
Happy reading♡
Ashel dan Ayu asik mengobrol sedangkan Rafello sibuk dengan game online di ponselnya. Ia menggunakan kesempatan ini untuk bermain game. Biasanya Ayu akan memarahinya karena chat yang ia kirim selalu slow respon oleh Rafello. Kavin sendiri sedang bermain dengan ponselnya, entah apa yang ia lakukan di ponsel itu.
Ashel bercerita tentang perkembangan bayinya karena Ayu terus bertanya seputar kehamilan pada Ashel. Sepertinya Ayu sudah ingin menikah dan punya anak. Begitu pikir Ashel. Tiba tiba pintu ruang rawat Ashel diketuk. Muncul Josh dengan beberapa paper bag di tangannya.
"Masuk Josh," ucap Kavin. Ia berdiri saat Josh mendekat ke arahnya.
"Pesanan nyonya muda, tuan. Dan ini ponsel baru untuk nyonya muda yang anda minta. Semua datanya sudah saya salin kesini. Ponselnya sudah siap digunakan," ucap Josh. Kavin menerima paper bag itu.
"Terimakasih, kau bisa kembali. Malam ini istri ku pulang ke mansion, siapkan semuanya. Dan cari tahu perkiraan cuaca malam ini," ucap Kavin.
"Baik tuan. Secepatnya akan saya infokan pada anda," ucap Josh. Ia pun pergi dari ruangan itu.
Kavin langsung mendekat ke arah brankar istrinya. Ia menyimpan paper bag berisi makanan dan membuka paper bag berisi ponsel terlebih dahulu. Sedangkan Rafello, sejak tadi ia sudah melongo mendengar penuturan Josh. Apalagi saat melihat ponsel baru milik kakak iparnya dikeluarkan, matanya melolot seketika.
"BANG, LO GAK MAU BANTUIN GUE GITU NYARI HAPE KAYAK GITU?! GUE KOK SUSAH BANGET DAPETNYA," ucap Rafello. Ia memang mengincar ponsel itu karena kualitasnya yang sangat baik. Apalagi warna ponsel kakak iparnya adalah warna ponsel yang ia mau.
"Itu yang tadi lo injek. Ambil aja, datanya udah gue hapus semua. Cuma retak doang, kan dibanting sama maminya si baby's," ucap Kavin. Sedangkan Ashel memeluk lengan suaminya dan terus tersenyum saat mendapatkan makanannya. Ia memang tidak terlalu fokus pada ponsel saat ini.
"Anjin*. Kenapa dibanting dah. Gak sayang apa sama uang. Buang buang duit aja," ucap Rafello.
"Duit bisa dicari, kalo gue marah gak bisa gue tahan. Yang ada nanti malah si baby's keram. Lagian abang lo yang bikin kesel gue tadi. So, lo gak usah bilang buang buang duit kalo lo sendiri sering buang duit jutaan tiap harinya buat top up game lo," ucap Ashel. Kavin tersenyum saat mendengar ucapan istrinya ini. Ini baru Ashel dan bukan maminya si baby's. Sebab Ashel akan selalu mengeluarkan kata kata menohok yang membuat lawan bicaranya mati kata. Salah siapa nyenggol Ashel.
__ADS_1
"Oh, jadi gitu ya? Bilangnya cuma sebulan sekali top up gamenya tahunya hampir tiap hari. Pantesan tante Sarah sering marahin lo," ucap Ayu. Ia melipat kedua tangannya di dadanya.
Mampus.
"Gak gitu loh byy. Kan tahu sendiri Ashel kalo ngomong suka ngawur," ucap Rafello, ia sudah ketar ketir saat ini karena Ayu pasti akan marah padanya.
