
Happy reading♡
Setelah salep di tubuh Ashel mengering. Ia langsung berpelukan dengan Ayu layaknya teletubis. Mereka melepas rindu karena sudah lama juga tidak bertemu.
Ayu memutuskan untuk tinggal di rumah keluarganya yang ada di Jakarta. Mama papa Ayu juga ikut ke Jakarta karena mereka diundang oleh keluarga Ashel, mengingat dua hari lagi adalah hari pernikahan Ashel.
Banyak sekali hal yang dibahas oleh mereka berdua setelah membahas soal Liam dan Dona.
"Gila sih, gue baru tahu selama ini lo udah tunangan sama cowok. Mana cowoknya tajir melintir lagi. Parahnya lo gak cerita sama gue, kayaknya emang arti persahabatan kita udah gak ada ya?" Ucap Ayu. Ia sedikit kecewa karena Ashel menutupi banyak hal darinya. Tapi mungkin ini jadi privasi Ashel, makanya Ashel tidak menceritakannya.
"Gak gitu Yu. Gue juga awalnya kaget karena tiba tiba gue di jodohin sama almarhum buyut gue. Awalnya gue nolak itu semua sampe nangis nangis bombay. Tapi ya mau gimana lagi, semuanya harus terjadi kan? Apalagi ini kayak wasiat gitu," ucap Ashel. Mereka saat ini sudah berada di kamar Ashel.
"Ya harusnya lo lapang dada nerima tuh cowok. Mana dia CEO Praja Technology. Lo tahu sendiri kan seberapa gede itu perusahaan?" Tanya Ayu.
"Gak tahu. Kavin gak pernah kasih tahu apapun tentang pekerjaannya. Dia lebih sering bahas hal tentang dirinya ke gue. Ya kayak dia mau gue tahu tentang dirinya gitu," ucap Ashel.
"Gue iri tahu gak?! Lo gak pernah pacaran tapi sekalinya dapet cowok langsung sat set nikah. Lah gue, masih digantung mulu sama Dimas," ucap Ayu. Ia meratapi nasibnya yang sangat malang.
"Hah? Bukannya lo udah pacaran ya sama dia?"
"Kagak ada. Gue sama dia gak pernah pacara Shel. Kita selama ini cuma deket aja, gak ada kejelasan status apapun. Ya mungkin anggaplah teman tapi mesra," ucap Ayu.
"Sabar aja mungkin Dimas maunya langsung halal gak lewat jalur pacaran," ucap Ashel.
"Geblek! Dia udah jadian sama adek kelas. Temennya Ajeng," ucap Ayu.
"WTF? YANG BENER?" tanya Ashel. Ia sangat terkejut mendengar ucapan Ayu.
"Ya bener lah, buktinya aja mereka sekarang sering keluar bareng. Ya mungkin emang Dimas gak pernah punya perasaan lebih sama gue, jadi ya udah deh," ucap Ayu.
"Pasrah banget mbak," ucap Ashel.
"Udah ah Shel jangan bahas itu. Bahas tentang lo sama calon suami lo aja, gue masih kepo banget loh makanya jauh jauh kesini dari Bandung," ucap Ayu.
Ashel menatapnya jengah. Ternyata jiwa kepo Ayu memang tidak pernah hilang selama ini. Ia kira Ayu sudah bertobat untuk tidak kepo lagi, tapi ternyata malah makin menjadi jadi.
__ADS_1
Ayu terus melontarkan banyak pertanyaan pada Ashel. Ashel pun hanya menjawab seadanya saja.
Memang harus apa lagi yang ia ceritakan pada Ayu. Toh selama ini ia dan Kavin menjalani hubungannya dengan baik dan seperti kebanyakan pasangan di luar sana.
"Jadi yang nyelametin lo waktu itu calon suami lo? Hebat banget sumpah. Lo udah punya super hero di hidup lo. Gue kapan ya?" Tanya Ayu. Ia merebahkan tubuhnya diatas kasur Ashel. Ia menatap ke arah langit langit kamar Ashel.
Miris sekali kisah hidupnya. Ia yang dekat dengan Dimas, ia yang selalu ada untuk Dimas tapi malah orang lain yang diberikan status pacar oleh Dimas.
