
SALTO🤸♀️
.
.
.
Happy reading♡
Ashel sudah berbaring diatas brankar rumah sakit. Tadi ia sudah ditanyain oleh dokter kandungan perihal apa saja yang ia rasakan. Dokter itu pun meminta Ashel untuk USG saja supaya lebih akurat. Entah kenapa sejak tadi Ashel merasa tidak tenang. Jantungnya terus berpacu kencang. Dokter tadi mengatakan pada Ashel untuk santai saja dan tidak perlu tegang tapi tidak mempan.
"Kita mulai ya bu," ucap Dokter kandungan.
"Iya dok."
Dokter itu dibantu suster untuk menyiapkan peralatan USG. Setelah itu, dokter itu mengangkat baju Ashel kemudian mengoleskan sesuatu ke perutnya. Entah itu apa Ashel tidak tahu. Ia hanya diam saja.
Dokter itu mulai menelusuri perut Ashel menggunakan alat USG sembari matanya menatap ke arah layar monitor. Ashel juga ikut menatap ke arah layar monitor, namun ia tidak mengerti itu apa hanya terlihat warna hitam dan putih. Ashel kira saat USG seperti ini ia bisa melihat organ organ di dalam perutnya.
"Lihat titik ini bu," ucap dokter itu. Ashel pun mengikuti arah tangan dokter itu yang memperlihatkan pada sebuah titik kecil dalam perutnya.
"Ini adalah janin anda. Umurnya sekitar dua belas minggu," ucap dokter itu.
"J-jadi saya sudah hamil selama tiga bulan dok? Kenapa sudah cukup lama? Sedangkan dari awal saya tidak merasakan apapun," ucap Ashel.
"Itu wajar bu. Setiap ibu yang hamil pertama memang berbeda beda. Mungkin ibu tidak mengalami mual mual juga wajar, mungkin suami ibu yang mengalaminya," ucap Dokter itu.
"Iya sih dok, mas Kavin memang sering sering mual tanpa sebab. Enggak sering tapi itu udah dari lama, saya ngiranya itu cuma masuk angin aja," ucap Ashel.
"Tidak apa apa bu. Itu wajar. Nanti ibu mulai rutin cek up setiap bulannya ya," ucap Dokter.
"Iya dok."
Ashel pun bangun dari tidurannya setelah USGnya selesai. Ia duduk di depan meja dokter tadi.
"Baru kali ini saya menemukan client yang hamil pertama tapi tidak mengalami mual mual hebat. Dedek bayinya hebat gak buat mamanya kesusahan."
__ADS_1
"Ah, iya mungkin dok. Soalnya saya masih kuliah," ucap Ashel.
"Benarkah? Saya kira anda masih SMA. Wajah anda tidak terlihat seperti mahasiswi," ucapnya terkekeh.
Ashel hanya tersenyum kikuk. Padahal saat ini usianya sudah dua puluh dua tahun.
"Saya resepkan vitamin untuk ibu. Rutin diminum ya bu, nanti saya tunggu lagi untuk cek up selanjutnya. Dan ini foto USG bayi ibu siapa tahu suami ibu ingin melihatnya," ucap Dokter.
"Terimakasih dokter. Bulan depan saya akan datang kesini lagi," ucap Ashel.
Ia pun keluar dari dalam ruangan dokter kandungan dan poli anak. Sedari tadi senyumnya terus terbit. Bahkan tangannya terus mengelus perutnya. Sudah tiga bulan ada nyawa lain di dalam perutnya. Ashel sangat bahagia sekali. Ternyata ini alasan kenapa ia banyak makan, mudah terbawa suasana, cengeng, dan terkadang mual mual tidak jelas. Ternyata ini bawaan dari anak yang ada di dalam kandungannya.
"Lanjut kemana lagi nyonya bos?" Tanya Supir.
"Ke toko buah ya pak. Saya mau beli beberapa buah," ucap Ashel. Pak supir pun mengangguk patuh dan melajukan mobilnya menuju ke toko buah.
Ashel sangat tidak sabar untuk melihat reaksi suaminya nanti saat tahu dirinya hamil.
