
Kini Eric berada di dalam mobilnya melihat toko kue Rindu yang begitu ramai pembeli meski masih pagi .
" Pantas saja toko kue ini ramai karena rasa kuenya begitu nikmat " gumam Eric , ia sedikit menyesal karena menolak tawaran Tasya ataupun Laurent untuk membeli kue pesanannya , dan ia juga terpaksa berbohong kepada wanita itu dengan mengatakan hanya ingin mencari sarapan paginya sebelum ia berangkat.
'' Sudah disini , baut apa mundur '' imbuhnya lalu keluar dari mobilnya lalu melangkahkan kakinya untuk ikut mengantri .
'' Kenapa toko kue ini serasa familiar bagiku " batin Eric tak mengerti.
" Maaf tuan mau pesan apa " tanya Tari .
" Saya pesan ini dan itu ,masing - masing tujuh " ucap Eric .
sedangkan Maya menjatuhkan uang yang akan ia susun membuat Siti menatapnya tajam.
" Kak , itu mantan pacar nona bos kita " ucap Maya dan Siti seketika gugup saat melihat Eric yang kembali menjadi pembeli .
" Ini tu....tuan E..Eric " ucap Tari terkejut dengan kedatangan Eric.
" Astaga kenapa tuan Eric mengerjaiku , apa mencari nona bos ... Jangan " batin Tari tak menyangka , ia merasa di kerjai Eric untuk mengambilkan kue pesanan.
" Nona apa kau mengenal saya " tanya Eric penuh selidik.
" Ah... ya tuan , dulu anda langganan kue disini " jawab Siti asal karena Tari begitu gugup.
" Masa iya " tanya Eric memicingkan matanya.
" I...iya tuan . Tuan dulu langganan kesini tiap harinya namun sudah dua tahun lebih tuan tak kemari " jawab Siti setenang mungkin .
'' Ya mungkin yang kalian bilang benar adanya . karena saya tinggal di Italia saat ini " jawab Eric ramah , ia tak mungkin bercerita jika selama dua bulan itu sempat mengalami gangguan kejiwaan yang ia sendiri tidak tau kenapa bisa mengalami gangguan jiwa saat itu .
" Syukurlah bila benar adanya tuan Eric amnesia " batin Siti karena ia mengetahui itu dari Zizi asisten Ana terdahulu dan Zizi sendiri harus mengarang cerita tentang Eric.
" Ah sudahlah , saya harus segera berangkat " ucap Eric dingin saat melihat tatapan mereka yang ia rasa aneh. Eric segera melangkah kakinya untuk segera pulang setelah membayar harga kue yang ia tenteng saat ini.
Eric segera melajukan mobilnya menuju bandara untuk kembali ke Italia seraya menikmati kue yang selalu menggugah seleranya ini. Sementara Siti di berondong begitu banyak pertanyaan dari Maya dan Tari yang mengenali siapa Eric sebenarnya... Siti pun menceritakan semua yang ia ketahui
.
.
.
Setelah makan siang , Rafli dan Jimmy segera pergi ke perusahaan Permana . Meski mereka belum membuat janji temu , karena Rafli begitu tidak sabar ingin bertemu dengan Eric.
Seluruh karyawati yang bekerja di perusahaan Permana terpana akan pesona Rafli meski sebagian orang mendengar jika Rafli telah menikah dan suka bergonta-ganti wanita karena banyak wanita di luar sana mengaku jadi istrinya...
'' Apa tuan Eric Permana ada " tanya Jimmy dingin karena sudah ke tiga kalinya ia bertanya namun dua wanita di depannya menatap Rafli dan Jimmy dengan tatapan memuja dan penuh damba.
'' Ma...maaf tuan '' jawab resepsionis malu.
'' Apa tuan telah buat janji '' imbuhnya.
'' Belum '' tegas Rafli.
'' Tapi jika ingin bertemu dengan tuan Eric harus buat janji tuan " jawab mereka takut.
Rafli dan Jimmy meringsek masuk membuat satpam yang bertugas menahan Jimmy dan Rafli , Rafli memberi kode pada Jimmy untuk mengurus satpam itu dengan dua kali pukulan membuat satpam itu mengeram sakit . Saat Jimmy dan Rafli ingin memasuki lift secara bersamaan Angga keluar.
