My Little Wife

My Little Wife
Bab 226 : Pernyataan Nando


__ADS_3

Sebelum baca lebih baik vote dulu deh terus komen gitu biar aku semangat up nyaaa.


.


.


.


Happy reading♡


Kembali lagi ke hari senin. Rasanya sangat cepat sekali. Padahal dari hari senin ke minggu begitu lama sedangkan dari hari minggu ke senin begitu singkat.


Ashel dengan malas berjalan masuk ke dalam kelasnya. Disana sudah ada Ayu dan Nando. Mereka sedang bercerita. Namun entah apa yang mereka bahas Ashel tidak tahu.


Ashel menyimpan tasnya diatas meja kemudian menelungkupkan wajahnya.


Sangat tidak bersemangat sekali.


"Baru dateng udah di tekuk aje tu muka. Ngape lu?" Tanya Ayu.


"Gak papa. Cuma males aja hari ini masuk kuliah," ucap Ashel.


"Ya mau gimana lagi. Kita kan sekarang mahasiswi ya harus kuliah lah njir," ucap Ayu.


Ashel menganggukan kepalanya. Ini juga pilihannya dan ia harus menjalaninya.


"Kalian kangen gak sih sama Didi sama Ajeng. Biasanya mereka berdua yang paling rusuh diantara kita semua. Tapi sayangnya kita harus berjauhan sama mereka karena jarak juga," ucap Nando.


"Iya bener Nan. Biasanya Ajeng banyak bacot. Bikin suasana jadi heboh. Kangen masa SMA gue," ucap Ayu.


"Kangen masa SMA atau kangen sama Dimas lo?" Tanya Rafello tiba tiba. Ia baru saja datang namun sudah menyerobot berbicara.


"Cangkeman mu memang minta di-"


"Dicipok Yu. Kayak kemaren," ucap Rafello memotong ucapan Ayu.


Ashel yang mendengarnya pun menaikan kepalanya dan menatap ke arah Ayu dan Rafello.


"Gak Shel, dia bohong. Kita gak ciuman," ucap Ayu was was.


"Lah? Emang gue ada nanya?" Tanya Ashel.


Damn it.


Ayu gelagapan sendiri.


Karena terlalu gugup ia jadi nyerocos berbicara.


"Kayaknya lo emang beneran kissing ya sama dia Yu? Kok mendadak gugup," ucap Nando.


"ENGGAK NANDO. APAAN SIH JANGAN FITNAH," ucap Ayu ngegas.

__ADS_1


"Diem anjir, malu noh diliatin yang lain," ucap Ashel.


Ayu cengengesan dan mengucapkan sorry pada teman temannya yang terganggu karena ucapannya yang cukup keras tadi. Beruntung dia mengucapkannya dalam bahasa Indonesia jadi mereka tidak akan mengerti.


"Jangan munafik babe, gue cip*k lo disini tahu rasa," ucap Rafello.


Ayu geram karena Rafello terus berucap seperti itu. Ia pun menarik tangan Rafello untuk ia ajak bicara menjauh sedikit dari Ashel dan Nando.


"Gue tebak mereka bentar lagi jadian," ucap Ashel.


Nando menganggukan kepalanya.


"Oh iya Shel, ada yang mau gue omongin sama lo. Penting," ucap Nando.


"Ngomong aja," ucap Ashel.


"Gak bisa disini. Kalo bisa abis pulang kuliah gue mau ngobrol sebentar sama lo. Sebenarnya udah dari lama sih gue mau ngomong ini cuma gue gak berani aja, gimana?" Tanya Nando.


"Boleh tapi gak bisa lama lama," ucap Ashel.


"Oke."


***


Kavin baru saja selesai dengan meeting pertamanya hari ini. Ia kembali ke ruangannya untuk makan karena memang sangat lapar sekali.


Padahal tadi pagi ia sudah makan banyak sebab Ashel memasak makanan untuknya. Ia sampai nambah tiga kali.


Kavin melirik jam rolex di pergelangan tangannya. Kalo tidak salah saat ini juga istrinya sedang istirahat. Kavin mengambil tablet miliknya dan menelepon istrinya.


Sambungan panggilan video pun tersambung. Nampak wajah Ashel yang tengah serius makan terpampang jelas di depan layar tablet.


"Makan apa kamu yang? Lahap bener," tanya Kavin.


"Tahu gak mas, disini ada yang jualan kayak baso gitu. Makannya aku sama Ayu kesini cepet cepet. Dan bener aja, ya meskipun rasanya cukup beda tapi gak papa. Soalnya aku kepengen banget makan ini," ucap Ashel di sebrang sana.


