
Happy reading♡
Setelah mengetahui jika abang dan kakak iparnya kembali ke Boston, Rafello memutuskan untuk mengajak istrinya pergi ke Italia. Honey moon mereka sempat tertunda akibat Bagas. Fello langsung meminta bawahannya untuk membawakan koper yang sebelumnya sudah disiapkan oleh Ayu untuk mereka pergi bulan madu.
Ayu hanya menuruti ucapan suaminya itu. Rasanya semua berubah dalam waktu sekejap mata. Mama mertuanya masih terlihat kesal padanya. Meskipun Sarah masih tetap baik pada Ayu, tapi berbeda dengan biasanya. Ashel sendiri sudah pasti kecewa dengannya. Dan lagi hubungan Fello dengan abangnya menjadi kacau. Semuanya gara gara Bagas.
Apa harus Ayu menyalahkan Bagas?
Ternyata semakin besar rasa sayangnya untuk Bagas semakin besar juga akibat yang akan timbul karena matanya buta akan kasih sayang itu. Ayu bingung harus mulai memperbaiki semuanya dari mana. Dan malaikat kecil tak berdosa seperti Ling harus jadi korbannya.
"Makan, jangan melamun terus," ucap Fello. Ia menyodorkan nasi dan beberapa lauk ke depan istrinya. Saat ini mereka sedang berada di dalam pesawat.
"Kamu marah ya sama aku?" Tanya Ayu.
"Aku lagi gak mau bahas soal itu. Lebih baik kamu makan saja, biarkan aku istirahat sebentar," ucap Fello. Ia juga benar benar bingung saat ini. Semua hubungannya dengan keluarganya terasa aneh. Apa mungkin sudah hancur?
"Baiklah. Maafkan aku," ucap Ayu pasrah. Ia pun kembali terdiam dan menatap keluar jendela. Honey moon yang selalu ia impikan akan bahagia dan menyenangkan kini berubah suram.
"Makan, aku tidak mau kamu sakit," ucap Fello.
"Nanti saja, aku belum lapar," ucap Ayu.
"Terserah," ucap Fello.
Hati Ayu terasa teriris mendengar ucapan suaminya ini. Biasanya Fello selalu lembut kepadanya dan selalu perhatian. Tapi ternyata kini ia berubah dalam sekejap. Rasanya cukup menyakitkan sekali.
Ayu memilih memejamkan matanya saja. Rasanya dirinya lelah akibat mengingat mana dulu yang harus ia perbaiki.
__ADS_1
Sementara Fello yang berada disamping Ayu, ia terpaksa bersikap seperti ini. Ternyata istrinya ini sangat sangat menyayangi adiknya dan membutakan matanya atas fakta yang sebenarnya. Hati Fello tentu saja merasa sakit saat melihat banyak lebam di tubuh kecil Ling. Jujur saja ia kecewa dengan Ayu.
Seharusnya ia bahagia setelah hari pernikahannya dengan Ayu namun ternyata malah berbanding terbalik. Semua ini gara gara Bagas. Fello rasanya ingin membogem wajah anak itu.
Beberapa jam kemudian, akhirnya Fello dan Ayu sampai di Italia. Seharusnya Ayu bahagia bukan? Tapi kenyataannya selama di dalam pesawat wanita itu terus berdoa agar pesawatnya jatuh dan ia hilang. Jika saja semudah itu.
Fello berjalan lebih dulu, meninggalkan dirinya sendirian di dekat tangga menuju pesawat. Lagi dan lagi Ayu hanya menghela nafasnya. Anggaplah ini hukuman untuknya karena sudah egois.
Perjalanan dari bandara menuju ke hotel memakan waktu sepuluh menit. Sesampainya di hotel pun sikap Fello masih sama. Sepertinya pria itu memang tidak akan memaafkannya. Mungkin Ayu hanya bisa menerima nasib pernikahannya yang mungkin akan segera hancur.
"Mandi lalu makan, terus tidur. Jangan kebanyakan mikir, masalah gak akan selesai kalo terus dipikirin," ucap Fello. Ayu hanya mengangguk sekilas saja. Ia pun masuk ke kamar dan mengambil baju ganti, lalu ia pun mandi.
