
Wkwk othor pecinta Bintang dan langit 🤣🤗
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, usia kandungan Sky kini sembilan bulan, hanya menunggu hari dia akan melahirkan calon anak mereka. Sementara Rumi dan Dave masih belum pulang dari honeymoon mereka.
Pagi itu Sky hendak duduk di sofa, namun tiba tiba perutnya terasa sakit. Dia menunduk ke bawah dan terkejut melihat cairan keluar dari celah celah kakinya. "Mommy, Daddy. " teriak Sky.
Sky terus meringis kesakitan sambil menahan perutnya. Tak lama kemudian kedua orang tuanya datang, Daddy Alex segera menggendong puterinya itu lalu membawanya ke luar disusul Mommy yang mengambil perlengkapan Sky. Daddy Alex melajukan mobilnya kencang menuju ke rumah sakit.
Skip Di rumah sakit
Daddy Alex segera menghubungi menantunya untuk segera datang. "Cepatlah istrimu akan melahirkan Bintang. " desak Daddy. Setelah itu menyimpan ponselnya dalam saku. Bintang akhirnya datang dengan nafas tersengal sengal, setelah itu menatap kedua mertuanya secara bergantian. "Maafkan aku Mommy, Daddy aku telat. "
"Enggak papa nak, ya sudah temani istrimu lahiran. "
Bintang mengangguk, diapun masuk ke dalam ruang persalinan. beberapa jam kemudian terdengar suara tangisan bayi.
Oek oek oek
orang tua Sky dan Bintang saling berpelukan, mendengar tangisan cucu mereka. Tak lama kemudian Bintang pun ke luar dengan rambut acak acakan namun tak henti hentinya tersenyum lebar. "Mommy, Daddy putera aku telah lahir dan sekarang aku jadi seorang Daddy. "
"Selamat ya nak akhirnya kamu menjadi seorang Daddy sekarang! ucap Mami Mira.
Bintangpun mengangguk, mereka semua pergi ke ruangan Sky. Dia langsung masuk ke dalam, senyumnya kian merekah kalau melihat istrinya tengah menyusui puteranya di bantu suster. Bintangpun mendekat, berdiri di samping sang istri, Sky menoleh menatap suaminya dengan senyuman manis. " Daddy, lihatlah putera kita?minum asinya sangat lahap ya. "
"Iya sayang kamu benar, lalu siapa nama putera kita ini hemm? "
"Langit Alansky Jerrico Winston. "
Mereka kembali menatap baby Langit yang tengah asyik meminum asinya. Bintangpun mengusap pipi puteranya dengan lembut, sesekali menjahili nya namun Sky langsung menepis tangan sang suami. "Sayang jangan usil, nanti baby Langit nangis. " tegur Skylar.
"Iya iya galak sekali. " jawab Bintang sambil tersenyum geli.
__ADS_1
Setelah kenyang baby Langit terlihat tertidur, dia menyerahkan puteranya pada sang suami. Bintang dengan sigap menaruhnya dalam box bayi yang sengaja di siapkan untuk Axel dalam ruangan rawat Skylar. Setelah itu Bintang duduk di sebelah sang istri, dia mencium kening dan bibir istrinya berkali kali. "Terimakasih sayang atas perjuangan kamu melahirkan putera kita dengan selamat. "
"Cukup satu kali kamu melahirkan sayang, kamu enggak boleh kesakitan seperti tadi lagi. " ujar Bintang dengan nada serius.
"Tapi aku pengen punya dua anak sayang, lagian mengandung dan melahirkan sudah kodratnya wanita. Percayalah aku baik baik saja, menikmati peranku saat awal awal kehamilan hingga seperti sekarang. " jelas Sky.
Bintang langsung memeluk sang istri, terdengar isakan kecil di tubuhnya. Skylar membalas pelukan suaminya, mengusap punggung lebar Bintang. Dia menghela nafas pelan kemudian melepaskan pelukannya, Sky tersenyum melihat suaminya menghapus air matanya. "Daddynya Langit kok cengeng sih. " ledek Sky pada sang suami.
"Tapi aku enggak tega, kalau kamu kelak hamil lagi Yank. "
"Hadeh gitu saja takut, kalau bikin kecebong saja semangat empat lima ckckck dasar
lelaki. " sindir Sky sambil mengomeli suaminya itu. Bintang hanya bisa menahan malunya, mendengar sindiran sang istri. Tak lama masuklah para orang tua mereka, mereka bergegas menghampiri cucu mereka yang baru lahir.
"Nak siapa nama cucu Mommy yang tampan ini? "
"Langit Alansky Jerrico Winston, di panggil Langit. " ujar Skylar sambil tersenyum kearah orang tuanya.