Ia mengangkat sendok miliknya yang berisi gerindilan baso yang sudah ia potong potong.


"Kenapa gak bilang? Kan aku bisa suruh Jonathan untuk carikan baso yang kamu mau," ucap Kavin. Ia juga mulai memakan makannya.


"Gak usah. Makanan yang aku mau banyaknya di Indonesia semua. Tahu gak mas, baso semangkok ini mahal banget. Untung aja kamu kasih uang yang banyak jadi aku gak perlu khawatir uangnya kurang," ucap Ashel.


"Kalo kurang yang tinggal telpon Josh suruh anterin kamu uang. Atau mungkin di transfer langsung dari sini," ucap Kavin.


"Gak mau mas. Kasihan. Dia juga banyak kerjaan," ucap Ashel.


Kavin sangat menikmati makanannya terlebih ia melihat istrinya meskipun melalui sambungan panggilan video, namun itu sudah lebih dari cukup.


"Oh iya mas, nanti aku ijin bicara sama Nando boleh? Cuma sebentar aja kok, katanya penting. Gimana?" Tanya Ashel.


Kavin yang mendengarnya menautkan kedua alisnya. Apa mungkin bocah itu akan menyatakan perasaannya?

__ADS_1


"Mas kok diem? Gak boleh ya?" Tanya Ashel.


Kavin berdehem dan melirik ke arah istrinya yang nampak serius bertanya.


"Boleh, tapi jangan lama. Nanti kamu dijemput Jonathan. Kamu ke kantor aku dulu," ucap Kavin.


"Sayang deh sama suami. Makasih ya, aku tutup dulu panggilannya. Mau lanjut makan," ucap Ashel.


"Iya. Have a nice day my wife," ucap Kavin.


Panggilan pun terputus. Kavin menekan tombol yang ada di sebelah mejanya yang terhubung langsung dengan Josh. Josh dengan cekatan langsung masuk ke dalam ruangan.


"Awasi istriku saat ini juga. Laporkan semua kegiatannya dan aktifkan penyadap suara di ponselnya," ucap Kavin. Josh pun mengangguk patuh dan melaksanakan perintah atasannya.


***


Akhirnya waktu yang ditunggu tunggu Nando tiba. Sejak beberapa hari yang lalu ia memikirkan ini dan akhirnya ia sudah mengambil keputusannya sendiri.


Saat ini ia sudah duduk bersama dengan Ashel di salah satu kursi kayu yang tersedia disana.


"Mau bicara apa Nan?" Tanya Ashel.


"Sebelumnya gue mau minta maaf karena sejak gue tahu lo udah nikah, gue selalu berusaha rebut lo dari suami lo," ucap Nando.


"Maksudnya?" Tanya Ashel.


"Gue suka sama lo Shel. Jauh sebelum gue jadi osis buat gantiin posisi lo. Waktu itu lo inget gak kalo gue pernah bilang kalo gue sengaja sekolah ke Bandung buat kejar cewek yang gue suka. Dan itu lo," ucap Nando membuat Ashel terdiam. Ia speechless mendengarnya.


"Tapi gue udah nikah. Dan kenapa lo baru bilang?"


"Salahnya gue disana. Gue terlalu takut buat bilang kalo gue suka sama lo. Tapi lo tenang aja, gue suka bahkan cinta dan sayang sama lo tapi gue gak mungkin rusak kebahagiaan lo sama suami lo sekarang. Tujuan gue bilang kayak gini supaya perasaan gue lega," ucap Nando.


"Sorry Nan. Selama gue kenal sama lo, gue gak pernah sedikit pun punya perasaan lebih. Tapi makasih lo udah suka sama gue dan maaf gue gak bisa bales perasaan lo."


"Its okay gue paham. Tuhan emang gak kasih takdir buat gue sama lo bersatu. Tapi dengan kenal sama lo juga gue udah seneng banget."


"Tapi Nan, apa sebelumnya gue kenal sama lo? Kenapa lo sampe harus jauh jauh pindah ke Bandung buat kejar gue? Setahu gue lo asli Jakarta," tanya Ashel.



...Kapin cakep banget helllppp...


Tbc.


Dudidammmmm..


Akhirnya Nando menyerah. Kasian Nando sadboy.


Mana nii yang kemarin kemarin suka hujat dia wkwk. Nando baik kok aslinya.


Nexttt, Nando bakalan ungkap semuanya. Tapi sabar ya guysss wkwkwk

__ADS_1


KALO ADA TYP MAAPIN. ITU SALAH KEYBOARD BUKAN SALAH AUTHOR WKWKW


__ADS_2