
Hari berlalu seperti biasanya Baram sedikit melonggarkan hati dan bisa memikirkan ujian sekolah karena ayah Hanari beberapa hari ini tidak pulang kerumah.Hanaripun sama seperti Baram ia sedikit lega,entah apa yang ada diotak Hanari sama sekali tidak memikirkan ujian.
Hari ini diadakannya ujian masuk Sekolah Tinggi Pertama.Baram dan Hanari sudah janjian didepan sekolah mereka berjanji akan sekolah disekolah yang sama.
Baram sudah berada didepan sekolah ia menunggu kedatangan Hanari.Baram tersenyum kecil ia berfikir dirinyalah yang paling antusias akan menjadi siswa senior,memang Baram sedikit kekanakan terkadang.Waktu terus berlalu ia memandang jam tangannya sudah sepuluh menit Baram berdiri didepan sekolah.Baram tak sadar dirinya menjadi perhatian siswi siswi senior dan junior,bagaimana nggak tertarik coba ada siswa ganteng tinggi rapi harum pula meleleh deh.
Matanya yang sipit sudah berkeliaran kemana mana tapi tak menemukan sosok yang dicarinya,ia melihat jam sudah waktunya ia masuk ujian akan segera dimulai tetapi Hanari belum juga ada dihadapannya.
"Kkkkrrrrrriiiiiiiiiiiinngg" bel berbunyi sekolah akan segera ditutup.Dae Baram memutuskan untuk masuk kedalam sekolah ia berfikir"aahh apa Hanari mengerjaiku,apa dia sudah didalam,benar dia pasti sudah didalam" Baram.
Hanari dan Dae Baram tidak satu kelas jadi Baram tidak bisa mengomelinya karena meninggalkannya.Baram mencari cari ruangannya walaupun sempat bingug tapi Baram menemukan ruang ujiannya10 A nomer ruangan Baram.Saat memasuki ruangan itu Dae Baram lagi lagi menjadi pusat perhatian dan laginya lagi Baram seperti biasanya seolah tak terjadi apapun.
"Bagaimana bisa ia sempurna itu"siswi A
__ADS_1
"ganteng banget"sisiwi B
"namanya siapa"siswi C
"tinggi banget" siswi D
"udah punya pacar belum"siswi E
Baram duduk disudut ruangan itu tempat favoritnya kebetulan masih kosong.Ujian dimulai satu jam berlalu dua jam berlalu dan tiga jam berlalu Dae Baram sangat serius untuk menentukan masa depannya,dengan wajah seriusnya itu masih kelihatan gantengnya tak ayal siswi siswi menyempatkan melirik kearah Dae Baram disela sela waktu ujian.
Waktu terus berjalan tujuh jam berlalu satu jam lagi ujian akan diakhiri sepertinya ujian Dae Baram berjalan lancar tak sia sia ia menyempatkan belajar.
Meskipun Dae Baram terlihat tenang ia terkadang memikirkan Hanari.
__ADS_1
"apakah ujianya lancar?"
"apakah dia sudah selesai?"
Didalam sela sela otak Dae Baram selalu memikirkan keadaan Hanari.Apakah karena ia sahabatnya ataukah karena sudah terbiasa dengannya, tidak ada yang tau sekalipun Dae Baram.Mungkin waktu yang akan menjawab kisah mereka.
"tteeeeeeettttt" waktu berakhir seperti sudah diatur oleh pemiliknya Dae Baram berlari menuju ruangan Hanari,nafasnya tersenggal senggal ruangan Hanari agak jauh dari ruangannya ruang Hanari berada dilantai dua sedang Baram dilantai pertama.Ia tiba diruangan Hanari Baram membungkukkan punggungnya dan mengatur nafas yang sudah terputus putus.Seisi ruangan kmterkejut dengan kedatangan Baram memang tidak semua murid langsung pulang.Setelah mengatur nafasnya ia memulai memandangi yang ada diruang itu tetapi ia juga tak menemukan sesosok Hanari,Baram bertanya kepada salah satu siswi dan tidak ada yang mengikuti ujian atas nama Hanari.
Ia sangat terkejut tanpa pikir panjang Baram berlari secepat mungkin,takut perasaan itulah yang saat ini merasukinya.
Dae Baram sudah berlari begitu lama tapi kenapa ia belum sampai juga ini membuatnya semakin takut,kenapa ini terlalu jauh pikirannya larut dalam ketakutan tubuhnya seolah mengerti dengan keadaan hatinya
Ia takut akan kehilangan Hanari satu satunya teman dan sahabat baginya....
__ADS_1