My Little Wife

My Little Wife
Bab 338 : Wisuda


__ADS_3

Happy reading♡


Satu minggu kemudian...


Besok adalah acara penting untuk Ashel. Setelah menunggu lamanya satu bulan dua minggu, akhirnya ia bisa wisuda juga. Rasanya sangat membahagiakan. Apalagi ia lulus disaat sudah lahiran, terlebih lagi ia lulus lebih cepat dari pada teman teman seangkatannya.


Kemarin, baju wisuda Ashel sudah tiba. Ia benar benar memilih kebaya bali untuk ia pakai di acara pentingnya. Ia juga sudah menyiapkan jas kecil untuk kedua jagoannya dan juga dress untuk Briella yang warnanya senada dengan jas yang akan dipakai Kai dan Ling.


Bahkan mama dan bundanya juga sudah menyiapkan baju untuk mereka pakai di acara penting anak mantu mereka. Bahkan Sarah meminta suaminya untuk mengosongkan jadwal besok begitu juga dengan Adi. Kavin sendiri sudah dua hari absen. Hari ini dan besok. Ia hanya absen masuk ke kantor tapi tetap bekerja di mansionnya.


Bayi bayi Ashel sudah semakin aktif dari sebelumnya. Kai dan Briella selalu kontes menangis paling kencang. Karena ketika Kai menangis Briella juga ikut ikutan begitu sebaliknya. Kai akan berhenti menangis ketika mendengar suara maminya sedangkan Briella akan berhenti menangis ketika dipangku oleh papinya.


Sedangkan Ling, semenjak lahir bayi itu paling kalem. Ia bahkan tidak menangis ketika popok kainnya basah. Maka dari itu Ashel selalu mengeceknya. Paling paling Ling akan menangis ketika ia lapar dan ingin minum asi. Setelah satu bulan lebih, Ling tidak suka minum susu formula. Ia selalu menolaknya ketika Ashel memberikan susu formula. Ling hanya suka minum asi maminya. Berbeda dengan Kai dan Briella.


"Anak anak udah tidur?" Tanya Kavin. Ia baru saja keluar dari ruang kerjanya dan mendapati istrinya sedang menonton di sofa yang ada di depan kamar mereka.


"Udah papi. Sini, mau gak?" Tanya Ashel, ia menawarkan buah durian pada suaminya.


"Maunya ini," ucap Kavin menunjuk squishy istrinya.


"Kan punya baby's," ucap Ashel. Kavin duduk di seblah istrinya kemudian merebahkan kepalanya ke pangkuan istrinya.


"Mas aku lagi makan, nanti kena sama wajah kamu," ucap Ashel. Kavin menghiraukannya dan masuk ke dalam kaos besar yang digunakan istrinya. Namun Ashel menahannya. Ia mengarahkan buah duren yang ada di tangannya pada mulut suaminya. Kavin memakan sedikit kemudian kembali masuk.


"Udah jadi papi juga masih manja," ucap Ashel.


"Aku manja cuma sama kamu," ucap Kavin. Mulutnya sudah meraih squishy istrinya dan melahapnya. Ashel memang tidak mengenakan br* karena ia akan tidur sebentar lagi.


Kegiatan memakan duren pun terhenti karena ulah suaminya. Ashel menyimpan buah duren itu dan mengelap tangannya menggunakan tisssue.


"Lepas dulu, aku mau ke kamar mandi. Lanjut di kamar nanti," ucap Ashel. Kavin menurut tanpa membatah. Ia mengekori istrinya masuk ke dalam kamar. Namun Kavin naik ke atas tempat tidurnya sementara Ashel ke kamar mandi.

__ADS_1


Kavin sempat melirik bayi bayinya yang tertidur di kasur mereka. "Jangan ganggu papi ya. Nanti papi kasih uang buat jajan."


***


Hari yang ditunggu pun tiba. Ashel sangat cantik sekali dengan balutan kebaya bali. Ia memilih warna yang kontras dengan warna kulitnya. Kebaya bali berwarna mocca dengan belt kain berwarna merah maroon serta rok span berwarna coklat tua dengan corak batik abstrak. Ashel memakai make up dan juga menyanggul rambutnya di bagian bawah. Make natural namun terkesan elegan, sangat cocok di wajahnya.



