My Little Wife

My Little Wife
Bab 318 : Menjenguk Nadine


__ADS_3

Happy reading♡


Sudah larut malam Ashel baru sampai di kediamannya bersama suaminya dan para ibu ibu rempong ini. Suami mereka mengalah akhirnya. Membiarkan istri mereka tinggal di rumah anak anak. Meskipun begitu, Adi dan Faraz tidak kehabisan akal. Mereka juga ikut menginap disana.


Kavin sendiri hanya membiarkannya. Toh ia juga sudah menyiapkan beberapa kamar tamu untuk mereka.


Ashel hanya mencuci muka, tangan dan kakinya saja. Sudah selarut ini ia tidak mungkin mandi kan? Yang ada nanti dia malah masuk angin dan berakhir ke rumah sakit. Kavin sendiri, pria itu sudah lebih dulu mandi air hangat. Ia sudah rebahan diatas kasur king size miliknya dan Ashel.


Ashel juga ikut bergabung. Ia tidur dan memeluk suaminya. Saat istrinya sudah naik ke atas kasur, Kavin menyimpan ponselnya dan membalas pelukan istrinya.


"Papi, boleh kan besok kita jenguk Nadine?" Tanya Ashel tiba tiba.


"Buat apa? Dia udah dapet karmanya. Kita gak perlu care sama dia. Gara gara dia aku hampir kehilangan kamu tahu gak," ucap Kavin. Ia menciumi leher istrinya dengan gemas. Sebenarnya ia ingin menggigit leher putih mulus itu namun ia takut istrinya marah.


"Ish, gak boleh pendendam kayak gitu sayang. Kan dia kayak gitu karena dia suka sama kamu. Lagi pula, dia kan udah dapat karmanya," ucap Ashel.


Kavin tak habis pikir dengan istrinya. Bisa bisanya wanita ini memiliki rasa peduli pada wanita ular seperti Nadine.


Sebenarnya Nadine bisa hamil bahkan berhalusinasi karena ulahnya dan Ardian. Setiap hari Nadine digilir oleh bawahan Ardian bahkan Kavin sendiri yang meminta Ardian mencekoki minuman Nadine dengan obat halusinasi.


Ia memang sengaja melakukan itu karena sangat muak dengan wanita itu. Beruntung waktu itu istrinya cepat datang sehingga rencana Nadine gagal. Namun sialnya, karena ulah obat peras*ng itu Ashel menjadi korban kebrutalan suaminya diatas ranjang.


"Ya, boleh ya?" Pinta Ashel.


"Boleh. Tapi jatah aku malam ini double. Baru aku kasih ijin," ucap Kavin.


Ashel mendengus kesal. Bisa bisanya suaminya ini memanfaatkan keadaan.


Tapi meskipun begitu. Ashel tetap melayani nafsu suaminya yang amat sangat besar ini. Mereka pun melalui malam panjang dengan kembali menyatukan tubuh mereka.


***


Sesuai dengan permintaan istrinya kemarin, sekitar pukul sembilan pagi Kavin sudah bersiap begitu juga dengan Ashel. Mereka nampak serasi sekali. Ashel menggunakan dress santai berwarna putih dengan motif garis garis abstrak berwarna silver sedangkan Kavin menggunakan jas berwarna abu abu.


Jas ini sengaja dibeli oleh Ashel karena hampir semua jas milik suaminya berwarna hitam saja. Padahal masih banyak jas warna lain namun suaminya sangat menyukai jas hitam.

__ADS_1


"Ganteng gak yang?" Tanya Kavin.


"Ganteng mas. Sini aku pasangin dasi," ucap Ashel. Kavin pun mendekat dan sedikit merendahkan tinginya agar menyamai tingginya dengan istrinya.


Ashel dengan telaten memasangkan dasi pada kerah kemeja suaminya. Setelah selesai, Kavin dengan sengaja mencuti ciuman pada bibir istrinya membuat satu tabokan melayang pada bahu tangannya. Untung saja tabokannya tidak keras jadi Kavin tidak kesakitan.


"Ayang, nanti habis dari jengukin wanita itu kamu ikut mas ke kantor ya? Cuma bentar kok disana," ucap Kavin.


