My Little Wife

My Little Wife
Bab 347 : Shopping With Baby's


__ADS_3

Happy reading♡


Persiapan untuk ulang tahun Kai, Ling dan Briella pun sudah siap. Pihak dekor sudah mulai menghubungi Ashel mengenai konspenya, namun Ashel tetap meminta konsep awal. Tidak perlu yang mewah. Lebih baik biasa saja namun berkesan.


Acara Ashel dan Lupita untuk belanja pun akhirnya terlaksana hari ini. Sekitar pukul sepuluh pagi Lupita sudah menghubunginya jika dia sudah berada di mall yang dimaksud Ashel. Ashel sendiri masih dalam perjalanan. Ia ditemani suaminya. Begitu juga Lupita yang ditemani Ardian.


Sekitar lima menit berlalu sejak Lupita menghubunginya, Ashel dan Kavin sampai di mall itu. Mereka keluar dari dalam mobil. Kavin berjalan menuju bagasi untuk mengeluarkan stroler bayinya sementara Ashel mengeluarkan bayinya satu per satu dari dalam mobil.


Kai diletakan paling depan, Briella di barisan kedua dan Ling di barisan ketiga. Stroler yang dibawa kali ini memang bentuknya memanjang ke belakang. Sementara untuk perlengkapan baby's disimpan dibawah stroler mereka.


"Udah yang?" Tanya Kavin.


"Udah yuk," ucap Ashel. Mereka berdua pun berjalan bersampingan. Ashel mengaitkan tangannya pada suaminya sedangkan Kavin mendorong stroler baby's.


"Tadi kak Lupita bilang dia di depan store baby," ucap Ashel.


"Ya udah kita kesana sekalian beli baju baby's. Biar nanti kalo mau pulang ke Indo gak perlu repot belanja lagi," ucap Kavin.


"Oke sayang. Itu urusan aku, urusan kamu ya urusin baby's," ucap Ashel.


"Jatah gak boleh enggak nanti malam tapi," ucap Kavin.


"Astaga mas, untung aku cinta sama kamu," ucap Ashel tertawa. Kavin sendiri hanya tersenyum.


Saat mereka masuk ke dalam mall, seperti biasa mereka akan jadi sorotan. Tentu saja, Kavin terkenal disana bahkan dimana mana. Setiap hari berita selalu tranding tentang Kavin dan perusahaannya. Bahkan kini anak anak mereka juga disorot. Namun Kavin dengan tegas akan menutup perusahaan mereka yang berani mengambil gambar anak anaknya dan menguploadnya di sosial media.


"Bang, kak Lupi," panggil Ashel.


"Hai," sapa Lupita.


"Lama ya? Maafin," ucap Ashel.


"Enggak. Kita baru sampe disini juga kok. Tadi sempet keliling sebentar," ucap Lupita. Ardian sendiri sudah beralih pada si cantik Briella.


"Kak, aku mau kesini dulu. Kakak mau ikut?" Tanya Ashel.

__ADS_1


"Boleh dong. Ayo," ucap Lupita. Mereka berdua pun masuk ke dalam store baby's. Store ini sering di datangi oleh Ashel juga. Jadi dia sudah kenal dengan pelayan dan pemilik tokonya.


Sementara Kavin dan Ardian berjalan bersama. Mereka mengikuti para wanita yang ada di depannya.


"Tips bikin anak kembar," ucap Ardian.


"Itu takdir. Gak ada tips khusus," ucap Kavin.


"Pelit lo," ucap Ardian.


"Sering aja bikin anak, nanti kalo udah takdirnya kembar ya lo dapet lah," ucap Kavin.


"Tapi, kapan lo bakalan nikahin Lupita? Lo gak kasihan tiap malem lo tusuk tapi gak lo iket orangnya? Dia cewek bro, butuh kepastian. Saran aja, kalo lo cuma main main mending jangan sejauh ini," ucap Kavin. Ardian diam, ia tidak mau membalas ucapan Kavin.


Memang beberapa hari yang lalu dia dan Lupita sempat bertengkar soal ini. Lupita meminta kepastian pada Ardian, mengingat pria itu yang mengambil virginnya. Namun Ardian tidak memberikan jawaban, pria itu malah kembali meny*tubuhi Lupita secara paksa.


