
Happy reading♡
Liam yang baru saja selesai mandi langsung naik pitam saat mendengar jika Ashel kabur. Saat itu juga ia memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Beruntung ia juga memiliki jet pribadi. Jadi kapan pun ia mau pulang, ia bisa pulang hari itu juga.
Adam sudah terbiasa dengan teriakan Liam padanya. Ia hanya diam dan menuruti ucapan Liam. Saat ini mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju ke bandara. Beruntung Adam bisa cepat menyiapkan jet Liam.
Liam berangkat begitu saja tanpa memikirkan masalah perusahaannya. Seharusnya besok ia menghadiri lagi pertemuan penting. Baru saja Liam mendapatkan kabar itu sebelum ia mendapat kabar Ashel kabur.
Liam yang tadinya tidak akan pulang besok karena pekerjaan, terpaksa pulang karena wanitanya kabur. Ia terus menyumpahi bodyguard bodyguardnya yang tidak becus. Padahal mereka hanya diminta untuk menjaga seorang wanita. Apalagi wanita itu sedang hamil, sangat mungkin jika Ashel kesulitan bergerak.
"Adam, siapkan tempat untuk mengkuliti mereka yfng tidak becus dalam bekerja. Aku akan mengkuliti mereka satu satu," ucap Liam.
"Baik tuan." Adam bergetar mendengar perintah Liam. Sepertinya laki laki ini sudah gila. Adam tetap mengiyakan permintaan itu namun bukannya menyiapkan tempat yang diinginkan Liam, ia malah melaporkan hal ini pada Liando, ayah Liam. Bagaimana pun se-setia apapun Adam pada Liam, jika ia semena mena pada bawahannya ia tetap tidak suka. Sudah berapa puluh nyawa melayang akibat ulah Liam.
Liam dan Adam sampai ke bandara. Mereka berlari menuju pesawat. Butuh waktu cukup lama untuk sampai ke Indonesia, apalagi mereka harus transit dulu di Turki.
"Adam, aku tidak mau transit lama. Siapkan tiket untuk langsung sampai ke Indonesia," ucap Liam
"Maaf tuan, tapi tidak ada penerbangan diatas jam dua belas malam. Selain transit dan menunggu mesin pesawat mendingin. Kita tidak bisa apa apa lagi," ucap Adam.
"Apa kau mau aku kuliti juga hah?! Lakukan apapun agar aku bisa cepat sampai ke Indonesia. Aku rela menghabiskan semua uang ku untuk bisa cepat sampai ke Indonesia," ucap Liam dengan nada tinggi pada Adam.
Liam memang memiliki kelaian setelah kecelakaan yang ia alami dulu. Hanya keluarganya yang tahu hal itu.
***
__ADS_1
Ashel dan Nando cepat cepat berjalan dan masuk ke dalam mobil Nando yang sudah terparkir disana. Nando yang mengendarai mobilnya. Sejak tadi terus terdengar suara tembakan dari arah belakang mereka. Kaki Ashel juga terluka akibat tertusuk batu tajam saat ka turun dari atas speed bot. Namun ia tidak merasakan apapun.
Nando meminta Ashel memasang seatbelt miliknya karena ia akan mengebut. Bahkan kaca mobil belakang milik Nando sudah pecah. Para bodyguard itu juga langsung menaiki mobil. Karena Liam tidak hanya menempatkan bodyguard di pulau miliknya namun di dermaga juga.
Sialnya ban mobil Nando kempes karena tertembak tadi. Mau tak mau mereka pun menghentikan mobil dan keluar. Mereka berlari sekencang yang mereka bisa. Namun sayangnya larian Ashel tidak sekencang dulu. Saat ini ia sedang hamil, ia tidak bisa berlari cepat. Namun Nando tetap bersamanya.
Mereka berjalan cukup jauh, namun pastinya para bodyguard itu tetap mengejar mereka.
"Nan, perut gue keram. Gue udah gak bisa lari lagi," ucap Ashel.
"Shel, lo harus bisa. Ini demi kebaikan lo sama anak anak lo. Liam sekarang berbeda dengan Liam yang dulu, dia berubah Shel. Bisa bisa nyawa kalian yang jadi taruhan Liam kalo kalian ketangkep lagi," ucap Nando.
