My Little Wife

My Little Wife
Bab 267 : Kolak


__ADS_3

Happy reading♡


"Isshh, mas. Jangan cium cium, aku masih kesel sama kamu," ucap Ashel.


"Yakin kesel? Nanti malem ngamuk ngamuk kalo gak di peluk," ucap Kavin. Memang kebiasaan Ashel selalu ingin dipeluk ketika tertidur. Ini sudah menjadi kebiasaan lamanya.


"Udah ah, kesel sama kamu. Gak mau sama kamu," ucap Ashel. Ia pun menggeserkan tubuh suaminya agar menjauh darinya. Ia pun bangun dan pergi dari kamar miliknya meninggalkan suaminya. Kavin tentu saja ikut bangun dan mengejar istrinya. Ia masih harus berusaha untuk membujuk istrinya itu. Bisa bisa nanti malam ia tidak kelon*n dengannya.


Ashel berjalan menuju dapur. Dia lapar. Dan rasanya ia ingin sekali makan makanan manis. Mungkin ia akan mencari sesuatu untuk ia makan.


Sesampainya di dapur, Ashel membuka lemari es besar miliknya. Disana ada banyak buah buahan miliknya namun ia tidak ingin memakan itu. Ashel kembali menutupnya dan melihat ke lemari harta karunnya. Isinya hanya ciki dan beberapa snack ringan lainnya. Ashel memanyunkan bibirnya saat tidak menemukan makanan yang ia mau.


Sedangkan Kavin diam memperhatikan istrinya yang entah sedang mencari apa. Ia menyandarkan tubuhnya ke tembok yang ada di sebelahnya. Menyenangkan juga melihat istrinya seperti itu.


Ashel sendiri mengedarkan pandangannya ke sekitaran dapur. Ia teringat tentang labu yang diberikan penjual buah kemarin. Sepertinya membuat kolak labu enak juga. Ia pun segera mengecek gula merah di tempatnya dan ada.


"Oke baby, mami bikin kolak ya buat kamu," ucap Ashel. Ia mengelus perutnya. Kavin tersenyum kecil melihat tingkah lucu istrinya yang tengah mengajak anak mereka berbicara.


"Mau bikin apa hm?" Tanya Kavin. Ia mendekat ke arah istrinya.


"Kolak mas. Kalo beli gak ada disini, adanya di Bandung," ucap Ashel.


"Kenapa gak suruh maid aja? Mending kamu kelon sama mas," ucap Kavin.


"Gak mau mas. Maid mana tahu kolak apa, nanti malah gak sesuai sama yang aku mau," ucap Ashel.


"Ya udah. Papi bantu sini. Mau di bantuin apa?" Tawar Kavin. Ia tidak akan membiarkan istrinya memasak sendirian. Mungkin ini juga mau anaknya yang berada di perut istrinya.


"Papi masak air aja sana, kalo udah mendidih masukin semua gula merah sama gula pasir. Gula pasirnya tida sendok aja," ucap Ashel.


Cup..


"Oke mami sayang," ucap Kavin. Sempat sempatnya pria itu mencuri kecupan bas*h di telinga sang istri. Ashel hanya diam saja, ia sudah terbiasa dengan sikap suaminya yang mesum. Akibat kemesuman suaminya itu kini ia tengah mengandung anak mereka.

__ADS_1


Sedangkan Ashel, wanita itu mengupas dan memotong motong labu berbentuk kotak kecil. Sayangnya disini tidak ada pisang untuk membuat kolak. Jadi ya sudah labu saja.


Kavin sendiri sedang mengaduk air gula. Ia menunggu perintah selanjutnya dari istrinya.


"Mas, masukin labu ini terus tutup aja gak usah di aduk terus," ucap Ashel. Kavin pun menurut dan melakukan apa yang diperintahkan oleh istrinya.


"Habis ini di apain?" Tanya Kavin.


"Biarin aja, nanti matang sendiri. Apinya jangan gede, sedang aja," ucap Ashel.


"Oke mami."


Setelah semuanya berada di panci. Kedua pasutri itu masih diam di dapur. Dari pada diam diam seperti ini, lebih baik Kavin mengganggu istrinya saja, begitu pikirnya.


