
Happy reading♡
Seperti hari hari biasanya Ashel menjalani kegiatannya. Bangun mengurus suaminya yang akan ke kantor dilanjutkan dengan menyiapkan makan pagi untuk anaknya setelah Kavin pergi ke kantor. Untuk urusan mandi, Ashel masih meminta bantuan para suster. Namun untuk urusan makanan dan bermain Ashel yang akan menghandelnya.
Ashel sudah memberikan makanan pada bayi bayinya. Terkadang Ashel memberikan nasi putih dan sayur sop. Seperti pagi ini. Ia mengajak anak anaknya berjalan jalan di depan mansion yang luas. Ketiga bayinya duduk dengan anteng di troli. Sementara ia berdiri dan menyuapi anak anaknya.
"Makan yang banyak ya sayang sayang mami," ucap Ashel.
"Amii," ucap Ling.
"Iya sayang," ucap Ashel.
"Enak gak makanannya?" Tanya Ashel. Ketiga anaknya mengangguk.
"Pinter. Makan yang banyak ya sayang sayang-nya ami," ucap Ashel.
Ketiga bayinya memang sangat lahap sekali ketika sedang makan. Bahkan ketiga anaknya ini juga sangat menyukai buah. Makanya untuk makan siang, Ashel selalu memberi mereka potongan buah. Kesukaan buah antara ketiga anaknya ini berbeda sekali. Kai menyukai buang mangga, Ling menyukai anggur, dan Briella menyukai melon. Sejak ia mengetahui anak anaknya ini sangat menyukai buah, Ashel jadi rajin beli buah setiap satu minggu sekali.
"Ami seneng banget karena kalian suka makan buah kayak ami. Nanti kita bujuk papi buat suka sama buah buahan," ucap Ashel.
"Apii," ucap ketiga anaknya.
"Iya. Nanti pulang papi kerja kita belanja buah gimana? Mau?" Tanya Ashel.
"Auu," ucap Kai. Sedangkan Briella hanya tertawa sedangkan Ling hanya tersenyum dan menepuk tangannya.
Ashel pun menurunkan anak anaknya agar berjalan bebas diluar rumah. Tenang saja, baby's sudah memakai pelingdung lutut dan siku juga memakai sandal. Ashel hanya jaga jaga saja, takutnya anaknya tiba tiba jatuh kan.
Ketiga anaknya berlarian kesana kemari sambil tangan mereka membawa mainannya masing masing. Sedangkan Ashel duduk di kursi kayu yang ada di dekat anak anaknya bermain.
Setelah baby's genap berumur dua tahun dan jalannya sudah mulai lancar, Ashel memang selalu mengajak mereka bermain diluar rumah. Sekalian mengetes sensor motorik tiap anak anaknya. Namun diantara ketiganya, Ling lebih dominan memperlihatkannya. Sepertinya gen Kavin menurun dengan kental pada tubuh Ling.
__ADS_1
Tiba tiba Briella terjatuh karena tersandung. Anak itu menangis. Ashel pun bangun dan membantu Briella berdiri lagi. Ling mendekat ke arah Briella dan melihat keadaan adiknya. Tidak bereaksi apa apa selain melihat saja. Sedangkan Kai, anak itu cuek dan tetap fokus pada mainannya sendiri.
"Jangan nangis ya? Briell kan anak kuat, sana main lagi sama kakak," ucap Ashel. Ling mungkin memiliki perasaan yang cukup kuat terhadap sodara sodaranya sendiri. Baik Briella atau pun Kai ketika menangis, maka Ling akan mendekat. Meskipun hanya melihatnya dan tidak melakukan apa apa, namun tangis Briella dan Kai pasti mereda.
Cukup lama mereka bermain diluar rumah sampai tidak sadar jika waktu makan siang sudah tiba. Ashel meminta maid untuk memotong motong buah seperti biasa untuk anak anaknya. Sementara itu ketiga anaknya dimandikan oleh suster suster mereka. Ashel sendiri duduk diam di kursi dapur sembari istirahat.
