My Little Wife

My Little Wife
Bab 272 : Accident


__ADS_3

Happy reading♡


Liam sedang berada di kantornya. Saat ini ia sedang melihat sebuah video yang menampilkan kebahagiaan Kavin dan Ashel di sebuah taman yang tidak jauh dari mansion miliknya. Ia menatap benci ke arah Kavin karena dengan beraninya ia merebut wanita yang ia cintai sejak dulu. Liam bertekad untuk merebut kembali Ashel agar kembali pada dekapannya.


Tangannya mengepal saat melihat Ashel memeluk mesra suaminya di depan umum. Bahkan Kavin juga mencium Ashel disana.


"Bajing*n!! Awas aja lo Kavin. Gue pastiin hari ini lo bakalan mati dan gue akan bawa Ashel pergi," ucapnya marah saat melihat adegan ciuman itu.


"Gue gak akan biarin kebahagiaan kalian bertahan lama. Cepat atau lambat Ashel bakalan gue ambil dari lo."


Ia pun menghubungi Adam untuk melakukan sesuatu saat Kavin dan Ashel pergi keluar rumah. Disana juga sepertinya tidak ada bodyguard yang menjaga mereka. Bodoh sekali Kavin meregangkan penjagaan untuknya. Tapi Liam berterimakasih karena hal itu ia akan bisa melancarkan rencananya hari ini.


***


Saat ini, Ardian tengah bersantai di salah satu resort miliknya yang sebentar lagi akan dibuka untuk umum. Ia merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk yang ada disana. Mungkin ini saatnya untuk berleha leha dan beristirahat dari lelahnya pekerjaannya.


Sudah lama juga ia tidak memanggil wanita untuk bermain main dengannya. Mungkin nanti malam Ardian akan datang ke club milik temannya untuk memuaskan dirinya.


Saat sedang tenang menikmati empuknya kasur yang sedang ia tiduri, tiba tiba ponsel Ardian berbunyi. Dengan malas Ardian mengangkatnya. Itu panggilan dari bawahannya.


"Apa harus kau mengganggu ku disaat aku ingin beristirahat hari ini? Apa kau ingin ku pecat Max?" Tanya Ardian. Max adalah asisten Ardian. Ia sudah bekerja bertahun tahun lamanya pada Ardian. Dan dia merupakan orang kepercayaan Ardian selain Sergio. Max adalah kakak kandung Sergio.


"..."


"Apa?!!! Bocah ingusan itu kembali melakukan tingkah so dewasa. Baiklah Max, kau ke tempat adik ku sekarang berada. Aku akan segera menyusul kesana," ucap Ardian.


Panggilan pun terputus. Ardia dengan segera menghubungi Kavin untuk memberitahu hal ini agar ia berjaga jaga. Sebenarnya disana juga ada beberapa bodyguard yang menjaga Kavin dan Ashel dari jauh. Namun takutnya mereka tidak menyadarinya karena tindakan kali ini cukup tertutup.

__ADS_1


Kavin pun mengangkat panggilan itu dan Ardian langsung mengatakan maksudnya menelepon Kavin sore sore seperti ini. Waktu sudah menunjukan pukul lima sore.


Setelah selesai memberitahu Kavin, Ardian pun bergegas pergi ke tempat yang sama dimana ada adiknya disana. Ia tidak akan membiarkan rencana bocah ingusan itu berhasil dan tentunya Ardian tidak akan membiarkan adiknya celaka, apalagi ia sedang mengandung calon penerus keluarga mereka.


"Gue gak bakalan biarin tuh bocah ingusan berhasil. Sama seperti rencana rencananya yang pernah terjadi, gue pastikan akan selalu gagalin semuanya. Enak aja dia main kotor cuma buat bawa Ashel," ucap Ardian. Ia pun segera masuk ke dalam mobilnya dan melaju dengan kencang.


***


Ashel dan Kavin berjalan sembari membawa jajanan yang tadi dibeli oleh istrinya di toko. Saat di toko tadi, istrinya menghabiskan banyak cheese cake. Tadi juga Kavin sempat menawarkan greentea cake namun Ashel menolaknya. Baru kali ini Kavin melihat istrinya menolak makanan dengan rasa greentea. Malah Kavin yang memakannya.


