
SALTO DULU🤸♀️
.
.
.
Happy reading♡
Semalam Ashel dihajar habis habisan oleh suaminya. Sepertinya suaminya ini memiliki dendam terpendam padanya, sebab semalam Ashel begitu kewalahan menghadapinya.
Ashel tidak akan mengira jika Kavin tidak akan berhenti begitu saja padahal dirinya sudah kelelahan sekali. Kavin seperti memiliki banyak stok energi si tubuhnya. Semalam, saat Ashel sudah tepar Kavin masih tetap mengagahinya sampai ia mencapai kepuasannya sendiri.
Ashel bergidik ngeri membayangkan hal semalam. Ia benar benar tidak habis pikir tapi semuanya memang sudah terjadi.
Pagi tadi ia hampir telat masuk kelas sebab Kavin tetap menahannya diatas kasur. Beruntung saja ia bisa lepas dan bergegas pergi dari rumah barunya itu. Ternyata disana juga sudah ada beberapa potong baju milik Kavin dan juga dress untuknya. Hanya dress, mau tak mau Ashel mengenakannya. Untung masih ada model dress biasa untuk sehari hari.
"Lemes banget muka lo, abis ngen ya sama laki lo?" Tanya Ayu.
"Mulut lo emang udah cukup bawa lo ke neraka Yu. Semenjak kenal Fello, mulut lo makin toxic," ucap Ashel.
"Yaelah, no toxic no asikk," ucap Ayu.
Ashel memutar bola matanya jengah. Tak habis fikir dengan sahabatnya ini. Toxicnya semakin menjadi jadi saja.
"Liburan semester nih Shel, lo pulang ke Indo gak? Atau honeymoon ke negara lain?" Tanya Ayu.
"Gatau juga, tanya mas Kavin dulu. Gue kayaknya hari ini pindah rumah juga," ucap Ashel.
"Pindah rumah? Kemana?" Tanya Ayu.
"Grand Mansion, satu jam dari sini," ucap Ashel membuat mata Ayu membulat. Itu mansion terbesar dan termahal yang sedang tranding dibicarakan oleh umum.
"D-demi S-shel?" Tanya Ayu.
"Demi? Demi apa maksudnya?" Tanya Ashel tak paham.
__ADS_1
"Lo serius tinggal di grand mansion itu. Mansion ini kan?" Tanya Ayu. Ia menunjukan sebuah foto yang ada di ponselnya pada Ashel.
Foto itu adalah foto depan mansion miliknya yang semalam sempat ia tinggali dengan suaminya.
Ashel menganggukan kepalanya, "Iya itu mansion gue. Bahkan semalam gue udah nginep disana. Tadi pagi aja hampir telat masuk soalnya kesiangan. Untung mas Kavin udah siapin baju lain di rumah itu."
Ayu menggelengkan kepalanya sembari bertepuk tangan. Amaze sekali dengan sahabatnya ini. Tidak pernah berpacaran sekalinya dapat spek tajir melintir seperti Kavin.
"Lo punya pelet apa sih nge? Kasih tahu gue lah biar gue juga bisa dapet suami ganteng kayak suami lo. Gak cuma ganteng, tapi juga tajir melintir. Pengen deh," ucap Ayu. Baru membayangkannya saja sudah membuat Ayu senyum senyum sendiri.
"Makanya jangan stuck sama Dimas terus Yu. Coba deh lo gak usah blok semua sosmed dia. Katanya udah move dari dia tapi gak sanggup lihat dia bahagia sama cewek lain. Sesekali lo perlu anggap orang yang datang ke kehidupan lo. Karena apa, karena kehidupan lo gak melulu soal Dimas. Masih banyak kisah lain yang harus lo coba, tentunya dengan orang yang berbeda," ucap Ashel.
Ayu terdiam. Memang apa yang diucapkan oleh sahabatnya ini benar adanya. Ia memang sudah sejak lama memblokir nomor Dimas. Ia hanya tidak ingin sakit hati lagi melihat Dimas bahagia dengan wanita lain.
"Hei kakak ipar, kalo ngomong suka bener. Noh lihat besti lo sampe diam kayak gitu," ucap Rafello.
"Diem lo," sentak Ayu saat Rafello ikut nimbrung.
