Takdir Cinta

Takdir Cinta
Kedatangan Abdi


__ADS_3

Hari ini hari yang mendebarkan bagi Rafli dan Ana bukan karena pernikahan , tapi kini dimana Ana akan menjalani pipinya untuk kembali seperti semula dengan jalan operasi plastik ( oplas ).


'' Aku takut mas " ucap Ana meremas jemari sang suami cukup kuat.


'' Yakin lah semua akan baik-baik saja sayang " ucap Rafli.


'' Bagaimana jika aku mati nan...." ucapan Ana terhenti saat sebuah ciuman dengan sedikit sengatan kecil di bibirnya di ciptakan oleh Rafli.


'' Jangan berkata yang tidak-tidak karena ini hanya oplas Ana " ucap Rafli mencoba mengendalikan emosinya .


'' Lebih baik kita pulang sekarang " ucap Rafli kesal.


'' Tidak , jangan mas " ucap Ana , ia harus memantapkan hatinya .


.


.


.


Sementara itu keluarga Permana kembali di kejutkan oleh kehadiran dua orang yang begitu berjasa bagi keluarga mereka , tamu mereka adalah Abdi Wijaya dan Joe sang sekretaris yang selalu setia menemani Abdi Wijaya dimanapun .


'' Tuan Abdi " ucap Teguh yang sempat syok namun kini wajahnya tampak berseri.


'' Aku ingin dengar tentang Ericana dari kalian " ucap Abdi dingin setelah di persilahkan oleh tuan rumah untuk duduk.


Terlihat Eric beserta kedua orang tuanya , sementara Vini sedang memandikan Ericana .


Tak perlu di tanyakan bagaimana Abdi bisa tau tentang hal ini , semua yang terjadi pada anak-anak nya ia sangat mengetahuinya kecuali tentang kehamilan Bunga yang begitu dijaga kerahasiaannya .


'' Katakan , atau aku tak segan menarik semua sahamku " ucapnya tak bisa menunggu lama .


'' Katakan nak Eric " ucap Abdi kini sorot matanya teduh , merasa bersalah atas apa yang menimpa pria itu dulu hingga menjalani hari yang sangat menyakitkan bagi Eric hingga kini pria itu telah terlihat bahagia dengan istri dan anaknya , namun tak seharusnya Eric melakukan ini pada anak dan menantunya . Keluarga Wijaya dan Gunawan saat itu menjadi titik kesedihan yang begitu mendalam , terutama untuk seorang Rafli yang harus kehilangan dua buah hatinya bahkan Rafli tidak sempat melihat anaknya . Namun kini sebuah kenyataan yang di tutupi kebohongan akan terbongkar jika salah satu dari putri kembarnya masih hidup.


Eric menceritakan dengan detail semua kronologi yang terjadi saat Ericana hampir ingin di bawa pergi oleh seorang perawat gadungan , ia juga memanggil Angga untuk ke mansionnya karena Angga merupakan saksi kunci di kejadian tersebut .

__ADS_1


Sementara Angga berdecak kesal karena ia harus gagal makan siang dengan sang istri tercinta , setelah memastikan Vini bahagia dengan Eric , Angga pun memutuskan menikahi gadis yang selama ini sudah mencuri hatinya tanpa ia sadari saat baru menikah ternyata ada cinta juga untuk istrinya .


Tak berapa lama Angga datang ke mansion Permana , wajahnya pusat pasi saat melihat senyum Abdi yang terlihat teduh berbeda dengan Rafli yang hanya tersenyum pada orang terdekatnya atau pada kolega yang membuatnya bangga dalam artian menguntungkan bisnisnya , wajah jutek Rafli mengambil keturunan dari Lia sementara wajah datar plus galaknya mengambil dari sang kakek yang begitu memanjakan Rafli meski terkadang mendidik Rafli dengan cukup keras.


'' Duduk nak Angga " ucap Teguh yang melihat Angga sedari tadi seperti patung bahkan lupa mengucapkan salam . Melihat wajah Joe makin membuat Angga merasa terintimidasi.


'' Kau kenapa tidak bilang jika ada tuan Abdi serta sekretarisnya " bisik Angga kepada Eric yang tak menggubris nya .


'' Ehmm " deheman Joe membuat Angga tersenyum kikuk .


