My Little Wife

My Little Wife
Bab 317 : Familly Party


__ADS_3

Happy reading♡


Ashel melotot melihat cincin yang dipasangkan suaminya pada jari manis tangan kanannya. Kenapa suaminya ini sangat mudah sekali mengeluarkan uang bermilyar milyar hanya untuk sebuah cincin?


Ashel sendiri sudah berhari hari memikirkan membeli cincin ini atau tidak karena harganya yang selangit. Tapi suaminya malah dengan entengnya membelinya. Bahkan Ashel tidak tahu kapan suaminya membeli cincin ini.


"Udah mami, santai aja. Cincin itu gak ada harganya sama kebahagiaan kamu. Uang bisa dicari lagi sayang," ucap Kavin. Ia memeluk tubuh istrinya dan mengecup keningnya.


Ashel sama sekali tidak bisa berkata kata. Ia sungguh bersyukur sekali memiliki suami yang sangat baik dan penyayang seperti Kavin. Mungkin ini semua adalah jawaban kebahagiaan yang tuhan berikan padanya setelah beberapa tahun lalu yang sulit.


Mulai dari pelakor seperti Nadine, penculikan bahkan rencana pembunuhan yang dilakukan oleh Dona, sampai beberapa bulan yang lalu Liam ikutan berulah. Akibat ulah Liam, banyak orang yang mengalami kerugian baik secara material atau pun fisik.


Yang lebih parahnya lagi, Liam dengan tega menyuruh anak buahnya untuk menghabisi Nando. Adik kembarnya. Tapi beruntung sekarang Nando sedang dalam tahap pemulihan dan dia terpaksa mengambil home scolling agar bisa lulus bersama dengan Ashel dan yang lainnya. Namun ternyata Ashel lebih dulu lulus dari pada mereka.


Beberapa menit berlalu akhirnya semua keluarga sampai di restoran mahal milik Kavin. Mereka semua keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam restoran. Para pelayan dengan hormat menundukan kepalanya saat melihat bos mereka datang bersama keluarganya.


"Vvip," ucap Kavin.


"Baik tuan, ayo ikuti saya," ucap manager restoran.


"Ma, pa, yah, bun, sama kalian berdua, kalian duluan masuk ke ruangan khusus. Aku ada urusan dulu disini dan istri ku ikut dengan ku," ucap Kavin.


"Baik. Cepatlah bergabung," ucap Faraz. Kavin hanya mengangguk sekilas dan pergi membawa istrinya ke ruangan lain.


"Kita mau kemana mas? Kok pisah?" Tanya Ashel.


"Ada yang mau ketemu sama kamu sayang. Aku udah nolak dia, tapi dia tetep maksa dan akhirnya aku gak tega jadi aku iyakan saja. Tapi dengan syarat aku menemani kamu ketika kalian bertemu," ucap Kavin.


Ashel mengernyit. "Siapa memangnya mas?" Tanyanya.

__ADS_1


"Tuan Martha, ayah dari Nadine," ucap Kavin saat mereka sudah sampai di meja Martha.


Ashel melirik ke arah meja di depannya. Disana memang ada seorang pria paruh baya yang rambutnya sudah mulai memutih. Dari wajahnya, memang sangat mirip dengan Nadine.


"Akhirnya kita bertemu, nyonya Kavinder," ucap Martha.


Ashel hanya tersenyum tipis dan mengangguk. Sedangkan Kavin tetap dengan wajah datarnya. Ia menarik kursi untuk duduk istrinya.


"Sebelumnya terimakasih tuan Kavinder karena sudah mau mempertemukan saya dengan istri anda. Maksud keinginan saya bertemu dengan istri anda tidak lain adalah untuk meminta maaf karena semua perilaku anak saya, Nadine. Saya sudah tahu semua kelicikan yang dilakukan oleh anak saya. Untuk itu saya meminta maaf kepada anda," jelas Martha.


"Itu semua sudah berlalu pak. Lagi pula sekarang saya sudah melupakan semua kejadian itu. Tapi selama ini saya tidak melihat Nadine, dia kemana?" Tanya Ashel.


