My Little Wife

My Little Wife
Bab 371 : E N D


__ADS_3

Happy reading♡


Beberapa tahun yang sudah berlalu bukanlah tahun yang mudah. Melewati setiap harinya entah dengan perasaan bahagia atau sedih. Setiap orang pasti akan menjalani hal itu. Berulang setiap harinya.


Sama halnya dengan Ashel. Ia tidak pernah menyangka jika perjalanan hidupnya akan sangat menyenangkan seperti ini. Mulai dari kenal Kavin, perjodohan, menikah, mendapatkan musibah, hamil, kembali mendapatkan musibah, trauma, dan sampai akhirnya melahirkan dan memiliki tiga anak sekaligus.


Jika dipikir pikir, hidup Ashel tidak sebegitu mudah dijalani olehnya. Bahkan Ashel selalu menyerah bahkan mengeluh. Namun tidak ada pilihan selain menjalaninya kan?


Mengenal dan menikah dengan Kavin merupakan suatu anugerah terindah dalam hidupnya. Bersama Kavin, ia menghabiskan sisa hidupnya di dunia ini. Ditemani keluarga kecilnya, Ashel semakin tahu jika hidup di dunia ini akan terus berlanjut selama nafas masih ada di dalam raga.


Dikaruniai tiga orang anak sekaligus, tentu saja Ashel bahagia bukan kepalang. Akhirnya setelah bertahun tahun menunggu ia pun dikaruniai anak. Suaminya, Kavin tentu saja juga sangat bahagia. Penantiannya selama ini tidak pernah sia sia. Akhirnya istrinya mengandung dan melahirkan meskipun dengan proses operasi caesar.


Ashel dan Kavin tidak pernah menyangka ternyata sudah hampir sepuluh tahun lamanya menjalani kehidupan bersama. Empat tahun mereka habiskan hidup berdua dan enam tahun mereka habiskan waktu bersama baby's.


Saat ini, Ashel dan Kavin sedang duduk berdua menikmati udara pagi di balkon kamar utamanya. Kavin merangkul mesra pinggang sang istri sementara Ashel menyandarkan kepalanya pada dada bidang sang suami.


Arah balkon kamar utama menghadap ke depan mansion. Dari sini mereka bisa melihat siapa saja yang akan masuk ke mansion mereka. Meskipun gerbang masuk di depan tidak terlihat oleh mereka berdua.


"Sayang, kangen deh waktu kita pacaran. Sekarang kalo mau berduaan kayak gini pasti ada yang recokin," ucap Kavin.


"Sama. Tapi kan mau gimana lagi, mereka bertiga kan anak anak kita. Masa iya kita usir kalo mereka datang," ucap Ashel.


"Tiga curut itu emang ngeselin banget. Untung aku sayang jadi enggak aku buang," ucap Kavin. Ashel mendelik mendengar ucapan suaminya. Tiga curut yang dia maksud adalah benihnya sendiri yang ditanam dan tubuh di dalam perut Ashel.


"Sembarangan bilang tiga curut, dia benih benih kamu ya mas! So soan bilang curut, kalo mereka curut kamu apa? Tikusnya?" Ucap Ashel sewot.


Kavin cengengesan dan mengecup bibir istrinya sekilas. "Iya deh maaf. Abisnya kadang kesel sih, maminya di monopoli sampe gak bisa sama suaminya sendiri. Kan gak suka aku tidur kalo gak sama kamu."

__ADS_1


"Halah, bilang aja mau modus. Kamu makin tua makin menjadi ya, hampir tiap malam gempur aku. Mana kalo minta dibawain makanan ke kantor di gempur lagi. Cape mas, kamu mana bisa ngerasain," ucap Ashel. Justru tentu saja dia akan mendumel meskipun ia tetap mau mengikuti permainan suaminya. Rasanya kurang apdol jika tidak menggrutu seperti ini.


"Mana tiap abis cas langsung tidur dengan posisi aku masih on banget. Sakit tahu harus nahan hasrat di diri aku cuma buat gak main sendirian diatas tubuh kamu," sambungnya.


"Iya maaf sayang. Kalo abis gituan aku langsung tidur berarti kerjaan kantor emang lagi banyak. Dan aku pulang butuh isi daya dengan gempur kamu, lain kali kalo sodokan aku emang kurang bilang ya? Janji sodokin kamu sampe pagi lagi," ucap Kavin.


