My Little Wife

My Little Wife
Bab 364 : Antara Istri dan Keponakan


__ADS_3

Happy reading♡


"Gue kecewa sama keegoisan lo Yu. Padahal barang bukti udah jelas di depan mata lo sendiri. Ternyata rasa sayang lo sama adik lo begitu besarnya sama mata lo udah tertutup untuk kebenaran kalo adik lo emang udah menganiaya anak gue," ucap Ashel.


"Maaf pak, bu, sepertinya Riana akan mengikuti apa yang dibilang mas Kavin. Jika saja Ling tidak terluka separah ini mungkin saya akan memaafkan anak anda. Tapi kenyataannya anak saya terluka cukup parah. Yang sangat saya sayangkan kenapa harus anak sekecil ini yang jadi korban. Dia masih dalam tahap pertumbuhan tapi tulangnya sudah retak," sambung Ashel. Ia pun pamit dari sana karena sudah muak melihat mereka semua.


"Anak anda akan tetap saya tuntut, tadinya saya ingin dia mendapatkan luka yang sama seperti apa yang diterima anak saya, tapi negara punya hukum. Jadi saya memutuskan untuk menjalani proses tuntutan ini melalui hukum. Saya pastikan juga tidak akan ada yang bisa membuatnya keluar dari penjara meskipun dengan jaminan uang," ucap Kavin.


"Bang, tolong pertimbangkan lagi. Biarkan Bagas di urus keluarga saja dan di hukum oleh keluarga. Jangan biarkan Bagas jadi kriminal," ucap Ayu. Fello sendiri sudah tidak bisa mengatakan apa apa. Ternyata ini semua akibat ulah adik istrinya sendiri. Pantas saja abangnya ini terlihat sangat marah.


"Itu mau anda? Baik akan saya berikan dia kepada keluarga anda dengan syarat dia mendapatkan luka yang sama seperti Ling, bagaimana?" Tanya Kavin. Ayu bungkam seketika. Ia tidak ingin adiknya masuk penjara tapi dia juga tidak ingin adiknya kesakitan.


"Yang membuat adik anda menjadi kriminal adalah perilakunya sendiri. Bukan karena saya atau pun orang lain," ucap Kavin.


Sejak tadi baik Reza atau pun Rini hanya diam saja. Mereka tidak memberikan pembelaan apapun pada anak mereka, karena mereka tahu betul kejadiannya kemarin.


"Bukankah kalian berdua juga penyebab ini semua?" Tanya Kavin pada Reza dan Rini.


"Cukup! Anda boleh menyalahkan Bagas tapi tidak dengan kedua orang tua saya," ucap Ayu.


"Saya tidak meminta anda berbicara. Jika tidak tahu kebenarannya lebih baik diam saja," ucap Kavin menohok.

__ADS_1


"Bang, dia istri Fello," ucap Fello.


"Dan saya sedang membela hak anak saya disini," ucap Kavin pada Fello.


"Kalian berdua tahu jika ini semua terjadi kan kemarin? Tapi kalian diam dan membiarkannya karena anak anda yang bernama Bagas itu akan melakukan tindakan ceroboh di pesta anak kalian kemarin. Kalian dengan teganya mengorbankan anak saya yang tidak berdosa untuk anak anda yang mengalami gangguan kejiwaan itu kan?" Tanya Kavin. Ia menyodorkan sebuah map diatas meja.


"Kalian juga melakukan tindakan kriminal karena sudah berani menutupi hal ini dan tidak membiarkan anak anda di rawat oleh pihak medis. Anda bisa kena pasal jika saja saya ingin melakukannya. Tapi kembali lagi, saya tetap menghargai kalian sebagai besan dari kedua orang tua saya dan mertua dari adik saya," sambung Kavin.


Ayu terlihat syok melihat laporan medis yang ada di tangannya. Ia kemudian menatap ke arah kedua orang tuanya. Sedangkan yang ditatap hanya diam saja.


