasutri mah bebas," ucap Rita.
"Please gue request dedek bayi kecil yang lucu lucu ya Shel. Ini perintah pokoknya. Harus secepetnya," ucap Felli.
"Tuh yang, gimana?" Tanya Kavin.
"Diem mas," desis Ashel.
"Gak usah ngadi ngadi ya Pel. Gue belum mikirin hal itu oke," ucap Ashel. Ia pun pergi dari sana membawa Kavin.
Sedangkan Nando terdiam mendengar percakapan itu. Ia sedikit bahagia karena Ashel menerima bunga darinya. Ditambah ternyata Ashel belum memikirkan tentang anak bersama Kavin.
"Gue udah yakin dari awal. Gue bakalan berusaha lebih lagi Shel. Tunggu aja, lo pasti bakalan ada di pelukan gue. Cepat atau lambat," gumam Nando.
__ADS_1
Tbc.
Nando kenapa kamu nak🥲