"Gue coba lagi. Tapi gue mohon, jangan cepet cepet. Perut gue sakit," ucap Ashel. Keringat mengucur banyak dari pelipisnya. Bahkan wajah Ashel sudah memerah akibat kecapean. Suhu tubuhnya juga jadi panas.
Nando dan Ashel tetap berlari. Nando berharap ada bantuan datang untuknya dan Ashel. Ia mencintai wanita ini dan ia akan selalu memastikan Ashel selamat. Nando tidak peduli dengan siapa Ashel sekarang, yang jelas ia tulus mencintai Ashel dan akan selalu berusaha menyelamatkannya ketika ia sedang dalam kesulitan.
Dorr...
Tubuh Ashel serasa melayang. Apalagi rasa terkejut itu membuat dirinya serasa akan pingsan. Ashel terjatuh dengan darah yang mengalir dari kakinya. Bagian betis Ashel terkena peluru itu.
"ANJI*G LO," umpat Nando pada pria di belakangnya.
"Shel, lo bisa jalan kan? Lo jalan pelan pelan aja. Sembunyi di balik pohon gede itu. Gue mau hajar pria banci itu," ucap Nando.
"Hati hati," ucap Ashel lemah. Nando mengangguk dan segera pergi mendekat ke arah bodyguard itu. Sedangkan Ashel berjalan tertatih. Kakinya mengeluarkan darah cukup banyak. Air matanya sudah tidak bisa ia bendung lagi. Meskipun kesakitan, sebagai seorang ibu ia harus melindungi anaknya. Ashel pun berjalan ke dekat kayu besar untuk sembunyi.
__ADS_1
Sedangkan Nando sudah beradu otot dengan bodyguard itu.
"LO ITU BANCI. BERANINYA NEMBAK CEWEK. DASAR ******!" umpat Nando. Ia seperti orang kesetanan saat memukuli bodyguard ini membabi buta. Bahkan ia tidak peduli jika bodyguard ini mati karenanya.
"BANGS*T. LO HARUS MATI," ucap Nando. Ashel mengintip dari balik pohon. Ia melihat jika ada beberapa bodyguard yang mendekat ke arahnya. Ashel ingin berteriak namun ia harus sembunyi.
Dor... dorr... dorrr....
Tiga tembakan meluncur ke arah Nando namun hanya dua tembakan yang mengenai tubuh Nando. Satu di bagian perut dan satunya lagi di bagian paha. Nando meringis keras. Ia pun terjatuh dan sudah tidak bisa melawan lagi.
Ashel menutup mulutnya melihat Nando yang terjatuh. Ia sangat takut sekali saat ini, apalagi ia kesakitan akibat tembakan di betisnya. Ashel menahan tangisnya. Mengapa hidupnya sangat dekat sekali dengan kematian?
Selama ini dia selalu baik dan tidak pernah berbuat jahat. Tapi kenapa banyak orang jahat yang selalu menggangu hidupnya? Ashel menangis dalam diam, ia tidak tahu harus berbuat apa selain memeluk anak anaknya. Ia berharap ada orang yang menyelamatkannya dan Nando baik baik saja. Ashel bukannya tidak ingin menemui Nando kesana, namun jika ia keluar dari sini, sudah pasti ia akan kembali di sekap dan Ashel tidak mau hal itu terjadi lagi.
Mengingat ucapan Nando tadi, Liam memang sepertinya sudah berubah. Ia sudah seperti psikopat. Ashel tidak tahu jika nanti ia tertangkap, Liam akan melakukan apa. Belum lagi Liam pernah bilang akan membu*uh anaknya.
Tiba tiba ada sebuah kaki yang berdiri di depannya. Ashel berjingkrak kaget dan melihat ke orang itu. Matanya membulat sempurna karena terkejut.
aku tunggu kalian di cerita ketiga aku. Mampir ya plissh. Klik profile aku aja, aku tunggu kalian pokoknya. Ceritanya gak kalah seru sama yg ini. Genre romance😊👍
kasian di gantung hueheueehu
Mampir juga ke ig akuuu :
__ADS_1
Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_
Tbc.