My Little Wife

My Little Wife
Bab 259 : Melon


__ADS_3

Salto🤸‍♀️


.


.


.


Happy reading♡


Setelah melewati berjam jam bersama suaminya diatas kasur, Ashel pun bangun. Ia melihat ke arah sampingnya dimana sang suami masih terlelap nyaman. Perut Ashel sudah keroncongan. Rasanya ia ingin makan banyak hari ini. Ia pun menyambar kemeha hitam milik Kavin dan mengenakannya. Kemeja itu mampu menenggelamkan tubuhnya.


Ashel keluar dari dalam kamar utama miliknya dan berjalan ke dapur. Sepertinya semua barang barang miliknya sudah dipindahkan kesini termasuk lemari harta karun miliknya. Lemari itu menyimpan banyak sekali jenis cemilan milik Ashel. Ukurannya juga cukup besar.


Benar bukan, lemari harta karun miliknya sudah berada di dapur. Ia pun segera berjalan kesana dan membukanya. Ashel membuka bagian paling tengah. Disana ia menyimpan banyak ramen instan. Ia pun mengambil satu bungkus ramen dan memasaknya.


Selama menunggu ramennya matang, Ashel memakan buah anggur. Makannya cukup lahap, sampai satu tangkai buah anggur habis ia makan. Ini adalah anggur yang dibelikan oleh suaminya dari Jepang.


Ramen miliknya sudah matang. Ia pun menyimpannya di meja bar yang ada di dekat dapur dan mulai memakannya. Rasanya sangat nikmat sekali. Padahal tadi saat ia memakan sup buatan maid di rumahnya rasanya eneg. Tapi berbeda dengan ramen ini, rasanya sangat nikmat sekali. Ashel sampai lahap sekali memakannya.


Tak berselang lama, ramen miliknya sudah habis namun ia masih lapar. Mumpung Kavin masih tidur, ia kembali memasak ramen itu. Ia sengaja memasaknya dengan cepat karena saking inginnya memakan itu. Ramennya tidak terlalu pedas jadi Ashel tidak kepedasan.


"Nikmat banget. Mana pas gue lapar lagi," gumam Ashel, ia pun kembali menikmati ramen miliknya. Saking fokusnya menikmati ramen miliknya, ia sampai tidak sadar saat Kavin berjalan mendekat ke arahnya. Namun sebelum itu, Kavin melirik sekilas ke tempat sampah. Disana ada dua bungkus ramen yang sudah dimakan oleh istrinya.


"Berani ya," gumam Kavin. Ia pun berjalan ke belakang istrinya dan melihat mangkuk di depannya sudah kosong. Kavin terlambat, dua bungkus ramen sudah masuk ke dalam perut istrinya.


"Siapa yang ijinin kamu makan ramen sampe dua bungkus hm?" Bisik Kavin. Ia memeluk tubuh istrinya dari belakang. Ashel tentu saja terkejut dan langsung menjatuhkan sendok yang ada di tangannya. Padahal tadi ia sangat menikmati kuah ramen itu.


"Mass, aku lagi makan loh. Jangan diganggu dulu," ucap Ashel.


"Ramen kamu udah abis. Tinggal kuahnya," sindir Kavin.

__ADS_1


"Justru itu bagian yang enaknya mas. Lepas dulu ya?" Pinta Ashel.


"Gak mau."


Kavin tentu saja tidak mau melepaskan pelukannya pada tubuh sang istri. Sudah ditinggal saat tidur, kecolongan makan ramen dua bungkus dan sekarang ia harus melepaskan pelukan itu? Tidak semudah itu.


"Aku masih lapar mas. Mau ambil buah buahan," ucap Ashel. Ia memang masih sangat lapar. Dua ramen dan satu tangkai anggur tidak mampu membuat perutnya kenyang. Padahal ramen yang ia makan berukuran cukup besar.


"Mau buah apa?" Tanya Kavin.


"Semuanya keluarin. Melon juga tolong dibelah dua jangan di kupas," pinta Ashel.


"Oke mommy," ucap Kavin.


"Mas ih, aku belum hamil anak kamu udah dipanggil mommy aja. Lagian aku gak mau dipanggil mommy maunya dipanggil mami," ucap Ashel mengutarakan keinginannya.


