
" Ku harap kebohonganmu menjadi nyata Eric dan semoga Vini wanita yang pas untukmu " batin Angga . Vini adalah saudara jauh dari kerabat ibunya Angga , Vini seorang anak yatim piatu. Angga mengetahui bahwa Vini punya rasa terhadap Eric semenjak Angga dengan lancangnya membaca buku diary Vini namun siapa sangka Eric bedrama bahwa Vini ibu dari Ericana.
Eric kembali mengarang cerita dengan apik demi mempertahankan Ericana di sisinya. Bahkan Eric bercerita tentang hal memalukan yang tak pernah ia perbuat bahkan rasakan selama ini , sementara Vini begitu kesal dengan pria di sampingnya .
" Sejak kapan dia menghamili ku dan aku hamil Ericana lalu menikah sirih dengannya. Dasar pria aneh tapi aku mencintainya . Sadar Vini , ini hanya dramanya . Wanita yang di cintainya bukan dirimu " batin Vini.
" Mama tak menyangka kau bisa sebejat itu menghamili anak orang . Apalagi wanita ini sepupu Angga " ucap Sasa marah ingin sekali Sasa menelan Eric kembali.
" Mama tak pernah mengajarkanmu jadi pria brengsek Eric " sarkas Sasa wajah sendu menatap Vini yang menunduk .
" Lalu kapan kalian mengesahkan pernikahan kalian " ucap Sasa membuat Eric tersedak minumannya sendiri karena langkahnya tak akan sejauh itu .
" Kenapa diam . Ericana anak kandungmu Eric . Jika kau hanya menikah sirih , maka Vini yang berhak atas dirinya . Mama tak ingin memelihara Lolita serta anaknya dirumah kita . Cukup Ericana dan Excel saja cucuku " ucap Sasa.
" Secepatnya aku akan menikahi Vini setelah menceraikan Lolita " ucap Eric tanpa di duga ia menggenggam tangan Vini yang berkeringat dingin , ntah kenapa Eric meremas jari Vini.
" Huftt , mama tak percaya padamu. Biar mama yang urus perceraian mu dengan Lolita , setelah itu mama yang akan mengurus pernikahan kalian . Ingat lupakanlah Ana , kau sudah punya anak dengan Vini bahkan nama anak ini pun Ericana , pasti gabungan namamu dan Ana kan. Ingat Eric , Ana telah bahagia dan kau membuka hatimu untuk Vini bukan hanya sekedar rasa tanggung jawab saja kau menikahinya " ucap Sasa , tak mengira mengurus Eric yang kian dewasa terasa begitu sulit.
" Mampus kalau mama yang ngurus bakal nikah beneran " batin Eric
" Bahkan wajahnya mirip sekali dengan Ana waktu kecil " seloroh Sasa mengamati wajah Ericana.
" Apa kau membenci Ana , saat hamil nak " tanya Sasa membuat Vini bingung untuk menjawabnya .
" Jelas saja , sepupu ku membenci Ana Tante . Tiap hari yang di sebut Eric hanya Ana , bahkan Eric begitu gila saat melakukannya pada Vini ia membayangkan Vini itu Ana . Ingin sekali aku menguliti anak Tante " ucap Angga bersemangat membuat Vini tak percaya jika Angga berani berkata seperti itu , terlebih Eric yang tak percaya mendengar ucapan Angga.
Eric hendak memukul Angga yang duduk imut di samping Sasa , namun tangan Sasa lebih dulu memukul anaknya Eric karena telah berani menyakiti hati seorang wanita yang di lecehkan nya bahkan menyebut nama wanita lain saat melakukan hal memalukan itu.
" Maafkan anak mama ya sayang jika kau hamil selama ini cukup menderita . Anak mama memang tidak peka otak nya beberapa tahun ini. Bahkan mama malu mengakuinya sebagai anak mama . Bagaimanapun mama wanita dan mama mengerti " ucap Sasa memeluk Vini dengan sayang dan di balas canggung oleh Vini . Sementara Eric melempar tatapan tajam pada Angga dan Angga sendiri hanya cuek .