"Semalam kedua orang tua anda memang sengaja agar anak gilanya itu bisa tenang di pesta pernikahan anda. Mereka bahkan rela mengorbankan anak saya sampai anak saya terluka seperti itu. Jangan harap saya akan membiarkan ini semua berlalu begitu saja, saya akan tetap meminta pertanggung jawaban keluarga anda," ucap Kavin.


***


Sementara Ayu langsung menemui kedua orang tuanya diantar oleh suaminya. Disana ia langsung menumpahkan amarahnya karena kedua orang tuanya sudah menyembunyikan hal sebesar ini. Ayu sekarang merasa bersalah kepada Ashel. Tatapan sorot mata kecewa dari Ashel kepadanya masih terekam jelas di ingatannya. Sementara Fello, lelaki itu hanya diam saja. Ia bingung harus seperti apa. Ayu istrinya dan Ling adalah keponakannya.


"Papa lebih setuju jika kedua orang tua Bagas dimasukan penjara saja Kav," ucap Faraz.


"Maunya Kavin memang seperti itu, tapi Kavin masih menghargai Fello. Bagaimana pun mereka mertua Fello," ucap Kavin.


"Lalu akan kamu apakan Bagas?" Tanya Sarah.

__ADS_1


"Kavin akan membuat pria itu menerima apa yang dilakukannya pada Ling. Kavin tentu tidak akan semudah itu memberikan Bagas ke polisi. Kavin akan membuatnya semakin gila jika perlu," ucap Kavin. Faraz dan Sarah sudah tidak aneh lagi dengan sikap anaknya ini. Kavin memang akan bertindak seperti ini jika hidupnya atau pun hidup keluarganya diganggu.


"Papa akan ikut apapun keputusan kamu. Papa masih tidak menyangka dan sedikit bingung dengan kejadian ini semua. Bagaimana kamu tahu jika Bagas punya gangguan jiwa?" Tanya Faraz.


"Semalam dia terus tertawa tidak jelas kemudian menangis dan kembali tertawa. Bahkan dia menarik narik rambutnya dan membenturkan kepalanya pada tembok. Semalam juga jika tidak Kavin paksa ikat di kursi, mungkin pagi ini dia sudah kehilangan nyawanya. Semalam juga Kavin langsung meminta Rapi datang untuk memeriksa dia," ucap Kavin.


"Siapa Rapi?" Tanya Sarah.


"Teman Kavin. Dia dokter psikologi dan ahli kejiwaan. Dia bilang jika penyakit kejiwaan ini sudah lama di derita oleh dia. Kedua orang tuanya tidak pernah mau memeriksa penyakitnya dan mencoba untuk mengobatinya. Mereka terlalu sayang dengan anak ini sehingga mereka menutup mata dengan kejadian dimana Ling di pukuli," jelas Kavin.


"Jadi Ling juga di pukuli?" Tanya Sarah terkejut.


"Iya. Bahkan bukan hanya tulang di pergelangan tangannya yang retak, tapi tulang pipinya juga. Om Ari bilang Ling ditampar beberapa kali," ucap Kavin.


Fello dan Ayu mendengar semua apa yang diucapkan oleh Kavin dari arah depan pintu ruang tamu. Niatnya mereka akan masuk ke dalam untuk meminta maaf, namun sepertinya baik Kavin atau pun Ashel tidak akan memaafkan apa yang telah diperbuat oleh Bagas.


Ayu menahan tangisnya dan pergi dari sana. Ia menuju ke mobil Fello dan masuk. Fello sendiri masih diam mematung di depan pintu. Pernyataan Kavin mengenai keadaan keponakannya cukup membuatnya merasa bersalah sekali.


"Lalu, apa Ling akan sembuh?" Tanya Sarah. Wanita itu sudah menitikan air matanya.


"Kavin akan mengusahakan hal itu. Kavin tidak mau semua kejadian ini jadi penghambat untuk pertumbuhan Ling. Kavin juga berniat akan segera kembali ke Boston. Kavin rasa Riana juga akan lebih tenang disana," ucap Kavin.

__ADS_1


"Kami ikut apa yang akan kamu lakukan saja."


Tbc.


__ADS_2