Takdir Cinta

Takdir Cinta
Terpaksa Menikah.


__ADS_3

Eric tak tahu apa pilihannya untuk menikah benar atau salah . Ia telah memastikan Ana bahagia maka ia akan membuat orang sekitarnya bahagia , meski ia harus mengorbankan perasaannya...


Tanpa di duga Laurent datang ke mansion orang tuanya membawa Excel tentu hal itu di sambut gembira oleh Teguh dan Sasa karena rindu kepada cucu semata wayang mereka , miris karena Eric enggan memberitahu hal sebenarnya tentang Excel , hanya ia dan Laurent yang tahu .


'' Eric , apa benar kau akan menikah dengan putri tunggal dari keluarga Wilson " tanya Laurent terlihat jika gairah hidup Eric makin menyusut mendekati hari pernikahannya.


" Aku harus apa . Mama selalu memaksa dan ingin bersama Ana namun Ana menolakku . Aku ingin Ana bahagia bersamaku namun bahagia nya bukan bersamaku " ucap Eric lirih tanpa bisa ia tahan membuat air matanya itu mengalir .


'' Maafkan aku Eric , karena keegoisanku membuat hubunganmu dan Ana hancur " ucap Laurent ia masih menyesali semua perbuatannya.


" Semua sudah terjadi , memaafkanmu atau tidak semua tak ada guna karena Ana telah bahagia bersama orang lain " ucap Eric penuh penekanan...


'' Maafkan aku Ric " ucap Laurent tersedu.


'' Jika kau kemari tidak ada urusan yang penting , pergilah dari hadapanku . Aku ingin seminggu ini tak ada yang menggangguku " ucap Eric beranjak meninggalkan Laurent yang masih terisak menyesali segalanya. Karena cintanya ia membuat orang yang ia cintai menderita tanpa arah dan tujuan , kekejaman Eric dan senyumannya hanya topeng untuk menutupi semua kesedihannya .


" Aku rela melakukan apapun untukmu Ric , agar kau bahagia , meski harus mengorbankan nyawaku " batin Laurent menatap nanar punggung pria yang berjalan gontai tersebut..


.


.


.


Sementara di rumah Gunawan , terlihat sepasang paruh baya itu terlibat pembicaraan cukup serius...


'' Apa kita harus pergi pak ke acara pernikahan Eric " tanya Laras yang ternyata menerima undangan dari Tasya secara langsung pagi itu.


'' Bapak bingung Bu . Bapak gak enak dengan Rafli " jawab Gunawan , hubungan persahabatan yang terjalin baik dan sangat lama itu merenggang karena permasalahan putra putri mereka.


'' Tapi pak , ibu gak enak sama Sasa jika tidak datang " ucap Laras lirih karena Sasa adalah teman satu sekolah nya .


'' Kita pikirkan nanti saja Bu. Lebih baik kita pergi melihat cucu kita. " ucap Gunawan dan seketika membuat wajah Bu Laras yang semula sendu berubah menjadi bahagia kala mengingat cucu mereka .


'' Ana dan Rafli sungguh hebat ya pak , memberikan kita empat cucu . Semoga mereka tak menambah lagi , kasihan Arjun yang terlihat iri terhadap adiknya '' seloroh Bu Laras dan diangguki Gunawan.


.


.


.


Kini tinggal tiga hari lagi hari pernikahan Eric dan juga Lolita namun Eric sendiri tak mengambil cuti mengingat menyambut hari bahagianya namun pria itu justru mengambil lembur dan pulang tengah malam bahkan memilih tidur diruang pribadinya .


Lolita hanya diam , meski hatinya bersedih ia bisa memaklumi keadaan Eric . Lolita tau , Eric terpaksa menikah dengannya namun Lolita sangat berharap kelak saat menikah Eric mampu menerimanya sebagai istri sesungguhnya bukan hanya di atas kertas , sebisa mungkin Lolita akan bersabar.


Masalah konsep dekorasi hingga cincin pernikahan hanya Sasa dan calon besannya yang terlihat begitu antusias namun tidak untuk Eric yang enggan berpartisipasi dalam acaranya.


'' Eric , mama perlu bicara denganmu " ucap Sasa tiba-tiba mengagetkan Eric yang memandang foto Ana seperti biasanya sebelum ia tertidur. Sasa memijat pelipisnya , mau berjuta kali ia membuang foto Ana , anaknya itu akan mendapatkannya kembali.

