
Happy reading♡
Apa? Otak Rafello ngebug seketika mendengar ucapan kekasihnya ini. Drama? Maksudnya apa?
"Gue tahu sendiri waktu lo main ke apart gue. Waktu itu siang hari dan lo ketiduran. Tiba tiba masuk notif ke ponsel lo, itu sms dari top up game lo. Disana juga tertera pertanggal berapa aja lo habisin berjuta juta," ucap Ayu.
"Kapan by? Aku bahkan gak pernah tahu ada sms dari situ," ucap Fello.
"Polos, tapi gak pantes sama sikap lo yang biad*bnya bikin gue nyebut mulu. Gue tahu itu duit lo, tapi apa harus habis banyak? Gue tahu itu pelampiasan lo, tapi bisa gak sih lo gak segitunya sama game? Hidup bukan cuma tentang game aja Fell, ada banyak hal lain di depan lo. Gue gak bisa terus sama lo kalo sikap lo kayak gitu, oke lo boleh ngegame tapi gak harus kan habis uang banyak?" Tanya Ayu.
"Maksud kamu apa? Minta putus? Jangan harap," ucap Rafello.
"Gue bisa aja putusin lo tanpa harus ada persetujuan lo," ucap Ayu.
"Yakin mau putus?" Tanya Rafello. Matanya berubah tajam menatap ke arah Ayu. Ayu sebenarnya sudah cukup ketakutan melihat tatapan Rafello yang sangat tajam. Namun ia berusaha tetap terlihat biasa saja.
"Kalo keadaannya mengharuskan, kenapa enggak," ucap Ayu.
"Oke kita putus, setelah gue sedekahin calon anak di rahim lo. Kita cek in hari ini, atau lo mau di apart gue aja? Kebetulan kamar gue kedap suara," ucap Rafello membuat mata Ayu membulat sempura.
"Gila lo?!" Tanya Ayu ngegas.
"Iya. Aku gila setelah aku kenal sama kamu. Kamu pikir setelah kita pacaran kamu bisa lepas dari aku gitu aja? Gak bisa Ayu Azahra," ucap Rafello. Ia pun menjalankan mobilnya menuju ke apartement miliknya. Jaraknya tidak terlalu jauh namun tidak dekat juga. Cukup lumayan.
"Mau kemana? Jangan gila ya, masa cek in beneran sih?! Gue gak mau anjir," ucap Ayu.
__ADS_1
"Kenapa gak mau? Kan enak," ucap Rafello.
"Enak mata mu hoax! So tahu kayak yang udah pernah nyoba. Atau lo udah ya? Siapa yang ambil perjaka lo hah?!" Tanya Ayu.
"Lo. Beberapa menit lagi," ucap Rafello santai.
"LO GILA? JANGAN ANJIR, DOSA BY DOSA. IYA GUE GAK BAHAS SOAL PUTUS LAGI, TAPI JANGAN BAWA GYE CEK IN. GUE CEWEK MAHAL ANJIR," teriak Ayu menggema di dalam mobil. Sedangkan Rafello sudah terbiasa dengan teriakan toa pacarnya ini. Maklum makanan favorit Ayu kan toa mesjid.
"Kenapa? Takut gue peraw*nin lo? Santai aja kali, lo juga dapet perja*a gue," ucap Rafello.
"Byy, jangan cek in. Harga hotel disini mahal mahal," ucap Ayu. Ia bukan maksud ingin merendahkan pacarnya ini. Tapi memang kenyataannya harga hotel permalam disini cukup fantastis.
"Aku bahkan bisa beli hotelnya kalo kamu mau. Tenang aja sih by, aku gak bakalan bawa kamu ke hotel," ucap Rafello. Helaan nafas terdengar dari mulut Ayu.
"Tapi apart. Biar lebih leluasa," sambungnya.
"Lima menit lagi kita sampai byy, siap siap ya. Aku pengen denger desah*n kamu yang keras. Suara kamu kan ngalahin toa mesjid kalo teriak," ucap Rafello. Ia mematikan mesin mobilnya dan menatap ke arah Ayu.
