My Little Wife

My Little Wife
16. Menikah Siri


__ADS_3

Kenzo menatap Juna yang terbaring di bankar. Kepalanya di perban. Tatapan dingin di tujukan ke Juna oleh Kenzo. Berkali-kali Kenzo mengepalkan tangan. Namun, dia menghembuskan nafas agar emosinya tak keluar.


Mata Juna bergerak. Dia mengerjapkan matanya. Hingga akhirnya dia mengkap Kenzo yang duduk di sebelahnya.


"Kenzo? Aku dimana?"


Kenzo berdiri. Kedua tangannya di masukkan ke saku celana hitam panjangnya. "Kamu kecelakaan. Sekarang kamu berada di Rumah Sakit."


Luka yang dialami oleh Juna tidak terlalu serius. Dia bangun dari tidurnya. "Oh. Gadis itu." Juna geram ketika mengingat kecelakaan yang disebabkan Vanes membanting setir itu.


"Gadis?" Kenzo berbalik. "Siapa gadis itu? Vanessa Angelica?"


Juna terbelalak. "Kenz--"


"Aku tahu. Aku tahu, Jun!. Betapa brengseknya dirimu. Sadarlah jika dia hanya remaja. Dia bukan pemuasmu. Kamu tidak boleh menyentuhnya sembarangan." Kenzo mulai naik darah.


"Aku mencintainya, Ken! Sebenarnya, ada hubungan apa kalian berdua?"


Kenzo sekarang benar-benar emosi. Tak peduli lagi dengan Juna yang sudah dianggapny lebih dari teman. Hingga jawabannya membuat Juna terkejut. "Jangan ganggu Vanes! Aku akan menikahinya. Aku tak peduli lagi dengan umurnya. Kita berdua sama kan? Sama-sama tidak peduli?"


"Tidak! Vanes itu hanya milikku, Kenzo. Dia hanya milikku. Kamu tidak boleh menikahinya!"


"Aku bisa melakukan apa saja yang ku mau, Jun. Dan, jangan pernah menemui dan menyentuh Vanes lagi." Tegas Kenzo.


"Apa kata kedua orang tuanya nanti? Vanes lebih layak bersanding dengan lelaki yang seumuran dengannya!" Bentak Juna.


Kenzo tertawa mengejek. "Seharusnya kamu juga berpikir seperti itu. Kamu hanya menuruti kesenanganmu dan nafsumu, Juna!"


Tak mau kalah dengan lawan bicaranya, Juna menjawab. "Bagaimana denganmu?"


"Aku?" Kenzo menunjuk dirinya sendiri. "Aku menikahi Vanes karena ingin melindungi dari orang sepertimu, brengsek!"


"Jadi kamu yang selalu bersama Vanes? Aku sering melihat Vanes dengan lelaki. Itu kamu kan?"


"Iya." Jawab Kenzo mantab. "Aku yang selalu bersama Vanessa. Kenapa?"


"Ku peringatkan kamu! Jangan dekati Vanes!" Bentak Juna.


"Aku yang seharus bilang seperti itu, Jun. Karena Vanessa akan segera menjadi istriku! Dia akan menjadi milikku. Bukan milikmu!"


***


Kenzo melihat Vanes yang duduk termenung di pinggiran kasur. Vanes sedang murung. Kenzo tak tahu harus melakukan apa agar Vanesnya itu tersenyum.


"Vanessa?" Panggil Kenzo.

__ADS_1


Vanes mendongakkan kepalanya. "Kak Kenzo? Ada apa?"


"Mari kita menikah, Vanes!" Kenzo menatap serius ke arah Vanes.


Inilah jalan pikirannya. Ini lah keputusan Kenzo. Menikahi Vanes. Karena sebenarnya, Kenzo juga menaruh hati kepada Vanes. Rasa itu muncul karena setiap harinya mereka selalu bersama.


Mata Vanes terbelalak. "Menikah?"


"Ya! Kamu akan menjadi milikku. Dan aku akan melindungimu. Aku juga akan menjadi milikmu sepenuhnya!"


"Bagaimana dengan Papa dan Mama nantinya?" Vanes menatap lekat Kenzo.


"Aku akan mengurusnya. Sekarang, ayo ikut aku."


***


Dengan dibantu oleh Pengacara, Mereka berdua menikah. Menikah secara siri. Tak ada yang tahu tentang hubungan mereka. Hanya Tuhan dan mereka berdua yang tahu.


"Sekarang, Aku sudah menjadi milikmu sepenuhnya, Vanes. Bersikaplah selayaknya tak terjadi apa-apa diantara kita berdua." Kata Kenzo sambil menggenggam tangan Vanes.


"Iya, Kak."


"Tenang! Semuanya akan baik-baik saja, sayang. Aku akan menikahimu secara sah ketika kamu sudah menyelesaikan pendidikanmu. Jangan khawatir tentang hal itu. Aku tidak akan memintanya sekarang."


