My Little Wife

My Little Wife
Ep. 102 >>> IBU KANDUNGNYA ADA BERSAMANYA


__ADS_3

Azalea menutup mulutnya yang menganga dengan tangannya. Matanya seakan tidak percaya dengan hasil tes yang sedang dibacanya saat ini.


"Sungguh? Apa aku tidak salah lihat?" Tanyanya memastikan.


"Kau tidak salah lihat Lea! Sumsum tulang Elyn ternyata cocok dengan Queen." Imbuh Zico. Azalea langsung memeluk Zico erat. Dia begitu bahagia. "Akhirnya Tuhan mengabulkan doaku Zico!" Ucap Azalea kegirangan. "Aku ingin temui Queen sekarang." Sambil menyeka air mata kebahagian yang mengalir dipipinya, Azalea bergegas menuju kamar Queen.


Zico yang melihat tingkahnya ikut tersenyum, lalu mengikutinya dari belakang.


*


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Azalea dengan ekspresi herannya. Ketika melihat Maya sedang memasukkan baju Queen kedalam koper.


"Aku akan membawa Queen kembali ke Indonesia!" Maya dengan panik dan terburu-buru terus memasukkan baju Queen kedalam koper.


Zico yang baru masuk kedalam kamar Queen pun ikut heran dengan apa yang dilakukan Maya. Pasalnya itu terlalu tiba-tiba. Mereka tidak merencanakan akan pulang ke Indonesia.


"Pulang ke Indonesia?" Azalea bertanya, memastikan.


"Iya. Apa ada masalah?" Maya menghentikan aktifitasnya. Lalu, menatap Azalea. "Bukankah kau tidak bersedia untuk membantu kami menolong Queen."


Azalea menoleh ke arah Queen yang masih tertidur.


Sedangkan Maya, kembali melanjutkan. Membereskan barang-barang Queen.


"Kami menemukan transplantasi sumsum yang cocok untuk Queen." Imbuh Zico, dan kembali menghentikan tangan Maya yang sedang memasukkan barang-barang Queen kedalam koper. Perlahan dia mendongakkan wajah ke arah Zico.


"Kau bercanda?" Tanyanya seakan tak percaya.


"Untuk apa aku bercanda?" Balas Zico datar.


Maya terduduk lemas. Air matanya mengalir. Tatapannya kosong.

__ADS_1


Tingkahnya membuat Azalea dan Zico cukup bingung.








"Pak, kami menemukan transplantasi sumsum yang cocok dengan putri Bapak." Ucap Dokter pribadi Queen. Tentu saja, yang dimaksud Dokter itu adalah Elyn.


"Benarkah?" Biandra terperanjat dari duduknya.


"Segera lakukan!"


"Tapi Pak."


"Ada apa?"


"Pendonor hanya akan melakukannya jika semuanya diurus oleh Bapak Zico dan Istrinya."


Biandra terdiam. Mencoba memikirkan sesuatu dan tidak ingin, keputusannya berakibat fatal untuk semuanya.


"Baik, lakukan sesuai keinginannya." Biandra mematikan panggilan telponnya. Langsung mencari kontak Zico di layar ponselnya dan menghubungi Zico.


*

__ADS_1


Zico yang pada saat itu masih berada dikamar Queen, memilih mengangkat panggilan telpon dari Biandra diluar.


"Jadi kau akan mengurus segalanya?" Tanya Biandra sesaat setelah panggilan itu di angkat oleh Zico.


Dan Zico, sudah tahu dengan maksud dari pertanyaan itu. "Apa kau keberatan?"


"Tentu saja tidak, justru aku berterimakasih jika kalian ingin melakukannya."


Zico mengernyitkan keningnya, sedikit tidak mengerti. Jawaban itu diluar dugaannya. Dia sudah menyiapkan mental untuk beradu argumen dengan Biandra. Dia sangat yakin, Biandra pasti tidak akan membiarkan mereka mengurus Queen begitu saja.


"Terjadi sesuatu diperusahaan, dan aku harus mengurusnya. Aku benar-benar bersyukur jika kalian bersedia untuk merawat Queen sementara waktu ini." Kalimat itu, membuat Zico mengerti. Mengapa Maya terlihat begitu terburu-buru dan panik, ingin cepat-cepat kembali ke Indonesia.


"Jadi kau sudah kembali ke Indonesia?"


"Aku langsung kembali ke Indonesia setelah mendapatkan kabar dari sekertarisku."


"Aku pikir karena kau marahan dengan Maya, makanya kau minggat dari rumah." Zico masih sempat bercanda disaat genting seperti itu. Dia langsung menghentikan kekehannya ketika tidak mendapat respon dari Biandra. "Baiklah, sebaiknya kau fokus saja dengan masalah di perusahaan terlebih dahulu. Aku berjanji akan merawat Queen dengan baik. Kau tenang saja, ibu kandungnya ada bersamanya." Zico menekankan.


"Terimakasih." Biandra langsung mematikan panggilan telpon itu. Dia melemparkan ponselnya ke sembarang tempat. Lalu meremas kuat rambutnya, rasanya kepalanya seakan akan pecah.


Dia masih tidak menyangka, Maya kembali terlibat.


.


.


.


.


NEXT>>>

__ADS_1


__ADS_2