My Little Wife

My Little Wife
Bab 207 : Love You More


__ADS_3

Happy reading♡


Tokk...tok...tok...


"Yang buka, aku mau ikut masuk," ucap Kavin. Tangannya terus menggedor gedor pintu toilet di depannya.


"Jangan ngadi ngadi ya mas. Kamu tunggu disana aja, aku mau ganti baju," ucap Ashel sedikit berteriak.


"Biar aku yang gantiin. Buka pintunya," ucap Kavin.


"Gak mau ya enggak mas. Tunggu aja sih, jangan bawel. Sekali lagi kamu teriak aku gak mau ganti baju," ancam Ashel.


"Gak asik ah, mainnya ngancam kayak gitu. Yaudah iya tapi cepetan, aku nyebur lagi," ucap Kavin.


"Iya."


Ashel menghela nafasnya. Beruntung Kavin cepat menurut, jadi ia tidak perlu memperpanjang perdebatan mereka.


Anggur di dalam mulut Ashel sudah hilang padahal ia masih ingin memakan anggur itu. Ia pun segera melepaskan semua baju yang melekat di tubuhnya.


Kemudian matanya syok melihat jumpsuit bikini berwarna hitam.


"Seriuosly? Mass Kavin mau gue pake baju kayak gini? Yang bener aja," ucap Ashel mengerang kesal. Bagaimana tidak kesal, baju ini sangat kurang bahan sekali. Ashel tidak jamin jika ia akan selamat hari ini.



Matanya juga menangkap sebuah bathrobe disana. Akhirnya Ashel pun mengenakan baju kurang bahan itu kemudian membalutnya dengan bathrobe lalu keluar dari dalam kamar mandi.


"Lama amat, dasar cewek," ucap Kavin.


"Kalo gak suka skip aja. Masih banyak kok cowok yang mau sama aku," ucap Ashel, ia berjalan melewati suaminya. Karena saat Ashel keluar Kavin kebetulan berada di darat.


Ia pun berjalan mengikuti istrinya yang berjalan ke arah meja yang dipenuhi makanan. Ashel kembali mengambil anggur kemudian memakannya.


"Jangan ngambek dong, kan becanda," ucap Kavin. Ia memeluk Ashel dari belakang. Hidung mancungnya menyusuri leher jenjang Ashel karena Ashel menyanggul rambutnya.


"Geli mas," ucap Ashel namun Kavin tidak mendengarnya. Ia bahkan menggigit kecil telinga Ashel.


Tiba tiba ponsel Kavin berbunyi membuat kegiatannya terhenti menciumi istrinya. Dengan terpaksa ia melepaskan Ashel dan mengambil ponselnya.


Panggilan dari Josh.

__ADS_1


Sebelum pergi menjauh dari dekat Ashel, Kavin sempat mencuri kecupan di bibir istrinya. Bahkan anggur yang akan dikunyah Ashel diambil olehnya. Sebab anggur itu sudah berada di ujung bibir Ashel.


"Manis," ucap Kavin. Ia mengedipkan sebelah matanya menggoda sang istri.


Ashel hanya mendelik saja. Ia kemudian memperhatikan suaminya yang berdiri membelakanginya. Sepertinya suaminya akan bertelepon lama dengan asistennya, ini waktunya untuk dia segera menceburkan dirinya ke dalam air kolam.


Ashel membuka bathrobenya kemudian berjalan perlahan dan masuk perlahan ke dalam air. Ia berusaha untuk tidak mengeluarkan suara.


Sudah lama sekali rasanya ia tidak merasakan air kolam renang padahal di rumahnya ada kolam, tapi ia terlalu malas untuk berenang.


Ashel menyunggingkan senyumnya. Entah mengapa ia sangat senang sekali. Seolah seperti baru pertama kali masuk ke dalam kolam berenang.


Tanpa ia sadari, suaminya sejak tadi memperhatikan gerak geriknya. Ia memang masih bertelepon dengan Josh, namun perhatiannya teralih saat istrinya membuka bathrobe yang menutupi bentuk tubuhnya yang indah.


Tubuh Ashel sangat indah. Hanya saja selama ini anak itu selalu menutupinya dari banyak orang. Ia selalu menggunakan pakaian tertutup dan terkesan ukuran oversize.


"Jangan gangu aku lagi Josh, jika sampai itu terjadi, bersiaplah untuk kehilangan pekerjaan," ucap Kavin. Ia mematikan panggilan sepihak.


