Takdir Cinta

Takdir Cinta
Maafkan Aku


__ADS_3

Tulang Rafli terasa begitu lemas dan Jimmy memijat pelipisnya , andai Rafli orang lain bagi Jimmy sudah di pastikan Rafli tinggalah nama di detik saat Rafli menjelaskan semuanya .


Rafli tak menyangka jika Eric mengirimkan mata-mata untuk mengawasinya , namun lebih tepatnya Eric mengirimkan seseorang untuk menjaga Ana dari jauh.


'' Apa yang kau fikirkan Rafli . Ana itu istrimu dan kau menghadapi masalah sebesar itu tanpa memberitahu aku . Andai dari awal dirimu cerita tentang Bunga , aku bisa memastikan kakak ipar tak akan mendengar tentang kebodohan mu '' sarkas Jimmy , emosinya meluap saat ini .


'' Apa kita perlu membunuh keluarga Permana " tanya Jimmy , ia akan melakukan apapun .


'' Eric sudah mempersiapkan semuanya , jika ada terjadi sesuatu padanya atau keluarganya , ia telah menuliskan nama ku " ucap Rafli lirih.


'' Pulanglah , bicaralah pada Ana . Jika kau menolak permintaan Eric '' ucap Jimmy .


'' Aku tak akan pernah melepaskan Ana . Aku tak akan pernah membiarkan Ana meninggalkan ku '' ucap Rafli dan segera menyambar kunci mobilnya . Sementara Jimmy mengangkat bahunya karena Rafli tak akan mau di nasehati saat menyangkut sang istri.


Jimmy meminta sekeretaris nya untuk membantunya membereskan ruang kerjanya yang ibarat kapal pecah , dan meminta agar sekretaris nya tak menceritakan apa yang ia tahu dan dengar. Sang sekretaris pun tak ingin mempunyai masalah dengan Rafli sang pemilik tempatnya bekerja , ia cukup kaget saat itu karena beberapa kali pintu ruang kerja CEO nya mengalami benturan karena berapa kali Rafli menghempaskan tubuh Eric ke arah pintu.


Rafli memacu mobil yang di kendarai dengan kecepatan tinggi , jarak antar perusahaan dan mansion Jimmy tak begitu jauh . Gerbang pintu juga telah di buka dengan lebar sesuai instruksi Jimmy , bisa-bisa Rafli menabrak langsung gerbang mansionnya , Jimmy bukan menyayangi gerbang mansionnya tapi karena ia peduli kepada Rafli .


Rafli memakirkan mobilnya dengan asal bahkan tanpa mematikan mesin mobil dan menutup pintunya. Para pengawal mengerti jika Rafli dalam keadaan tidak baik-baik saja.


'' Dimana istriku '' tanya Rafli.


'' Di kamarnya pa..... '' ucap Chantika terhenti karena Rafli segera melangkah .


Rahma dan Chantika tak berani menegur Rafli yang melangkah dengan tergesa , tujuan Rafli kamar dimana belahan jiwanya berada .


'' Aahhhkk '' teriak Ana terkejut saat Rafli tiba-tiba datang dan memeluknya .


'' Kurang ajar , aku terkejut mas '' ucap Ana kesal dan memakai kembali handuknya yang baru saja melorot .


'' Kau mandi siang bolong seperti ini '' ucap Rafli lirih namun tersirat jelas jika hatinya cukup di landa kegelisahan.


'' Aku gerah mas . Mas lepas dulu ya pelukannya '' ucap Ana karena ia merasa Rafli memeluknya sekaligus memberikan Ana beban tubuhnya .


'' Biarkan seperti ini sebentar saja sayang '' ucap Ana dan Ana mengangguk.


'' Mas , lepas dong . Aku capek '' ucap Ana karena dua menit berada di posisi yang sama , namun Rafli menggeleng dan di bahu Ana terasa sebuah air mata menetes . Ana melirik suaminya dengan ekor matanya , terlihat bulu mata indah itu sedikit basah dan wajah Rafli mengalami lebam membuat Ana syok.


'' Mas , kita obati luka mu ya " ucap Ana dan di tolak oleh Rafli .


'' Tapi nanti bisa infeksi " keluh Ana namun Rafli tetap menolak .