"Emang kenapa harus ditemenin? Biasanya juga sendiri," ucap Ashel.


"Gak tahu, aku pengen deket deket sama kamu terus soalnya," ucap Kavin.


"Modus," ucap Ashel. Ia mengambil tas slempang miliknya kemudian memakainya.


"Enggak loh mi, papi gak modus," ucap Kavin. Ia merangkul bahu istrinya dan berjalan keluar kamar mereka.


Di ruang tengah, para ibu ibu sedang bersiap bersama suami mereka. Entah mereka akan kemana pagi ini.


"Kalian mau kemana?" Tanya Sarah.


"Riana mau jenguk Nadine di rumah sakit ma," ucap Ashel.


"Nadine? Wanita yang pernah kamu ceritain sama aku Sar?" Tanya Anna.


Sarah menganggukan kepalanya.


"Ma, Nadine emang udah jahat sama Riana. Tapi Riana gak perlu balas dia jahat kan? Urusan dia jahat biar dia sendiri aja yang nanggungnya. Lagian Riana jenguk dia cuma mau lihat dia kok. Katanya dia baru keguguran," ucap Ashel. Lagi dan lagi ia mengelus perutnya. Ia sedang hamil dan ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika ia kehilangan bayi bayinya.


"Kamu memang anak ayah yang sangat baik. Hati hati di jalannya ya. Jangan kelamaan, cepet pulang. Kehamilan kamu sudah masuk bulan akhir," ucap Adi.


Ashel menganggukan kepalanya. "Terus mama sama bunda sama ayah sama papa mau kemana?"


"Tuh mama mertua kamu maksa maksa ke baby shop buat beli barang barang bayi. Papa sama ayah kamu dipaksa ikut," ucap Faraz.


"Pantesan pada gak ke kantor," ucap Kavin.

__ADS_1


"Ya udah Riana sama mas Kavin berangkat duluan ya," ucap Ashel.


Mereka semua menganggukan kepalanya. Ashel menggandeng tangan Kavin dan berjalan keluar mansion. Di depan sudah ada supir yang akan membawa mereka ke rumah sakit tempat Nadine dirawat.


***


Ashel menatap ke arah depan dimana Nadine sedang duduk melamun. Tadinya Ashel ingin masuk namun Kavin melarangnya. Mereka berdua sampai sekitar satu jam yang lalu.


"Kasihan dia mas. Kenapa bisa dia halusinasi kayak gitu? Apa mungkin..," ucap Ashel menggantung. Ia menatap ke arah suaminya.


"Apa? Kok natap aku kayak gitu," ucap Kavin.


"Kok sewot? Kan aku cuma mau nanya sama kamu," ucap Ashel.


"Iya iya maafin mas. Lagian tatapan kamu gitu banget sama aku. Seakan kamu nuduh kalo semua ini gara gara aku," ucap Kavin. Padahal memang kenyataannya seperti itu.


"Ya kan siapa tahu gitu. Kamu kan orang nekat, aku cuma menduga aja mas. Kalo enggak ya bersyukur," ucap Ashel.


"Sayang, kadang kadang kita gak boleh merepotkan tuhan. Jangan nunggu tuhan kasih keadilan buat dia, mandiri dikit. Ya anggaplah dia kayak gitu emang udah seharusnya. Nungguin karma takutnya kelamaan," ucap Kavin.


"Maksud kamu? Jadi kamu yang buat dia kayak gitu?" Tanya Ashel. Ia menatap tajam ke arah suaminya. Bahkan dia sudah berkacak pinggang.


"Aku gak ada bilang gitu cinta. Suudzon mulu sama suami," ucap Kavin.


"Ya abisnya kata kata kamu kayak beneran kamu yang buat dia kayak gini mas," ucap Ashel.


"Udah ah jangan bahas itu. Mendingan kita ke kantor sekarang. Aku ada meeting soalnya," ucap Kavin.


"Terus pas kamu meeting, aku ngapain?" Tanya Ashel.


"Nonton sambil nyemil di ruangan aku. Aku udah siapin banyak cemilan sama film kesukaan kamu," ucap Kavin.


"Film domba," sambungnya.


__ADS_1


Tbc.


Ramein dong. Ko jd sepii otiwi 1M nih


__ADS_2