Si kembar tiga juga tidak kalah keren dari maminya. Bayi Kai dan Ling memakai jas berwarna putih dengan bawahan berwarna hitam. Mereka juga mengenakan sepatu berwarna senada dengan jas yang mereka pakai. Sedangkan Briella memakai dress berwarna putih.




Papinya sendiri tetap setia dengan jas berwarna hitam. Kavin memang ingin memakai jas ini, Ashel tidak bisa memaksa suaminya untuk memakai warna jas lain. Terserah saja maunya apa.


Mereka sudah sampai di lokasi sejak dua jam yang lalu. Para ibu ibu dengan telaten mengurus ketiga bayi Ashel meskipun sudah di damping tiga pengasuh. Ashel juga sudah memompa asinya dan menyetoknya. Takutnya acaranya lama.


Ashel berjalan ke arah keluarganya. Sang suami, Kavin, langsung menyambutnya dengan pelukan.


"Congratulations mami, aku bangga sama kamu," ucap Kavin. Ia menyodorkan buket uang dollar yang sejak tadi ingin di comot oleh Rafello.



"Selamat dek, abang bangga," ucap Ardian. Lupita juga memberikan selamat dan memberikan buket bunga. Berlanjut dengan anggota keluarga lainnya yang memberikan selamat juga buket untuk Ashel. Ashel tidak bisa menggenggam semua buketnya. Jadi ia menggunakan Rafello sebagai tempat penyimpanannya.


"Besti gue udah lulus aje, gak aci sumpah. Kok gue terlambat lulusnya," ucap Ayu. Ia memeluk sahabatnya.


"Bukan terlambat byy, tapi dianya aja yang kecepetan. Otaknya tiap hari makan baso aci sama aci aci yang lainnya. Tapi kok pinter banget, lah gue yang makan makanan empat sehat lima kekenyangan aja gak segitunya," ucap Fello.


"Emang dasarnya kamu yang males Fello. Selamat ya sayang," ucap Sarah pada Ashel.

__ADS_1


"Mama gitu banget hmm," ucap Fello.


"Ya kan emang kamunya kayak gitu. Iya kan pah?" Tabya Sarah pada Faraz. Faraz menganggukan kepalanya.


"Nistain aja terus," dumel Fello. Tangannya sejak tadi sibuk memeluk buket yang dititipkan kakak iparnya.


Mereka pun berfoto bersama setelah Ashel berfoto sendiri kemudian bersama Kavin dilanjut bersama baby's dan semua keluarga yang hadir.


"Selamat ya maminya si kembar," ucap Nando. Pria itu menyodorkan buket bunga mawar putih.


"Eh, iya Nan. Makasih ya udah dateng," ucap Ashel.


"Sama sama. Gue juga kebetulan ada urusan sama pembimbing. Kalo gitu gue pergi dulu, sekali lagi selamat ya," ucap Nando.


"Iya Nan. Cepet lulus juga," ucap Ashel. Nando hanya menganggukan kepalanya.


Ashel kembali menyimpan buket pemberian Nando pada Fello. Fello hanya bisa pasrah saja dengan perlakuan kakak iparnya itu.


"Sekalian kumpul sekalian kita makan makan aja ya? Restoran milik Ardian, kita semua kesana," ucap Kavin.


"Ini yang gue tunggu tunggu. Makan gratis, gue bakalan ambil makanan yang mahal mahal pokoknya," ucap Fello yang mendapat delikan dari tunangannya.


"Jangan rakus. Nanti gak berkah, perut kamu malah sakit," ucap Ayu.


"Bener itu, Fello emang gitu. Udah tinggalin aja, sama mama aja," ucap Sarah.


"Ya salam, gini amat nasib hidup gue. Mana dinistain mana jadi penyimpanan buket," ucap Fello. Ia hanya mampu bersabar dan mengelus dadanya. Meskipun selalu dinistakan, ia tetap sayang dengan keluarganya. Karena keluarga adalah yang utama.



Tbc.

__ADS_1


RAMEIN DONG, UDAH CRAZY UP INI😌🥸 gimana mau gak cerita ardian lupita?


__ADS_2