Ashel menggelengkan kepalanya tak paham. Kenapa suaminya ini sangat sangat mesum? Bahkan mesumnya terus saja bertambah setiap harinya. Ashel sampai bingung sendiri.


"Udah tua ya mas, mendingan kita pikirin masa depan baby's," ucap Ashel.


"Umur tiga puluh lima kamu bilang tua? Sayang, aku emang udah kepala tiga sedangkan kamu masih kepala dua. Jangan pikir umur segini aku udah tua ya? Kita ini pasangan pas tahu. Kamu umur dua puluh sembilan sekarang dan aku umur tiga empat jalan tiga lima. Dipikir pikir kamu nikahin sugar daddy gak sih?" Tanya Kavin.


Ashel mengurai pelukannya dan mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya, "Sangat amat super sugar daddy. Hamil satu bulan dikasih mansion ini, hamil tiga bulan dikasih hadiah mobil, hamil lima bulan dikasih jalan jalan keliling Eropa dan berakhir ke Swiss dengan alibi baby moon yang tahunya tetep di gempur untung anak kamu gak mabok di dalem perut. Sampai hamil ke sembilan bulan sebelum baby's lahir, kamu bahkan rela bangun taman bermain besar besaran sebagai hadiah untuk baby's. Makasih banyak."


Benar adanya dengan apa yang diucapkan oleh Ashel saat ini. Kavin selalu memanjakan Ashel bahkan sejak ia resmi menyandar gelar sebagai Ny. Kavinder. Setiap bulannya uang dengan angka empat digit masuk ke rekeningnya. Dengan begitu juga, Sash cafe miliknya tidak hanya ada di Indonesia namun di Boston juga ada. Sash cafe dibangun tepat di sebelah kantor pecakar langit milik suaminya. Kavinder Corp.


"Makasih doang?" Tanya Kavin. Ashel sudah hafal betul seperti apa suaminya ini. Tanpa perlu bertanya lagi maksud suaminya ini apa, ia pun menarik tekuk suaminya dan menyatukan bibir mereka berdua. Awalnya Ashel berniat mengecupnya namun ternyata Kavin menahan tekuknya dan semakin memperdalam ciumannya.


"Aku menginginkan mu sayang," ucap Kavin serak setelah ciuman mereka terlepas. Ashel tersenyum dan kembali menyatukan bibir mereka.


Saat sedang asik bercumbu, tiba tiba pintu kamar mereka terbuka cukup keras membuat aktivitas mereka terhenti. Kavin mengumpat dalam hatinya.


"Mami, kok duduk di pangkuan papi sih?" Tanya Ling. Anak itu memang sangat pencemburu pada maminya.


"Mami sama papi lagi ngapain? Kok bibirnya merah banget? Lagi main lipstik lipstikan ya?" Tanya Briella polos.


"Mi, pi, ayo ke taman bermain," ajak Kai.

__ADS_1


Kavin menggeram kesal sedangkan Ashel menahan senyumnya melihat suaminya yang frustasi. Ia pun turun dari atas pangkuan suaminya dan mendekat ke arah anak anaknya.


"Boleh, kita ke taman bermain hari ini. Tapi kalian berangkat sama suster duluan ya? Ajak Ailee juga. Mami sama papi bakalan susul kalian juga," ucap Ashel.


"Yess, taman bermain," ucap Kai.


"Oke kita pergi bang, kak. Sekalian jemput Ailee," ucap Briella. Ia menarik tubuh kedua kakaknya pergi menjauh dari sana.


"Hati hati sayang," teriak Ashel karena anak anaknya sudah menghilang dari kamar.


"Kamu yang gak akan hati hati sama aku sayang," ucap Kavin.


"Janji main bentar dulu. Baby's gak bisa kita lepas gitu aja," ucap Ashel.


"Ada Ardian sama Lupi yang bakalan temenin mereka disana. Dibawah mereka berdua udah nungguin baby's. Jadi jangan harap permainan kita hanya sebentar," ucap Kavin.


Dan kejadian selanjutnya kalian tahu sendirilah seperti apa akhirnya. Kavin, pria hyper s*x dan super mesum itu tidak akan puas sebelum istrinya tepar.




...T A M A T...


Akhirnya ya, kisah Kavin di novel ini berakhir juga. See you soon di S2 cerita keluarga Kavin Ashel.


Mau extra part gak? Kalo mau komen aja nanti dibuatin. Kalo enggak ya gak ada ext part☺️

__ADS_1


Spoiler dulu cerita anak Kavin :



__ADS_2