" Baiklah kalau begitu , kau baik-baik disini jaga cucu mama . Mama akan sering kesini agar lebih dekat dengan kalian " ucap Sasa .
" Iya Tante " jawab Vini gugup.
" Panggil mama , jangan Tante. Karena kau menantu mama " ucap Sasa dan diangguki pelan Vini.
" Ayo Eric kita pulang , kita urus masalah mu dan Lolita " ucap Sasa
" Ma , aku akan bawa Ericana pulang mulai saat ini " ucap Eric , seketika Sasa menatap Vini yang tersenyum menganggukkan kepalanya .
Akhirnya Sasa dan Eric menuju mansion utama dimana keluarga Permana tinggal . Sementara Vini menatap tajam Angga yang tersenyum padanya .
Esok harinya pertemuan keluarga Wilson dan Permana pun terjadi. Wilson begitu marah dan malu atas apa yang di perbuat oleh putrinya , Wilson juga marah terhadap Eric karena Wilson merasa Eric lah yang tak pernah mau membuka hatinya untuk Lolita hingga merubah karakter anaknya. Wilson dan Teguh sepakat mengurus perceraian anak mereka meski Lolita ingin mengancam bunuh diri jika bercerai dengan Eric namun Wilson tak peduli bahkan Wilson meminta Lolita untuk membawa pria yang berani menanam benih di rahim putrinya itu , tak tercoreng namanya saja sudah cukup bagi Wilson .
'' Kapan kau akan menikahi Vini secara sah Eric " tanya Sasa usai keluar Wilson keluar.
'' Ma , bercerai saja belum . Jangan membahas pernikahan Eric " tegur Teguh .
'' Mama hanya gak mau nanti otak Eric membelok lagi ke Ana " ucap Sasa berlalu meninggalkan dua manusia beda generasi tersebut.
'' Kita urus dulu perceraian mu , pernikahan mu bisa nanti dulu . Biar papa yang bicara dengan mama mu " ucap Teguh.
'' Tapi ingatlah Eric , kau menduda sudah dua kali . Jika kau kembali menduda lagi , papa tidak segan menghajarmu . Kunci agar tak gagal hanya dua , yang pertama lupakan Ana karena Ana bisa bahagia bersama Rafli jangan membuat Ana merasa bersalah atas nasibmu dan yang kedua buka hatimu untuk wanita yang lain " ujar Teguh tanpa lelah menasehati Eric , keras kepada Eric pun percuma karena Eric akan semakin keras pula menolak .
'' Aku akan melupakanmu Ana. Aku tak ingin kau bersalah nantinya Ana. Biarkan Ericana menjadi putriku . Izinkan aku memilikinya satu." batin Eric . Eric lalu beranjak ke ruang pribadinya yang terdapat banyak foto Ana didalamnya . Langkahnya kali ini harus menyingkirkan semua barang yang berhubungan dengan Ana , cinta yang tercipta selama dua puluh tahun lamanya terasa sakit untuk di lepaskannya secara paksa.
__ADS_1
" Kau harus bisa Eric . Harus. Lanjutkan hidupmu karena Ana telah bahagia pasti Rafli bisa memberinya kehidupan yang bahagia selamanya " ucap Eric menyemangati dirinya sendiri.
.
.
.
Sementara di rumah milik Rafli terdapat dua dokter baru yang merupakan sepasang suami istri , dokter wanita tersebut menemukan obat untuk mengobati racun yang mulai menyebar. Harapannya hanya lima persen namun seluruh keluarga penuh harap apalagi Rafli.
Rafli meminta anak buahnya untuk mengambil bunga yang di sebutkan di daerah Afrika yang begitu terpencil sedangkan dokter Stevani meracik obat yang berasal dari tumbuhan herbal.
.
.
.
*****Three months later*****
Kini Rafli sudah kembali menginjakkan kakinya ke kantor , jika dulu ia hanya hadir untuk meeting penting kini dirinya akan mulai sedikit fokus untuk mengurus perusahaan. Keadaan Ana sedikit menunjukkan kemajuan meski kemajuan hanya dua persen saja
Senyum Rafli tersungging antara tak menyangka atau mengejek melihat undangan atas nama Eric Permana dan kini mempelai wanitanya telah berganti .