'' Ngga , ceritakan semua tentang kejadian bagaimana Ericana bisa berada dalam keluarga Permana " ucap Eric serius sementara Joe menahan kekesalan dalam dirinya karena tak bisa mengambil langkah tanpa persetujuan Abdi , kehancuran keluarga Wijaya kala itu juga membuatnya Joe serta keluarganya ikut merasakan kesedihan yang mendalam . Lalu siapa satu bayi asing yang mereka makamkan di kediaman Omar Wijaya , pikirnya.


Angga menceritakan dengan detail apa yang terjadi kala itu , sementara Abdi mengambil nafas dalam saat merasa sesak di dadanya. Semua ini bukan sepenuhnya kesalahan keluarga Permana bahkan Teguh juga baru mengetahuinya sama sepertinya , patutkah ia menghancurkan keluarga ini . Tapi disinilah satu cucunya terlindungi , melihat bagaimana kejamnya Rafli dalam berbisnis , sudah berulang kali Abdi mengatakan untuk jangan kejam jika lawannya tak bermain curang , cukup memberikan sedikit pelajaran namun Rafli bukanlah orang yang cukup baik seperti dirinya. Puteranya itu , Rafli tak segan menghabiskan musuhnya hingga ke akar.


'' Biarkan aku bertemu Ericana '' suara Abdi terdengar serak .


Vini yang kebetulan turun bersama Ericana membuat semua mata mengalihkan pandangan nya kearah mereka . Vini cukup terkejut melihat Abdi Wijaya , langkahnya sempat terhenti namun sekejap kemudian kembali melangkah tanpa ragu saat mata Eric mengatakan tidak apa-apa.


'' Cucuku " ucap Abdi segera melangkah dan di dikuti Joe langsung .


'' Ericana , kakek ini kakek Ericana yang sebenarnya sayang " ucap Eric memberi pengertian tapi Ericana menggeleng kuat hanya kakek Teguh yang ia anggap kakeknya bukan pria lain...


'' Ericana , ini kakek Abdi kakek kandung Ericana dan ini kakek Teguh juga tetap kakek Ericana " ucap Teguh membujuk cucu kesayangannya tersebut . Meksi umur Ericana belum menginjak tiga tahun namun otaknya begitu cerdas menuruni dari kecerdasan Rafli yang ber IQ tinggi.


'' Tapi ini bukan kakek Ericana " tolak Ericana kini terisak membuat Abdi mengendurkan pelukannya . Butuh waktu , ya cucunya butuh waktu itulah pemikiran Abdi saat ini.


'' Baiklah , kakek lepas pelukannya . Tapi ingatlah Ericana . Aku , adalah kakekmu " ucap Abdi lirih , air matanya menetes berjatuhan membuat Joe dengan mengerti mengusap bahu Abdi Wijaya dan mengingatkan tentang kesehatannya.


Suasana yang cukup tegang dan haru tadi kini mulai mencair , Abdi Wijaya sungguh berpikiran begitu bijak di usia senjanya berbeda dengan sang anak yang berfikiran mengikuti isi hati sesuai apa yang ia lihat . Keluarga Permana secara terbuka akan menerima kedatangan Abdi Wijaya dan Joe kapan saja mereka mau dan keluarga Permana mempunyai tugas tambahan untuk mengenalkan Ericana pada keluarga Wijaya dan Gunawan , besok Abdi akan membawa foto keluarga Gunawan dan Wijaya secara detail dan berencana mengajak Gunawan bersama untuk mengunjungi cucu mereka yang mereka anggap selama ini telah tiada. Gunawan sesungguhnya ingin melihat cucu yang telah lama hilang itu , namun Gunawan takut tak bisa mengendalikan emosinya dan juga tak ingin kecewa karena penolakan Ericana maka Gunawan memilih pergi bersama Rafli dan Ana jika kembali itulah rencananya....


'' Ini tugas juga untukmu Sasa " ucap Teguh setelah kepergian Abdi dan Joe . Teguh memanggil nama sang istri tak seperti biasanya.


'' Ini memang salah mama , seharusnya mama tak .... " ucap Eric terhenti saat Vini mencengkram kuat tangannya. Vini tidak ingin melihat ibu mertuanya terus terpojokkan dan terus di salahkan.