"Yang ngawur itu lo, bukan gue. Gue tahu itu duit lo, hasil kerja keras lo. Tapi seharusnya lo gak gunain uanh berjuta juta buat top up kayak gitu. Lo harus mikir lebih jauh, sekarang lo udah punya pacar. Kalo niat lo cuma main main mending gak usah pacaran sama sahabat gue. Kasihan kalo lo sakitin dia. Cewek butuh kepastian Pel. Gue ngomong kayak gitu supaya lo bisa berpikir lebih dewasa lagi, gue kayak gini karena sekarang gue bukan cuma temen lo tapi kakak ipar lo. Nih Ayu, dia udah tanya tanya seputar kehamilan. Cepet lah halalin dia," ucap Ashel.
"Hohoho, kakak ipar ku yang montok dan cantik dari samping kalo ngomong suka bener. Gue cabut dulu," ucapnya. Ia menarik Ayu pergi dari sana meskipun Ayu menepis tangan Rafello namun Rafello tetap berusaha membawanya pergi.
Sedangkan Kavin ingin sekali tertawa terbahak bahak saat ini. Apalagi saat melihat wajah adiknya tadi. Istrinya ini memang benar benar pintar. Ia bahkan mampu membuat kata kata yang menohok pada adiknya namun dalam perkataannya juga terselip kepeduliannya.
"Laper papi, makan," ucap Ashel membuyarkan lamunan Kavin.
"Makan mas. Aku udah kelaparan, mana tadi harus ceramah dulu," ucap Ashel. Kavin tersenyum dan menyiapkan makanan untuk istrinya. Mereka berdua makan bersama diatas brankar Ashel.
***
Ayu berkali kali menepis tangan Rafello yang menarik tangannya sejak tadi. Ia kesal pada Rafello karena sudah membohonginya. Berarti apa yang selama ini ia ucapkan itu semua kebohongan?
"Byy, masuk mobil. Dengerin penjelasan aku dulu," ucap Rafello.
"Buat apa? Semuanya udah jelas. Lo bohongin gue selama ini. Apa pernyataan cinta lo waktu itu juga cuma kebohongan? Haha, pinter banget," ucap Ayu.
__ADS_1
Fello yang gemas pun membuka kunci mobilnya dan memaksa Ayu untuk masuk ke dalam mobil. Mereka berdua saat ini duduk di bangku belakang. Ayu dengan paksaan Fello akhirnya masuk ke dalam mobil.
"Dengerin aku dan jangan potong ucapan Aku," ucap Rafello.
"Basi. Buka mobilnya, gue gak sudi berhadapan sama pembohong kayak lo," ucap Ayu. Ia memang kecewa dengan Rafello yang membohonginya selama ini.
"Aku emang sering top up game sampe berjuta juta bahkan hampir tiap hari. Tapi aku gak pernah bohong soal perasaan aku ke kamu byy," ucap Fello.
"Gak tahu, gak denger. Gue budeg kalo denger suara lo," ucap Ayu.
"Ashel sama bang Kavin emang tahu semua itu karena gue sering top up pake aku game milik Ashel."
"Bodo. Gak peduli, mau lo pake akun mantan mantan lo juga. Gue gak peduli sama sekali," ucap Ayu.
"Kamu peduli, buktinya kamu sampe tahu siapa aja mantan aku padahal gak pernah aku ceritain sama aku. Aku tahu kesalahan aku fatal karena bohongin kamu soal game tapi aku gak pernah bohong soal perasaan aku sama kamu. Kalo dari awal aku cuma main main, aku gak mungkin kenalin kamu sama keluarga aku. Bahkan kamu sendiri dengar langsung dari mama kalo kamu wanita pertama yang aku bawa ke hadapan dia. Aku emang lemah soal game, game cara aku buat hilangin setres akibat pekerjaan yang menumpuk. Oke bang Kavin bisa dan aku juga harus bisa. Bang Kavin gak kayak aku kalo setres pelampiasannya ke game. Aku tahu itu, tapi aku gak pernah bohong soal perasaan aku sama kamu byy. Please jangan marah, aku gak bisa kalo kamu marah sama aku," ucap Rafello panjang lebar. Sedangkan Ayu terdiam. Ia menatap ke arah pacarnya itu.
"Lemah. Gue udah tahu dari awal kali, gimana dramanya? Suka?"
Tbc.
Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_
__ADS_1