My Little Wife

My Little Wife
Ep. 139 > Next


__ADS_3

Azalea kembali melajukan mobilnya, keluar dari perkarangan apartemen Maya. Sebenarnya ia sadar, gertakan itu tidak akan membuat Maya menyerah atau jera sama sekali. Namun untuk saat ini, itu sudah cukup. Paling tidak, akan membuat Maya berfikir dua kali sebelum bertindak. Tapi, itu hanya menurut Azalea!


Disaat berhenti di traffic light, tanpa sengaja Azalea melihat sesuatu yang cukup mengganggunya. Zico dan Ella, keduanya juga sedang berhenti di traffic light tepat disamping Azalea. Yang menariknya, mereka berdua menggunakan moge. Yang bahkan Azalea sendiripun tidak tahu, jika Zico memiliki moge itu.


Keduanya tampak begitu menikmati perjalanan itu, tertawa bersama. Bahkan Zico sampai tidak sadar, sekarang ia berhenti tepat disamping salah satu mobil miliknya, yang saat ini sedang di kendarai oleh Azalea.


Tiitttt ....


Suara klakson dari belakang membuyarkan lamunan Azalea, yang masih memandang ke arah Zico dan Ella yang sudah berlalu melewati traffic light karena lampunya sudah berubah menjadi warna hijau.


Itu cukup menggangu Azalea, sepanjang perjalan ia hanya terus menerka-nerka. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk berhenti di bahu jalan. Meraih ponselnya lalu menghubungi Zico.


Namun sayangnya, panggilan itu tak mendapatkan jawaban. Walaupun sudah beberapa kali Azalea mencoba.


*


"Apa kalian berhasil memberikan kontraknya pada Pak Bram?" Keduanya langsung dihadang dengan pertanyaan itu dari Tante Ema sesampainya kembali ke Resort.


Zico hanya memberi isyarat dengan mengacungkan jempol. Membuat Tante Ema menghela nafas lega.


"Kami sampai dibandara tepat waktu, Tan. Jika terlambat sedikit saja mungkin Pak Bram sudah naik pesawat." Imbuh Ella kemudian.


"Untung kau punya ide untuk naik motor, jika kita pergi dengan mobil tadi, bisa aku pastikan kita pasti akan terlambat." Timpal Zico sambil mengacak puncak kepala Ella.

__ADS_1


"Zico! Kau membuat rambutku berantakan." Protes Ella.


Zico dan Tante Ema terkekeh pelan. Membuat Ella menatap keduanya silih berganti. "Aku sarankan sebaiknya sekarang kau lihat dirimu dicermin. Lihat seberapa berantakannya rambutmu itu!" Lanjut Zico, sambil membuka layar kunci di ponselnya, dan mendapati banyak sekali panggilan tak terjawab dari Azalea.


"Itu karena kau ngebut!" Imbuh Ella sedikit ngegas, sambil merapikan rambutnya dengan kedua tangannya dan berlalu menuju toilet.


"Sebentar, Ma." Ucap Zico, setelah itu beranjak beberapa langkah menjauh dari Mamanya. Setelah itu, memilih untuk menelpon Azalea kembali.


Sedangkan Tante Ema yang masih senyum-senyum sendiri melihat kegaduhan Zico dan Ella pun ikut berlalu, kembali ke ruang kerjanya.


"Hallo, Zic." Jawab Azalea dari seberang telpon sana.


"Apa kau baru bangun? Aku tadi menghubungimu, tapi tak ada jawaban. Apa Mbak Ati sudah memberitahumu, kalau hari ini aku akan terlambat pulang."


"Iya, sepertinya aku harus mengambil alih Resort untuk beberapa saat. Sampai Papa sembuh, atau jika tidak pekerjaan Mama di Resort akan berantakan." Zico menjelaskan.


"Apa seharian ini kau hanya di Resort?" Azalea mulai mengintrogasi.


Zico sempat terdiam beberapa saat. "Kenapa?" Alih-alih menjawab, Zico justru kembali bertanya.


"Tidak ada, hanya ingin tahu. Apa seharian ini kau hanya di Resort?" Azalea kembali mengulangi pertanyaannya.


"Emm!" Jawaban yang cukup singkat.

__ADS_1


Azalea tersenyum tipis, lalu menunduk sambil menghela nafas.


"Ada apa?" Zico kembali bertanya.


"Tidak ada, yasudah kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu." Sarkas Azalea kemudian.


"Ada apa tadi kau menelponku? Apa ada yang penting?" Zico memastikan, maksud dari banyaknya panggilan yang tidak terjawab itu.


"Tidak ada, aku hanya ingin menelpon saja." Bohong Azalea.


"Sungguh?" Sambil mengernyitkan keningnya.


"Emm!" Kini, giliran Azalea yang memberikan jawaban terlampau singkat.


Keduanya sempat hening beberapa saat, tanpa mematikan panggilannya. Sibuk dengan pemikiran masing-masing.


"Yasudah.." Zico - Azalea .. Sama-sama mengucapkan kalimat yang sama, disaat yang bersamaan.


Zico terkekeh. "Kau ingin katakan apa?" Tanyanya kemudian.


"Sudah dulu, aku ingin mandi." Setelah memberikan jawaban itu, Azalea langsung mematikan panggilan itu. Tanpa menunggu kalimat selanjutnya dari Zico.


Sedangkan Zico, hanya bisa menatap ke layar ponselnya yang sudah kembali ke layar utama. Dengan rasa bingungnya, karena Azalea bersikap tidak seperti biasanya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2