" Kau tak akan bisa mendapatkan Ana meski sepuluh kali pun kau menikah. Menduda dua kali , lucu sekali " batin Rafli .
" Kau pergilah dengan kekasihmu untuk mewakili ku " ucap Rafli pada sekretaris cantik di hadapannya .
" Apakah bapak serius " ucap Bianca begitu senang , kapan lagi dirinya terbebas dari bos galak di hadapannya ini .
" Jangan senang dulu , kau harus menyiapkan semua perkerjaan mu dan catat jadwal ku selama empat hari kedepan " ucap Rafli .
" Cari orang untuk menggantikan mu , dan jangan terlalu sexy untuk yang menjadi penggantimu sementara . Cukup kau saja yang berpakaian kurang bahan " ucap Rafli tegas dan menyindir di akhir ucapannya , cukup jengah Rafli meminta Bianca untuk berpakaian sopan namun Bianca mengabaikannya . Sungguh berani Bianca tetap berpakaian sexy dan beruntungnya Bianca tak tertarik menggoda Rafli karena ia hapal betul siapa si galak di hadapannya .
" Baik pak , saya akan mencarikan yang tua dan sopan untuk bapak bila perlu pakai pakaian untuk sholat " ucap Bianca , ia tau siapa Rafli saat dirinya diangkat menjadi sekretaris Rafli oleh Abdi Wijaya secara langsung. Bianca gadis yang cerdas , ceria dan tahan banting alias tak mudah menyerah menghadapi Rafli yang terkadang emosinya suka naik turun dan terkadang suka keluar masuk kantor sesuka hati.
" Aku tidak sedang bercanda Bianca " ucap Rafli ketus .
" Keluarlah , kita akan segera meeting tiga puluh menit lagi " ucap Rafli .
" Tapi pak , barusan saja perusahaan mereka mengirim email untuk meetingnya di undur dua jam lagi " ucap Bianca pelan.
" Batalkan kerja sama dengan mereka . Emangnya mereka pikir siapa bisa sesuka hati mengundur meeting denganku " ucap Rafli terdengar tak suka akan kliennya yang berani bermain waktu dengannya .
" Baik pak " ucap Bianca tegas , ia pun cukup kesal dengan perusahaan tersebut karena CEO nya cukup kurang ajar kepadanya , beruntung ada Rafli saat itu yang mengantarnya pulang dengan wajah yang di tekuk Rafli mengantarkannya .
'' Pak bagaimana keadaan nyonya " tanya Bianca membuat wajah Rafli yang tadi merah padam berubah menjadi mendung .
" Masih seperti itu '' ucap Rafli lirih.
'' Apa bapak ingin mengundang anak yatim lagi '' tanya Bianca.
'' Nanti setelah kau pulang saja aku akan mengundang mereka '' jawab Rafli .
'' Baiklah pak saya permisi '' ucap Bianca sopan .
__ADS_1
.
.
.
Sementara Eric kini mengunjungi club miliknya untuk menghilangkan sejenak beban dan pikirannya .
'' Aku rasa aku sudah gila karena Ana selalu berputar di otaku bagai kupu-kupu yang menari - nari '' ucap Eric yang mulai mabuk sementara Angga dan Tio yang memperhatikannya , rasanya mereka ingin sekali menculik Ana dan mengikatnya berdua Eric agar tak terlepas.
'' Apa Eric akan mencintai Vini suatu saat nanti . Belum menikah saja ia sudah mulai berulah '' gumam Angga .
'' Yakinlah . Kita akan membuat Eric terikat dengan Vini selamanya dan pernikahan kontrak mereka akan menjadi pernikahan seumur hidup '' ucap Tio lengkap dengan senyum misterinya .
'' Kau jangan melakukan hal bodoh Tio. Bagaimanapun Vini sepupuku . Aku tidak ingin hidupnya menderita '' ucap Angga menolak ide gila Tio.