'' Mas , berbaringlah dulu , kita lanjut pelukannya disana '' ucap Ana lembut dan diangguki Rafli namun tangan Rafli segera mengangkat tubuh indah istrinya . Ana telah berfikir jika Rafli akan melakukan kegiatan panas itu namun pikirannya kali ini salah.


'' Ada apa ... Ehmmm katakanlah '' ucap Ana membelai surai hitam milik suaminya dan sesekali mengecup puncaknya .Paling tidak bisa mengurangi sedikit beban yang di pikul suaminya .


'' Biarkan seperti ini dulu sayang '' ucap Rafli lirih dan membenamkan wajahnya di dua gundukan milik Ana . Ana hanya diam dan tidak memaksa Rafli untuk bercerita . Ana mencoba mencapai tombol pintu agar tekunci namun tangannya tak sampai dan Rafli pun refleks menekan tombol pintu agar terkunci. Tidak etis rasanya jika ada orang lain yang melihat , apalagi anak-anak.


.


.

__ADS_1


.


Jika Rafli tengah memeluk Ana guna memenangkan sedikit hatinya berbeda dengan Vini yang menangis histeris saat tubuh Eric penuh dengan luka . Meski Eric berkata baik-baik saja namun Vini tetaplah menangis , matanya tidaklah buta untuk melihat kenyataan yang ada.


'' Aku akan melaporkan Rafli ke polisi mas . Aku tidak peduli siapa pun dia dan lupakan tentang perjodohan itu '' ucap Vini begitu emosi , calon besan macam apa yang memukuli calon besannya hingga babak belur .


'' Jangan Vini. Kita tunggu berapa hari. Pasti hasilnya tak mengecewakan '' ucap Eric masih bisa tersenyum , ia tau jika saat ini dipastikan Rafli tengah bermanja dengan Ana dan enggan untuk melepaskan Ana.


'' Tapi mas , aku tak ingin kau terluka lagi. Kau segalanya bagi ku mas '' ucap Vini menangkup lembut wajah suaminya .


'' Mas , tidak apa-apa , percayalah . Kita tunggu beberapa hari . Dia pasti tak akan menolaknya. Mas yakin , pria angkuh itu tidak tidur semalaman '' ucap Eric .


'' Sudahlah mas , mas susah kalau di bilangin . Lebih baik sini biar aku obati lukanya '' ucap Vini pasrah .


'' Sambil cerita , bagaimana tadi ketemu Ericana '' tanya Eric mencium perut istrinya .


'' Sehat terus dalam kandungan mama dan doakan Daddy untuk membuat hati calon mertuamu itu luluh boy '' gumam Eric.


.


.


.


Ana tertidur lelap usai kegiatan panas bersama suaminya . Niat hati ingin mengetahui apa yang terjadi pada suaminya namun ia dibuat kalah telak oleh suaminya diatas ranjang dan tidur karena kelelahan. Rafli sendiri matanya masih terjaga , jika dulu melakukan kegiatan panas dan kemudian tidurnya bisa nyenyak namun tidak untuk malam ini .


'' Maaf kan mas sayang . Maafkan mas . Mas memilih untuk egois kesekian kalinya '' gumam Rafli , air matanya menetes namun segera ia hapus . Mencium surai lepek istrinya karena akibat keringat , namun harum karena aroma shampoo masih begitu ketara.


Ana meraba di sisinya namun kosong membuat matanya langsung terbuka seketika . Dahinya berlipat saat melihat sesosok makhluk dengan pahatan sempurna sedang mengadah keatas dan Ana cukup terkejut karena keadaan Rafli yang tak mengunakan apapun. Ada berjalan mengambil gaun tidurnya dan membawakan sebuah selimut untuk menutupil tubuh suaminya . Rafli tersentak kaget saat tubuhnya di tutupi selimut tiba-tiba oleh sang istri.


'' Kenapa belum tidur '' tanya Ana memeluk suaminya , ia ikut berada di dalam selimut.


'' Berapa jam suamiku disini " batin Ana , tubuh Rafli begitu dingin saat ia peluk.


" Mas , apa yang terjadi . Cerita padaku " ucap Ana dengan mata berkaca-kaca , ia sudah tidak sanggup melihat kegelisahan suaminya .


