
Happy reading♡
Dua jam kemudian, Ashel dan Kavin baru menyusul anak anaknya. Sebenarnya Kavin tidak mau melepaskan istrinya namun Ashel memaksa pada suaminya untuk berhenti bermain. Mau tak mau Kavin pun menuruti kemauan istrinya itu dari pada istrinya ngambek, itu akan lebih sulit lagi membujuknya.
Mereka keluar dari dalam mobil saat sudah sampai di taman bermain. Ternyata disini banyak sekali pengunjung. Tak disangka, satu hari setelah dibuka, taman ini langsung dikunjungi banyak pengunjung. Bahkan sangat membludak.
Kavin merangkul pinggang istrinya dan masuk ke dalam taman itu. Para pekerja dan beberapa pengawal menundukan kepalanya hormat pada Ashel dan Kavin. Ashel melempar senyum ke arah mereka berbeda dengan Kavin yang datar dan tidak melirik sama sekali pada mereka.
"Mamii, papii," teriak ketiga anak Ashel saat mereka melihat keberadaan anak anak mereka yang sedang duduk memakan roti panggang.
"Hallo sayang sayang mami, hallo Ailee," sapa Ashel.
"Hai tante," ucap Ailee.
"Ii gemes banget anak ini," ucap Lupi. Ia mencubit pelan pipi gembul Ailee.
"Kode bang. Gercep napa," senggol Ashel pada lengan Ardian.
"Buat sering, cuma belum gol aja. Tahunya dia pake kb," ucap Ardian.
"Wah? Iyakah kak?" Tanya Ashel.
Lupita menganggukan kepalanya, "Iya. Kakak belum siap punya anak. Ardian soalnya masih ngeselin kayak bocah. Nanti dulu deh."
"Ya, sebelas dua belas dia mah sama mas Kavin," ucap Ashel.
Mereka sibuk berbincang, berbeda dengan anak anak yang sibuk memakan roti panggang mereka. Ailee dan Briella sesekali terkikik geli, entah apa yang mereka tertawakan. Sementara Kairav sibuk memakan rotinya, Ling sendiri sudah menatap tidak suka pada Ailee. Anak itu selalu saja mengganggu ketenangan keluarganya. Kemana pun keluarganya pergi, Ailee selalu ikut. Ling kesal sekali.
Tiba tiba anak itu bangun dari duduknya dan mendorong tubuh Ailee sampai anak itu terjatuh ke tanah. Roti yang dipegang oleh Ailee jatuh. Briella yang melihatnya terkejut berikut dengan para orang tua disana.
"Astaga, Ailee," ucap Lupi. Dia dan Ashel dengan cepat membantu anak itu bangun.
"Kenapa kakak dorong Ailee? Dia kan gak jahatin kakak," ucap Briella. Ia mendekat ke dekat Ailee.
__ADS_1
"Ling sayang, minta maaf," ucap Ashel.
"Gak mau mami. Dia yang salah, harusnya dia gak ikut ikut mulu kalo kita keluar," ucap Ling.
Wajah Ailee sudah memerah. Bahkan di matanya sudah tergenang air mata yang mungkin sebentar lagi akan turun. Ia menundukan kepalanya.
"Ling, gak boleh gitu. Ailee kan teman kamu juga, dia teman Briella sama Kai. Apa salahnya kalau dia ikut," ucap Kavin. Ia merendahkan tubuhnya menjadi berjongkok di dekat Ling.
"Gak suka sama dia pi. Udah sering ganggu mana dia juga sering ikut kita. Padahal mama papanya dia gak ada disini. Harusnya dia malu," ucap Ling.
"Ailee bakalan pulang kok kalo Ling gak suka. Tante, tolong telepon supir di rumah buat jemput kesini," ucap Ailee. Ia memegang tangan Ashel. Ashel yang merasa iba karena tahu seperti apa keluarga anak ini pun menundukan tubuhnya.
"Kenapa mau pulang? Nanti Briella gak ada temennya disini," ucap Ashel lembut.
"Briella masih punya Ling sama Kai. Mereka selalu nemenin Briella, bahkan om sama tante juga sering temenin mereka main. Ailee pulang aja gak papa," ucap Ailee.