"Apa mas?" Tanya Ashel melalui ponselnya karena Kavin tiba tiba menghubunginya. Kavin selalu melakukan panggilan video call saat ia merindukan istrinya.
"Cinta ku lagi apa? Kok? Kamu di mobil? Abis dari mana? Kok gak ijin," tanya Kavin.
"Aku susul ya? Aku juga lagi di jalan pulang," ucap Kavin.
"Jangan. Langsung pulang aja, lagian aku ke toko buah langganan kita. Tunggu aku di rumah aja," ucap Ashel.
"Jangan lama lama tapi ya? Mas kangen sama kamu," ucap Kavin.
"Iya sayang. Panggilannya aku tutup dulu ya? Aku udah sampe soalnya," ucap Ashel.
"Iya mami. Bye."
Ashel pun menyimpan ponselnya ke dalam saku hoodie miliknya kemudian keluar dari dalam mobil begitu juga supir. Ia keluar dan menunggu di dekat mobil
"Siang pak, Ashel mau pilih pilih buah lagi," ucap Ashel.
"Wah, ada yang mau borong lagi. Padahal baru kemarin lusa kamu kesini," ucap penjual toko.
"Ya gimana ya pak, soalnya Ashel suka banget sama buah buahan. Apalagi toko bapak banyak jual buah buahan dari Indo," ucap Ashel.
__ADS_1
"Haha, iya. Kamu pilih aja yang kamu suka," ucapnya.
Ashel mengangguk. Ia pun mendorong troli belanjaan untuk memilih milih buah. Ashel mengambil melon, semangka, dan pepaya yang sudah di potong. Ia juga mengambil beberapa buah lainnya yang bukan hanya di import dari Indonesia. Ia mengambil banyak anggur hijau dan ungu yang di import dari korea. Ia lebih menyukai anggur ini sebab ukurannya cukup besar.
"Woah, ada duku juga. Kelengkeng lagi. Borong deh," ucapnya. Ia pun mengambil masing masing dua keranjang duku dan kelengkeng. Berat masing masing keranjang sekitar dua kilo.
"Pak, udah. Tolong di total ya," pinta Ashel.
"Siap."
Bapak pemilik toko pun mulai mentotal semua belanjaan Ashel. Sekalian membungkusnya ke dalam tempat khusus buah buahan untuk dibawa pulang.
"Totalnya tiga juta enam ratus lima puluh ribu," ucapnya. Ashel pun mengeluarkan kartu debitnya kemudian membayarnya.
"Tunggu dulu ya, bapak ambil sesuatu buat kamu," ucapnya. Ashel sempat terheran namun tetap mengangguk.
Tak berselang lama, bapak toko buah membawa sebuah labu besar. Itu adalah labu yang sering Ashel lihat saat ia berkunjung ke rumah neneknya di Bandung.
"Bapak minggu lalu pulang ke Indonesia sekalian bawa labu ini juga. Bapak ke inget kamu, jadi bapak bawa. Kamu juga pernah cerita kalo kamu susah banget dapat labu yang di import dari Indonesia kan?" Tanyanya.
"Astaga pak. Ternyata bapak masih ingat, makasih banyak ya pak," ucap Ashel.
"Sama sama. Kita sama sama dari Indonesia. Bapa jadi merasa punya sodara disini," ucapnya.
"Sama pak. Makasih banyak ya," ucap Ashel. Akhirnya ia menemukan labu yang selama ini cari.
"Sama sama nak."
Ashel pun memanggil supirnya untuk membantunya memasukan buah buahan ini ke dalam mobil. Namun sebelum pulang, ia harus membeli sebuah kotak dulu. Ia akan memberikan kejutan pada suaminya.
"Pak, nanti mampir di toko aksesoris ya? Ada yang mau saya beli lagi," ucap Ashel. Saat ini ia sudah berada di dalam mobil.
"Baik nyonya bos." Supir Ashel pun melajukan mobilnya menuju ke toko aksesoris dulu kemudian pulang mansion lagi.
Tbc.
Ramein lah, aku crazy up loh guysss🫨
Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_
__ADS_1