My Little Wife

My Little Wife
Bab 296 : Suami Siaga dan Paling Mengerti


__ADS_3

Happy reading♡


Tidak ada yang lebih membahagiakan di dunia ini selain mendapatkan patner terbaik untuk menjalani sisa umur kita. Mungkin itu yang Ashel rasakan saat ini.


Memiliki Kavin sebagai suaminya seperti sebuah anugerah yang diberikan tuhan padanya. Kavin mampu mengerti apa yang ia rasakan saat ini. Bahkan setelah mereka sampai ke rumah, Ashel langsung menarik suaminya masuk ke kamar mereka.


Disana, Ashel menceritakan semua yang terjadi padanya di masa lalu. Berpisah dengan orang tua, kehilangan kakeknya, bahkan rasa sakit yang timbul akibat ucapan Ningrat, nenek Ashel.


Kavin hanya menyimak cerita Ashel dan belum menyela. Ia sengaja melakukan itu agar istrinya ini puas mengeluarkan semua unek unek yang selama ini ia pendam.


"Ayah sama bunda gak pernah tahu aku bahagia apa enggak tinggal sama grandma. Grandma kadang baik kadang jahat juga. Semua kata kata jahat yang keluar dari mulutnya selalu aku ingat sampai sekarang. Rasanya sakit banget mas, aku harus nahan beban itu semua tanpa cerita sama kedua orang tua aku," ucap Ashel.


"Apalagi saat kakek, ayahnya bunda meninggal. Waktu itu, aku harus pergi olimpiade ke Jakarta selama satu minggu. Sebelum pergi, aku pamit dulu sama beliau. Beliau berpesan untuk membawa piala ke hadapannya. Dan aku berhasil mewujudkan keinginannya."


"Satu minggu setelah aku dinyatakan pemenang, aku langsung pulang hari itu juga. Gak langsung ke rumah, tapi langsung ke rumah kakek. Disana, aku lihat banyak orang. Ada bendera kuning juga. Pas aku masuk, kakek udah gak ada. Padahal pas aku berangkat kakek baik baik aja."


Kavin semakin mengeratkan pelukannya dan berulang kali mendaratkan ciumannya pada kepala sang istri. Saat ini Kavin duduk menyandar pada kepala ranjang sedangkan Ashel berada di tengah tengah kaki Kavin ia duduk dan menyandarkan kepalanya ke dada sang suami.


"Ayu emang sahabat aku. Tapi aku gak pernah cerita apa apa sama dia. Aku pernah cerita satu kali sama dia, tapi pas aku cerita dia juga malah cerita. Jatohnya malah kayak adu nasib. Padahal keadaanya waktu itu aku pengen di denger dan gak mau mendengar cerita dia. Makanya setelah kejadian itu, aku gak pernah cerita apa apa lagi sama dia atau sama siapapun," ucap Ashel.


"Boleh mas bicara?" Tanya Kavin. Ia sengaja bertanya dulu takutnya istrinya ini belum selesai berbicara.


Ashel menganggukan kepalanya.


"Kamu tahu, ternyata mas beruntung dapat kamu sebagai istri mas. Kenapa beruntung? Karena ternyata kamu ini sangat hebat sayang. Setahu mas, kamu orangnya kayak kelihatan bahagia aja. Tapi ternyata tidak. Mas sampe di kibulin sama sikap ceria kamu. Ternyata gak semua orang ceria itu beneran ceria. Mereka menyembunyikan rasa sakit dan sedih mereka di balik tawa dan sikap ceria mereka," ucap Kavin.


"Terimakasih sudah bertahan sayang. Sekarang kalo ada apa apa, kamu jangan sungkan buat cerita sama mas. Mas suami kamu, sudah seharusnya kan kamu berbagi cerita kamu sama mas. Mas selalu siap dengerin semua cerita kamu. Nangis boleh, gak ada yang larang kamu. Luapin semua rasa sakit kamu sekarang, biar nanti kamu lebih tenang. Mas sayang sama kamu dan mas akan selalu berusaha buat bahagiakan kamu sama baby's," sambungnya.


