My Little Wife

My Little Wife
Bab 262 : Pacaran ala Pasutri


__ADS_3

Happy reading♡


Kavin melajukan motornya perlahan. Tempat yang ia tuju adalah street food. Sebenarnya tadi Kavin meminta Ashel untuk membelinya di restoran saja namun istrinya itu menolak. Ia lebih suka makanan street food.


"Yang," panggil Kavin.


"Apa?" Tanya Ashel sedikit berteriak.


"Selama ini kita gak pernah ya boncengan kayak gini," ucap Kavin.


"Iyalah, kamu sih maunya pake mobil terus. Padahal lebih asik pake motor," ucap Ashel.


"Waktu itu kan aku belum terlalu mahir naik motor yang jadi cuma bisa pake mobil aja terus," ucap Kavin.


"Masa iya?" Tanya Ashel.


"Serius, aku belajar motor setelah tahu kamu bisa naik motor gede. Aku gak mau kalah soalnya sama kamu," ucap Kavin. Jalanan malam ini cukup lenggang. Banyak sekali lampu yang berjejer di sekitar jalanan. Apalagi suasananya yang cukup sunyi membuat Ashel cukup senang.


"Tahu dari mana kamu, aku bisa bawa motor gede?" Tanya Ashel.


Mampus. Seharusnya Kavin tidak keceplosan hal itu. Ia tahu sebab ia selalu membayar orang untuk membuntuti Ashel sejak dulu. Hanya saja tidak ada yang tahu termasuk Ashel.


"Ya kan bunda pernah cerita sama aku waktu itu. Ya aku tertantang aja yang," ucap Kavin.


"Kita kayak pacaran gak sih yang? Biasanya kalo di Indo, aku sering lihat pasangan muda mudi yang boncengan terus nangkring di cafe," sambungnya.


"Yaudah anggap aja kita lagi pacaran. Selama ini kan kita gak pernah pacaran kayak anak anak zaman sekarang. Abisnya gak seru, kamu bukannya datang ke aku terus berusaha deketin aku buat jatuh cinta sama kamu, malah kita di jodohin," ucap Ashel. Dulu ia selalu memimpikan memiliki seorang pria yang mampu menaklukan hatinya kemudian menjadi pacaranya. Namun impiannya harus terkubur dalam dalam saat ia diberitahu jika ia sudah dijodohkan sejak dulu.


"Ya gimana yang, aku juga kan gak pernah pacaran. Jadi pas kita dijodohin terus tunangan ya aku bersikap selayaknya seorang tunangan. Walaupun melebihi dari hubungan pacaran sih, tapi kan aku udah bikin kamu suka kan sama aku?" Tanya Kavin.


"Ya gimana gak suka. Kamu ganteng, tajir juga. Selagi ada yang pasti pasti kenapa enggak kan," ucap Ashel.


"Heleh, sekarang aja kamu bilang kayak gitu. Waktu si rumah sakit kenapa kamu nangis nangis bombay minta dibatalin acara perjodohan ini?" Tanya Kavin.


"Ya elah mas. Jual mahal dikit lah, yakali aku terima gitu aja. Selama ini hidup aku lempeng lempeng aja, dipikir pikir kan bosen. Jadi yaudah aku berdrama aja waktu itu," ucap Ashel.

__ADS_1


"Alasan yang tidak masuk akal."


Ashel tidak menjawab ucapan suaminya lagi. Lebih baik diam dan menikmati suasana sunyinya malam. Motor Kavin pun berhenti saat mereka sudah sampai di tempat tujuan.


Setelah menyimpan helm, Ashel pun menarik tangan suaminya untuk menjelajahi berbagai makanan yang ada disini. Tentunya Ashel memesan ayam goreng tanpa tepung. Mereka langsung mendapatkan ayam goreng itu karena saat mereka sampai, ada beberapa ayam goreng yang baru diangkat dari wajan. Tak tanggung tanggung, Ashel memesan dua ekor ayam utuh.


Setelah membayar ayam, Ashel menarik suaminya untuk membeli corndog kesukaannya. Ashel membeli tiga corndog. Dua rasa mactha dan satunya original.