"Nanti Ailee pergi kesini sama mama papa kalo mereka gak sibuk. Kalo enggak sama mereka juga Ailee bisa pergi sama Magi," sambungnya.
"Enggak. Kamu main disini aja, kan ada tante Lupi juga disini," ucap Lupita.
"Biar dianter tante Lupi ya?" Tanya Lupi.
"Gak bisa. Tante Lupi harus disini sama Ling. Sama uncle Ardi juga. Biarin dia pulang sendiri," ucap Ling.
"Cukup ya Ling. Papi gak mau marahin kamu loh. Gak kasihan Ailee udah nangis gara gara kamu?" Tanya Kavin.
"Biarin, gak usah peduliin dia papi. Mama papanya aja gak pernah datang ke sekolahan buat nemenin dia," ucap Ling.
Tangis di wajah Ailee tidak bisa ia tahan lagi. Meskipun ia tidak terlalu mengerti kenapa Ling berbicara seperti itu padanya. Tapi kenyataannya memang seperti itu.
Kavin langsung membawa Ling pergi dari sana. Dari pada anak ini terus terusan menyakiti Ailee. Bocah seperti Ling memang selalu berkata jujur tapi bagaimana caranya anak ini tahu dan mengucapkan itu semua.
"Tolong telepon Magi," ucap Ailee.
__ADS_1
"Tante Lupi aja ya yang anterin kamu," ucap Lupi.
Ailee menggelengkan kepalanya. Ia terus menangis, Briella mendekat dan memeluk sahabatnya itu.
"Ailee jangan nangis, nanti biar aku pukul kakak biar dia gak kayak gitu lagi sama kamu," ucap Briella.
"Iya Ailee, Ling emang suka marah marah gak jelas. Kita lanjut main aja yuk," ucap Kai.
Memang hanya kedua anak Ashel ini saja yang dapat menerima kehadiran Ailee. Berbeda dengan anak kedua dari Ashel dan Kavin. Anak itu memang sangat tidak menyukai Ailee.
"Enggak, Ailee mau pulang. Suruh Magi kesini," ucap Ailee.
"Ailee, biar tante Lupi yang antar kamu ya? Mereka tahu kok rumah kamu dimana. Nunggu Magi kelamaan nanti," ucap Lupi. Ia terus berusaha membujuk anak gembul ini, kasihan juga melihatnya diperlakukan seperti ini.
"Ya udah," ucap Ailee.
Mereka berpisah disana. Ailee diantar pulang oleh Ardian dan Lupi sementara Ashel menyusul suaminya. Ia melihat Ling sudah menaiki menaiki wahana pesawat. Kai dan Briella pun langsung ingin ikut naik. Ashel dan Kavin memperhatikan mereka dari jauh.
"Kasihan Ailee mas," ucap Ashel.
"Nanti kita ke rumah dia buat minta maaf. Sikap Ling emang udah keterlaluan banget. Tapi yang, aku jadi kepikiran ucapan Ling tentang orang tua anak itu. Memangnya mereka kemana?" Tanya Kavin.
"Yang aku tahu dari Magi, orang tua Ailee tidak pernah mengurus dia sejak lahir. Karena katanya mereka selalu sibuk dengan bisnis mereka. Bahkan sejak kecil Ailee diurus sama Magi. Anak itu selalu kesepian, makanya aku selalu ajak dia buat gabung sama keluarga kita. Tapi ternyata anak kita gak suka sama dia, padahal adiknya temanan deket sama dia," ucap Ashel.
"Kasihan ya, masih kecil tapi gak dapat kasih sayang orang tua. Beruntung aku bisa melihat anak anak kita tumbuh sampai sebesar sekarang," ucap Kavin.
"Karena prioritas kamu adalah keluarga mas. Berbeda dengan mereka yang lebih mementingkan kemajuan perusahaannya," ucap Ashel. Kavin tersenyum dan mengangguk membenarkan ucapan istrinya ini.
Tbc.
End ya goysssssssss. MAMPIR KE CERITA LANJUTANNYA YA. INI LINKNYA 👇
Mesin penggali menemukan harta karun nih! Buruan ke MangaToon dan baca gratis komik ini denganku!
__ADS_1
https://mangatoon.mobi/id/mengejar-cinta-mr-ling?content\_id\=2791248