My Little Wife

My Little Wife
Bab 269 : Liando


__ADS_3

Happy reading♡


Liam kembali marah besar pada bawahannya yang membawa informasi jika rencananya gagal untuk membawa Ashel bersamanya. Padahal ia sudah merencanakan ini dengan matang namun tetap saja gagal. Entah apa yang menyebabkan kegagalan ini terjadi, yang jelas rencananya untuk membuat mobil Kavin hilang kendali gagal karena Kavin malah mengendarai mobil Ardian. Seolah sudah tahu jika mobilnya ini sudah di otak atik oleh orang suruhan Liam.


Liam juga sudah mengetahui jika Ashel saat ini tengah mengandung anak Kavin. Liam berjanji akan menculik Ashel dan akan mengugurkan anak itu. Ashel hanya boleh mengandung anaknya nanti.


Kemarahan Liam saat ini masih belum mereda. Ia bahkan memukuli anak buah yang ia tugaskan untuk melakukan sabotase pada mobil Kavin karena gagal. Ini balasan untuk mereka karena tidak becus dalam menjalankan tugas yang ia berikan.


Seorang pria dengan perawakan tinggi masuk ke dalam mansion milik Liam. Pria itu juga melihat jika anaknya ini sedang melakukan aksi memukul secara membabi buta. Tangan Liam terangkat untuk menodongkan pistol agar orang orang ini mati, namun sebelum pelatuknya ditarik oleh Liam, pria itu lebih dulu menahannya dengan cara menarik pistol dari lengan anaknya.


Yap, yang datang ke kediaman Liam adalah papanya.


"Apa yang kamu lakukan Liam? Ini semua tidak benar," ucap Liando, papa Liam.


"Buat apa papa kesini? Udah aku bilang jangan pernah kesini lagi," ucap Liam.


"Adam, urus mereka," titah Liando.


"Liam, kamu tetap anak papa. Tentu saja papa datang kesini untuk menjenguk kamu," ucap Liando pada Liam.


"Papa masih peduli atau hanya so peduli?" Tanya Liam.


"Papa peduli sama kamu Liam. Sama mama dan adik kamu juga," ucap Liando.


"Peduli? Kalo papa peduli papa mungkin udah bantu aku buat rebut Ashel kembali pah," ucap Liam


Liando terdiam. Ia memang menerima permintaan dari anak sulungnya ini untuk membantunya merebut kembali kekasihnya. Namun Liando tidak menurutinya. Ia dengan keras menolaknya.


"Papa gak mau berurusan dengan Kavinder Liam. Apalagi keluarga Ashel pernah menolong papa."


"Lalu untuk apa papa datang? Bukankah jelas kalo papa gak pernah mau bantuin aku?" Tanya Liam.


"Papa datang berkunjung dengan adik kamu. Selama dia disini kamu gak pernah datang ke mansion kita, bahkan kamu gak jenguk adik kamu," ucap Liando.

__ADS_1


"Dia udah besar dan gak perlu lagi aku perhatiin. Toh dia juga bahkan gak mau bantu aku buat dapetin Ashel. Padahal dia temen deketnya," ucap Liam.


"Justru karena gue temen deket Ashel, gue gak mau buat dia kecewa bang," ucap seseorang.


"Diem lo Nan. Lo sama papa sama aja. Gak pernah mau bantuin gue," ucap Liam.


"Buat apa bantuin orang kayak lo bang. Bukannya lo pernah bilang kalo lo bisa sendiri?" Tanyanya.


"Cukup Liam, Nando. Kalian jangan bertengkar seperti anak kecil," ucap Liando.


Ya, adik kandung Liam adalah Nando. Mungkin waktu awal kalian mengira jika Nando adalah Liam, tapi bukan. Nando teman Ashel sejak SMA ia adiknya Liam dan Liam teman Ashel saat SMP.


Umur mereka sama. Mereka anak kembar namun berbeda sifat. Bahkan wajah mereka pun sangat berbeda padahal mereka kembar.


Liando memberikan nama yang terkesan berdekatan untuk kedua anak kembar mereka. Liam Anggana dan Anggana Nando. Liando adalah kepanjangan dari Liam dan Nando.