***
Malam harinya, sikap Fello masih sama saja. Bahkan pria itu sejak datang terus mengurung dirinya di ruangan sebelah. Ayu hanya sendirian saja sejak tadi. Tidak ada percakapan, justru hotel yang sudah dihias sedemikian rupa agar menampilkan kesan romantis kini berubah jadi suram dan sunyi.
Ayu tiba tiba terisak menangis. Sungguh sangat ini semua membuatnya bingung dan juga sakit hati. Rasanya sangat sakit sekali melihat suaminya yang kini berubah menjadi tidak peduli dan memilih cuek sejak mereka datang tadi.
Fello yang sedang diam saja di ruangan sebelah pun dapat mendengar isak tangis istrinya. Hatinya juga merasa sakit akibat masalah ini. Ini adalah hari kedua pernikahannya, namun tidak ada kebahagiaan sama sekali.
"Berhentilah, jangan menangis," ucap Fello. Ia akhirnya luluh juga dan segera memeluk istrinya.
"Maaf, maafin aku. Aku egois," ucap Ayu. Ia memeluk erat suaminya. Sedangkan Fello juga memeluk istrinya itu. Semarah apapun dia, dia akan tetap merasakan sakit hati seperti apa yang dirasakan oleh istrinya. Ia tidak boleh egois, ia harus tetap bersama istrinya. Tugasnya adalah membimbingnya bukan malah meninggalkannya.
"Udah ya? Sekarang kita tidur," ucap Fello.
Ayu mengangguk sekilas, "Tidur sama kamu. Aku tahu aku salah, tapi jangan diemin aku kayak tadi. Aku gak suka."
__ADS_1
"Sssttt, iya sayang. Maafin aku, udah ya? Nanti kamu sakit kalo nangis terus terusan kayak gini," ucap Fello.
"Iya. Maafin aku, maaf," ucap Ayu.
"Iya sayang. Kita mulai semuanya dari awal lagi. Kita perbaiki semuanya dan mulai hidup baru. Nanti setelah honey moon kita temuin keluarga abang buat minta maaf," ucap Fello. Ayu mengangguk. Mereka berdua naik ke atas tempat tidur. Ayu langsung memeluk erat suaminya.
Fello sadar, seharusnya ia tidak ikut ikutan marah dengan istrinya ini. Ayu memang bersalah dan seharusnya ia yang membimbing istrinya itu agar tidak salah. Fello juga bersalah karena sudah mengabaikan Ayu. Ia berjanji ia akan membimbing istrinya agar lebih baik lagi.
***
Ashel dan Kavin baru saja selesai membersihkan diri. Briella dan Kai sudah bermain dengan para suster. Sedangkan Ling, anak itu hanya diam saja. Mungkin tubuhnya masih terasa sakit saat bergerak.
Ashel sudah lebih tenang dari sebelumnya. Ia bahkan sudah beraktivitas seperti biasanya. Kavin merasa lega sekali. Rencananya tidak sia sia mengajak istrinya kembali ke rumah mereka.
"Sayang, makan dulu jangan kerja terus. Nanti tubuh kamu drop. Aku gak mau kamu sakit," ucap Ashel. Kavin menarik tubuh istrinya agar duduk diatas pangkuannya. Mereka berada di ruang kerja Kavin.
"Makan kamu aja boleh?" Bisik Kavin.
"Ish, jangan deh. Nanti gak dilepasin. Kan aku harus urus Ling, dia masih belum mau main kayak abang sama adiknya," ucap Ashel.
"Kan ada suster yang urus dia," ucap Kavin.
"Meskipun ada suster, kan peran maminya lebih penting mas. Kemarin aja Ling gak mau sama siapa siapa selain aku. Kan biasanya Ling itu nempel sama kamu, tapi kemarin dia gak mau sama kamu sama sekali," ucap Ashel.
"Bayi itu memang sangat menyayangi maminya jadi dia gak mau sama yang lain selain kamu."
Tbc.
__ADS_1
Dikejar kejar tuyul😭 mana 7 bab lagi besok udh tgl 1 ekekekek