Ashel mendongkak-kan kepalanya dan melihat ke arah suaminya. "Makasih mas. Mungkin sekarang aku punya teman hidup sekaligus teman cerita. Maafin sikap aku yang childish ya?"

__ADS_1


"Gak perlu minta maaf. Justru mas seneng dengan sikap dan sifat random kamu. Kamu tahu kan sifat mas itu flat dan kadang gak enak buat dilihat, tapi setelah kenal kamu, mas tahu semuanya."


Ashel tersenyum dan memeluk suaminya. Kavin tentu saja membalas pelukan itu. Ia berulang kali mendaratkan kecupan di kening istrinya.


"Laper gak? Mau jajan?" Tanya Kavin.


Suami paling mengerti.


Tentu saja, setelah menangis seperti tadi, sudah pasti istrinya akan kelaparan. Apalagi tadi ia hanya makan ayam goreng dan boba saja.


"Lemari harta karun aku kosong ya?" Tanya Ashel.


"Kata siapa? Kita lihat yuk, ada apa aja disana," ucap Kavin.


Ashel mengernyit. Setahu ia, ia belum belanja apapun untuk mengisi lemari harta karunnya. Karena ketakutan bertemu orang baru, ia jadi mengurungkan niatnya.


Saat sampai di dapur, Ashel membuka lemari harta karunnya. Banyak sekali jajanan yang tertata rapi disana. Bahkan hampir semuanya berisi snack favoritnya.


"Lihat ini juga sayang," ucap Kavin. Ia membuka lemari es besar yang ada di sebelah lemari harta karun.


"Mas, kapan kamu isi ini semua?" Tanya Ashel. Ia melupakan lemari harta karunnya saat melihat isi lemari es. Disana banyak sekali buah buahan kesukaannya. Terutama buah anggur. Ada delapan kotak.


"Aaaa, sayang kamu deh," ucap Ashel.


"Sayang aja nih? Kecupannya mana?" Goda Kavin. Ashel pun menarik leher belakang suaminya dan menyatukan bibir mereka.


Kavin, si hyper s*x tidak menyia nyiakan kesempatan itu. Awalnya ia memang hanya meminta kecupan, namun justru ia melum*tnya cukup lama.


"Lepas dulu. Nanti aja jatahnya. Mau makan anggur dulu," ucap Ashel.

__ADS_1


"Aku aja yang makan kamu yang. Kamu skip dulu makan anggurnya," ucap Kavin.


"Mas, kan tadi udah keluar di mobil. Masa mau lagi," ucap Ashel.


"Ya kan kamu tahu sendiri. Dedek aku gak mau diem kalo belum masuk sarangnya," ucap Kavin.


"Katanya mau tahan. Tiga bulan lagi sayang," ucap Ashel menahan senyumnya.


"Aaaaah, sayang mah gitu," rengek Kavin. Ia menyembunyikan wajahnya dibahu sang istri. Sangat persis sekali seperti seorang anak yang sedang merajuk pada ibunya karena tidak dibelikan mainan.


"Iya iya. Nanti malam. Satu ronde aja, sisanya pake yang lain," bisik Ashel.


"Yess," ucap Kavin. Ia mengecup bibir istrinya sekilas.


"Makasih mami. Papi mandi dulu ya? Kan tadi abis keluar," ucap Kavin. Ia pun pergi dari sana meninggalkam istrinya dengan perasaan berbunga bunga. Ashel hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah suaminya itu.


Ia pun mengambil keranjang miliknya untuk membawa beberapa buah buahan dan snack miliknya ke kamar mereka. Rasanya Ashel lebih tenang saat berada di kamarnya.


Ashel mengambil satu kotak anggur, stroberry, blueberry dan buah pepaya yang sudah di potong potong. Ia juga memasukan snack dan es krim ke dalam keranjang itu.


"Maafin mami ya? Hari ini mami cengeng banget," ucap Ashel. Ia mengelus perutnya. Tiba tiba anak anaknya memberikan respon.


"Iya sayang sayangnya mami. Mami janji gak nangis nangis lagi Baby's," ucap Ashel.



Tbc.


Sisakan satu suami seperti kapin ya allah. Hamba mau😔🙏

__ADS_1


__ADS_2