'' Ada bencana apa ini , kenapa tuan Rafli kemari. Cukup , cukup Eric menderita karena ulah pria pemaksa ini " batin Angga.
" Maaf tuan, ada apa ini " tanya Angga saat melihat satpam kantor yang berjatuhan kesakitan.
" Aku ingin bertemu dengan Eric Permana " jawab Rafli dingin.
" Tapi maaf , tuan Eric baru tadi pagi berangkat ke Italia " ucap Angga.
'' Kau jangan berbohong '' ucap Rafli menahan emosinya .
'' Saya tidak berbohong tuan " jawab Angga dengan nyali yang menciut.
" Mari kita duduk dulu " imbuhnya
'' Jimmy '' ucap Rafli menatap Jimmy dan Jimmy segera menjalankan perintah Rafli .
Sementara Rafli duduk seorang diri menatap tajam Angga yang berdiri tegap sementara Jimmy melakukan panggilan dengan benda pipihnya .
" Maaf tuan . Eric Permana memang melakukan penerbangan tadi pagi ke Italia dengan pesawat Qz dan jadwal penerbangan jam 9 pagi dan bangku 05 kelas bisnis pertama." jawab Jimmy saat mendapatkan jawaban dari anak buahnya.
" Buset hanya kurang dari satu menit , sekretaris Jim mampu mengetahui Eric berangkat lengkap dengan jam serta pesawat apa , bahkan tempat duduknya pun tau " batin Angga kagum .
" Ini semua karena wanit-wanita sialan itu " gumam Rafli , jika saja ia tak begitu dendam terhadap dua wanita itu , dipastikan ia mampu menahan Eric saat ingin berangkat.
__ADS_1
" Ayo kita pulang " ucap Rafli merasa tak puas , apa yang ia inginkan tak di dapat .
" Maaf tuan , apa ini masalah proyek di kota Y " tanya Angga , karena proyek itu tanggung jawabnya yang dipercayakan Eric padanya .
" Jika ia mari kita bicara diruangan saya " imbuhnya sopan
Ceklek
Kini Rafli dan Jimmy berada diruangan Angga yang memiliki posisi penting di perusahan Permana.
" Apa kalian ingin melepaskan tanah itu " tanya Jimmy tanpa basa-basi sementara Rafli mencoba meredam emosinya.
" Itu tidak bisa tuan " jawab Angga menunduk takut.
" Apa kalian tidak merasa rugi membeli tanah itu dengan harga dua kali lipat " tanya Jimmy .
'' Cih , aku muak dengan semua ini Jim " ujar Rafli bangkit dari duduknya.
'' Tuan Rafli , sebelumnya saya minta maaf. Ada baiknya anda tidak bertemu dengan tuan Eric " ucap Angga gugup karena Rafli langsung menatapnya tajam.
'' Biarkan Permana Group untuk memenangkan tanah itu , dengan begitu Eric tidak akan bertemu anda . Saya dan keluarga besar Permana tidak mau jika Eric kembali mengingat anda dan kemudian nona Ana. Kami hanya mengelak atau mengulur waktu jika suatu saat kalian di pertemukan. Kita tidak mau ada pertumpahan darah disini antara kalian berdua , kasihan nona Ana jika itu terjadi. Eric sahabat saya dan istri anda sahabat saya , saya mohon kali ini tuan demi kebaikan kita semua " ucap Angga dengan mata berkaca-kaca , keluarga Permana sudah banyak mengalah baginya demi tuan muda di hadapannya.
Penuturan Angga menyentuh hati Rafli dan Jimmy saat ini. Di dalam hatinya Rafli membenarkan bahwa keluarga Permana mengorbankan perasaan anak laki-lakinya , hingga membuat pemuda itu mengalami gangguan kejiwaannya...
'' Aku tidak bisa kehilangan Ana . Aku lebih baik kehilangan proyek ini ataupun seluruh yang ku punya asal tidak anak dan istriku. Aku memang bukan manusia yang baik , bahkan aku manusia yang buruk , tapi untuk cintaku aku akan melakukan apapun untuk mempertahankannya " batin Rafli , ia pun merasa bersalah mendengar ucapan Angga namun hatinya tidak bisa berpaling dengan wanita lain bahkan berniat mencintai wanita lain tidak ada dalam pemikirannya .
