
Happy reading♡
Sudah dua bulan berlalu sejak Ayu memutuskan untuk membuka hatinya pada Rafello, kini mereka sudah menjadi sepasang kekasih. Bahkan Sarah, mama Rafello menyarankan untuk segera melamar Ayu. Tentu saja Rafello senang bukan main. Mereka berdua sudah memutuskan akan tunangan lebih dulu. Mereka akan melangsungkan acara tunangan di Indonesia nanti.
Semenjak menjadi sepasang kekasih, Rafello selalu menempel pada Ayu. Ia tidak akan pernah melepaskannya sampai kapan pun. Sangat sulit untuk membuat Ayu jatuh cinta padanya. Mungkin ini namamya trauma bagi Ayu. Ia trauma mengenal pria lain lagi. Ia bahkan menolak mereka yang berusaha mendekatinya.
Keduanya sering pergi bersama setelah selesai jam kuliah. Mereka berdua sedang kasmaran bahkan sekarang sudah naik ke tingkatan yang lebih tinggi lagi, yaitu bucin tolol.
Yap, baik Ayu atau pun Rafello keduanya sama sama bucin tolol. Entah kenapa mereka berdua bisa sampai seperti itu. Padahal dulu mereka sering sekali cek cok saat bertemu. Ternyata itu semua menjadi cikal bakal mereka menjadi sepasang kekasih. Bisa dikatakan dulu mereka sangat bermusuhan karena sering banyak cek cok dan tidak adanya kecocokan.
Namun kini, mereka menjadi sepasang kekasih. Musuh tapi pacaran. Lucu sekali.
Saat ini keduanya sedang dalam perjalanan menuju ke salah satu pusat perbelanjaan yang ada disana. Ayu sengaja mengajak pacarnya ini untuk ke baby shop. Semenjak Ayu mengetahui kabar kehamilan sahabatnya, ia jadi sering berbelanja banyak barang barang bayi. Biasanya Ayu hanya akan membelikan satu barang, namun setelah tahu jika di perut sahabatnya ada dua malaikat mungil, ia pun menambahnya. Supaya adil, Ayu juga memberikan barang barang pada kembaran bayi di perut sahabatnya.
Mobil Rafello berhenti di parkiran. Mereka berdua pun keluar dari dalam mobil. Namun saat akan masuk, seperti biasa Rafello akan langsung mengaitkan tangannya pada Ayu. Ia bahkan sering mencuri curi ciuman di pipi Ayu. Tak tanggung tanggung, Rafello sering menciumnya di tempat umum. Dan karena hal itulah mereka kembali sering cek cok.
Ayu sudah terbiasa dengan pacarnya ini yang suka sekali gelendotan padanya. Ia sempat melarangnya dan juga memarahi Rafello namun Rafello keras kepala. Ia tetap melakukan hal itu pada Ayu. Baru kali ini Rafello sebucin ini pada seorang cewek. Dan sialnya cewek itu adalah musuhnya dulu.
Benci jadi cinta.
Itulah yang tepat untuk Rafello dan Ayu. Keduanya kena karma akibat terlalu membenci satu sama lain karena sering berbeda pendapat.
"Langsung ke baby shop aja ya? Gue udah gak sabar pengen lihat barang barang gemoy buat anak anak besti gue," ucap Ayu pada Rafello. Mereka saat ini sedang menaiki lift.
"Aku kamu byy. Ganti ah panggilannya, capek aku ingetin kamu terus. Kumat mulu lo gue-nya," ucap Rafello.
"Ya gimana ya, masih agak aneh buat gue manggil ke lo aku kamu. Geli aja," ucap Ayu.
__ADS_1
"Ya mangkanya di coba. Kamu mah gitu, aku kan calon husband kamu," ucap Rafello.
"Yaudah iya aku kamu, sayangnya aku," ucap Ayu. Ia pun berlari meninggalkan Rafello saat sudah tidak meniki lift.
Rafello terdiam mendengar ucapan yang keluar dari mulut pacarnya itu. Terdengar sangat manis, semanis bibirnya. Eh.