Nando mengenal Ashel dari Liam, ia bahkan tahu Ashel dari Liam juga. Liam selalu menceritakan tentang Ashel pada Nando. Sampai sampai Liam memberikan foto Ashel pada Nando.


Saat pertama kali Nando melihat foto Ashel, ia langsung jatuh hati dan menyukainya. Ashel memang cantik. Dari situlah awal mula Nando mencari tahu tentang Ashel. Itu sebabnya ia rela jauh dari keluarganya untuk bisa satu sekolah dengan Ashel di Bandung.


Disinilah letak perbedaan sifat Liam dan Nando. Keduanya kembar namun sangat bertolak belakang.


***


Ashel sudah terkulai lemas saat ia mencapai kepuasannya untuk yang ketiga kalinya. Nafasnya naik turun tidak beraturan. Ia sudah kelelahan akibat kegiatannya dengan suaminya. Sedangkan Kavin, ia belum merasa puas. Ia masih ingin terus melakukan itu namun ia tahan saat melihat istrinya yang kelelahan.


Kavin memainkan squishy milik istrinya yang semakin hari semakin besar dan berisi. Mungkin ini efek dari kehamilannya.


"Inget gak yang mama pesan apa sama kita?" Tanya Kavin. Ashel menggelengkan kepalanya. Ia masih sangat kelelahan namun malah disuruh mengingat sesuatu oleh suaminya.


"Mama bahkan bunda kamu juga pesan sama aku buat meny*su sama kamu. Supaya put*ng kamu bagus biar nanti anak kita gak kesusahan waktu minum asi dari milik kamu," ucap Kavin.


Sarah dan Anna memang menyarankan hal seperti itu pada Kavin dan Ashel saat mereka berada di mansion ini beberapa minggu yang lalu.

__ADS_1


"Inget. Bahkan bunda bilang kalo kamu harus pijit ini aku supaya nanti asinya lancar katanya," ucap Ashel menunjuk kedua squishynya.


"Emang harus kayak gitu ya yang? Aku baru tahu," ucap Kavin.


"Sama. Ya udah sini, kok malah diem aja," ucal Ashel.


"Apa?" Tanya Kavin.


"Pijit ini aku terus nanti kamu ny*su juga. Tapi awas jangan terangs*ng," ucap Ashel.


"Yang, gak bisa lah. Aku pasti terangs*ng," ucap Kavin.


"Tahan lah. Kamu kan laki, ini juga demi anak anak kamu," ucap Ashel.


Kavin mendelik mendengar ucapan mulus yang keluar dari bibir ranum istrinya ini. Justru karena dia laki jadi dia tidak bisa menahan hasratnya apalagi ia harus merem*a rem*s milik istrinya ini.


Ashel bangun dan duduk membelakangi Kavin. Sedangkan Kavin duduk di belakang istrinya. Ia merentangkan kedua kakinya agar tida menghalangi tubuh istrinya untuk menempel ke tubuhnya.


Kavin menjulurkan kedua tangannya dan mulai melakukan perintah yang diperintahkan oleh mama dan ibu mertuanya. Ashel juga menyandarkan punggungnya pada dada bidang suaminya. Ia memejamkan matanya saat menikmati pijatan di area squishynya.


Sesekali Ashel merintih dan mendes*h yang membuat milik Kavin kembali tegak. Ia tidak bisa tahan jika mendengar suara favoritenya yang keluar dari mulut istrinya itu. Apalagi sejak tadi kedua tangannya terus bekerja. Bikin makin teg*ng saja.


"Yang, masukin ya? Udah tegak banget ini. Kamu gak kasihan sama aku?" Tanya Kavin.


"Enggak. Kan itu derita kamu. Sabar ya papi, ini kan demi baby's," ucap Ashel. Ia menahan senyumnya saat suaminya menekuk wajahnya ke bahunya.



...Ashel dan Nando...


Tbc.


Alhamdulilah akhirnya kejawab juga siapa liam siapa nando. Semoga ngerti deh ya. Ramein

__ADS_1


Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_


__ADS_2