Rafli pergi begitu saja tanpa sepatah katapun , mulut pedas nya seakan lenyap saat mendengar penuturan Angga barusan , Jimmy segera mengikuti langkah Rafli .
" Aku ingin Eric mendapat kebahagian juga Tuhan , meski bukan bersama Ana " batin Angga
" Tuan " ujar Jim saat mereka berada di dalam mobil .
" Aku butuh Ana. Jim , batalkan meetingnya " pinta Rafli dan Jimmy pun tak punya pilihan , melakukan meeting dengan mood Rafli yang buruk bukanlah hal yang bagus saat ini. Toh juga jika Rafli membatalkannya perusahaan tersebut juga tetap berharap bisa bekerja sama dengan RA grup.
" Jim jika ada bunga di depan sana menepi ya " imbuhnya , sudah satu Minggu ia tak membawa bunga untuk istrinya itu. Meski Ana berkata terlalu lebay dan pemborosan jika setiap pulang kerja Rafli membawakan coklat dan bunga untuknya namun ia dapat melihat senyum indah terukir di wajah Ana saat mencium wangi segar dari bunga yang ia bawa.
.
.
.
Rafli pun telah tiba di mansion miliknya
'' Dimana istriku " tanya Rafli dingin.
'' Di belakang tuan dengan tuan kecil Dewa " jawab Nur.
'' Bilang padanya aku menunggu di kamar " imbuhnya berlalu pergi sedangkan Nur berlarian memanggil nona mudanya.
Ana berjalan menuju kamarnya sementara baby Dewa masih asyik bermain dengan bi Susi dan yang lainnya.
Ceklek.
suara pintu terbuka dan Ana masuk kedalam kamarnya melihat Rafli sedang menatap kebun bunga milik Ana dari balik jendela kaca yang begitu besar.
'' Mas , aku siapkan air mandi ya " ucap Ana dan diangguki Rafli .
'' Ayo mas , airnya sudah siap " ucap Ana dan Rafli berjalan mendekati istrinya.
'' Bunga dan coklat untukmu istriku " ucap Rafli seraya memberikan bunga dan coklat kesukaan istrinya , coklatnya masih sama saat mereka berpacaran dulu.
Cup satu kecupan mendarat di pipi Rafli .
'' Dewa mana " tanyanya penuh arti .
'' Sedang di luar main dengan yang lain "Bu jawab Ana membuat hati Rafli bersorak senang .
'' Bukain pakaian mas " pinta Rafli dengan manja.
'' Kau ini mas " ucap Ana meletakkan bunga yang sedari tadi ia cium wanginya dan membuka pakaian Rafli satu persatu..
" Mandilah " ucap Ana mendorong Rafli agar cepat mandi.
" Mas apa yang kau lakukan " ucap Ana kaget karena Rafli menggendongnya menuju kamar mandi.
'' Aku sudah mandi mas " imbuhnya menggerutu kesal...
'' Aahhhkkkk " teriak Ana saat Rafli mengguyur Ana dengan air shower.
" Kau kini milikku Ana , semalam milik mas berpuasa " protes Rafli
__ADS_1
" Kan baru se.... " ucapan Ana terpotong karena cumbuan Rafli.
Rafli tak melepaskan Ana sedikitpun di dalam kamar mandi , percikan air yang membuat tubuh Ana terlihat sexy membuat Rafli hilang kendali dan terjadilah apa yang terjadi.
.
.
.
Dua hari telah berlalu dan kini Rafli mendatangi dimana Agnes berada. Deru langkahnya membuat para bodyguard bersiap memberi hormat padanya.
Agnes yang kondisinya menyedihkan melihat Rafli dengan penuh kebencian...
'' Kau masih hidup ternyata , kenapa tidak bunuh diri saja " ledek Rafli .
'' Aku membencimu '' ucapnya..
'' Aku tak punya banyak waktu , minumlah " ucap Rafli memberikan jus berisi racun mematikan untuk Agnes.
Prakk ... Agnes melempar jus yang di berikan Rafli.
'' Dengan cara apa aku harus menghentikan nafasmu " ucap Rafli geram.