Rafello lemah jika dipanggil sayang oleh Ayu. Jantungnya berdegup kencang saat mendengar panggilan seperti itu dari Ayu. Tak jarang saat Ayu tiba tiba memanggilnya sayang, maka Rafello akan langsung meringkusnya saking lucunya dengan pacaranya itu. Meringkus untuk *******.
Sifat dan sikap Rafello tidak jauh beda dengan kakaknya, Kavin. Sama sama duta mesum dan duta soang.
Rafello lantas mengejar pacarnya yang sudah masuk ke dalam toko perlatana bayi. Jika saja ini bukan di mall, ia sudah pasti akan meringkus pacarnya itu. Rasanya tidak sabar untuk segera menghalalkan Ayu.
Ayu sendiri fokus memilih milih kupluk yang ada di depannya. Semuanya sangat lucu sekali. Apalagi ukurannya yang mini.
"Ngapain kesini? Beli baju aja yang," ucap Fello.
"Gak mau, aku suka ini. Lagian aku belum pernah beliin baby's ini. Kalo baju kan udah pernah aku kasih," ucap Ayu.
Rafello memang sudah memiliki penghasilannya sendiri. Bahkan sejak SMA. Ia sudah dipaksa papanya turun ke dunia bisnis agar bisa seperti abangnya, Kavin. Jadi mau tak mau Fello pun menurut dengan sedikit paksaan.
"Jangan. Usia kandungan Ashel baru lima bulan, kita gak boleh beli banyak barang. Kata mama pamali, nanti aja kalo usia kandungan Ashel udah tujuh bulanan baru kita borong banyak barang bayi. Kayak stroler, tempat makan, baju baju, dan masih banyak lagi," ucap Ayu.
"Pinter deh. Kata siapa emang pamali? Ibu kamu?" Tanya Fello.
Ayu menganggukan kepalanya. Saat itu ia memaksa ibunya untuk membelikan banyak barang untuk kakaknya yang tengah hamil muda. Namun sang mama menolaknya dan menjelaskan alasannya.
Alasannya mungkin sulit diterima nalar. Namun ini kepercayaan turun temurun keluarga Ayu. Demi menjaga sang ibu dan bayinya, maka mereka harus melakukannya.
__ADS_1
Ayu sibuk memilih milih kupluk yang bagus di depannya sedangkan Rafello sibuk di depan mainan anak laki laki. Disana banyak robot dan mobil mobilan di pajang. Mulai dari avengers sampai transformer juga ada. Rafello tertarik pada tokoh mainan Thor dan mobil transformer bumbble bee. Ia pun mengambilnya begitu saja tanpa memperhatikan label harga.
Sultan mah bebas.
Sedangkan Ayu sudah mendapatkan dua kupluk berwarna mocca. Ia tidak tahu jenis kelamin anak Ashel jadi ia memilih warna netral yang bisa dipakai pada anak laki laki dan perempuan.
"Udah byy?" Tanya Fello.
"Udah. Nih lihat, gumush kan?" Tanya Ayu.
"Iya gumush, kayak kamu," ucap Rafello menggoda pacarnya.
"Gombal. Modus kamu," ucap Ayu.
"Serius byy. Yaudah yuk bayar," ajak Rafello.
Ayu pun melirik ke arah tangan pacarnya. Disana ada mainan laki laki. Untuk apa Fello membelinya? Untuk dirinya?
"Buat keponakan aku yang. Siapa tahu dia cowok kan? Lagian aku suka juga sama modelnya jadi aku beli," ucap Rafello.
"Harganya lihat," ucap Ayu. Memang yang menjadi fokus utamanya adalah harganya yang membuatnya sport jantung.
"Gak usah, aku punya uang kok. Lagian buat keponakan aku, aku gak mungkin perhitungan. Apalagi sama anak kita nanti," ucap Rafello menaik turunkan alisnya.
"Apa sih," ucap Ayu. Jujur saja ia salting saat mendengar ucapan itu dari mulut pacarnya. Ia pun pergi dari sana menuju ke kasir untuk menghindari Fello. Sudah pasti saat ini wajahnya memerah karena malu mendengar ucapan Fello. Namun tak dipungkiri jika ia senang mendengarnya.
Tbc.
__ADS_1
Ramein kalo ada typ maapin.
Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_