"Ya udah ralat. Iya mami ku sayang, cepet hamil ya? Aku gak sabar dengerin ngidam kamu mau apa," ucap Kavin.


Kavin tersenyum dan menyodorkan buah buahan yang diinginkan oleh istrinya. "Udah siap mami tinggal babynya aja. Mau tujuh ya?" Pintanya.


"Ngawur. Dipikir aku kucing apa!" Ucap Ashel sewot. Ia mengambil melon yang sudah dibelah dan memakannya menggunakan sendok. Sedangkan Kavin berdiri disamping istrinya. Tangannya terulur untuk memeluk pinggang sang istri.


"Suapin papi dong," ucap Kavin.


"Geli mas. Jangan panggilan kayak gitu deh, nanti aja. Ngerasa gimana gitu pas denger kamu bilang kayak gitu," ucap Ashel. Ia menyendok melon miliknya dan menyodorkannya ke mulut suaminya.


"Gak papa. Kan belajar dari sekarang biar nanti enggak kaku," ucap Kavin.


"Udah nih makan. Jangan bicara terus, kamu lapar kan?" Tanya Ashel.


"Lewat mulut kamu dong yang," ucap Kavin. Ashel mengernyit tak mengerti. Kavin pun mengambil sendok dari tangan istrinya dan mengkode padanya agar membuka mulutnya. Ashel hanya diam dan melakukannya. Saat melon sudah masuk ke dalam mulut istrinya, Kavin langsung menarik kepala Ashel dan menyatukan bibir mereka. Kavin membelit dan menggerakan bibirnya agar mampu membuka mulut sang istri. Ashel hanya mengikuti gerakan suaminya. Hingga ciumannya terlepas karena melon tadi sudah berada di mulut Kavin. Ashel bahkan tidak menyadari hal itu.

__ADS_1


"Kalo gini kan lebih nikmat yang," ucap Kavin.


"Dasar mesum. Tahu aja yang enak enak," ucap Ashel. Ia pun merebut sendok yang ada di tangan suaminya dan kembali memakan melon miliknya.


"Aku kelaparan tahu yang. Kelaparan banget, kamu tadi uhh. Bikin aku mabuk kepayang tahu gak, apalagi pas kamu kul*m," ucap Kavin berbisik diakhir kalimat.


"Gak usah diingetin mas. Malu," ucap Ashel menggeram. Ia mendelik tajam ke arah suaminya yang membahas kegiatan mereka tadi.


"Loh, kenapa gitu? Itu ingatan yang gak akan pernah aku lupain seumur hidup. Kamu dengan hebatnya pimpin permainan kita sampe buat aku puas," ucap Kavin semakin senang saat melihat rona merah di wajah sang istri. Menyenangkan sekali.


"Diem deh mas ah, ganggu aku mulu. Sana mandi," usir Ashel.


"Mandi bareng lah. Yakali tadi berkeringat bareng terus sekarang kita gak mandi bareng? Ya gak adil," ucap Kavin.


"Aku masih lama mas. Perut aku bener bener laper. Kelaparan lebih tepatnya," ucap Ashel.


"Ya aku juga sama yang kelaparan. Kamu pikir maju mundur itu gak cape? Ya cape lah mana kamu nangis terus pas aku berhenti," ucap Kavin. Ia menarik tubuh sang istri agar duduk di meja bar sedangkan Kavin duduk di kursi tadi yang di duduki oleh istrinya. Posisi kaki Ashel dibuka oleh Kavin sehingga mengapit tubuh suaminya.


"Mas jangan aku gak pake-,"


"Gak pake apa hm?" Potong Kavin. Tangan besarnya terangkat untuk mengelus paha mulus istrinya yang terdapat bercak merah akibat ulahnya tadi. Sebab Kavin sesekali menggigitnya kuat.


"Cukup mas. Aku lapar ih," ucap Ashel. Ia menyingkirkan tangan suaminya yang berada di pahanya dan kembali memakan buah buahan yang masih tersisa. Sedangkan melon sudah habis.


Kavin tentu saja tidak mendengarkan ucapan istrinya. Tangannya masuk ke dalam kemeja panjang yang dipakai oleh istrinya.



Tbc.


Ramein guys. Kalo ada typ maapin

__ADS_1


__ADS_2