Takdir Cinta

Takdir Cinta
Bagian 1


__ADS_3

" Mama kita ga bakal pindah pindah rumah lagi kan? Bella cape harus ngemas dan ngerapihin barang terus" ujar Bella saat sedang berbenah di rumah barunya


"Engga bel. Kita harus fokus sama SMA kamu, sekarang kamu udah kelas 2 biar kamu ga ketinggalan pelajaran terus" balas anggun sambil sibuk memindahkan barang


Bela hanya menghela nafas dan melanjutkan pekerjaannya


Tidak terasa hari sudah mulai gelap, membereskan barang emng cukup memakan waktu lama


Setelah semua nya selesai Bella segera masuk kekamarnya mempersiapkan perlengkapan sekolah untuk besok


Bella membuka handphone nya mengirim pesan namun tidak ada jawaban


"Selalu aja kek gitu, emng ga penting penting banget sih tapi setidaknya bales kek" katanyaa kesal


Mungkin saking lelahnya setelah membereskan rumah, saat dia berbaring dikasur tubuhnya langsung mengajak masuk ke alam mimpi


Tak terasa Mentari sudah terbit lagi. Bella mengerjapkan matanya saat alarm berbunyi, membuatnya terpaksa bangun walaupun tubuhnya masih terasa berat karna lelah


Bella segera bersiap siap memakai seragam sekolah barunya lalu turun untuk sarapan pagi


Bella terkejut mendapati seorang lelaki tengah duduk dimeja makan dengan kedua orang tuanya


"Abang!" teriak bella sambil berlari menghampiri kakaknya itu lalu melayangkan satu pukulan di perut kakaknya yang cukup keras


"Gue udah chat abang kenapa ga dibales! Oh. Orang sibuk emng beda" kesal Bella


"Abang lagi siap siap buat pulang, kerjaan abang banyak, harus abang selesain dulu baru bisa pulang dengan tenang" ucap Bimo, "terus abang emng sengaja ga bilang kalo sekarang pulang biar kamu tambah kesel" goda Bimo sambil memeluk adik semata wayangnya


"Ih udah ah" Bella mendorong kakaknya dan memukulnya lagi lalu duduk dan memulai sarapan


"Bang ayo anterin gue sekolah" suruh Bella pada kakaknya


"Mah, Pah Bella berangkat dulu"


"Hati hati sayang" ucap Andi sang papa sambil menatap anak gadisnya


Sedangkan sang mama yang berada di dapur tengah tersenyum penuh arti


Setelah berpamitan Bella langsung berangkat menuju sekolah barunya


Asal kalian tau aja SMA Abipraya ini berisi anak anak berprestasi


"Bel udah sampe" ucap Bimo


"Kok cepet banget. Perasaan dari rumah agak jauh" balas bella


"Lo gugup? Hahaha" ledek Bimo


"Apaan sih lo bang! Ga lucu!" Bella keluar dari mobil "Sana pergi" usirnya


"Ga tau terimakasih lo ya jadi Ade. Hahahaha" tawa bimo belum juga berhenti


"Bodoamat. Bye" Bella melangkahkan kakinya memasuki sekolah barunya


Tidak lama kemudian bel masuk sekolah berbunyi. Bella segera menuju ruang guru untuk menemui wali kelasnya. Lalu dia mengikuti sang guru menuju kelas baru nya


Bella menempati kelas xi ips 3 dan saat dia melihat kelasnya dengan jelas dia semakin gugup namun sesegera mungkin dia menutupi rasa gugupnya itu.


Murid murid langsung terdiam setelah melihat murid baru dipinggir gurunya.


"Wah siapa tuh"


"Murid baru woy"


Banyak lagi kata kata yang bella dengar saat memasuki ruang kelasnya


"Silahkan Nak" ucap pak Budi mempersilahkan bella untuk memperkenalkan diri


"Perkenalkan, nama saya Adinda Bella Salsabila. Semoga kita bisa berteman baik" Bella tersenyum dengan penuh percaya diri


Seisi kelas terkagum oleh paras Bella, bukan hanya anak lelaki melainkan anak perempuan pun ikut terpesona oleh wajah cantiknya


Pasalnya bella memang memiliki wajah yang cantik bak seorang Putri di negeri dongeng, berlebihan memang. Tapi memang semua yang ada di wajahnya sempurna, hidungnya mancung, matanya besar dan saat tersenyum seperti membentuk bulan sabit, pipi dan bibirnya Merah merona alami serta tingginya yang semampai membuatnya terlihat seperti anak kecil belum lagi kulitnya putih bersih serta rambut panjang yang Indah membuat nya tampak seperti boneka