__ADS_1


Ppyyarrr


'' Apa yang mama lakukan " bentak Eric saat melihat Sasa melempar foto Ana hingga bingkai indah itu hancur tak berbentuk.


'' Ana masih tetap tersenyum disana , sementara dirimu seperti bingkai itu yang hancur dan kaca itu yang tak mungkin disatukan. Sadar satu hal Eric dan harus kau ingat. Ana bukan milikmu dan berhenti mencintai nya " ucap Sasa lirih.


" Ma , peraasan itu tak bisa di paksakan " sahut Eric.


" Bukan tidak bisa dipaksakan , waktu sudah begitu lama engkau lewati Eric namun dirimu tak pernah membimbing hatimu untuk melupakannya " jawab Sasa membuat Eric tersenyum kecut.


" Mama harap setelah menikah kau buang semua foto Ana dan belajar mencintai istrimu Lolita , jika tidak kau akan melihat jasad mama nanti nya " ucap Sasa beranjak dari kamar putranya . Sementara Eric mengamuk dikamarnya mendengar ancaman Sasa yang tak main-main.


.


.


.


Hari yang begitu mendebarkan bagi Lolita dan Eric pun tiba. Pria itu terlihat sangat gugup saat menjabat tangan Wilson selaku ayah kandung Lolita .


" Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandungku Lolita Wilson dengan mas kawin satu set berlian dibayar tunai " ucap Lantang Wilson.


" Saya terima nikah dan kawinnya Ana " ucapan Eric terhenti saat sadar ia melakukan kesalahan dan sontak orang disana membulatkan matanya sempurna saat mereka mendengar jelas suara Eric . Lolita sendiri matanya terlihat berkaca-kaca belum apa-apa Eric telah melukai hatinya sangat dalam sementara Wilson ingin sekali memukul wajah tampan calon suami anaknya ini namun demi tatapan sendu Lolita ia menahan amarahnya.


" Eric fokus jangan diam saja ... Jika kau salah untuk ketiga kalinya . Aku tidak segan menyirammu dengan air keras " bisik Tasya saat untuk kedua kalinya Eric hanya diam tak menjawab.


SAH


Usai akad nikah Sasa segera menemui Eric untuk kembali mengancam putranya itu . Sasa sudah kehabisan akal untuk menghadapi Eric .


'' Lolita kembalilah dulu ke kamar kalian , karena nanti malam perayaan pestanya " ucap Sasa lembut .


" Baik ma " jawab Lolita tersenyum hangat lalu detik berikutnya wajahnya berubah saat Eric membuang wajahnya. Lolita tak menyangka di hari bahagia ini Eric menampilkan penolakan begitu besar dengan dirinya bahkan lebih parah saat mereka dipaksa pertama kali bertemu.


'' Auuuu ma sakit " cicit Eric saat Sasa menarik rambutnya kasar.


'' Sebenarnya mama ingin sekali menamparmu Eric jika tak mengingat pesta nanti malam " geram Sasa.


'' Jangan sekalipun kau sakiti Lolita , meski kau tak mencintainya nak. Belajar untuk mencintai seseorang yang telah mencintaimu. Hargai hidupmu sendiri demi kebahagiaanmu dan orang sekitarmu . Mama sungguh lelah melihat dirimu terus mengharapkannya. Harus mama tegaskan bagaimana lagi agar otakmu itu sadar dan bekerja dengan baik. Bahwa Ana itu bukan milikmu dan tak akan pernah terjadi " ucap Sasa berteriak dan juga terisak.


" Ma cukup jangan berteriak di depan ku . Aku pun lelah dengan diriku sendiri . Aku tidak akan menyakiti Lolita semampuku , aku akan berusaha ma . Semua ini aku lakukan demi mama , sama halnya saat mama memintaku menikahi Laurent saat itu " ucap Eric lalu memutuskan untuk pergi menuju kamar pribadi yang telah ia sewa.


Sementara Lolita didalam kamar pengantinnya terisak mengingat Eric salah mengucapkan namanya malah nama wanita lain disebut Eric saat akad nikah mereka. Ingin sekali ia menghubungi suami dari wanita itu namun ia sadar hal itu akan memperburuk semua keadaan.