" He ...He.... ingatlah pembalasan suatu saat nanti Rafli , aku memang salah karena menfitnah Ana tapi itu pantas untuknya dan kau membalas nya begitu kejam padaku. Mereka menggilirku , bagaimana jika wanitanya yang di gilir suatu saat nanti " ucap Agnes memancing emosi Rafli Meksi kematiannya telah dekat
Plak... bunyi tamparan terdengar begitu nyaring.
'' Tidak ada satu pria pun yang berani menyentuhnya meski hanya hembus nafas istriku sekalipun.
'' Bunuhlah aku , tapi meski aku di neraka sekalipun , aku akan tetap mengusik kalian " ucap Agnes lemah.
'' Lakukan " ucap Rafli berjalan pergi menuju kantor dimana ia berada.
Satu tahun kemudian.
Rafli dan keluarga kecilnya menghadiri pesta pernikahan dokter Ayu dan dokter Smith , ya Ayu sahabat istrinya .. Pernikahan mereka di laksanakan di hotel mewah milik keluarga Wijaya . Rafli yang over protektif terhadap anak dan istrinya mempersiapkan ruang pribadi untuk keluarganya serta para sahabat lainnya .
Selepas bersalaman dengan para tamu membuat sepasang pengantin baru yang saling mencintai itu berjalan menuju dimana Rafli berada bersama yang lainnya. Rafli lah si sultan yang membuat raja dan Ratu semalam itu menghampirinya untuk mendapatkan ucapan selamat , berbeda dengan pengantin kebanyakan yang membuat para tamu antri untuk mengucapkan selamat.
Ceklek ....
Ayu yang wajahnya merah merona karena Smith begitu posesif padanya , sementara Tiara menatap tajam Nicko karena ia merasa Nicko begitu lama mengikatnya , sedangkan Ines menatap tajam Darwin yang menempel terus seperti cicak , Sementara Frans hatinya kecewa karena di tolak mentah-mentah oleh Intan. Sedangkan keluarga Sultan di sofa istimewa itu terlihat tersenyum bahagia.
" Selamat ya Ayu " ucap Ana memeluk hangat sahabatnya dan setetes air mata mengalir dari mata indahnya. Sederet doa terbaik untuk kebahagian Ayu , Ana ucapkan begitu tulus .
" Terima kasih Ana " jawab Ayu dan air matanya ikut lolos begitu saja . Bayangan pertama kali mereka bertemu melintas di fikiran Ayu..
" Selamat " ucap Rafli datar dan menatap biasa pada dokter Smith tidak seperti sebelumnya yang memberi tatapan horor.
" Terima kasih tuan " ucap dokter Smith tersenyum hangat .
" Smith , aku titip sahabatku padamu . Jika kau menyakitinya , aku garda terdepan yang harus kau hadapi " ucap Ana serius dan menatap tajam dokter Smith , membuat dokter Smith menelan susah Salivanya .
" Istri sultan Ini ternyata lebih menyeramkan " batin Smith melihat tatapan Ana yang begitu mematikan baginya.
" Tentu nona " jawab Smith mantap .
Kini para sahabat Ayu membawa paksa Ayu untuk berkumpul. Membuat dokter Smith ikut juga berbaur dengan orang-orangnya Rafli , sementara Sultan sesungguhnya sedang kerepotan menyuapi Dewa yang doyan makan saat ini ,membuat Frans dengan berani meledek Rafli.
Rafli menerima telepon dari seseorang dan memaksanya harus segera keluar .
'' Frans , aku titip anakku " ucap Rafli.
'' Ingat jangan kau racuni fikiran nya " imbuh Rafli menatap tajam Frans .
" Siap bos " jawab Frans.
'' Sayang , ayah pergi keluar sebentar . Jangan nakal dengan om Frans . Tapi jika om Frans nakal , Bu pukul aja ya " ucap Rafli dan di angguki sang anak yang tersenyum manis pada ayahnya.
" Bapak gak bener " batin Frans.
Rafli berjalan keluar mengendap-ngendap , berharap Ana tak melihatnya.
" Bagaimana " tanya Rafli pada seseorang.
" Semua telah siap tuan , makan malam akan segera di laksanakan " jawab orang tersebut...
" Ingatlah jangan sampai salah " pinta Rafli .
" Tidak tuan , asalkan pergerakan nona Ana di jaga " jawabnya dan diangguki Rafli. Obrolan mereka terus berlanjut dengan serius.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen.....
Hayooo apa yang di rencanakan Rafli.