"Yang, beli kentang goreng juga," pinta Kavin.


"Oke sayang," ucap Ashel. Kavin menahan senyumnya saat bibir istrinya ini mengucapkan sayang. Rasanya, uhh sangat memabukan. Ucapan sayabg dari istrinya ini terngiang ngiang di telinganya.


Ashel pun memesan makanan yang lainnya yang ia inginkan. Kedua tangan Kavin sudah penuh dengan berbagai kantong makanan karena istrinya kalap jajan.


"Kayaknya udah gak ada yang mau aku beli deh mas. Ke mini market aja abis itu pulang ya?" Pintanya.


"Siap mami. Ya udah sekarang kita ke motor," ucap Kavin. Ashel pun mengangguk dan menyelipkan tangannya pada tangan suaminya. Kavin hanya tersenyum melihat tingkah manja istrinya ini. Ia sangat senang saat istrinya manja seperti ini.


Mereka berdua pun kembali menaiki motor milik Kavin dan melaju menuju ke mini market. Kebetulan letak mansion milik Ashel saat ini berdekatan dengan mini market. Sekalian pulang.


Sedangkan Ashel, baru beberapa menit berada di mini market saja keranjang belanjaanya sudah penuh. Ia pun bergegas kembali mengambil keranjang yang lain. Ciki ciki yang ia beli berukuran cukup besar jadi tidak muat hanya satu keranjang saja.


Setelah selesai memilih ciki, ramen, dan snack lainnya. Ashel pun berjalan ke kasir. Kasir mulai menscan total belanjaan Ashel.


"Total semuanya jadi delapan ratus tujuh puluh ribu tiga ratus perak kak. Mau cash atau debit?" Tanya pelayan mini market.


"Debit aja kak," ucap Ashel. Ia menyerahkan black card milik suaminya.


Sedangkan kasir yang menerima kartu itu hanya terdiam. Sepertinya orang ini bukan orang sembarangan. Bahkan total belanjaannya pun cukup banyak dan hanya memilih cemilan saja.


"Ini kak, terimakasih."


"Sama sama."


Ashel pun membawa tiga kantung keresek berisi makanan ringan. Kavin dengan sigap membantunya dan mengaitkan keresek itu di motornya.

__ADS_1


"Pulang mami?" Tanya Kavin.


"Yes, papi."


Mereka berdua pun tertawa karena panggilan mereka berdua yang cukup menggelikan. Kavin membantu Ashel memakaikan helm kemudian pergi dari sana menggunakan motor tadi.


Saat sampai di mansion, beberapa bodyguard membantu Kavin membawa belanjaan majikan mereka ke dalam rumah. Ashel juga meminta untuk meletakan semuanya di ruang tv saja.


Sebelum bodyguard keluar lagi, Ashel memberikan satu kantong minuman bersoda dengan beberapa cemilan untuk mereka.


"Makasih nyonya bos," ucapnya.


"Sama sama. Bagi bagi aja ya," ucap Ashel.


"Siap."


Ashel pun duduk di sebelah suaminya yang sedang menyalakan tv. Sebelum makan mereka berdua sudah cuci tangan terlebih dahulu.


"Mau makan apa dulu mas?" Tanya Ashel.


"Makan kamu aja, di kamar. Sampe besok, boleh." Tanyanya.


"Ranjang mulu pikirannya. Aku nanya serius mas," ucap Ashel.


"Ayam aja. Aku kok ngiler pas lihat ayam goreng tadi. Kayaknya crishpy banget deh," ucap Kavin.


Ashel pun mengeluarkan ayam goreng untuk ia santap dengan suaminya. Ditemani minuman soda dan film. Perpaduan yang sangat indah bukan.


Kavin tersenyum saat melihat istrinya yang lahap makan. Biasanya ia akan mual saat mencium makanan yang tidak ia sukai. Namun sampai saat ini Kavin masih belum mengetahui apa penyebabnya. Semoga saja istrinya selalu baik baik saja. Mungkin nanti ia akan menghubungi dokter untuk mengetahui lebih lanjut.



Tbc.


Ramein. Kalo typ maapin. mampir ke sosmed aku weh

__ADS_1


Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_


__ADS_2