'' Eric begitu menginginkan anak hingga ia menjadi bapak sedunia . Ericana dan Excel aja di sayangnya . Apalagi suatu saat anak kandungnya lahir '' ucap Tio .
'' Ericana lain ceritanya '' tolak Angga.
'' Kau jangan lupa siapa Excel lahir dari rahim wanita yang begitu ia benci . Laurent penyebab hubungan Eric dan Ana kandas lalu datang pula pangeran kodok itu . Lalu sekarang Eric dan Laurent berteman '' ucap Tio , ia pun benci terhadap Rafli meski kini tak begitu menggebu .
'' Eric juga tak akan setega itu menyakiti Vini , apalagi Ericana sayang sama Vini dari pada dirinya . Vini juga sepupu mu pasti Eric berfikir keras bila ingin menyakitinya '' ucap Tio menenangkan Angga , tak ada salahnya mencoba membuat jembatan cinta antara Eric dan Vini .
'' Tapi aku tak akan tinggal diam jika Vini disakiti '' ucap Angga tegas.
'' Aku pun sama . Kita akan mengukusnya lalu kita lempar ke kolam piranha miliknya '' kelakar Tio yang dibalas pukulan Angga tiba-tiba.
Eric terus meracau tentang Ana meski kenangan Ana telah hilang tak tersisa namun kenangan Ana di hati tak semudah itu hilang begitu saja , cinta yang begitu lama tertanam dengan akar yang kuat akan susah sekali untuk mencabutnya apalagi hingga tak tersisa rasa tersebut.
'' Ayo kita bawa pulang dia ke apartemen mu '' ucap Tio dan diangguki Angga yang merasa sudah lelah menemani Eric mabuk selama dua Minggu ini mereka selalu menjaga Eric yang ingin mabuk dari siluman ular yang mencoba mendekatinya .
Diperjalanan pulang Eric kembali mengucapkan kata yang membuat mereka sahabatnya tercengang.
'' Kalian tau .... Ana kecil begitu menarik ya ... Malah aku merasa mencintainya .... apa aku menunggu ia dewasa saja ....'' ucap Eric ngelantur , selama ini hanya ia yang tau perasaan aneh tersebut. Eric berusaha menepis nya namun Ntahlah perasaan itu .
Seketika Angga yang mengemudikan mobil segera mengerem secara mendadak .
'' Kau ini dasar bodoh '' gerutu Eric sedikit memar di keningnya.
'' Dia berubah ingin menjadi seorang pedofil '' gumam Angga dengan tampang bodohnya .
'' Sudah ku duga kan . Aku meragu saat dia membawa bayi Ana pulang . Bahkan istriku pernah punya pemikiran seperti itu '' lirih Tio.
'' Kita harus segera mengembalikan Ericana pada Ana . Tapi bagaimana caranya '' ucap Angga yang merasa otaknya mau pecah melihat tingkah Eric menjelang pernikahannya.
'' Ericana begitu dijaga olehnya , tapi Vini. Kita bisa memanfaatkan Vini '' seloroh Tio .
'' Aku tidak ingin melibatkan Vini . Bisa - bisa Vini di habisnya '' tolak Angga .
'' Apa Rafli akan setuju jika Eric menjadi mantunya . Lucu sekali . Aku rasa Eric beneran gila hanya karena Ana. Ku rasa , rasa yang ada untuk Ericana hanya obsesinya saja '' imbuh Tio.
'' Ku harap begitu . Sudah cukup wanita yang perasaanya dimainkan oleh Eric '' ucap Angga lalu mengemudikan mobilnya kembali .
'' Andai Ana pergi dengan kemauan Ana bukan dipaksa menikah oleh Rafli , mungkin Eric tak akan mencintainya separah ini '' ucap Tio.
__ADS_1
'' Ayolah sobat sadar , banyak wanita yang mencintai mu . Dan ada Vini yang begitu tulus. Ia juga menyayangi Ericana '' imbuh Tio merangkul kepala Eric.
...Jangan lupa like dan komentarnya ya ....