
Happy reading♡
Kavin tak henti hentinya menyunggingkan senyumannya saat mengingat kejadian malam tadi. Ia terus memainkan istrinya saat Ashel akan mencapai puncaknya. Bahkan semalam Ashel meminta untuk berhenti saja saat Kavin memainkannya. Padahal saat itu jelas sekali jika libido Ashel sangat tinggi. Atas kuasa Kavin, Ashel keluar sampai lima kali. Tiga karena permainan tangan dan mulutnya dan dua lagi atas kehendak miliknya yang sudah tegak menantang.
Semalam Kavin keluar empat kali. Itu semua karena ulah istrinya. Ia merengek dan memaksa ingin mencoba merasakan milik Kavin berada di mulutnya. Mau tak mau Kavin setuju saja namun saat istrinya akan menelan cairan yang keluar dari miliknya, ia menahannya dan meminta Ashel memuntahkannya. Bisa bisa si kembar meminum itu. Dan Kavin tidak akan pernah membuat hal itu terjadi.
Pagi ini, tubuh keduanya masih sama sama polos. Kavin bangun lebih dulu dari pada Ashel. Ia melihat wajah istrinya yang terlelap damai di sampingnya. Semalam Kavin tidak mengeluarkan cairannya di dalam milik sang istri. Ia juga melakukan itu dengan perlahan namun dengan tempo yang cukup membuat tubuh istrinya menggelinjang hebat.
Tangan Kavin terangkat untuk mengusap tanda tanda cinta yang ia berikan pada area leher istrinya. Hanya sedikit karena Kavin membuat yang lebih banyaknya di area dada. Banyak sekali tanda kemerahan disana. Bahkan ada yang berwarna ungu gelap.
Kavin dengan sengaja merem*s squishy milik istrinya namun istrinya tidak bangun. Sepertinya wanita ini kelelahan semalam. Kavin tidak kehabisan akal, ia menarik tubuh istrinya agar miring ke hadapannya. Matanya berbinar saat melihat dua squishy milik istrinya yang berisi dan juga sangat besar.
"Sebelum baby's keluar, papi duluan ya yang ngem*t milik mami kalian," ucap Kavin sembari mengelus perut istrinya.
Ia pun memeluk tubuh istrinya dan melahapnya dengan rakut. Menghis*p milik istrinya cukup kuat seolah akan mengeluarkan air susu. Sebelah squishy milik Ashel tidak menganggur begitu saja, tangan Kavin dengan aktif merem*s, memelintir, bahkan juga mencubit bagian put*ngnya yang sudah menonjol. Ashel terusik. Ia membuka matanya dan melihat ke arah sang pelaku yang membuat tidur nyenyaknya terganggu. Di bawah sana suaminya dengan rakus menghis*pnya.
"Pelan pelan papi, sakit," gumam Ashel. Ia kembali menutup matanya karena sangat mengantuk. Beruntung baru pukul enam pagi, ia bisa tidur lagi. Karena jadwal cek up akan dilakukan pukul sembilan.
Kavin mendongkakan kepalanya ke atas untuk melihat istrinya tanpa melepaskan bibirnya dari put*ng istrinya. Bahkan Kavin menggigitnya saat ini. Sepertinya istrinya ini kelelahan sekali. Buktinya ia tidak ngamuk saat tidurnya diganggu.
"Kenapa berhenti mas? Lanjutin, udah beberapa hari juga kamu gak kayak gini sama mereka berdua. Tapi pelan pelan aja, ini milik kamu," gumam Ashel. Ia berbicara namun matanya tertutup rapat.
"Kalo aku teg*ng gimana?" Tanya Kavin.
"Masukin sendiri, main sendiri juga. Aku ngantuk, jangan ganggu. Kalo ganggu aku ngamuk," ucap Ashel.
"Oke mami ku sayang," ucap Kavin. Ia kembali dengan kegiatannya. Setelah mendapatkan lampu hijau dari istrinya, ia dengan intens merem*s juga menghis*p secara bergantian. Miliknya tentu saja bereaksi. Dibawah sana, miliknya sudah tegak berdiri dan siap memasuki milik istrinya. Namun sebelum itu, ia mengambil pengaman dulu. Jaga jaga takut ada yang keluar di dalam.