" Jika masih menganggap aku istrimu . Ceritakan semua padaku. Tumpahkan semua beban masalahmu. Kita harus berbagi mas " ucap Ana menangis dan semakin mengencangkan pelukannya. Rafli membalas pelukan Ana , wanita yang begitu ia cintai kini menangis. Rasa bersalah begitu mendera hatinya namun rasa tak ingin kehilangan begitu mendominasi.


" Maaf. Maafkan mas dan jangan tinggalkan mas " ucap Rafli lirih , mengecup surai indah istrinya dan menangkup wajah Ana yang kini telah menangis .


" Aku tak akan meninggalkanmu mas . Aku janji. Bagaimana bisa kau berfikir aku akan meninggalkanmu mas...hiks...hiks... " ucap Ana dengan wajah berderai air mata . Rafli menghapus air mata Ana dengan bibirnya .


" Ada apa . Katakanlah mas " ucap Ana mengiba.


" Kita masuk dulu " ucap Rafli dan diangguki Ana , Rafli mengendong tubuh istrinya untuk sekedar berbaring di atas ranjang mereka .


Hening


Ana masih setia menunggu suaminya untuk menceritakan masalah yang sedang di hadapi .


'' Eric meminta putri kita Rayana " ucap Rafli lirih dengan pandangan fokus ke depan .

__ADS_1


'' Kenapa bisa dan apa maksudnya " tanya Ana keget dan juga bingung , ia menatap ke arah suaminya .


'' si B*rengs*k itu meminta Rayana menjadi menantunya '' ucap Rafli lirih .


'' Aku tak setuju mas " tolak Ana , ia tak ingin anaknya di jodohkan dan ini menyangkut masa depan putrinya .


'' Mas pun sama sayang . Mas juga tak setuju " ucap Rafli .


'' Lalu kenapa mas bingung , mas bisa langsung menolaknya " ucap Ana heran.


'' Dia mengancamku menggunakanmu Ana " batin Rafli .


'' Maaf . Mas teringat atas hutang budi padanya " lirih Rafli .


'' Apa maksud mu mas " tanya Ana dan Rafli menceritakan tentang penculikan Ana tempo lalu .


'' Maaf mas , semua karena ku . Aku selalu menjadi beban dan merepotkan mu mas ...hiks....hiks... " Isak Ana dan Rafli segera memeluk istrinya .


'' Semua bukan karena mu Ana . Mas yang gagal dalam menjaga keluarga kita " ucap Rafli , ia tak ingin istrinya selalu merasa menjadi beban di pundaknya .


'' Maafkan suamimu ini Ana , ini semua karena mas " batin Rafli .


" Biar aku yang akan bicara dengan Eric dan Vini untuk membatalkan niatnya untuk menjodohkan anak kita " ucap Ana dan dijawab gelengan oleh Rafli . Cemburu , masih saja mendominasi perasaan Rafli .


" Biar mas saja " ucap Rafli cepat.


" Biarkan aku ikut mas , aku tak ingin kau terluka lagi " ucap Ana masih memeluk tubuh suaminya.


" Kali ini tidak akan ada yang terluka Ana " ucap Rafli , seketika Ana mengendurkan pelukannya.


" Apa maksud mas , menyetujui untuk menjodohkan Rayana dengan anaknya nanti " tanya Ana kaget .


" Mas akan fikirkan jalan yang terbaik " ucap Rafli tersenyum palsu.


" Sudah cukup Dewa yang kau putuskan untuk masa depannya dan aku tak ingin , anakku yang lain mengalaminya " sentak Ana tak terima jika keputusan suaminya ingin menjodohkan anak mereka kembali .


" Lebih baik kita tidur . Ayo , mas mengantuk " ucap Rafli , ia tak ingin berdebat dengan istrinya .


" Pakai dulu bajunya mas " ucap Ana .


" Biarkan seperti ini , jika ingin tak perlu repot " ucap Rafli sengaja menggoda istrinya membuat Ana mencebikkan bibirnya .


Cup


" Ayo kita tidur sayang " ucap Rafli mendekap tubuh istrinya.


" Temui aku di restaurant PJ besok siang " pesan Rafli pada seseorang yang enggan ia temui , lalu Rafli mulai memejamkan matanya terlelap dalam mimpi menyusul istrinya .


Jangan lupa like dan komentarnya


Selamat membaca 😊

__ADS_1


__ADS_2