My Little Wife

My Little Wife
Bab 274 : Serangan Balik


__ADS_3

Happy reading♡


Liam memiliki tempramen yang buruk. Ia akan langsung membacok orang yang menyenggolnya. Setelah mengetahui jika Kavin dan Ashel selamat dari kejadian kecelakaan yang ia rancang tadi, ia marah besar. Bahkan tiga bodyguard yang ditugaskan untuk melakukan rencana ini mati ditembak olehnya. Sedangkan supir mobil itu sudah mati di tempat karena terbakar.


Sedangkan Adam ia hanya diam menyaksikan bodyguard bodyguard itu mati terkapar di lantai. Ia tidak bisa berbuat apa apa lagi saat Liam sudah emosi seperti ini. Ia sudah lama mengenal Liam dan ia tahu betul sifatnya. Ketika Liam sedang marah besar bahkan sampai membunuh, Adam tentu akan diam. Bukan karena takut ia akan dibunuh melainkan takut ada nyawa bodyguardnya lagi yang melayang. Sejauh ini, Liam tidak pernah berani untuk membunuhnya meskipun ia melakukan kesalahan.


"Adam, beri tahu aku dimana letak keberadaan Ashel saat ini," tanya Liam.


"Nona berada di rumah sakit. Kandungannya mengalami pendarahan akibat benturan yang terjadi saat mobil yang dikendarainya berusaha menghindar," ucap Adam.


"Lalu bagaimana dengan bayinya? Apa keguguran dan mati?" Tanya Liam tersenyum.


"Dokter berhasil menyelamatkannya. Hanya saja nona Ashel sendiri masih belum sadar diri," ucap Adam.


"Sial*n!! Bagaimana bisa bayi bayi sial*n itu bertahan? Kenapa mereka tidak mati saja?!!! Aku tidak ingin Ashel melahirkan keturunan dari Kavinder," ucapnya marah.


"Saya tidak tahu. Mungkin kandungan nona Ashel cukup kuat, itu yang saya dengar tadi," ucap Adam. Ia memang mengikuti mobil Kavin saat Kavin membawa istrinya pergi. Bahkan Adam juga mendengarkan penjelasan dokter tadi.


"Sudah cukup. Aku akan datang ke rumah sakit dan membuat kandungan Ashel menghilang. Kau siapkan sisanya Adam, aku akan langsung membawanya pergi," ucap Liam.


Saat Adam akan menjawab, tiba tiba terdengar ledakan dari arah luar mansion Liam. Adam pun langsung mengeceknya keluar bersama dengan Liam.

__ADS_1


Ledakan itu berasal dari ruangan senjata ilegal milik Liam. Selama ini memang Liam selalu melakukan bisnis ilegal. Entah itu menjual senapan, pistol, bahkan wanita wanita yang ia culik untuk ia jual ke luar negeri.


Adam lantas mendekat ke arah ruangan itu. Disana tidak ada satu pun senapan dan pistol yang tersisa. Bahkan ruangan ini sudah sangat hancur.


"Tuan, semua senjata kita hancur karena ledakan itu. Saya akan memeriksa cctv dulu," ucap Adam. Sedangkan Liam mengepalkan tangannya. Ia sangat emosi melihat ini semua. Tidak perlu bertanya lagi siapa orang yang melakukan ini semua. Liam sudah tahu siapa orangnya.


"Tuan, cctv di ruangan ini mati dan rekaman kemarin hilang. Seperti sudah ada orang yang sengaja menghapusnya," ucap Adam.


"Tuan, tuan," panggil seorang bodygurd yang berlari dari arah luar.


"Ada apa?" Tanya Adam.


"Semua wanita yang kita sandera kabur tuan. Kami sedang berusaha mengejar mereka kembali," ucapnya.


"Baik tuan," ucap bodyguard itu. Ia pun langsung pergi dari sana untuk menghindari amukan Liam.


"Adam, siapkan mobil. Hari ini juga aku akan membawa Ashel pergi," ucap Liam.