Mommy Hana sangat senang mendengarnya, diapun menggendong cucu pertamanya itu dengan raut bahagianya. Baby Langitpun direbutkan oleh para oma dan opanya, hal itu membuat Sky dan Bintang tertawa melihat kelakuan orang tua mereka. "Harusnya kita buat selusin cucu buat mommy dan daddy. " gurau Sky.
"Bercanda sayang, lagian Daddy kok sensitif banget sih. Lagian banyak anak lebih bagus sayang, mansion terasa ramai nantinya. "
Bintangpun hanya diam tak menanggapinya. Skylar menghela nafas kasar, melihat reaksi suaminya yang sungguh berlebihan pikirnya. Bintang mengecup kening istrinya sekilas, setelah itu berlalu ke luar dari sana. Skylar tertegun, menatap nanar kepergian suaminya. Diapun dengan hati hati turun dari bangsal, berniat menyusul sang suami.
"Lho Sky sayang kamu mau ke mana nak? " cecar Mami Mira.
Skylar pun menoleh, menatap lekat sang mertua sambil tersenyum. "Mi, aku mau nyusul suami ku yang ke luar Mami. " jawab Sky.
"Memangnya ada apa nak? Apa kalian bertengkar tadi!
" Nanti Sky jelasin Mi! Sky pun berjalan dengan hati hati ke luar dari ruangan rawatnya. Dia membiarkan puteranya bersama para opa dan omanya. Mami Mira semakin penasaran apa yang terjadi diantara putera dan menantunya itu. "Mungkin hanya kesalahpahaman. " pikirnya.
__ADS_1
Di taman rumah sakit
Bintang duduk dibawah pohon, menenangkan dirinya yang hampir membentak sang istri. Mengingat perjuangan istrinya dalam melahirkan putera mereka, sedikit membuatnya trauma, entah kenapa dia sangat takut jika terjadi sesuatu jika istrinya kelak hamil lagi.
Egois memang tapi Bintang enggak peduli. Dia hanya ingin istrinya baik baik saja, sudah cukup baby Langit hadir dalam kehidupan rumah tangga mereka.
"Hubby. " panggil Skylar.
Bintangpun menoleh, terkejut melihat istrinya datang menghampirinya. Diapun bangkit dan membawa istrinya duduk di sebelahnya. "Kenapa kamu menyusul aku ke sini sayang. " cecar Bintang.
"Kamu marah atas perkataanku tadi sayang!
"Iya sayang aku marah. Apa yang aku putuskan itu demi kebaikan kamu sayang. " ujar Bintang.
Skylar menepis tangan sang suami, kemudian menyandarkan dirinya di kursi. Keheningan kini menerpa keduanya, Sky sangat tidak setuju dengan keputusan suaminya yang tak mengizinkannya hamil lagi kelak.
"Baiklah aku setuju sayang, tapi jika kelak aku hamil lagi kelak aku akan pertahankan kehamilanku itu meski aku harus berpisah darimu. " tegas Skylar.
Deg jantung Bintang seakan berhenti seketika mendengar penuturan sang istri. Skylar sudah memutuskan semuanya meski diantara mereka akan terluka kelak. Bintang menatap lekat istrinya dengan sorot mata penuh kesedihan. "Sudahlah sayang jangan di bahas lebih baik kita fokus pada Langit dulu. "
"Iya kamu benar kita fokus dulu pada Langit, Kita hanya pasrah, biarlah waktu yang akan menjawabnya akankah kita terus bersama ataukah sebaliknya. "
Skylar pun bangkit, berlalu pergi dari hadapan sang suami. Bintang segera menyusul kepergian istrinya itu dengan perasaan campur aduk. Sampai di ruangan rawatnya, Sky mengambil pakaian setelah itu langsung pergi ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian
Selesai berganti pakaian, Sky mengajak semuanya pulang dan orang tuanya langsung menyetujuinya. Mereka semua ke luar dari ruangan dan bergegas menuju ke parkiran. Tak ada tegur sapa antara Skylar dan juga Bintang.
Dua mobil itu beriringan meninggalkan area rumah sakit. Selama perjalanan pulang, Sky menggendong baby Langit dalam pelukannya kemudian menciumi pipinya lembut, setelah itu mengusap pipinya. "Apapun yang terjadi mommy sangat sayang sama kamu Langit. " gumam Sky dengan pelan.
Bintang tertegun mendengar ucapan sang istri. Jantungnya berdetak lebih kencang, setelah pedebatannya dengan Sky barusan.
__ADS_1
Biarlah waktu yang akan menjawab bagaimana kehidupan rumah tangga Skylar dan Bintang selanjutnya.
End