My Little Wife

My Little Wife
Ep.151 > Next


__ADS_3

"Kau mau kemana pagi-pagi begini?" Tanya Zico, saat terbangun dari tidurnya dan melihat Azalea sudah rapi dan bersiap untuk keluar.


"Bertemu dengan temanku." Sahut Azalea sambil meraih tas tangannya.


"Elyn?" Zico memastikan, setelahnya ia bangkit dari tidurnya dan menghampiri Azalea yang masih berada didepan meja rias.


Azalea sedang memperhatikan penampilannya dari balik cermin itu, memastikan tak ada yang kurang dari penampilannya.


"Bukan." Jawab Azalea, lalu tersenyum ke arah Zico.


"Lalu?" Tanya Zico lagi, karena setahunya Azalea tak punya banyak teman. Dan yang dia tahu, hanya Elyn seorang temannya.


"Seseorang yang tidak terlalu penting." Ujar Azalea sambil mengecup pipi Zico. Setelahnya, ia pun berlalu pergi meninggalkan Zico masih dengan rasa bingungnya.


Zico mencoba berfikir keras, siapa orang yang dimaksud Azalea itu. Namun, sekeras apapun ia mencoba untuk berfikir tetap saja, ia tak menemukan jawabannya.


***


Azalea melajukan mobilnya, tujuannya jelas. Ia ingin menemui Maya.


Tentu, Maya masih berada dalam pengawasan Azalea. Mulai dari keluar dari Apartemennya, hingga dimana ia berada saat ini. Ada seseorang yang terus mengikuti Maya, tanpa ia sadari.


*

__ADS_1


Sesampainya disana, Azalea bisa dapat langsung melihat sosok Maya yang sedang terduduk disebuah kursi taman sambil menikmati roti tawar untuk mengganjal perutnya yang mulai terasa lapar.


Cukup lama, Azalea memperhatikan Maya dari jarak jauh. Dan ia merasa, sudah cukup untuk memberikan Maya sedikit pelajaran.


Azalea turun dari mobil, berjalan menemui Maya. Lalu duduk tepat disampingnya.


"Kau terlihat sangat menyedihkan." Imbuh Azalea, membuka percakapan di antara keduanya.


Sedangkan Maya, langsung memasang wajah marahnya. Ketika menyadari Azalea datang menemuinya.


"Aku tidak perduli seberapa menyedihkannya aku, asal aku-"


"Aku tahu." Sela Azalea, menghentikan kalimat yang akan dilanjutkan Maya. "Aku datang kesini bukan untuk bertengkar denganmu." Lanjut Azalea kemudian.


"Ch! Lalu untuk apa? Untuk menertawai keadaanku?" Dengan senyuman menyeringai.


Sedangkan Maya, justru dibuat bingung dengan sikap Azalea yang terlihat berbeda.


"Aku tahu kau wanita jahat. Tapi dibalik itu semua, aku juga tahu, kau orang yang paling menyayangi Queen." Dengan tatapan seakan menusuk jauh kedalam netra Maya. Azalea sadar betul dengan apa yang sedang di ucapkannya kali ini.


"Apa maksudmu sebenarnya?" Tanya Maya, jelas saja dia tambah di buat bingung dengan kalimat Azalea tersebut.


"Aku ingin kau rujuk dengan Biandra!" Sarkas Azalea tak ingin lagi basa basi.

__ADS_1


Mendengar kalimat itu, Maya justru tertawa terbahak. "Apa kau gila?" Lanjut Maya disela gelak tawanya.


"Queen membutuhkan ibu sepertimu." Kalimat Azalea itu membuat Maya menghentikan tawanya. Perlahan wajahnya juga menunjukkan keseriusan.


"Itu bukan hal yang mudah, Biandra tidak akan pernah setuju!" Maya mulai menganggap serius percakapan yang sedang dilakukannya bersama Azalea.


"Aku yang akan mengurusnya, asal kau bisa berjanji satu hal." Lanjut Azalea, sambil menggenggam tangan Maya.


"Apa itu?" Tanya Maya penasaran, perjanjian seperti apa yang akan diminta oleh seorang Azalea.


"Rawat dan sayangi Queen melebihi sebelumnya!" Ucap Azalea mantap.


"Apa kau bercanda? Tanpa kau minta pun aku pasti akan melakukannya." Maya terlihat sedikit kesal, permintaan itu terlalu menyepelekan rasa sayangnya pada Queen. Ia tahu betul, seperti apa perasaannya pada Queen. Mungkin ia bukan ibu kandung Queen, namun ia sanggup berjuang untuk mendapatkan Queen kembali. Walaupun jalan yang harus dilaluinya tidak mudah.


Azalea tersenyum, ia menyadari kekesalan Maya.


"Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk Queen, aku ingin ia hidup bersama orang-orang yang benar-benar tulus menyayanginya." Ujar Azalea sambil mengalihkan pandangannya. tatapannya kosong memandang ufuk yang jauh disana. Ia sadar, walalupun ia ibu kandung Queen tapi ia tak akan pernah bisa hidup bersama Queen. Kebenaran yang akan terungkap hanya akan membuat Queen bingung dan kecewa pada akhirnya. Jadi ia harus membungkam bom waktu yang bisa meledak kapan pun itu. Yaitu Maya, dengan cara begini Maya pasti tidak akan lagi membuat masalah yang ujung-ujungnya hanya akan merugikan semua orang. Semuanya harus kembali ke kehidupan masing-masing.


"Aku tidak percaya kau bisa meyakinkan Biandra untuk hal ini." Imbuh Maya kemudian, mengembalikan Azalea dari lamunannya.


Azalea kembali menatap Maya. "Biar aku yang urus itu." Setelahnya ia melepaskan genggaman tangannya, lalu bangkit dari duduknya.


"Aku sudah membersihkan Apartemen yang dulu kalian berikan padaku, kau bisa tinggal disana untuk sementara ini." Ucap Azalea, setelahnya berlalu pergi.

__ADS_1


Meninggalkan Maya yang masih menganga ditempat duduknya. "Apa yang merasuki anak itu?" Gumam Maya, yang masih memperhatikan Azalea, hingga ia masuk kedalam mobil dan melaju pergi.


>>>Next


__ADS_2