"Siap? Atau mau foreplay dulu disini?" Tanya Rafello.
"Jangan kayak gitu ih, nangis nih gue," ucap Ayu. Rafello tidak menanggapinya. Ia keluar mobil lebih dulu dan dengan cepat bergerak ke arah pintu mobil Ayu karena gadis itu akan melarikan diri.
"Aaaaa, gue nangis beneran nih. Jangan gila Fello," ucap Ayu. Rafello tidak menanggapinya lagi. Ia malah menarik tangan kekasihnya untuk masuk lift yang ada di bassement parkiran agar bisa sampai cepat ke unitnya.
"Nanti aja nangisnya pas aku paksa masuk milik aku yang ukurannya cukup gede. Aku yakin kamu ketagihan dan bakalan minta terus. Masalah putus, no problem. Palingan orang tua kamu datang ke aku buat minta pertanggung jawaban dan saat itu juga aku bakalan nikahin kamu dan selamanya kamu akan sama aku," ucap Rafello.
__ADS_1
"Gak mau ninu ninu. Belum waktunya byy. Sadar, keluarin setan yang ada di tubuh kamu," ucap Ayu. Ia terus memaksa Fello melepaskan cekalan tangannya namun sangat susah. Apalagi saat Fello menariknya setelah keluar dari lift.
Tubuh Ayu semakin bergetar ketakutan saat mendengar bunyi bip yang keluar dari pintu apartement Rafello. Mereka berdua sudah masuk ke dalam apartement ini dan Rafello langsung membawanya masuk ke kamar miliknya. Tubuh Ayu dibanting begitu saja karena cukup ringan bagi Rafello. Ia menindih tubuh kekasihnya yang sedang ketakutan.
"Jangan byy. Kalo kamu kayak gini malah bikin aku benci sama kamu," ucap Ayu.
"Jarak benci dan cinta itu tipis. Gak papa kamu benci aku, toh nanti kamu juga bakalan cinta lagi sama aku," ucap Rafello.
"Aaaaaa. Jangan gini dibilang. Aku gak suka," ucap Ayu.
"Terus apa kabar sama aku? Apa kamu pikir aku suka denger pembicaraan kamu tadi. Kata kata kamu menyiratkan kalo kamu itu pengen putus sama aku. Kenapa? Kurangnya aku dimana coba? Paling minus di game soalnya banyak keluar uang. Aku tahu itu, aku bakalan coba buat gak hamburin uang lagi. Tapi kata kata kamu tadi bikin aku marah tahu gak?! Aku itu serius sama kamu, kamu tenang aja bentar lagi aku bakalan nikahin kamu. Kalo perlu saat kita pulang ke Indonesia lusa. Masalah uang udah aku pisahin buat bekal kita nanti setelah nikah. Biaya kuliah kamu juga aku yang nanggung sampe lulus. Kamu cukup jadi istri yang baik aja. Ngerti?!" Tanya Rafello.
Ia mengatakan hal itu bukan tanpa sebab. Ia sengaja mengatakan itu agar Ayu percaya padanya kalo dia memang tulus. Tidak ada gimmick apapun.
Cupp..
Ayu mencium bibir Rafello lebih dulu. Sebenarnya dia takut saat ini, namun agar pacarnya ini lulus dan emosinya mereda maka ia melakukan itu.
"Aku ngerti sayang. Aku tahu kamu emang gak pernah main main sama aku. Niat aku tadi itu murni biar kamu gak kecanduan game. Aku sayang sama kamu, makanya aku gak mau mata kamu rusak gara gara game. Tapi please, jangan gituan ya? Kita belum nikah dan aku gak mau melakukan itu. No *** before marriage," ucap Ayu.
Rafello tersenyum miring, "Tidak semudah itu."
Fello mah emang gitu😔🫷
__ADS_1
Tbc.
Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_