
Malam gelap gulita, terlihat rintik rintik hujan mulai menyapa, lama kelamaan menjadi deras serta tiupan angin yang kencang menambah suasana yang kini terasa dingin menusuk kulit.
Pelayan membuatkan minuman hangat untuk Sky dan Bintang, setelah itu menyingkir dari sana. Sky kini memakai pakaian tebal yang dipakaian suaminya, Bintang tidak ingin istrinya yang tengah hamil jatuh sakit. Skypun menyesap pelan teh hangatnya, setelah itu ditaruhnya di atas meja.
"Sayang kamu masih merasa dingin apa
tidak? " tanya Bintang dengan suara lembutnya.
Skylar mengulas senyumnya, mengenggam tangan sang suami dan berkata. "Sudah hangat sayang! Bintang bernafas lega, mengusap surai hitam milik istrinya dengan lembut, lalu membawanya kedalam rengkuhan hangatnya.
Tak berselang lama, Bintang melepaskan pelukannya setelah itu mengajak istrinya berdiri. "Sayang ayo ke meja makan kamu tunggu di sana, aku mau buatin makanan dan segelas susu untukmu. " ucap Bintang.
"Huum. " Sky mengangguk, mereka pergi ke meja makan, Bintang langsung menuju ke dapur membuatkan makan malam untuk mereka berdua.
Setelah selesai Bintang dan Sky makan malam di meja makan. Beberapa menit kemudian selesai makan, Sky menghabiskan susunya sekali teguk.
"Waktunya tidur sayang. " tegur Bintang. Bintang langsung membopongnya menuju ke kamar mereka berdua. Ya, Bintang memindahkan kamar mereka di bawah agar istrinya tidak kelelahan naik turun tangga.
Setelah sky berbaring, Bintang menyusulnya dan seperti biasa mengelus perut buncit wanitanya itu. Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus, Bintang menepiskan senyumnya melihat wajah damai istrinya yang sudah memasuki alam mimpi.
"Good Night sayang! Bintang memejamkan matanya, dan tak butuh lama dia sudah terlelap pulas menyusul Istrinya.
🍁🍁🍁
Pagi yang cerah, sinar matahari mulai bersinar terang membuat tidur lelap Skylar terusik. Diapun membuka matanya, menyingkirkan tangan suaminya dengan hati hati. Lalu dia bangun dan duduk dengan pelan mengingat perutnya membuncit. "Selamat pagi anak mommy, sehat sehat di sana ya nak dan mommy serta daddy sudah tidak sabar menanti kelahiranmu.
__ADS_1
Bintang ikut terbangun dan turun dari ranjang, kemudian menyapa calon anaknya dalam perut sang istri kemudian mengecup singkat bibir istrinya. "Ayo mandi bersama sayang!
"Baiklah ayo. " Bintang mengajak istrinya ke kamar mandi.
Satu jam kemudian selesai mandi dan berganti pakaian, mereka segera ke luar dari kamar. Dengan hati hati Sky membuatkan secangkir kopi untuk suaminya lalu dibawanya ke ruang tamu. "Ini Bie kopi kamu. "
"Iya sayang terimakasih, ayo sini duduk di depan aku. " pinta Bintang.
Skypun menurut diapun duduk membelakangi suaminya, tangan kekar Bintang menempel diperut buncit Sky dan tangan Skylarpun mengenggam telapak tangan sang suami. Sambil menyesap kopi, sesekali dia kecup pipi ataupun leher wanitanya dengan lembut.
Setelah menaruh cangkirnya, tangan sebelah kiri mengusap perut buncit Skylar dengan lembut hal itu mengundang senyuman dibibir sang istri. "Kita jaga baik baik calon anak kita ini dan aku ingin memiliki beberapa anak agar mansion ini ramai seperti yang kita bicarakan beberapa bulan lalu.
"Kita jalan jalan yuk sayang. " ajak Sky pada sang suami.
"Iya tapi jangan lama lama aku enggak mau kamu kecapekan!
Merekapun langsung bangkit, Bintang langsung ke kamarnya. Tak lama kemudian dia kembali dan mengajak istrinya itu ke luar dari mansion.
Di tengah jalan mereka berdua berpapasan dengan Dave dan Arumi. Mereka berempatpun berjalan santai menuju ke taman komplek perumahan mereka sambil mengobrol. Mereka kini beristirahat di bangku taman komplek perumahan mereka. Terlihat banyak ibu ibu hamil di dampingi para suami tengah senam di sana.
"Oh ya Rum, memangnya kapan kamu dan suamimu berangkat honeymoon? "
"Kata Dave, rencananya dua hari lagi kami berangkat ke Australia Sky. " jawab Arumi sambil tersenyum.
__ADS_1
"Aku pasti akan kangen sama kamu Rum dan aku doakan semoga setelah pulang honeymoon kamu lekas hamil. " ucap Sky dengan tulus.
"Sayang aku dan Dave lari pagi dulu ya kalian tunggu di sini saja oke. " ujar Bintang.
Skylar mengangguk, Para pria masing masing memcium kening istri mereka setelah itu jogging meninggalkan kedua wanita mereka. Sky mengusap perut buncitnya dengan lembut, seorang wanita dan seorang lria menghampiri Skylar dan Arumi.
"Hai Skylar apa kabar? " sapa Bima dengan senyum manisnya.
"Kabarku baik Bim, oh ya siapa gadis cantik disebelahmu itu. " cecar Skylar.
"Dia Eliza, gadis yang dijodohkan untukku dan sekarang kamu tengah hamil ya. " Bima tertegun melihat perut wanita yang masih disukainya itu.
"Iya Aku hamil sekarang. "
Eliza memilih diam, melihat bagaimana interaksi antara Bima dan Skylar. Dia segera menggeleng, dia tidak boleh cemburu lagian Bima masih calon suaminya.
"Hai aku Eliza salam kenal. " sapa Eliza sambil tersenyum.
"Iya El aku Skylar dan ini Arumi. " jawab Sky dengan ramah.
Setelah itu merekapun akrab, banyak hal yang dibicarakan antara Skylar dengan Eliza. Sementara Bima hanya diam saja menjadi pendengar.
"Sayang. " Skylar menoleh, dia tersenyum melihat suaminya telah kembali. Bintangpun bergegas menghampirinya begitu juga dengan Dave.
TBc
__ADS_1