"Tiga tahun yang lalu saya menemukan anak saya sedang berjalan jalan di trotoar jalan raya. Tampilannya sangat kacau. Dia bahkan tidak mengenali saya sebagai ayahnya. Bahkan saya harus menyuruh beberapa bodyguard untuk membawanya," jeda Martha.


"Setelah diperiksa oleh dokter, anak saya mengalami halusinasi yang berat bahkan dia sudah di diagnosis sakit jiwa. Dan ternyata, dia juga sudah dikotori oleh banyak pria. Entah pria mana saja yang sudah melakukan itu pada putri ku. Tapi mungkin ini semua balasan untuknya karena sudah mengganggu hidup anda bahkan hampir membunuh anda," jelas Martha.


"Lalu, dimana Nadine sekarang?" Tanya Ashel.


"Awalnya saya meminta dia di rawat di rumah saja. Mengingat dia juga sedang mengandung. Tapi ternyata tindakan saya salah, Nadine malah mencoba bunuh diri karena tidak adanya pengawasan ketat. Namun beruntungnya dia selamat hanya saja dia kehilangan bayinya," jelas Martha.


Ashel refleks memegang perutnya. Ternyata Nadine di gauli sampai dia hamil. Dan parahnya, entah bayi siapa itu karena terlalu banyak yang menggaulinya.


"Nadine sekarang di rawat di rumah sakit jiwa yang ada di pusat kota," sambungnya.


Saat Ashel akan kembali bertanya, Kavin menyela lebih dulu.


"Maaf tuan Martha, kami masih memiliki acara keluarga disini. Kami sudah terlalu lama meninggalkan mereka, jadi kami pamit duluan," ucap Kavin.


"Iya. Sekali lagi terimakasih tuan dan nyonya Kavinder," ucap Martha.

__ADS_1


Kavin hanya mengangguk sekilas dan meraih tangan istrinya untuk segera pergi dari sana. Takutnya pikiran istrinya ini terkontaminasi perkataan Martha dan akan mempengaruhi bayi bayinya.


Sesampainya di ruangan vvip yang ditempati keluarganya, beruntung Ashel tetap bersikap biasa dan tidak memperlihatkan gelagat aneh setelah mendengar cerita dari Martha.


Ini yang Kavin takutnya jika nantinya Ashel akan kepikiran masalah yang tidak penting. Nadine atau pun yang lainnya sama sekali tidak penting dalam kehidupannya atau pun kehidupan istrinya.


Mereka yang berusaha menghancurkan pernikahan Kavin dan Ashel hanyalah seonggok pasir hitam yang mengganggu. Dan tidak sepantasnya mereka mencampuri kehidupan keluarganya saat ini.


"Pokoknya nanti, mama sama bunda kamu bakalan nginep terus di mansion kalian. Pokoknya mama gak mau kalo sampe menantu mama ini kontraksi dan mama atau pun bundanya tidak disampingnya," ucap Sarah.


"Iya itu benar. Dan untuk para suami, kalian harus tetal tinggal di mansion kalian. Sesekali boleh lah ke mansion anak anak. Bener gak Sar?" Tanya Anna.


"Yups, aku sama Anna mau quality time waktu kita sahabatan dulu tanpa adanya gangguan dari para suami. Jadi pak suami, tolong mengerti ya," ucap Sarah.


"Gak bisa. Bunda gak bisa gitu. Malam bunda di mansion ayah nanti paginya ayah anter ke mansion anak anak," ucap Adi tidak terima.


"Mama juga. Gak usah ngadi ngadi ya, nanti papa jajan diluar mama marah," ucap Faraz.


"Nah itu bund bener apa yang diucapkan Faraz," ucap Adi.


"Ya kalian tinggal jajan aja di luar. Aku sama Sarah bisa kok jajan juga di luar biar sekalian kita cari berondong. Bener gak Sar?" Tanya Anna membuat Adi kepanasan.


"Bunda mah gitu," gerutu Adi. Sedangkan Faraz hanya mengusap dadanya dengan sabar. Ashel dan Kavin hanya saling pandang kemudian terdiam.


Tbc.


mampir ke cerita baru aku. Klik profile ajaaa


__ADS_1


__ADS_2