"Coba pelan pelan lupain Dimas. Gimana pun lo harus tetap menjalankan hidup lo. Lihat lebih luas, masih ada cowok yang lebih baik dari Dimas. Dan satu lagi, jangan pernah samain sifat dan sikap cowok yang coba deketin lo sama Dimas. Mereka pasti berbeda Yu," ucap Ashel.
***
Ayu menganga melihat isi mansion ini. Semua furniturenya sangat indah dan terlihat sangat mahal sekali.
"OMG SHEL, KOLAMNYA ANJIR. INI GUE PENGEN NYEBUR INI. GILA, RUMAH LO LUAS BANGET. LAPANGAN SEPAK BOLA YANG ADA DI BANDUNG AJA KALAH INI," teriak Ayu semangat. Ia terus masuk ke dalam rumah sahabatnya itu tanpa tahu malu. Peduli setan, ia sangat kepo dengan rumah sahabatnya ini.
Beberapa pelayan tadi sudah menyambut mereka di depan. Ashel meminta untuk menyiapkan makan siang sebab ada Ayu.
"Barang barang lo udah disini semua? Terus penthouse itu diapain?" Tanya Ayu.
"Ada bi Sati yang tinggal disana sekaligus jaga penthouse itu," ucap Ashel.
"Gila, berapa banyak sih aset suami lo? Apa mansion ini juga dikasih sama lo?" Tanya Ayu.
"Kan gue bilang ini hadiah ulang tahun dari dia. Katanya surat suratnya hari ini sampe dan harus gue tanda tangan," ucap Ashel.
"HAH GILA BANGET. PENGEN YA ALLAH PENGEN BANGET PUNYA JODOH SPEK SUAMI ASHEL. GANTENG, TAJIR, MANA PEMURAH HATI BANGET. KIRIMIN BUAT AYU YA PLEASE," doa Ayu cukup keras.
__ADS_1
"Ada Fello, Yu. Lo cuekin mulu," ucap Ashel.
"Dia mesum njing. Gue hampir di grep* grep* sama dia," ucap Ayu.
Ashel tertawa mendengarnya. Sudah tidak heran lagi sebab suaminya juga super mesum namun itu hanya berlaku pada dirinya.
"Tapi lo suka kan sama dia? Keliahatan soalnya dari sikap lo," ucap Ashel.
Ayu menolehlan kepalanya melihat ke arah Ashel. "Serius keliatan banget? Gue kan lagi jual mahal anjir."
Tawa Ashel semakin kencang. Padahal tadi ia hanya asal bicara. "Nah kan kemakan omongan sendiri."
"Lupain Dimas. Gue siap jadi suami yang lo mau," ucap Rafello yang entah kapan sudah berada disana.
"Anjin*. Manusianya muncul kan," gumam Ayu.
"Gak usah ngumpat sayang, Fello disini," ucap Rafello. Ia ikut duduk bergabung dengan Ashel dan Ayu yang sedang lesehan di depan tv. Meskipun tv nya belum menyala.
"Najong. Jauh jauh lo, alergi gue," ucap Ayu.
"Gitu amat sama calon suami," ucap Rafello. Ia tetap duduk di dekat Ayu meskipun Ayu sudah mencoba bergeser. Namum Rafello tidak kehabisan akal, ia menarik tangan Ayu dan menahan tubuhnya agar tetap dekat dengannya.
Bersamaan dengan itu, terdengar derap langkah kaki dari pintu utama. Ashel sudah bisa menebak jika itu suaminya.
"Hai mommy," sapa Kavin. Ashel langsung berdiri dan menyambut suaminya. Kebiasaan mereka berdua ketika bertemu pasti Ashel akan mencium tangan Kavin dan Kavin mencium kening istrinya. Namun saat Kavin akan mencium bibir istrinya, Ashel menahannya.
"Ada temen temen aku mas. Jangan dulu," ucapnya.
"Iya deh."
Kavin dan Ashel pun ikut bergabung dengan Rafello dan Ayu.
"Nih, tanda tangan. Lima menit lagi Josh datang," ucap Kavin menyerahkan sertifikat mansion ini pada Ashel.
Tbc.
__ADS_1
kalo ada typ maapin ya. Ramein guysss🫨🫨🫨🫸