__ADS_1
Kemarin Dokter menyarankan untuk tidak terlalu sering berhubungan. Namun sepertinya baik Ashel atau pun Kavin sama sama tidak mendengarkannya. Mereka justru semakin sering melakukan penyatuan. Tapi mereka juga selalu hati hati saat melakukannya. Mereka tidak ingin bayi bayi mereka kenapa napa.
Kavin sudah memasang pengaman pada miliknya yang sudah tegak berdiri dengan posisi mulut yang tidak melepaskan put*ng istrinya. Dalam posisi miring seperti ini ia pasti cukup kesusahan memasukannya. Maka dari itu ia membuat istrinya kembali terlentang dan sedikit melebarkan kedua kaki Ashel. Ashel masih saja menutup matanya. Seolah tidak ingin ikut andil dalam permainan.
Ashel mengernyitnya dahinya saat milik suaminya masuk ke dalam miliknya. Sedangkan Kavin bergerak sendiri untuk kepuasannya juga kepuasan istrinya. Namun di tengah tengah permainan, Ashel terbangun dan mengikuti permainan suaminya.
***
"Kandungan nyonya Kavinder sangat sehat. Kedua bayi bayinya tumbuh dengan baik. Saat ini usia kandungannya sudah menginjak usia enam bulan. Tolong dijaga lebih baik lagi dan tetap konsumsi makanan yang sehat. Saya tidak perlu meresepkan vitamin karena selama ini nyonya Kavinder baik baik saja," ucap Dokter Lupita. Dokter yang menangani kehamilan Ashel sejak trimester pertama.
"Terimakasih dok," ucap Ashel dan Kavin.
"Sama sama. Apa kalian tidak ingin mengetahui jenis kelamin anak anak kalian? Saat ini kita sudah bisa melihatnya," ucap Dokter Lupita.
"Tidak dok. Biarkan itu menjadi surprise untuk kami," ucap Kavin.
"Baik dok. Terimakasih. Kalau begitu saya pulang dulu," ucap Ashel. Dokter Lupita menganggukan kepalanya.
Ia dan Kavin berjalan pergi meninggalkan ruangan dokter Lupita. Ashel memeluk suaminya dari samping sedangkan Kavin merentangkan sebelah tangannya untuk merangkul istrinya.
"Mas, ke baby shop yuk," ajak Ashel.
"Mau sekarang aja? Katanya mau nanti pas udah tujuh bulan," ucap Kavin.
"Nyicil sayang. Perlengkapan bayi kan banyak. Kita beli kasur buat mereka dulu aja. Sama furniture yang lainnya," ucap Ashel.
"Beli online atau datang ke store-nya langsung?" Tanya Kavin.
__ADS_1
"Langsung storenya lah. Biar nanti sebelum pulang ke Indo, kita udah punya beberapa barang buat baby's," ucap Ashel.
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil. Kali ini bukan Josh yang menyetir melainkan bodyguard lain. Josh harus terbang ke Singapura untuk perjalanan bisnis yang ditugaskan Kavin.
"Boleh, kamu list dulu deh mau beli apa lagi selain ranjang. Biar nanti disana kamu gak kebingungan," ucap Kavin.
"Oke papi," ucap Ashel. Ia pun membuka ponselnya dan mencatat barang barang yang akan ia beli nantinya. Kebetulan mereka berdua juga sudah memiliki satu ruangan kosong untuk kamar anak anak mereka. Namun mungkin nanti Ashel dan Kavin akan satu kamar dulu dengan anak anak mereka.
"Mau makan dulu? Atau mau langsung ke store?" Tanya Kavin.
"Makan dulu deh, kasihan baby's kelaparan," ucap Ashel.
"Oke. Restoran Jepang?" Tanya Kavin.
"Korea. Aku pengen makan bibimbap. Sama makanan Korea yang lainnya. Pengen banget," ucap Ashel.
"Janji gak pedes?" Tanya Kavin.
"Janji papinya baby's. Kan aku udah lama gak makan pedes. Masih gak percayaan aja," ucap Ashel.
"Memastikan aja sayang," ucap Kavin. Ia mengecup sekilas kening istrinya dan kembali merangkulnya.
Tbc.
Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_
__ADS_1