My Little Wife

My Little Wife
Ep. 103 >>> BAHAGIA DI ATAS PENDERITAAN ORANG LAIN


__ADS_3

Maya yang saat ini sedang berada didalam pesawat, kembali ke Indonesia seorang diri tanpa Queen. Hal yang harus dilakukannya dengan sangat terpaksa. Dia tidak punya pilihan, ketika Biandra yang sudah mengetahui tidak hanya satu rahasianya, namun dua rahasia sekaligus. Hanya bisa menurut, ketika Biandra memintanya untuk membiarkan Azalea dan Zico yang mengurus Queen untuk sementara waktu.


"Sayang, Mama akan kembali. Mama akan menjemputmu. Maafkan Mama yang tidak bisa menemanimu untuk sementara ini. Tidak bisa mendampingimu disaat kamu harus melakukan operasi. Mama sangat menyayangimu, Queen."


Untuk kesekian kalinya, Maya kembali menangis. Kini, perasaannya benar-benar menyiksanya. Dia tidak rela membiarkan Azalea merawat Queen. Dia tidak sudi Queen menjadi dekat dengan Azalea. Namun, dia tidak mungkin bersikeras, ketika hubungannya dengan Biandra sedang berada di ujung tanduk. Untuk saat ini, Maya sedang mempersiapkan mentalnya untuk menghadapi Biandra.


*


"Apa operasi itu sakit Aunty?" Tanya Queen pada Azalea yang sedang memakaikan baju operasi padanya.


"Tidak, Queen tidak akan merasakan apapun. Diwaktu operasi berlangsung, Queen hanya akan tertidur."


Queen menatap Azalea dengan linangan air mata. Tentu saja, gadis itu ketakutan. Walaupun dia tidak tahu, seperti apa operasi itu.


"Mama.." Lirihnya diiringi air mata. "Queen ingin Mama dan Papa." Tangisnya pecah. Gadis itu berharap, Mama dan Papanya ada bersamanya disaat seperti itu. Diwaktu yang paling menegangkan baginya.


Azalea memeluk Queen. Berharap pelukannya bisa menenangkan Queen.  "Ada Aunty dan Uncle disini, Queen jangan takut." Pelukan itu benar-benar menenangkan Queen, dibalik rasa rindunya pada Mama dan papanya, ada ikatan yang tidak dimengerti Queen. Di antara dirinya dan Azalea.


Pelukan itu membuat dia tenang, membuat dia nyaman. Didekapnya lebih erat Azalea yang mengendongnya, lalu membawanya keruang operasi.


***


Dengan gelisah, Azalea menunggu di luar ruang operasi. Selama operasi berlangsung, tidak henti-hentinya Azalea memanjatkan Doa. Agar kedua orang yang dia sayangi didalam sana baik-baik saja dan bisa menjalani operasi itu dengan lancar.


"Azalea duduk! Kau hanya akan pusing jika mondar mandir." Imbuh Zico yang sedari tadi terus saja memperhatikan Azalea mondar mandir di hadapannya.


"Tidak bisa Zico. Aku sangat gelisah!"

__ADS_1


"Aku tahu kau gelisah, tapi kau akan pingsan jika terus melakukan itu." Zico mencoba mencairkan ketegangan Azalea.


Dia meraih tangan Azalea, dan menariknya. Hingga Azalea terduduk disampingnya.


Kini, justru kakinya yang naik turun. Dan membuat Zico menepuk jidatnya sendiri.


"Apa kau segelisah itu?" Tanya Zico kembali.


"Empp..." Dengan tangan yang di letakkan di atas lututnya yang naik turun, Azalea terus menatap ke arah pintu ruang operasi.


"Kau tahu sesuatu?"


"Kau tidak memberitahukannya, ya mana aku tahu."


"Biandra memintamu merawat Queen untuk sementara waktu."


"Apa katamu?" Azalea bertanya.


"Ada masalah di perusahaannya."


"Bukan itu!"


"Dia harus mengurus masalah diperusahaannya."


"Bukan itu Zico, kalimat yang terakhir kau ucapkan."


Zico tersenyum tipis. Azalea jelas-jelas sudah mendengarnya, namun justru meminta dia mengulangi kalimatnya. Wajah kegirangan Azalea membuat Zico tidak bisa, jika tidak mengerjainya sedikit.

__ADS_1


"Terakhir aku mengatakan ada masalah di perusahaan Biandra dan dia harus mengurusnya."


"Kalimat sebelum itu Zico." Sambil menggengam kuat lengan Zico.


Zico terkekeh. "Biandra memintamu mengurus Queen untuk sementara waktu." Ulangnya.


Azalea langsung loncat kegirangan.


"Apa kau sebahagia itu di balik penderitaan orang lain?"


"Bukan seperti itu." Azalea langsung kembali duduk ke tempat semula lalu kembali memasang wajah datarnya.


"Aku hanya bercanda." Imbuh Zico sambil menyiku Azalea.


Wajah Azalea kembali tersenyum kegirangan. "Tapi yang terpenting saat ini, operasinya berjalan lancar."


"Kau benar." Zico merangkul wanitanya. Dia lega, seakan keadaan mulai memihak kepada mereka.


.


.


.


.


NEXT>>>

__ADS_1


__ADS_2