Kadang memang hidup tidak boleh terlalu banyak berharap pada manusia. Jatuhnya kan akan seperti ini.
Sakit sekali epribadeeh.
"Iya dia yang nyelametin gue. Dia sama abang sepupu gue yang selametin gue dari sekapan Dona. Kata dia waktu selametin gue, gue lagi duduk di kursi dengan keadaan diiket terus katanya gue mau di setrum sama Dona biar meninggal," jelas Ashel.
"Psycho anjir. Gak heran si, dari tampangnya aja udah keliatan kalo dia kayak gitu," ucap Ayu.
Mereka pun terus bercerita asik sampai tak sadar waktu. Perasaan Ayu baru beberapa jam disana tapi hari sudah mulai gelap.
Mau tak mau dia harus pulang sekarang karena jika telat pasti dia akan diomeli mamanya.
Ayu pun pamit dan berjanji akan berkunjung lagi ke rumah Ashel besoknya sebelum hari H pernikahan Ashel dan Kavin.
Ia pamit untuk pulang ke keluarga Ashel. Ashel mengantarkannya sampai ke depan pintu. Disana sudah ada mobil jemputan Ayu.
"Lo jaga kesehatan apalagi udah mau jadi istri orang bentar lagi Shel," ucap Ayu.
"Iya Yu. Pasti," ucap Ashel.
"Enak banget ya lo udah mau lepas masa lajang. Udah mau ada yang nafkahin lahir batin. Mana lo mau lepas perawan lagi bentar lagi," ucap Ayu melantur.
Ashel langsung menggeplaknya. Ia bahkan tidak berpikiran sejauh itu.
Ayu cengengesan. Ia pun pamit dan masuk ke dalam mobil.
Ashel melambaikan tangannya melihat kepergian mobil Ayu dari area rumahnya. Setelah mobil Ayu menghilang, Ashel pun kembali hendak masuk ke rumahnya.
__ADS_1
Namun tiba tiba ada seseorang yang menarik tangannya dan membawanya ke area sebelah rumah Ashel yang jarang dilewati orang.
Ashel sempat memekik terkejut karena ditarik tiba tiba.
"Apa kamu akan terus menutup mata mu?" Bisiknya.
"Apin," ucap Ashel. Ia membuka matanya saat mendengar suara yang familiar di telinganya.
"Iya istri," ucap Kavin. Ia pun langsung memeluk erat Ashel. Selama beberapa hari ini ia dilarang keras oleh mamanya untuk tidak menemui Ashel. Istilahnya di pingit.
"Kangen banget. Mama jahat gak bolehin aku ketemu kamu, padahal kan kamu bakalan jadi istri aku," ucap Kavin.
"Mama gak jahat, dia lakuin itu karena emang mungkin udah dari dulunya setiap pasangan pengantin gak boleh ketemu mendekati hari pernikahan," ucap Ashel. Ia masih berada di dalam pelukan Kavin. Ia juga sama rindunya dengan Kavin namun caranya mengobati rindu berbeda dengan Kavin.
Kavin pasti akan selalu mencari cara untuk menemuinya jika ia merindukan Ashel. Sedangkan Ashel akan mencari cara agar mereka ribut jika sedang merindukan Kavin.
Cukup aneh tapi memang itu kenyataannya.
"Siapa tadi?" Tanya Kavin.
"Ayu, sahabat aku," ucap Ashel.
"Pantesan omongannya vulgar. Ternyata sahabat kamu," ucap Kavin.
"Vulgar?" Tanya Ashel.
"Iya. Aku denger tadi dia bilang sama kamu kalo bentar lagi kamu bakalan lepas perawan. Tapi ya emang bener sih, tinggal beberapa jam lagi kamu bakalan jadi milik aku seutuhnya," ucap Kavin.
Blushhh...
Tiba tiba pipi Ashel memanas mendengar ucapan Kavin.
"Kok merah pipinya? Pasti mikirin hal yang aneh aneh ya?" Tuduh Kavin.
"Enggak ih," ucap Ashel sewot.
__ADS_1
Tbc.
ramein. Ashel Kavin otw nikah