'' Ini memang mama yang sangat bersalah dan mama akan semampu mungkin memperbaiki nya " ucap Sasa cairan bening menetes di pipinya . Eric beranjak pergi dari sana dan membawa Ericana untuk ikut bersamanya.

__ADS_1


'' Ma , sudah ya . Ini bukan sepenuhnya salah mama " ucap Vini turut bersedih .


'' Tidak nak. Ini memang salah mama. Seandainya mama tak terpancing emosi saat itu .... " ucap Sasa menceritakan kronologi yang membuat nya cukup kesal karena Ericana terus merindukan Ana , Sasa lupa saat itu jika ikatan batin bagaimanapun cukup kuat. Mendengar nama Ana terus di ucap Ericana membuat Sasa menggeram hingga ia menghasut Ericana untuk membenci Ana , karena ia juga merasa yang merawat Ericana sedari kecil adalah Vini bukanlah Ana. Ia tak ingin posisi Vini di geser dengan mudah oleh Ana. Vini meneteskan air matanya , ia tak mengapa jika posisinya tergeser oleh Ana karena Ana tetap ibu kandung Ericana.


.


.


.


Hari telah berlalu tak terasa sudah satu Minggu Ana selesai menjalani operasi plastik di pipinya untuk memperbaiki pipinya. Hasilnya terlihat begitu nyata bahkan di mata orang lain Ana semakin bersinar . Semuanya tentu di jalani tak mudah oleh Ana , semua pantangan ia ikuti dan Rafli juga mengimbangi apa yang Ana lakoni .


Jika Ana tidak memakan pedas maka Rafli juga tidak memakan makanan pedas karena pada dasarnya Rafli tak begitu menyukai makanan pedas yang menurutnya berlebihan. Jika Ana tidur harus di posisi duduk maka ia pun akan sama dengan tidur duduk seperti Ana.


'' Mas aku rindu anak-anak " ucap Ana menahan tangis karena rasa rindunya yang tak terbendung. Rafli segera menghentikan olahraganya dan mendekati Ana.


'' Tenanglah , semua ini untuk kebaikanmu sayang . Yang ingin oplas siapa '' ucap Rafli .


'' Mas juga merindukan mereka '' ucap Rafli , kini pikirannya menerawang ke Ericana , apa puterinya akan menyayanginya seperti anaknya yang lain karena Rafli menyesali karena memberi kesan yang buruk saat pertama kali bertemu Ericana.


'' Oh ya mas , apa mas gak ada rencana untuk memberitahukan tentang Ericana pada mama dan papa " tanya Ana dan dijawab gelengan kepala oleh Rafli.


'' Kita rahasiakan dulu , tunggu waktu yang tepat . Setelah Ericana menerima kita sebagai orang tua kandungnya " ucap Rafli , ia tau betapa hebohnya sang mama jika mengetahui Ericana berada di tangan keluarga Permana . Mamanya cukup membenci Sasa saat baru-baru Rafli dan Ana menikah . Lia yang begitu membenci Ana saat itu sempat berseteru dengan Sasa yang saat itu masih menginginkan Ana menjadi menantunya. Sifat ibu dan anak yang hampir sama itu membuat emosi Lia meletup , hingga sebuah tamparan keras mendarat di pipi Sasa saat Sasa terus menyebut Lia jika tak pantas menjadi mertua yang tepat untuk Ana. Beruntung saat itu Abdi dan Teguh segera melerai mereka yang begitu acak-acakan. Ana tak mengetahui kejadian pertengkaran itu.


Lah kini apa jadinya jika Lia mengetahui tentang Ericana yang disembunyikan oleh keluarga Permana , Rafli yakin jika sang mama akan segera menempuh ke jalur hukum meski tak di dukung oleh keluarga lainnya .


'' Baiklah , aku ikuti kemauan mas saja " ucap Ana.


'' Tenanglah , dua minggu lagi kita akan berkumpul bersama sayang , bersama anak-anak kita " ucap Rafli memeluk Ana dengan tubuh kekarnya setelah memastikan tubuhnya tak ada butiran keringat yang menyentuh kulit sang istri ...


'' Semoga saja dalam waktu hampir satu bulan keluarga Permana mampu membuat Ericana menerima dan menyayangi kami semua . Awas saja jika tidak " batin Rafli .


Jangan lupa like dan komentarnya.


Selamat membaca 😊

__ADS_1


__ADS_2