Ia pun menggendong tubuh istrinya dan mendudukannya diatas meja pantri. Ashel sendiri mengalungkan tangannya pada leher suaminya. Padahal tadi ia ngambek pada Kavin, tapi sekarang Ashel dengan anteng memandangi wajah suaminya.


Hormon ibu hamil memang berubah ubah. Beruntung Kavin sudah terbiasa dengan sifat random istrinya.


"Kamu mau pulang ke Indonesia atau ke negara lain buat liburan nanti? Bentar lagi kamu ujian kan?" Tanya Kavin.


"Boleh sayang. Nanti kamu boleh makan apa aja yang kamu mau asal jangan yang pedes. Kurangi ya? Kasihan si baby," ucap Kavin.


"Iya papi. Aku udah jarang makan pedes kok sekarang. Kalo lagi kepengen aja baru makan, itu pun gak pedes pedes banget," ucap Ashel.


"Good girl. Papi seneng deh, boleh kan malam ini?" Tanya Kavin. Ia menaik turunkan alisnya menggoda sang istri.


"Aku lagi hamil mas. Kita gak boleh sering sering berhubungan intim. Kasihan si baby," ucap Ashel.


"Aku keluarin di luar," ucap Kavin.


"Ya tetep aja kasihan mas. Kamu kan kalo udah main gak mau berhenti," ucap Ashel.


"Yah, padahal lagi pengen banget loh," ucap Kavin.

__ADS_1


"Gimana ya?" Ucap Ashel. Ia nampak berpikir tentang permintaan suaminya ini. Sebenarnya ia kasihan namun ia juga tidak boleh egois. Kasihan anak mereka jika mereka terus melakukan hubungan itu.


"Ayok lah yang. Kita kan belum nyobain main di mobil sama di kolam berenang. Mas pengen banget loh nyoba di tempat lain kayak gitu," ucap Kavin.


"Yakali mas di mobil, sempit. Gak leluasan juga. Kamu aneh aneh kalo ada maunya," ucap Ashel.


"Ya kan nyoba cinta ku," ucap Kavin.


"Udah ah, aku mau makan kolaknya dulu. Kayaknya udah mateng," ucap Ashel. Ia pun meminta turun dari meja pantri.


Ashel menuangkan kolak itu ke dalam dua mangkuk. Untuknya dan untuk suaminya. Ia juga menambahkan santan instan yang siap pakai.


"Awas panas. Biar mas aja yang bawa," ucap Kavin. Ashel pun mundur saat suaminya akan mengambil mangkuk itu. Ashel meminta suaminya membawa mangkuk itu ke depan sofa meja tv.


Kavin pun meniup niup kolak itu kemudian menyuapi istrinya.


"Biar aku makan sendiri aja mas. Mas makan punya mas," ucap Ashel.


"Enggak. Kamu dulu yang makan, baru mas. Mas juga bisa makan dari mangkuk kamu kalo mau," ucap Kavin.


"Sweet deh papinya baby. Jadi cinta deh," ucap Ashel.


"Kalo cinta, ya harus mau kalo diajak bercinta. Jangan nolak. Gak enak loh yang main solo, enakan kalo maim sama kamu," ucap Kavin. Ia memang pernah beberapa kali bermain solo saat istrinya tengah menstruasi. Rasanya tidak enak sekali. Jadi Kavin tetap meminta bantuan istrinya untuk mencapai kepuasannya.


"Iya nanti kita bercinta, tapi makan dulu. Puas?" Tanya Ashel.


"Belum puas lah yang. Kan belum masukin kamu," ucap Kavin.


"Kenapa sih kamu suka banget berhubungan intim? Kan cape mas," tanya Ashel. Ia memang sudah dari lama ingin bertanya seperti ini pada suaminya. Ia memang sangat penasaran dengan hal itu. Kenapa suaminya ini sangat liar padanya.


"Yang, kamu tahu kan sudah sejak lama aku gak konsumsi obat itu? Anggaplah kamu pengganti obat itu buat obatin hyper s*x aku," ucap Kavin.


__ADS_1


Tbc.


Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_


__ADS_2