Ashel juga banyak membeli makanan berbahan dasar keju. Entah itu kue kering, cheese stik, dan yang lainnya. Tadinya Kavin akan membawa istrinya ke toko lain yang menyediakan makanan Jepang. Ia hafal betul kesukaan istrinya ini, namun lagi lagi diluar dugaan Ashel menolaknya.


Karena Ashel sudah selesai bermain main sore ini, ia pun meminta untuk pulang saja. Kavin pun menurutinya. Saat ini mereka berdua sudah berada dalam mobil. Mulut istrinya ini kembali mengunyah cemilan yang ia beli tadi. Dengan asiknya ia makan cemilan dengan menonton mukbang di youtube.


"Mau nyoba dong sayang. Suapin," ucap Kavin. Ia sudah melajukan mobilnya saat ini.


Ashel pun mengulurkan tangannya yang memegang cheese stik dan mengarahkannya pada mulut suaminya. Ternyata Kavin malah dengan sengaja menjilat dan mengem*t jari telunjuk sang istri.


"Kelepasan," alibinya. Ia pun tersenyum puas karena berhasil menggoda istrinya. Ia pun kembali fokus ke jalanan. Kavin mengendarai mobilnya dengan santai. Toh tujuan mereka adalah rumah, jaraknya juga tidak jauh dari perjalanan yang sedang dilewatinya.


"Mau lagi?" Tanya Ashel.


"Mau, nanti aja di rumah. Tapi lewat mulut kamu," ucap Kavin.


"Mas mesum ih. Udah ah jangan minta jatah lagi. Kan udah tadi siang," ucap Ashel. Jujur saja setelah mengandung, ia cepat sekali lelah setelah melayani suaminya. Biasanya ia akan mengimbangi permainan suaminya namun tidak untuk sekarang.


Kavin tertawa mendengar keluhan istrinya ini. Ia hanya bercanda namun Ashel menanggapinya serius. Lucu saja saat menggoda istrinya ini.

__ADS_1


Tiba ponsel Kavin berbunyi. Ia pun mengambil earphone dan menerima panggilan itu. Kavin belum mengeluarkan suara apa apa namun dari sebrang sana orang itu sudah berbicara. Kavin dengan saksama mendengarnya.


"Oke. Thanks Ar," ucap Kavin.


Ashel menolehkan kepalanya saat mendengar ucapam terimakasih suaminya pada penelepon itu. Ar? Siapa? Ardian?


"Yang, simpen dulu cemilan sama ponsel kamu. Pasang seatbeltnya terus pegangan. Aku mau ngebut, ini urgent," ucap Kavin.


"Hah? Maksudnya apa?" Tanya Ashel tak mengerti.


"Kamu ikutin perintah aku aja dulu, nanti aku jelasin sama kamu," ucap Kavin. Ashel pun melakukan hal yang diperintahkan suaminya ini. Kavin fokus pada jalanan karena saat ini ia sedang mengebut.


Beruntung saja tadi Ardian menghubunginya cepat sehingga Kavin bisa bersiaga dan mencoba menghindarinya.


Di depan sana, matanya menatap sebuah mobil truk yang sedang melaju cepat. Bahkan Kavin merasa saking cepatnya mobil itu, ia bisa melihatnya dengan jelas saat ini.


"Mas, aku takut," ucap Ashel saat melihat mobil truk di depannya melaju cepat tak beraturan. Takutnya mobil itu menyenggol mobil mereka karena jalan yang mereka lewati saat ini cukup kecil.


"Kamu tenang. Tutup mata kamu, jangan dibuka. Percaya sama mas kalo mas bakalan jagain kamu sama baby's," ucap Kavin.


Ashel pun melakukan apa yang diperintahkan suaminya. Ia menutup matanya. Tangan kirinya memegang pegangan yang ada di mobil mereka sedangkan tangan kanannya memegang perutnya. Ia merapalkan doa doa yang ia tahu agar selamat dari sini.


Semakin kesini, truk di depannya seperti sengaja melajukan mobilnya secara ugal ugalan. Ashel semakin takut. Tanpa sadar ia mengeluarkan air matanya karena takut.


Sedangkan Kavin mencoba untuk menghindar, namun terlambat. Mobil truk di depannya melaju sangat kencang, sehingga ia tidak bisa berbuat apa apa lagi.


__ADS_1


Tbc


Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_


__ADS_2