Pesta pernikahan pun di mulai dimana Lolita melingkarkan tangannya di lengan kekar Eric menyambut para tamu yang kini tengah menikmati hidangan yang ia sajikan. Terlihat Abdi Wijaya serta Lia yang kini berbincang dengan Teguh Permana sementara Lia dan Sasa hubungannya tak cukup baik mengenai permusuhan anak mereka. Sementara Gunawan dan Laras sedang bersama Ines dan juga Darwin yang kebetulan di undang . Kedua besan itu sengaja menjaga jarak karena tak menutup kemungkinan di pesta Eric terdapat paparazi .


'' Malam Tante dan Om " sapa Eric dengan begitu ramah kepada orang tua Ana dan itu membuat Lolita hanya diam tak mengenali pasangan paruh baya yang disapa suaminya ...


'' Malam nak Eric " jawab Laras seraya menerima uluran tangan Eric .

__ADS_1


Eric terlihat berbincang kepada kedua orang tua Ana dan sesekali Laras mengajak Lolita berbincang saat menyadari istri Eric tersebut pandai berbahasa Indonesia.


'' Apa Ana dan suaminya tak kemari pak " tanya Eric membuat wajah Lolita mendadak sendu saat tau siapa mereka sebenarnya.


'' Ana dan Rafli tidak bisa datang nak Eric , terlalu repot membawa anak-anaknya yang tak ingin jauh dari mereka . Kau tau sendirilah alasannya " ucap Gunawan menatap sekilas wajah istri Eric .


Gunawan memberi kode pada istrinya untuk menyapa Teguh dan Sasa membuat mereka berpamitan kepada pasangan pengantin baru itu .


Mata Teguh berbinar cerah saat melihat Gunawan mendekat kearahnya , setelah sekian lama Gunawan tersenyum kembali padanya. Acara saling peluk dan sapa pun terjadi kepada mantan calon besan tersebut . Hingga disini pun Sasa tak segan menanyakan kabar Ana meski tak menggebu-gebu.


.


.


.......


Kamar pengantin.


Lolita dan Eric sama-sama terdiam di dalam kamar pengantin mereka , kamar yang terlihat begitu romantis mendadak menjadi horor karena begitu terasa hening bagai tak berpenghuni. Ingin sekali Eric kabur dari sini namun Sasa menguncinya dari luar.


" Eric , kau atau aku yang membersihkan diri lebih dahulu " tanya Lolita , ia pun begitu gugup saat ini.


" Kau bersihkan dirimu lebih dulu saja " jawab Eric datar terlihat Lolita begitu lelah .


" Baiklah, aku mandi dahulu " jawab Lolita membawa tubuhnya yang masih tertutup gaun pengantin menuju kamar mandi mewah di kamar hotel tersebut


Eric terlihat mengusap wajahnya kasar saat melihat cincin pernikahannya dan Lolita.


'' Maaf " gumamnya lirih saat melihat arah pintu kamar mandi dimana ada Lolita didalamnya.


Kini Eric melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri saat Lolita telah keluar dari kamar mandi..


'' Eric , aku belum menyiapkan air untukmu " ucap Lolita .


'' Aku bisa sendiri " sahut Eric dan menutup pintu kamar mandi .


Lolita menunggu Eric yang tak kunjung keluar dari kamar mandi hingga rasa kantuk menyerangnya membuat ia tertidur di ranjang berhias kelopak mawar tersebut.


Eric keluar saat memastikan jika Lolita telah terlalap , segera ia mengambil posisi berbaring di tepi ranjang menyisahkan jarak yang cukup jauh untuk dirinya dan Lolita ....


Pagi pun tiba membuat semua orang menunggu pasangan pengantin baru tersebut karena hingga cukup siang mereka belum turun. Para orang tua tak berharap banyak karena mengetahui situasi seperti apa dalam pernikahan ini yang hanya mengharapkan kebahagian untuk anak mereka kelak dan saling mencintai nantinya...


Terlihat sepasang pengantin itu turun dengan saling bergandengan membuat para keluarga melongo melihatnya apalagi Sasa yang terlibat bahagia melihat mereka tersenyum .


'' Maaf membuat kalian menunggu " ucap Eric ramah dan dihiasi senyum di bibirnya .


'' Kami mengerti " sahut Tasya , ia menyadari semua sandiwara ini namun membiarkan saja berharap menjadi nyata....


Jangan lupa like dan komentar nya ya ...

__ADS_1


Selamat membaca .....mohon maaf jika masih sering typo🙏🙏


__ADS_2