Tak berselang lama anak anaknya datang. Mereka duduk di kursi biasa tempat mereka makan. Ashel meminta kursi itu dipindahkan ke dekat kolam berenang yang ada di di dalam rumahnya. Anak anaknya makan dengan tenang sedangkan ia mulai membacakan buku cerita. Ketiga anaknya menyimak sembari memakan buah buahannya. Ini memang cara Ashel agar mereka semua tidur.
Namun sebelum mereka tidur, Ashel selalu membersih lebih dulu mulut dan tangan anak anaknya kemudian memberinya minum dan membawa anak anaknya ke kamar mereka dengan bantuan suster. Saat tidur siang seperti ini, Ashel selalu ikut tidur juga. Selain untuk mengistirahatkan tubuhnya ia juga bisa menjaga baby's.
***
Pukul dua sore, Kavin baru sampai di mansionnya. Ia sengaja pulang lebih awal karena rindu dengan anak dan istrinya. Namun di lantai satu ia tidak menemukan mereka. Suster bilang jika istri dan anaknya masih terridur lelap. Kavin pun memilih untuk membersihkan badannya dulu baru ia akan melihat istri dan anak anaknya.
Tak lama, Kavin pun segera melihat anak dan istrinya ternyata mereka sudah bangun.
"Hallo sayang sayang-nya papi," ucap Kavin. Ia mengecup anak anak-nya yang baru bangun baru mengecup pelan bibir istrinya.
"Lumayan. Baby's makin aktif banget gak bisa diem," ucap Ashel.
"Maafin aku ya gak bisa bantuin kamu jaga mereka kalo pagi sampe siang," ucap Kavin.
"No, gak papa sayang. Lagian aku dibantu suster kok," ucap Ashel.
"Ya tetep aja sayang, harusnya kan aku bantu kamu," ucap Kavin.
"Gak papa cinta. Kan kamu kerja, cari uang buat aku sama baby's. Lagian sore-nya kamu juga jagain baby's," ucap Ashel.
"Mau jalan jalan gak? Cari angin gitu," ucap tawar Kavin.
"Mau dong. Udah lama gak jalan jalan sore sama kamu. Aku cuci muka dulu ya," ucap Ashel.
__ADS_1
"Iya sana."
Saat Ashel mencuci muka, Kavin menjaga anak anaknya. Ia sudah meminta suster untuk menyiapkan kursi untuk baby's di dalam mobil juga menyiapka perlatan lainnya. Seperti popok ganti dan susu formula.
Saat Ashel sudah siap, ia pun menggendong Ling sementara Kai dan Briella digendong oleh Kavin. Mereka masuk ke lift untuk sampai ke lantai satu. Saat sampai, mereka langsung menuju ke depan dimana mobil yang akan dibawa Kavin sudah siap. Baby's diletakan di kursi kemudi belakang seperti biasanya. Setelab anak anaknya masuk, kinu giliran Kavin dan Ashel. Mereka masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana.
Kavin masih belum tahu ia akan kemana membawa istri dan anak anaknya jalan jalan. Yang jelas mereka akan muter muter dulu saja.
"Mas, tumben pulang cepet," ucap Ashel.
"Iya. Kerjaan udah beres jadi mas pulang aja," ucap Kavin.
"Gitu rupanya," ucap Ashel.
"Kamu udah dikabarin Ardian belum?" Tanga Kavin.
"Kabarin apa?" Tanya Ashel.
"Ardian sama Lupita udah nikah di Indonesia. Tapi yang jadi wali Lupita orang lain bukan ayah atau pun keluarganya," ucap Kavin.
"APA?! KAPAN MEREKA MARIED?" tanya Ashel terkejut.
"Malam tadi. Kemarin mereka pulang ke Indonesia dan beberapa jam kemudian langsung nikah," ucap Kavin.
"Mas tahu dari mana?" Tanya Ashel.
"Ardian sendiri yang chat ke aku plus kirimin foto nikahan dia di KUA," ucap Kavin.
"Mana ponsel kamu?" Tanya Ashel.
"Nih," ucap Kavin. Ashel menerima ponsel itu dan melihat room chat suaminta dengan Ardian.
__ADS_1
Tbc.