"Tuan, anda jangan gegabah. Saat ini kondisi kita sedang tidak aman. Jika ini ketahuan oleh tuan Liando, bisa bisa ia akan marah besar. Apalagi tawanan kita juga kabur, kita harus segera mendapatkan mereka kembali jika kita tidak mau rugi tuan," ucap Adam.


***

__ADS_1


Kavin melihat wajah damai sang istri yang terlelap di brankar rumah sakit. Tadi ia sempat keluar karena bergantian dengan Ardian untuk masuk. Setelah Ardian keluar Kavin kembali masuk untuk menemani sang istri. Tangan Ashel terus dipegang oleh Kavin. Bahkan Kavin sejak tadi terus bercerita kepada istrinya betapa bahagianya ia saat mengetahui jika ia dikaruniai anak kembar.


Kavin belum memberitahu keluarganya tentang kejadian tadi. Ia sengaja melakukan hal itu agar mereka tidak cemas. Takutnya mereka akan kembali kesini. Kavin bukan tidak senang ada mereka kesini, hanya saja Kavin dan Ashel kan sudah merencanakan untuk pulang ke Indonesia. Ia juga sudah meminta pada Josh untuk menyiapkan segala keperluannya untuk pulang ke Indonesia setelah istrinya sadar dan boleh pulang.


Tadi, Ardian sempat bilang pada Kavin untuk sementara waktu membawa istrinya pulang ke Indonesia agar Ashel melupakan kejadian kecelakaan tadi. Ardian sendiri yang akan bertindak untuk melakukan penyerangan pada bocah ingusan itu. Kavin setuju saja. Apalagi di Indonesia istrinya ini akan dijaga juga oleh keluarga mereka.


Lama lama Kavin mengantuk. Ia juga kelelahan akibat kecelakaan tadi dan sama sekali belum beristirahat. Kavin merebahkan kepalanya di samping tubuh sang istri. Lambat laun, ia pun terlelap dengan posisi duduk.


Sementara itu di suatu tempat Ardian tengah tertawa terbahak bahak karena rencananya berhasil. Ia memang sudah merencanakan ini semua jauh jauh hari bersama Kavin. Namun baru terlaksana hari ini.


Kavin sudah mengetahui siapa Liam dan apa hubungannya dengan istrinya sudah sejak lama, namun Kavin tidak pernah bertanya apapun pada Ashel. Ia ingin Ashel sendiri yang mengatakan padanya. Semenjak kejadian Dona beberapa tahun yang lalu, beberapa fakta terungkap saat Kavin mencari tahunya. Awalnya hanya Kavin sendirian yang mencari tahunya, namun ternyata Ardian juga sama. Ia selalu berada di garda terdepan untuk melindungi adik sepupunya itu.


Saat itu lah Ardian dan Kavin selalu memantau gerak gerik Liam melalui orang suruhan mereka. Tentunya tanpa sepengetahuan Liam. Liam juga pernah jatuh sakit akibat rencana Kavin da Ardian. Ardian memasukan sebuah cairan ke dalam tubuh Liam melalui dokter suruhannya. Kebetulan saat itu entah karena apa Liam tiba tiba jatuh sakit. Ardian memanfaatkan kejadian tersebut untuk membuat Liam tertidur lebih lama. Bahkan Adam, tidak mengetahui jika dokter yang selama ini merawat Liam adalah dokter suruhan Kavin dan Ardian.


"Bocah ingusan udah berani main main sama gue. Dia pikir gue gak tahu kebusukan dia selama ini apa. Tunggu aja bentar lagi, gue jamin lo bakalan tinggal di tempat yang sangat indah," ucap Ardian tersenyum miring.


Liam sudah berani mengusik kehidupan juga kebahagiaan adiknya. Maka dari itu tidak akan ada ampun baginya. Ardian memang bukan seorang mafia atau sejenisnya. Hanya saja ia memiliki koneksi dengan orang luaran sana. Bahkan obat yang disuntikan ke dalam tubuh Liam adalah obat yang diracik oleh salah satu temannya dan dia seorang mafia kejam.


Ardian pun bangun dari kursi kerjanya kemudian berjalan keluar ruangan kerja miliknya. Hari bersantainya harus hancur gara gara bocah ingusan itu.


__ADS_1


Tbc.


Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_


__ADS_2