"Kak..Aku benar-benar menyayangimu."


***


Semua yang ada di kediaman Dylan, menyambut kedatangan Dylan dan Tasya yang habis berpergian ke luar kota. Artinya, Kenzo akan agak jarang menemui Vanes.


"Selamat datang kembali, Tuan dan Nyonya besar."


"Mama! Papa!" Teriak Vanes sambil berlari ke arah Dylan dan Tasya. Kenzo yang berjalan santai di belakangnya tersenyum.


"Vanessa!" Tasya memeluk Vanes.


Dylan berjalan mendekat ke arah Kenzo. "Terima Kasih sudah menjaga Vanes, Kenzo."


Kenzo mengangguk. "Ada yang harus aku bicarakan."


Menatap keseriusan di wajah Kenzo, Dylan langsung mengajak Kenzo ke ruang kerjanya.


"Ada apa?" Tanya Dylan. "Ada masalah dengan Vanessa?"


Kenzo menggeleng. "Sebelumnya, aku ingin meminta maaf kepadamu karena lancang."

__ADS_1


"Lancang? Ada apa, Kenzo?"


"Aku telah menikahi Vanessa."


Dylan tergelak. Apa yang di ucapkan oleh Kenzo sempat di kira bohongan. Tapi bagaimana bisa Kenzo menikahi putri semata wayangnya?. Tidak! Dylan ingin yang terbaik bagi Vanes. Dan Dylan harus memberi pelajaran bagi Kenzo.


Kenzo mendapat bogeman dari Dylan. Kenzo tak mengelak dari bogeman Dylan. Karena ini pantas baginya.


"Kenapa kamu bisa seperti itu, Kenzo? Kenapa kamu menyalahgunakan kepercayaanku, hah?"


"Maaf. Tapi aku akan membiarkan Vanessa untuk sekolah hingga pendidikannya selesai. Aku ingin melindungi Vanessa." Ucap Kenzo berterus terang.


Terdengar helaan nafas dari Dylan. "Aku benar-benar tidak tahu lagi dengan jalan pikirmu itu. Aku akan mempercayakan anakku padamu. Jaga dia. Jaga dia baik-baik."


"Akan ku jalankan amanahmu, Papa Dylan. Maafkan aku."


***


Vanes bersandar di bahu Kenzo. Tangannya di genggam oleh Kenzo. Tangan satunya lagi di gunakan untuk mengelus kepala Vanes.


Angin dingin menyapu kulit Vanes yang putih. Vanes mengeratkan pelukannya dengan Kenzo. Rasa nyaman dan kehangatan menjalar.


"Aku menyanyayangimu, Vanes." Kenzo mengecup sayang puncak kepala Vanes.


"Vanes juga." Kata Vanes. "Kak Kenzo menginap kan?"


"Aku harus pulang ke rumah, Vanessayang." Kenzo mengelus pipi Vanes lembut.


Raut wajah Vanes tampak cemberut. "Ngapain sih pulang? Disini aja!"


Kenzo tersenyum. Seharusnya ini adalah malam pertama. Malam yang di nantikan oleh para pengantin yang telah menikah. Namun, Akal Kenzo masih berfungsi. Tidak mungkin dia melakukan hal itu. Dia harus memendam dalam-dalam nafsunya.


Kenzo tidak boleh menjadi seperti Juna yang hanya memikirkan nafsunya. Tujuan utamanya menikahi Vanes adalah agar bisa melindungi Vanes kapan pun. Walau rasa cinta ini baru akhir-akhir ini muncul, Kenzo tidak ingin Vanes di pandang rendah. Sekarang, Kenzo adalah suami Vanes. Dan, jika ada yang berani melukai Vanes, tangannya akan turun mengatasi.


"Aku harus pulang, sayang."


"Kan biasanya menginap disini." Balas Vanes yang masih tak mau melepaskan genggaman di kemeja Kenzo.


Tasya yang melihatnya dengan Dylan, menghampiri keduanya. Tasya sempat shock mendengar anak kesayanganya di nikahi oleh Kenzo. Tasya sempat ingin melayangkan pisau ke tubuh Kenzo. Namun Vanes dan Dylan mencegahnya. Tasya akhirnya mengerti. Jika ini yang terbaik untuk anaknya. Toh. Anaknya tidak putus sekolah dan berarti Vanes akan selalu aman jika selalu di dekat Kenzo.


"Tidur disini saja, Kenzo. Seperti biasanya." Tasya bersuara. Senyum ramahnya tercetak.


"Iya. Istrimu itu tidak ingin di tinggal." Tambah Dylan.


"Apa boleh aku membawanya ke rumah? Selayaknya sepasang suami-istri?"

__ADS_1


Dylan dan Tasya diam sejenak.


"Anakku sudah kamu nikahi. Bawalah. Aku dan Tasya akan menjenguknya."


__ADS_2