Murid lelaki bertepuk tangan kegirangan mendapati siswi cantik dikelasnya. Wanita cantik memang selalu jadi dambaan lelaki


"Akhirnya ada yang bening juga"


"Otw pdkt"


"Wah lumayann"

__ADS_1


"Gua gebet nih"


"Pala lo gue gebet, punya gue itu"


"Cantik gila" berbagai ucapan para siswa dikelas yang tertangkap oleh telinga bella. Lalu bella tersenyum sambil menghampiri bangkunya


"Kenalan yuk. Nama gue ipin, jangan tanya upin kemana karna gue gapunya kembaran" salah satu siswa disana berbicara sambil mengikuti langkah bella hingga bella duduk di bangkunya


Bella hanya tersenyum menanggapi


"Hai, Bella" ucap bella mengulurkan tangan pada wanita cantik berambut sebahu di depannya


"Rara" sambil menerima uluran tangan Bella lalu mereka saling tersenyum canggung


Sebenernya dia sudah biasa ditatap seperti itu karna sering berpindah pindah sekolah namun tetap saja rasa risih pasti selalu ada.


"Kenalannya nanti aja ya. Sekarang kita masuk ke pelajaran bapak" ujar pak Budi


"Gaseru bapak mah, huuu" celetuk ipin yang memiliki nama asli arifin


"Arifin fokus ya, bapak gamau harus ngehukum kamu lagi karna ga memerhatikan"


"Kalo gitu jangan dihukum pak, bapak aja cape apalagi saya" seluruh kelas tertawa karna perkataan ipin


Pak Budi hanya menggeleng lalu memulai pembelajarannya


"Oh iya, karna Bella belum punya buku paket silahkan berbagi dengan bella yaa" ucap pak Budi


"Sini neng sama abang, buku abang lega" tawar indro sambil melihat kepada bella


"Pala lo lega kek lapang golf " ledek Rara


"Sensi aja lo nyi rara kidul" Ucap ipin


"Roro kidul oy" Citra membenarkan


"Ikut campur aja kalian ini" timpal riki


"Diem wahai human," teriak Rara "Bella sama gue aja karna dia temen sebangku gue. Kalian cuma human yang mengganggu,hush jauh jauh" ucap Rara sambil mengibaskan rambutnya sombong lalu tersenyum penuh kemenangan


Ipin, riki dan yang lainnya baru saja berdiri ingin menghampiri rara geram namun terhentikan oleh pak Budi


Akhirnya suasana kelas sedikit terkontrol setelah perdebatan panjang tadi,walaupun masih banyak celotehan dan celetukan siswa sampai membuat seisi kelas tertawa tapi suasana tetap tenang


Wanita berambut keriting gantung dan berambut pendek yang dikenal bella dengan nama Citra dan bunga menghampiri bangku Bella mengajak untuk pergi ke kantin membeli makan bersama Rara


Saat sudah sampai di kantin tampak susananya sangat ricuh dengan segerombolan orang yang menonton perkelahian


"Kenapa woy kenapa?" tanya Citra pada salah satu siswa


"Ada yang berantem" ucap orang tersebut


"Pasti si raka, itu anak ga pernah gabuat masalah, gue heran" ucap bunga 


"Bel ayo bel kita liat, seru kayanya" ajak citra


Walaupun malas akhirnya Bella dan yang lainnya masuk kedalam kerumunan itu dan melihat dengan jelas serta mendengar suara wanita yang terus berteriak


"Raka udah! Jangan berantem! Raka!" seorang gadis terus meneriaki nama lelaki itu dengan cemas. 


"Cowok lo suruh berhenti tuh san" ucap Rara pada wanita bernama sandra yang terlihat cemas itu, namun wanita itu hanya melihat tidak menggubris omongan Rara dan Terus meneriaki nama Pacarnya


"Jadi pacar gaada gunanya lo" celetuk bunga terlihat tidak suka dengan gadis itu


Bella yang dari tadi belum melihat dengan jelas tiba tiba terbelalak melihat lelaki yang tengah bertengkar itu


Teman lelaki itu hanya diam tidak ada yang bisa menahan karna tau akan kena pukul juga jika ikut melerai lelaki tersebut bertengkar


"Raka!" teriak Bella sambil berlari menuju kearah raka


"Bella!" panggil ketiga temannya yang tak sempat menahan Bella karna berlari tiba tiba


"Udah gila itu anak" ucap rara khawatir


"Raka! Udah!" bella teriak sambil menahan tubuh raka dari belakang


Bugh Bella terjatuh karna terdorong oleh raka


Bella berdiri lagi dan menahannya sekuat tenaga "Raka" panggilnya dengan suara lirih sambil menangis hingga terjatuh lagi


"Raka! Stop!" Bella teriak lagi dengan seluruh suaranya

__ADS_1


Raka tak sengaja melihat bella yang tergeletak di lantai saat sedang mengayunkan tinjunya tiba tiba berhenti, lalu berdiri menghampiri bella.