Ia lihat jika istrinya itu sudah mulai berenang, bahkan Ashel tidak menyadari jika Kavin sudah menyelesaikan panggilan teleponnya.


Ashel menyembulkan kepalanya dari dalam air, hal itu tentu membuat sanggulan rambutnya terlepas sehingga rambutnya menjadi terurai.


"Loh, mas Kavin kemana? Masa ninggalin?" Ucapnya saat tidak melihat wujud suaminya.


Tiba tiba ada yang menariknya ke dalam air. Sontak saja Ashel terkejut. Ia berusaha naik kembali ke permukaan, namun sulit. Yang menariknya ini memiliki tenaga yang cukup kuat.


Kavin tersenyum saat melihat istrinya yang ketakutan dan menutup matanya. Ia kemudian mengecup bibir Ashel membuat sang empu membuka matanya.


Ashel memukul pelan bahu Kavin. Bisa bisanya suaminya memperlakukannya seperti itu.


Kavin pun menaikan badannya sehingga Ashel juga ikut berdiri. Nafas Ashel tersenggal senggal. Bukannya kasihan melihat istrinya yang kehabisa nafas, mata Kavin malah terfokus pada pemandangan di depannya ini.


Nafas Ashel yang tersenggal senggal tentu saja membuat dadanya naik turun.


"Lain kali jangan gitu mas. Kaget aku," ucap Ashel tersenggal senggal. Ia masih belum menyadari tatapan suaminya.


"Kok diem aja sih, bilang iya dong," ucap Ashel. Ia melihat ke arah Kavin. Sedangkan Kavin masih terfokus pada area dadanya.


Ashel sudah menduganya sejak awal. Suaminya ini memang benar benar ya.


"Kenapa dilihatin? Mau?" Tawar Ashel.

__ADS_1


"Yakali aku nolak," ucap Kavin. Ia menaikan tangannya hendak memegangnya namun tangan Ashel lebih dulu menahannya.


"Jangan harap ya," ucap Ashel. Ia kemudian meneggelamkan dirinya dan berenang menjauh dari suaminya.


Area kolam renang sangat luas. Ada dua area. Area yang dangkal dan cukup dalam. Ashel berenang menuju ke area dangkal untuk menghindari suaminya yang sudah gelap mata.


"Kamu pikir kamu bisa lari? Gak akan yang, aku pastikan hal itu," ucapnya. Ia kemudian menyelam dan mengejar istrinya.


Kavin sangat mahir berenang. Jelas saja Ashel bisa cepat digapainya.


"MASSS," ucap Ashel terkejut saat Kavin sudah berada di dekatnya.


"Lihatkan? Bahkan untuk mengejar mu di dalam air sangat mudah sayang. Apalagi jika di daratan," ucap Kavin.


Ashel berjalan mundur menghindari suaminya. Ia harus mode siaga. Tatapan suaminya menggelap dan menatap penuh damba ke arah dirinya.


"Jangan menghindar," ucap Kavin. Ia menarik tubuh Ashel agar mendekat ke arahnya.


Tubuh Ashel dan Kavin menempel. Ashel bahkan bisa merasakan nafas Kavin yang menerpa wajahnya.


"Mass," ucap Ashel.


"Terimakasih sayang, terimakasih banyak karena kamu kehidupan aku menjadi lebih bahagia. Terimakasih sudah hadir dan sudah menerima aku. Aku berjanji akan selalu membahagiakan kamu," ucap Kavin membuat Ashel tertegun. Entah sudah berapa kali Kavin berterima kasih padanya.


"I love you, mas Kavin," ucap Ashel tiba tiba membuat Kavin tersenyum lebar.


"Love you more, Brianna Sashel Natapraja," ucap Kavin. Ia menyatukan bibirnya dengan bibir istrinya.


Ashel dengan senang hati menerima perlakuan dari suaminya itu. Jika pun ia harus memberikan hak Kavin hari ini juga, ia siap.


Entah mengapa Ashel begitu yakin dengan hal itu. Tidak ada lagi keraguan di hatinya. Ia memang sudah seharusnya memberikan hak Kavin.


Kavin tulus mencintainya dan sudah seharusnya ia juga melakukan hal yang sama.


Mencintai Kavin dan bersama dengannya selamanya.


Tbc.


Part selanjutnya😌🤙👇


__ADS_1


__ADS_2