
Happy reading♡
Kavin baru saja keluar dari dalam ruang meeting. Waktu sudah menunjukan pukul satu siang namun ia masih belum menerima kabar pesan dari istrinya.
"Tuan," panggil Josh.
Kavin menolehkan atensinya ke arah Josh yang berada di belakangnya. Josh memberikan sebuah tablet pada Kavin.
Di dalam tablet itu ada satu titik merah. Kavin melihatnya dengan jelas dimana titik merah itu berada.
"Kita ke tempat itu sekarang juga. Batalkan semua jadwal ku sampai nanti malam," ucap Kavin.
Josh pun mengangguk patuh dan langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh Kavin.
Kavin tadinya ingin beristirahat sebentar di ruangannya. Namun setelah melihat isi tablet yang diberikan Josh, ia jadi mengurungkan niatnya. Ia ingin segera sampai disana.
Kavin masuk ke dalam mobil sport miliknya. Setelah Kavin masuk, mobil langsung melaju cepat menuju ke titik dimana lokasi istrinya sekarang berada.
Ya, Kavin sengaja mengaktifkan gps di ponsel istrinya. Tentunya tanpa sepengetahuan istrinya itu.
***
Ashel mematung di tempatnya. Ia tidak perlu bertanya lagi siapa yang mencekal tangannya. Dari suara dan aroma yang menguar dari tubuh pria itu, ia sudah bisa menebaknya.
"Josh, antarkan sahabat istri ku ke rumahnya. Kalian pulang duluan. Aku ada keperluan lain dengan istriku di villa ini," ucap Kavin.
"Baik tuan," Josh mengangguk patuh dan mengajak Ayu pergi namun Ashel menahannya.
"Mas, jangan gitu dong. Biarin aku pulang sama Ayu, dia kesini sama aku," ucap Ashel.
"Sssttt, sahabat kamu akan baik baik saja. Seharusnya sekarang kamu mengkhawatirkan nasib mu sayang," bisik Kavin. Ia pun mengangkat tubuh Ashel dan menendang pintu di depannya.
Ashel berontak meminta diturunkan oleh Kavin, namun Kavin tidak mendengarkannya. Ia malah masuk ke dalam villa itu.
Beberapa bodyguard langsung berpencar untuk menjaga villa ini. Sedangkan Josh harus mengantarkan Ayu.
"Maaf om, itu sahabat saya gak bakalan di apa apain kan sama suaminya? Ini bukan salah dia om," ucap Ayu namun Josh tidak menjawabnya. Ia mengkode pada Ayu untuk diam dan menuruti perintahnya untuk masuk ke dalam mobil.
Ayu hanya bisa menurut saja. Suami sahabatnya ini bukan orang sembarangan. Apapun bisa dilakukan olehnya.
__ADS_1
Ayu hanya bisa berharap jika Ashel baik baik saja.
Sedangkan Ashel, ia sudah dibanting ke atas kasur empuk oleh suaminya.
"Mas sakit. Kamu kok lempar aku," ucap Ashel.
"Salah sendiri pergi gak ijin sama suami. Kamu harus aku hukum sayang," ucap Kavin. Ia langsung menciumi Ashel dari banyak sisi. Bibir Ashel sudah tidak dapat terelakan lagi.
Ashel berusaha mengimbangi permainan suaminya. Ciumannya memang tidak agresif, namun tetap saja Ashel kewalahan.
"T-tungu m-mas," ucap Ashel. Ia menepuk nepuk bahu suaminya agar melepaskan ciumannya. Namun Kavin tidak mendengarkannya.
Cukup lama Kavin ******* bibir istrinya. Ia pun melepaskannya karena tahu jika istrinya sudah kehabisan stok oksigen.
Ashel yang berada di bawah kukungan suaminya terdiam. Ia sibuk mengatur nafasnya namun matanya menatap mata tajam suaminya.
"Kenapa kamu bisa nyasar ke villa ini?" Tanya Kavin.
"Aku cuma main mas. Gak tahunya nemu villa bagus ini," alibi Ashel. Ia berharap jika suaminya ini percaya padanya.
"Kamu suka villa ini?" Tanya Kavin. Ashel hanya menganggukan kepalanya. Sebenarnya ia tidak terlalu suka villa ini, villa ini cukup menyeramkan apalagi letaknya berada jauh dari kawasan ramai.