Ardian masih senang menjalani hubungan seperti ini. Entah akhirnya akan seperti apa.


"Kamu belanja banyak banget Shel," ucap Lupita.


Ashel cukup banyak membeli baju. Masing masing bayi dibelikan lima set baju. Kebanyakan baju Briella. Karena lucu dan modelnya bagus jadi Ashel memasukannya ke dalam trolinya.


"Mas aku kalap. Gak papa?" Tanya Ashel.


"Gak papa, tapi inget yang tadi aku minta," ucap Kavin.


"Iya."


Kavin tersenyum kecil ketika mendengar nada ketus keluar dari mulut istrinya. Baby's sendiri anteng dengan mainannnya. Sementara Briella, gadis kecil itu tidak mau turun dari pangkuan Ardian.


Setelah cukup lama memilih, akhirnya Ashel pun selesai belanja. Ia meminta Kavin membayarnya. Namun Kavin justru malah memberikan dompetnya.


"Bayar sendiri gak papa? Aku suka males sama kasirnya," ucap Kavin.


"Iya gak papa," ucap Ashel. Ia menahan tawanya mengingat cerita suaminya. Waktu itu Kavin diminta Ashel untuk membayar semua belanjaannya, namun bukannya mendapatkan pelayanan yang baik, Kavin justru malah digoda oleh pelayan yang ada di kasir. Dan Kavin sangat tidak suka hal itu. Jadi dia selalu meminta istrinya sendiri yang membayarnya. Atau kadang kadang ia meminta ditemani.

__ADS_1


Setelah selesai belanja perlengkapan baby's, Kavin menelepon bawahannya untuk membawa barang barang ini.


"Mas, laper gak? Kita makan dulu aja yuk," ajak Ashel. Kavin menganggukan kepalanya.


"Abang juga laper, yaudah ayo makan aja dulu," ucap Ardian.


"Western, Asia, atau Jepang?" Tanya Ashel.


"Jepang aja gimana?" Usul Lupita.


"Boleh banget," ucap Ashel.


"Hm, maunya dia itu sayang," ucap Ardian. Ia merangkul bahu Lupita dan berjalan lebih dulu dibandingkan dengan Ashel dan Kavin.


"Mas, mereka udah cocok ya punya anak. Lihat tuh," ucap Ashel.


"Udah, tapi Ardian cuma mau cocok tanamnya aja. Metik buahnya gak mau dia," ucap Kavin. Ashel tentu saja mengerti maksudnya apa.


"Kasihan juga kalo kak Lupita cuma dijadiin budak sek* sama abang. Tapi aku gak bakalan biarin hal itu terjadi," ucap Ashel. Mereka berjalan bergandengan sembari mendorong stroler.


"Tadi Ardian sih nanya gimana caranya punya anak kembar. Kayaknya dia emang udah mau serius tapi gak tahu juga," ucap Kavin.


"Ya semoga aja abang cepet nikahin kak Lupi. Kasihan, dia baik soalnya," ucap Ashel.


Mereka pun masuk ke salah satu restoran Jepang yang ada di mall itu. Ardian dan Lupita sudah duduk di meja yang kosong begitu juga dengan Ashel dan Kavin.


Pelayan menawarkan kursi untuk bayi bayi mereka namun Ashel menolaknya karena di stroler mereka juga sudah ada mejanya.


Mereka memesan makanan masing masing. Ashel selalu memesan sushi dan juga udang tempura beserta chicken katsu. Kavin sendiri memesan nasi goreng kimchi begitu juga dengan Ardian. Sedangkan Lupita memesan sashimi dan kimbap.


Mereka menunggu pesanan tiba. Ashel memberikan makan dulu kepada ketiga anaknya agar nanti mereka anteng ketika Ashel makan. Makanan ini sengaja ia bawa dari rumah dan disimpan di wadah khusus yang masih hangat sampai saat ini. Ashel selalu menyiapkan mp-asi untuk bayi bayinya. Ia membuatnya sendiri.



Tbc.

__ADS_1


__ADS_2