Takdir Cinta

Takdir Cinta
Terkenang


__ADS_3

Cinta itu istimewa dan cinta adalah keindahan, maka hendaknya cinta itu direncanakan. Belajarlah bagaimana cinta dan mencintai. Jika salah dalam cinta dan mencintai bukanlah keindahan yang didapat. Akan tetapi, kesengsaraan yang selalu menyertai


Inspirasi Cinta Buya Yahya #23


Jangan membangun pernikahan diatas cinta,tetap bangunlah cinta diatas pernikahan


...----------------...


Adeeva masuk kedalam kamar nya,lalu ayah menoel tangan menantu nya "Fa'al,...kamu jaga kondisi adeeva yah,sekarang rumah ini milik kamu juga,kamu ikut masuk kedalam kamar adeeva,jaga ia,jangan sampai ia berbuat sesuatu"ucap ayah


"Iya yah"ucap fa'al dan lalu mengikuti adeeva hingga kekamar nya


Fa'al mengetuk pintu kamar adeeva,lalu ia pun membuka nya dengan perlahan lahan,lalu melihat adeeva yang duduk dilantai dengan menutup wajah nya dengan jilbab


Fa'al pun masuk kedalam kamar nya,dan mencoba untuk duduk disebelah adeeva,adeeva sadar kalau ada orang yang baru saja masuk kedalam kamar nya dan duduk disebelah nya,ia pun menghapus air mata nya,lalu menoleh kearah disebelah nya,ternyata fa'al.


"Maaf ya,saya masuk tanpa izin kamu"ucap fa'al


Adeeva mengangguk,lalu fa'al bicara lagi


"Kalau adeeva sekarang merasa kurang baik,hati adeeva sedang sakit dan ingin menangis,silahkan,saya disini akan sangat sabar dan akan selalu ada untuk kamu,karna saya tau,kehilangan seseorang,yang sangat kamu sayang itu akan membekas kan luka yang amat dalam"ucap fa'al


Adeeva pun menyender kan kepala nya pada pundak fa'al dan menangis dipundak fa'al dengan sejadi jadi nya.


Setelah satu menit lama nya,adeeva berhenti menangis dan mulai mengahpus air mata nya,dan mengangkat kepalanya dari pundak fa'al


"Terimakasih kak,adeeva mau mandi dulu,kak fa'al kalau mau mandi dikamar mandi belakang pun juga ada kak"


"Iya dev,kamu duluan saja mandi,saya mau kedepan dulu,mau mengurus perisapam untuk jenajah nya,ingat,kamu boleh sedih tapi jangan sampai berlarut larut"ucap fa'al dan adeeva pun mengangguk dan fa'al pun pergi keluar dari kamar


Kebetulan saat baru keluar dari kamar,ia berpapasan dengan ayah mertua nya.


"Ayah"


"Hm,kebetulan al,kamu disini,tolong tlpn kan sodara ayah yang digarut ya,buku catatan no tlp ada dilaci,karna ayah sedang terburu buru jdi ga sempat"

__ADS_1


"Memang ayah mau kemana,biar fa'al bantu"


"Mau memberitau pada rt sebelah,agar diinformasikan tentang meninggal nya ayah kpd warga kampung,sudah ayah saja"


"Iya ayah,owh ya,kalau untuk kain putih nya sudah ada?kalau belum fa'al mau membelikan nya"ucap fa'al


"Alhamdulillah,ayah kebetulan menyimpan kain putih satu dirumah,makasih kamu sudah punya niatan begitu"ucap ayah


"Ayah pergi dulu"ucap ayah buru buru dan pergi sebelum mendapat jawaban dri fa'al


Fa'al pun mencari laci kecil,dan mulai mencari nomor tlp saudara ayah nya,dan mulai mengetik diatas tombol telpon.


Terdapat dalam kitab 'Asna Al-Mathalib, 1/310: “Tidak dianjurkan mempersiapkan kain kafan untuk dirinya, kecuali dari sisi kehalalan. Maka dianjurkan mempersiapkannya.