"Ngapain?" tanyanya dengan wajah yang sudah penuh dengan memar. Raka membantu Bella untuk berdiri lalu merapihkan rambut panjang Bella yang sedikit berantakan


Semua orang yang melihat dibuat terheran heran karna tingkah raka yang tidak biasa dan gadis yang bisa menghentikan raka padahal pacarnya sendiri pun tidak bisa menghentikannya


teman teman bella segera menghampiri Bella karna takut dia terluka


"Bella! Lo udah gila? Malah lari ke tempat orang berantem. Tapi gapapa kan?" tanya bunga


"Gaada yang luka kan?" cemas Rara


"Lo baru hari pertama masuk udah terlibat insiden kaya gini, harusnya lo jangan berurusan sama dia" bisik Citra


"Gue gapapa" balas bella singkat sambil mengusap air matanya yang tersisa


"Ka lo gapapa" tanya sandra kepada sang kekasih, namun tidak direspon


"Ayo" ajak bella kepada teman temannya untuk pergi


Saat hendak berbalik raka menahan tangan bella


"Gue tanya lo ngapain disini!" teriak raka pada bella


Bella dan ketiga temannya kaget bukan main karna diteriaki oleh raka


"Ka udah ka" ilham dan Aldi berusaha menenangkan sahabatnya


"Ayo cabut ka" ajak diki pada raka karna takut nanti raka melampiaskan pada wanita di depannya.


Raka memang tampan banyak orang yang terbuai dengan wajahnya yang nyaris sempurna, rahangnya tegas, alis yang tebal, badannya yang tinggi serta kulit sawo matang Dan tatapan tajam yang melelehkan tapi disegani setiap orng yang melihatnya


Namun sikapnya yang dingin membuat siapapun wanita yang mendekatinya menyerah karna tidak pernah sedikitpun dia lirik, belum lagi sikap kejam dan keras serta tidak kenal pria ataupun wanita yang sangat menakutkan


Mungkin itu alasan kenapa pacarnya tidak bisa menghentikan raka


"Gue tanya sekali lagi! Lo ngapain disini! Kenapa ga bilang ke gue hah!?" teriak raka


Teman temannya heran dengan pertanyaan raka. Kenapa ga bilang? Emng raka siapa?


"Gausah teriak bisa ga!" Bella balas teriak


"Maaf" sesal raka, dia melihat tangan bella yang sedari tadi bella genggam "sakit?" tanyanya sambil memegang tangan bella, tangannya memang sakit karna menahan tubuhnya saat terjatuh tadi


Sorot matanya berubah menjadi sayu "Maaf" katanya sekali lagi sambil menatap bella


"Udah gila lo emng" ketusnya "beresin baju lo dan obatin muka lo! tampang lo udah macam preman kampung aja" lanjutnya


Orang orang disisinya semakin dibuat terheran


"Tunggu tunggu! Wait! Sebenernya lo siapa?" ucap Angga heboh karna penasaran


"Nanti gue ceritain" balas raka


"Sekarang kita makan dulu" timpahnya


"Lo laper? " tanya nya pada bella, bella hanya mengangguk mengiyakan


"sekarang gue teraktir kalian semua" ajaknya


"Tumben banget, ada angin apaan lo?" ujar Ilham


"Gausah banyak bacot! Mumpung dia lagi baik" balas Aldi


"Syukuri, bisa seabad sekali di traktir temen yang pelitnya minta ampun kek dia" diki tertawa senang


Citra, Rara, dan Bunga masih tidak bisa mengolah apa yang baru saja terjadi


"Kita makan dulu" ucap bella saat melihat temannya yang kebingungan


Sedangkan sandra yang sedari tadi hanya diam melihat pacarnya berbicara akrab dengan wanita lain, dia kesal namun lebih kesal dengan omongan orang orang yang membicarakannya


"Masa ga berani ngehentiin cowoknya sendiri"


"Bisanya teriak teriak ga guna"


"Cewek tadi lebih cocok jadi pacarnya"


"Kalah tampang "


"Bentar lagi juga tersingkir dia"

__ADS_1


Dan banyak lainnya.


"Raka bakal ceritain semuanya kok! Gaada apa apa diantara mereka" sandra meyakinkan dirinya sendiri


__ADS_2