"Enggak mas. Gak usah, lagian kita juga kan akan menetap di Boston. Lusa kita berangkat kan?" Tanya Ashel. Kavin menganggukan kepalanya.
"Tapi aku gak yakin kalo kamu kesini cuma karena villa ini. Setahu aku, kamu tidak suka bangunan villa yang jauh dari pusat keramaian. Apalagi villa ini terletak cukup jauh dari khalayak ramai," ucap Kavin.
Damn it!
Bagaimana bisa Kavin mengetahui hal ini?
Bisa bisa Ashel habis saat ini juga.
"Kamu diam berarti benar, ada yang kamu sembunyikan dari aku," ucap Kavin.
"E-enggak gitu mas. Kamu jangan salah paham," ucap Ashel.
Kavin tersenyum smirk. Sepertinya istri kecilnya ini memang sedang menyembunyikan sesuatu. Dari nada bicaranya juga terlihat seperti ketakukan akan ketahuan olehnya.
"Kamu tidak perlu memberitahunya, karena aku akan mencarinya sendiri," bisik Kavin. Ia pun kembali menyerang istrinya.
__ADS_1
Kavin tidak marah. Hanya saja ia ingin bermain main dengan istrinya ini. Dan mungkin istrinya ini harus diberikan hukuman olehnya agar istrinya ini tidak seperti ini lagi.
"M-mas," ucap Ashel tertahan saat Kavin mulai merem*s dadanya.
"Yeah, my wife," gumam Kavin. Perlahan kedua tangannya membuka kancing baju yang dikenakan istrinya. Namun mulutnya tetap aktif memag*t bibir istrinya. Agar dia tidak sadar jika Kavin sudah bergerak jauh.
Mata Kavin menggelap melihat pemandangan di depannya. Milik istrinya ini semakin besar dan berisi. Jelas saja karena setiap malam Kavin selalu memainkannya.
Tak menunggu lama lagi, Kavin langsung melahapnya. Menyusu layaknya bayi yang tengah kehausan. Sebelah tangannya lagi tidak ia biarkan menganggur. Tangannya bergerak aktif merem*s dada kiri istrinya.
"Jangan mencoba membohongi ku sayang, karena apapun yang kamu lakukan aku pasti akan mengetahuinya," ucap Kavin. Ia kembali menciumi tekuk dan leher Ashel. Disana juga ia membuat tanda tanda kepemilikan. Kali ini cukup banyak, tidak seperti biasanya. Ia bahkan membuatnya juga di dada istrinya.
Ashel terus mendes*h dan menger*ng karena perlakuan aktif tangan suaminya. Ia bahkan sampai meremas rambut suaminya untuk menyalurkan apa yang ia rasakan saat ini.
Ini gila, namun tubuh Ashel tidak dapat menolaknya. Sepertinya suaminya sudah tahu dimana saja titik titik sensitif dirinya.
***
Liam melempar barang barang yang ada di depannya. Ia kesal bahkan marah pada bawahannya. Padahal ini bukan kesalahan mereka.
Pasalanya ia kira Ashel akan menuju ke villa miliknya, namun ternyata salah. Setelah memasuki gerbang villa miliknya, Ashel kembali putar balik. Ia malah terus melaju menuju ke villa lain yang letaknya cukup jauh dari villa miliknya.
"SIAL*N."
"BAGAIMANA BISA DIA KEMBALI PUTAR ARAH DAN TIDAK MASUK KE DALAM KAWASAN VILLA MILIK KU?"
"ADAM, VILLA MILIK SIAPA YANG DIMASUKI ASHEL?" tanya Liam berteriak pada asistennya.
"Villa itu tidak diketahui pemiliknya tuan. Para pekerja disana sengaja menyembunyikan hal itu," ucap Adam.
Liam kembali mengamuk. Padahal ia sudah siap menyambut kekasih hatinya dan tidak akan ia biarkan lepas lagi.
Rencana Liam benar benar kacau. Jika saja Ashel masuk ke kawasan villanya, ia pasti akan langsung membawanya pergi jauh.
Tbc.
Gapapa, asel kapin udah halal. Tapu ya gitu, mereka belum gituan😭👌
__ADS_1
Kalo typ mapp yyy