
Pagi kembali menghampiri, memaksa Azalea untuk terbangun dari tidurnya.
Kecupan dipipinya membuat matanya terbuka lebih cepat di saat tubuhnya sedang menggeliat.
"Jadi aku akan jadi Ayah?" Bertanya dengan sunggingan di bibir nya. Sepertinya Zico benar-benar tidak bisa tidur semalaman.
Azalea langsung menoleh dengan cepat. "Ee eh..." Azalea mengangguk semangat. Lalu memeluk suaminya yang sedang berbaring sambil menghadap ke arahnya dengan erat. Senyumnya merekah.
Zico ikut membalas pelukan itu. Sekarang senyuman nya pun semakin melebar. Dia sudah lama menanti momen ini!
"Kita harus kasih tahu Mama sekarang." Seru Zico tak sabar.
"Tunggu!" Azalea melepaskan pelukannya. Kini dia duduk tegak menghadap Zico.
"Kita harus pastiin ke Dokter dulu, aku takut hasil testpack nya mungkin aja salah." Pungkas Azalea dengan raut wajah serius.
"Tapi kita udah kegirangan duluan." Dengan sudut bibir yang sedikit terangkat. "Baiklah, kita periksa ke Dokter sekarang."
Zico bangkit dari tempat tidur. Dia begitu bergebu-gebu, untuk mengetahui hasil yang sebenarnya. Dia sudah tidak sabar, memberitahukan kabar bahagia itu kepada Mamanya.
Zico ingat betul, betapa sedihnya Mamanya ketika anak yang dilahirkan Azalea dinyatakan meninggal. Betapa bodohnya dia ketika tertipu dengan permainan mereka. Dan sekarang, Zico ingin menyembuhkan luka lima tahun lalu itu. Yaitu dengan memberikan cucu yang sesungguhnya, kepada Mamanya.
*
*
"Congratulations, you're going to be parents." Ujar Dokter kandungan yang sedang memeriksa Azalea itu.
Kedua suami istri itu kembali tersenyum sumringah.
__ADS_1
"Usia kandungannya memasuki 8 week." Dokter itu menghapus gel yang berada di perut Azalea dengan tissue. Lalu mempersilahkan Azalea untuk bangun. "Kalian butuh ini?" Sambil memperlihatkan selembar hasil USG ditangannya.
"Tentu!" Jawab Zico cepat.
Dokter itu pun berhasil terkekeh dengan keseriusan Zico. Sepertinya dia suka bercanda. Dokter itu pun berjalan menuju meja kerjanya. Diikuti Zico dan Azalea yang akhirnya duduk tepat dihadapannya.
Bagi Azalea ini bukan yang pertama. Namun bagi Zico, ini pertama kali dalam hidupnya. Masuk kedalam ruangan Dokter kandungan, menatap layar monitor yang menampilkan bentuk wujud buah hatinya yang hanya setitik hitam. Rasa yang sulit untuk di ungkapkan.
"Apa ini anak pertama?" Tanya Dokter itu sambil menuliskan sesuatu di selembar kertas.
"Tidak! Ini anak kedua kami." Pungkas Zico cepat. Azalea langsung menoleh. Menatap Zico yang tanpa ragu mengakui kehamilan pertama Azalea.
"Berarti sudah tidak perlu saya jelaskan panjang lebar lagi kan." Dokter paruh baya itu kembali terkekeh dengan suara beratnya.
Zico ikut terkekeh canggung.
Sedangkan Azalea hanya terdiam. Dia tidak tahu harus bertanya apa pada Dokter kandungan itu. Mereka datang kesitu pun hanya untuk memastikan kehamilannya.
"Bayi-bayi?" Azalea mengulangi kata itu.
"Iya. Bayi-bayi! Karena mereka kembar." Lanjut Dokter itu dengan ekspresi meyakinkan.
"Yesss...." Sambil menggepal sebelah tangan nya. Membuat Dokter dan Azalea langsung menoleh ke arahnya.
"Baik Dok, terimakasih. Kami permisi dulu." Zico tersenyum ramah. Dia meraih tangan Azalea, dan keluar dari ruangan itu.
Lalu, Dokter itu membalas senyuman itu tak kalah ramah.
*
__ADS_1
*
"Apa aku boleh beritahu Mama sekarang?" Zico kembali meminta persetujuan Azalea.
"Tentu, tapi bisakah kau menelponnya ketika sudah sampai dirumah? Dilarang menelpon disaat sedang berkendara." Kembali, larangan halus itu terlontar.
"Baiklaaahhhh...." Zico menurut saja. Dia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Sepanjang perjalanan, dia terus senyum-senyum sendiri. Dan itu cukup menarik perhatian Azalea.
"Apa sebahagia itu?" Azalea meraih sebelah tangan Zico, lalu menggenggamnya lembut.
"Tentu saja!"
"Tapi bagaimana mungkin bisa kebetulan seperti itu." Tanya Azalea bingung.
"Apanya?"
"Kamar bayinya. Kenapa kamu bisa letakkan dua tempat tidur bayi disana?"
"Entahlah, hanya filing saja. Aku hanya merasa akan memiliki bayi kembar." Dengan senyuman smirk nya.
Sedangkan Azalea, hanya mengernyitkan keningnya. Dia masih tidak percaya, prediksi Zico benar-benar tepat.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Next>>>