......................


Adeeva,keluarga fa'al serta kerabat dan tetangga tetangga nya ikut juga berkumpul disitu,meramaikan tempat dengan membaca ayat suci qur'an ditempat itu


Sedangkan para laki laki mencoba membantu menyiapkan terpal dihalaman rumah ayah,dan membantu menyiapkan makanan untuk para orang yang datang.


"Shodaqaullahu azim"ucap adeeva sambil mencium kitab suci al qur'an


"Neng adeva,ibu hj saya pamit pulang dulu ya bu,sudah agak malam soal nya,insha Allah besok pagi kami akan bantu masak masak disini"ucap salah satu tetangga


"Iya bu,terimakasih"ucap mumut


"Ya sudah kami duluan ya bu,adev,sing sabar ya,assalamualaikum"ucap nya


"Waalaikumsalam"


Karna hari semakin malam jadi para ibu ibu pun hanya bisa membantu sekira nya saja,karna ia harus pulang kerumah masing masing,sedangkan para laki laki,suami dari tetangga tetangga sekitar,tetap menemani nya ditempat,ada yang sampai bergadang hingga sampai subuh,ada yang tidur diatas terpal yang sudah diamparkan.


Malam hari...


Kamar 02.00

__ADS_1


Adeeva masuk kekamar nya,dan disusul fa'al dibelakang nya,setelah masuk kamar adeeva tidak lupa mengkunci kamar nya


Adeeva merebahkan tubuh nya dikasur,fa'al pun mendekat kearah adeeva,namun ia belum berani untuk mendekat kan dirinya kepada adeeva,lagi pula adeeva pun membelakangi nya.


Karna fa'al tidak mau mengganggu adeeva,maka dari itu ia pun langsung mengambil satu bantal dan tidur dilantai yang sudah dibaluti karpet bulu bulu bewarna unggu.


PAGI HARI


05.33


Adeeva terbangun dari tidur nya,dan menatap keseliling ruangan,sepi dan sunyi,ia melihat kearah cermin,terpantul wajah nya yang sangat lesu dan hidung yang memerah begitu pun pada kelopak mata nya yang membengkak.


Ia melihat kearah jam dinding ini sudah jam 5.33,ia pun segera bergegas kekamar mandi untuk mandi dan melaksanakan sholat subuh,ia tertidur sangat pulas sampai sampai tak mendengar suara azan berkumandang.


Setelah selesai sholat,dan menggunakan pakaian yang rapih ia pun bergegas keluar kamar,tapi ia teringat,semalam kan ia masuk berdua dengan fa'al.


Namun ia tidak tau semalam fa'al tidur dimana,pagi ini juga ia bangun lebih awal.


Pagi ini hujan turun dengan lebat,suasana duka menyelimuti kediaman ibu mumut,adeeva melihat ibu nya duduk diujung ruangan,sambil bersandar kepada pundak ayah nya


Sedangkan para ibu ibu sibuk memasak didapur,untuk meriung bersama nanti malam.


Karna sudah jam 7 pagi,sang jenazah nya pun siap untuk dimandikan,dan dikafani,ayah dan kak fa'al yang ikut serta memandikan ayah yang terakhir kali ini


...SKIP.......


...1 minggu berlalu...


...Adeeva menyirami tanaman dipekarangan rumah nya,sekaligus menyapu halaman rumah yang agak sedikit kotor karna baru saja selesai melakukan selametan yang ketujuh hari nya...


Ibu keluar dari rumah,dan duduk dikursi luar,sambil menyeruput secangkir susu hangat.


Adeeva melihat ibu nya yang duduk dilatar pekarangan,lalu ia pun mengakhiri sapuan nya,dan mendekat kearah ibu nya


"Ibu,lagi apa?"tanya adeeva

__ADS_1


"Ya begini begini saja,kamu kapan mulai kerja dev?"tanya ibu dengan tatapan kosong


__ADS_2