
Maaf ya baru up soalnya lagi mode badmood nulis dan beberapa hari ini othor sakit perut.
🍁🍁
Hari berganti hari, Skylar dibayangi ketakutan. Dia selalu mendapatkan kotak berisi ancaman untuknya, membuatnya tak tahan dan berkata sesuatu yang membuat Bintang marah besar.
"Kak lebih baik kita pisah aja. Aku tak tahan setiap hari mendapatkan teror terus menerus. " ujar Sky.
Tatapan Bintang berubah tajam.Dia menatap istrinya dengan aura dingin dan membunuhnya. "Tidak Sky aku tidak akan pernah menceraikan kamu. " bentak Bintang dengan penuh emosi.
Skylar berdecih. Tak lama air matanyapun luruh, menepuk rasa sesak dalam dadanya. Bintang menetralkan emosinya, tergerak ingin mendekap istrinya namun Skylar memilih menghindarinya. "Aku sudah tidak tahan dengan teror ini kak. "
"Aku hanya ingin hidup tenang. Sampai kapan aku bertahan dalam bayang ketakutan sementara kakak belum berhasil menemukan pelakunya. Skylar mengusap air matanya kasar, berbalik pergi meninggalkan suaminya.
"Skylar. " panggil Bintang sambil berteriak.
Skylar mengabaikan panggilan Bintang. Dia naik ke lantai atas menuju ke kamar mereka. Beberapa menit berlalu, diapun turun ke bawah sambil menyeret kopernya. Dia berjalan melewati Bintang dan Bintang mencengkeram lengannya kuat. "Lepasin aku kak, aku ingin pulang ke rumah Daddy dan Mommy dulu. " gumamnya lirih.
"Hanya segitukah cintamu sama aku Sky, hingga kamu memilih pisah dari pada menghadapinya bersama. " suara Bintang terdengar kecewa, membuat Skylar diam membeku.
"Kakak selama ini sudah usaha sayang tapi berkali kali gagal menemukan pelaku itu. Bintang mencoba memberi pengertian pada wanitanya tersebut. Skylar menepis kasar tangan suaminya setelah itu menatap datar kearahnya. "Aku tetap ingin tinggal di mansion Daddy Alex dan Mommy Hana kak sampai semua masalah selesai. " tegasnya.
__ADS_1
Bintang menghembuskan nafas berat. Keputusan istrinya sudah sangat bulat dan dia tak bisa membujuknya lagi. Skylarpun berlalu pergi dari hadapan suaminya. Dia menghilang dibalik pintu, Bintang tersadar dan segera menyusul kepergian Skylar.
Terlambat. Istrinya sudah naik taksi terlebih dahulu. Bintang mengepalkan tangannya, menahan kekesalan dan amarah dalam dirinya yang sedari tadi dia tahan.
Sementara dalam taksi, Skylar terus menangis. Dia sebenarnya berat meninggalkan suaminya sendiri, tapi dia takut akan ancaman yang diterimanya setiap hari. Tanpa di sadari dari belakang ada yang mengikuti taksinya.
Brak Ckiit Taksi berhenti mendadak. Skylar tersentak kaget dan menatap kearah sopir taksi. "Ada apa pak? "
"Maaf Nona ada yang menghalangi jalan. " Skylar menoleh ke samping dan raut wajahnya nampak panik dan ketakutan.
Tok tok tok Merasa tidak sabar, seorang pria memecahkan kaca taksinya. Dia segera menarik ke luar Skylar dari dalam taksi. "Lepasin aku lepasin. " teriak Skylar sambil memberontak.
Bug Pria tersebut memukul tengkuk Skylar. Skypar jatuh pingsan, lalu dibawanya masuk ke dalam mobil dan melesat jauh. Sementara sopir taksi terkapar di jalanan dengan keadaan mengenaskan.
"Bawa dia ke tempat kita. " ujar seseorang dalam telepon.
Tak lama kemudian
3 jam kemudian
Mereka akhirnya sampai di sebuah rumah letaknya jauh dari perkotaan. Pria bertubuh besar tersebut memasukkan Skylar di sebuah kamar setelah itu menguncinya dari luar. Kedua pria tersebut langsung segera pergi dari sana sambil menunggu kedatangan boss mereka.
__ADS_1
🍁🍁
Sementara itu seringai menghias di sudut bibirnya. Dia berhasil menjalankan rencananya, menyingkirkan Skylar dari hidup Bintang untuk selamanya. "Sebentar lagi aku akan membuat hidupmu menderita bagai di neraka Skylar Serafina Marlyn. " gumamnya sinis. Diapun bangkit, segera mengganti pakaiannya setelah itu ke luar kamar dan turun ke bawah.
"Siapkan mobil! perintahnya pada anak buahnya.
"Baik Nyonya. Winda berjalan ke luar dari mansion, masuk ke dalam mobil dan melaju dengan kencang.
Windapun sampai di sebuah rumah, tempat menyekap Skylar. Dia segera turun dari mobil, bergegas masuk ke dalam rumah tersebut. Sampai di lantai atas, brak dia membanting pintunya kasar, terkekeh sinis melihat Skylar yang sudah sadar dari pingsannya.
"Katakan kenapa kamu membawaku. " cecar Skylar dengan nada tak bersahabat.
"Aku menginginkan nyawamu Skylar. " Kedua mata Skylar langsung melotot mendengarnya, Winda berjalan mendekatinya lalu mencengkeram dagu Skylar hingga tatapan mereka bertemu.
Skylar meringis kesakitan. Winda langsung melepaskannya dengan kasar,kemudian berjalan mengambil sesuatu dari dalam laci mejanya. Sebuah belati ditangannya, Winda kembali berdiri dihadapan Skylar. Skylar nampak semakin ketakutan dengan apa yang ingin dilakukan Winda padanya.
"Aku ingin menyayat kulit wajahmu yang mulus itu. Tentunya Bintang pasti akan merasa jijik pada kamu dan malahan benci padamu. " ucapnya santai sambil memainkan belatinya.
Skylar menelan ludahnya kasar mendengar ucapan Winda. Winda tertawa memasukkan belatinya dalam saku dan menatap remeh kearah Skylar. "Sabarlah aku akan pelan pelan melakukannya tapi bukan hari ini nona Skylar. "
Winda berbalik dan berlalu pergi meninggalkan Skylar sendiri di kamarnya. Skylar langsung menangis histeris teringat dengan Bintang. Dia merasa sangat bersalah atas ucapannya pada Bintang suaminya. "Maafkan aku kak Bintang, jika terjadi sesuatu padaku aku harap kamu bisa bahagia tanpaku disisimu. " pasrahnya.
__ADS_1
TBC